
"Raga...."
Almira memegang lengannya Raga dengan lembut.
"Jika kamu masih lapar, aku akan mengambilkannya lagi untukmu!!" katanya dengan lembut.
Raga menggelengkan kepalanya, dalam hatinya berkata, "Aku tak akan membiarkan semua mata mereka memandangmu sayang!!"
"Tidak nyonya...saya rasa sudah cukup kenyang!!" katanya.
"Lalu Raga melanjutkan pekerjaannya dan Almira kembali bermain dan bercanda dengan kedua putranya.
"Selamat sore cantik!!! karena kecantikanmu, maka sore enggan berpaling menghadap senja, matahari enggan pulang keperaduannya!!"
Sontak Almira dan Rafa menoleh kearah sumber suara.
Almira menatap orang yang menyapanya dari kaki sampai kepala dan turun ke kaki lagi, lalu dia dan Rafa tertawa bersama.
"Apa yang kamu tertawakan cantik??" pemuda yang berdiri di depan mereka merasa heran.
"Halo??? kamu kalau masih sekolah ngga usah berlagak sok ngegombal ibu-ibu sepertiku!!" kata Almira.
"Walaupun nenek-nenek aku gombali asal neneknya secantik dirimu!!" katanya lagi.
"Sebaiknya kamu pulang...ganti popok sana dulu!!" perkataan Almira diikuti oleh tawa Rafa.
"Masa kamu tak melihat aku mempunyai dua orang putra? tak pantas rasanya anak kecil sepertimu menggoda ibu-ibu sepertiku!!" katanya lagi.
"Kamu ngga usah sok berlagak jadi ibu-ibu deh...kita ini satu kampus bahkan satu kelas, tau!!" dia lebih mendekat pada Almira.
"Tunggu sebentar!!" kata Almira, sekali lagi dia menatap lekat-lekat pada pemuda yang berdiri di hadapannya.
"Abian?? kamu si culun Abian yang suka duduk di belakang kursiku kan? kamu juga suka menatapku diam-diam, dosen sibuk menerangkan sementara kamu sibuk menatap punggungku!!" kata Almira membuat Abian tersipu malu.
"Kudengar kamu menikah dengan dosen Xavier, benarkah itu??" tanya Abian sama menggeret kursi duduk di sebelah Almira.
"Iya..." kata Almira pelan.
"Ini putranya pak Xavier!!" kata Almira menunjuk pada bocah yang ada dipangkuannya.
"Wah...bahagia dong kamu sekarang?? tetapi sejak tadi aku kok ngga melihat suamimu sama sekali?? pak Xavier juga katanya Resign dari pekerjaannya.
"Apa?? Resign??" tanya Almira.
"Iya...masa kamu sebagai istrinya kok malah ngga tau??" tanya Abian.
Almira terdiam sambil memainkan ujung dressnya.
"Sebenarnya kalian sudah tidak bersamakan??" tanya Abian pelan seolah takut menyinggung perasaan wanita pujaannya itu.
"Kok kamu tau??" tanya Almira.
"Sebenarnya aku itu sudah sering memergoki pak Xavier makan siang berdua dengan seorang wanita, tetapi waktu itu aku pikir itulah istrinya, karena kalian kan menikahnya juga tidak ada pemberitahuan apapun kan??" kata Abian.
"Restoran tempat mereka sering makan siang dan bertemukan adalah restoran milikku jadi aku tau siapa saja mereka yang makan di sana."
"Tetapi aku memang sengaja tidak mau menyapa mereka, lalu aku tak pernah lagi melihatmu di kelas!!"
"Aku berusaha mencarimu tau!!" kata Abian.
"Ngapain kamu mencariku??" tanya Almira sambil tersenyum. Tetapi senyum itu seperti senyum terpaksa.
"Ya karena aku merindukanmu!! aku sudah terbiasa duduk di belakangmu dan menatapmu walau hanya dari belakang sudah cukup membuatku bahagia!!" kata Abian.
"Aku bingung harus mencarimu kemana...lalu aku beranikan diri bertanya pada Alia dan kamu tau apa jawaban Alia??"
"Hatiku seketika merana mendengar perkataan Alia yang mengatakan jika kamu sudah menikah dengan dosen Xavier...dan lebih terlukanya lagi saat aku tau ternyata yang suka jalan, makan dan bermesraan dengan dosen Xavier itu ternyata bukanlah istrinya...itu artinya dosen Xavier berselingkuh di belakangmu dengan wanita lain!!" jawab Abian. Dari sorot matanya dia nampak sangat geram.
"Sebenarnya aku juga sudah tau, Abi..." kata Almira pelan.
"Bahkan aku tau saat bersamaku dia memakai cincin pernikahan kami, tetapi saat bertemu dengan wanita yang bernama Sullivan yang kini telah resmi menjadi istrinya itu, cincin pernikahan kami dibukanya dan dia simpan supaya tidak ketahuan Sullivan jika ternyata dia sudah menikah!!" jawab Almira pilu.
"Aku sengaja meninggalkan dia dan aku pulang ke mansion ayahku dengan harapan dia akan menyusulku dan bertanggung jawab padaku sebagai istrinya dan bayi yang aku kandung saat itu."
"Apa?? jadi saat itu kamu tengah mengandung?? benar-benar laki-laki tak punya otak dosen Xavier itu!!" geram Abian.
Almira hanya mengangguk. Tetesan demi tetesan air mata tak mampu lagi dia bendung, suara isakan hampir tak terdengar meluncur dari bibir indahnya.
"Lalu setelah itu??" tanya Abian lagi.
"Karena aku sudah merasakan sakit hati yang tak tertahankan aku memilih untuk pergi berkelana bersama putra abangku yang telah menganggapku sebagai ibunya."
"Karena posisi kami pada saat itu hanya menikah secara siri, tidak menyulitkan bagi kami untuk berpisah."
"Aku tak dapat membayangkan saat sedang mengandung, di mana seorang wanita butuh kasih sayang, cinta dan perlindungan dari pasangannya...kamu malah pergi membawa bayi dalam kandunganmu menempuh bahaya."
"Lalu adakah suamimu itu berinisiatif untuk mencarimu??" yanya Abian lagi.
__ADS_1
Almira menggeleng!!
"Bahkan aku mendengar dia dan Sullivan melangsungkan pernikahan secara sah...dan dia telah melupakan aku dan bayi yang aku kandung!!" tangisannya tak bisa terbendung lagi membuat Rafa yang sedang bermain dengan Xander bangkit dan memeluk mommynya.
Sementara tak jauh dari mereka, Raga pun menangis. Dia tau semua salah dan dosanya pada istri dan anaknya, dia memang suami dan ayah yang kejam dan bodoh!!
"Mommy...kita pulang saja kepeternakan yuk...di sana ada daddy Matsuyama yang sangat mencintai kita, mommy!!" kata Rafa juga ikut menangis.
"Siapa Matsuyama??" tanya Abian.
"Dia suamiku, dia ayah sambung dari Xander putraku bersama Xavier.
"Dia telah mempertaruhkan hidupnya, demi bisa bersamaku sehingga tak ada alasan bagiku untuk menolak niat baiknya untuk menikahiku!!" jawab Almira.
Jadi sekarang kamu sudah menikah lagi??" tanya Abian pada Almira.
Almira hanya mengangguk saja.
"Sebenarnya aku sedih mendengar bahwa kamu sudah menikah lagi, tadi sebenarnya aku berharap bahwa kamu belum dimiliki oleh siapapun aku ingin melamarmu menjadi pasangan hidupku selamanya, tetapi rupanya aku datang terlambat." Kata abian tersenyum miring.
"Tetapi aku bahagia jika kamu bahagia, aku juga ikut bahagia setelah tau kamu menemukan sosok lelaki yang tepat yang dapat melindungi dan menjagamu...jika dia pun mengecewakanmu maka pulanglah...tanganku selalu terbuka untuk memelukmu, bahuku selalu tersedia untuk menjadi sandaran lelah, sedih dan tangismu!!"
Abian tersenyum. Dia ikhlas mendengar Almira sudah menemukan pengganti Xavier dan dia turut bahagia mengetahui Almira kini bahagia, bukankah mencintai itu tidak harus memiliki?? begitu prinsip Abian.
"Abian...di sini kamu rupanya??"
Seorang wanita paruh baya yang masih nampak sangat cantik walaupun tak muda lagi menghampiri mereka berdua.
"Halo cantik?? kamu sangat cantik...maukah kamu menikah dengan Abian dan menjadi menantu buat putra tunggalku??" tanya wanita setengah baya itu.
"Mamah...apaan sih?? Almira ini sudah menikah mamah!!" jawab Abian dengan wajah memerah sambil tersipu.
"Ooo...dia Abian si culun?? sungguh aku tidak mengenalnya sama sekali!! penampilannya di kampus dan di luar kampus sangatlah berbeda!!" batin Raga.
"Kamu benar Abian, ini semua salahku...semestinya aku belajar mengikhlaskan Almira untuk hidup bahagia bersama Matsuyama...ini semua salahku sendiri, kini aku harus memetik buah dari kebodohanku sendiri!! kata Raga.
"Aku pamit pulang dulu ya Mira, bawalah putra tampanmu ke restoranku kita bisa ngobrol banyak di sana!!" kata Abian.
"Iya, sayang...mainlah kerumah tante...minta Abian menjemputmu jika ingin pergi!!" lalu mereka cipika cipiki sebelum berpisah.
"Raga...bisakah kamu menolongku??" tanya Almira pelan.
"Iya nyonya...apa yang bisa saya bantu??" tanya Raga meletakan gunting untuk memangkas daun dan mendekati Almira.
"Cucilah dulu tamganmu dan tolong angkat Xander ke kamarku, aku takut jika aku yang melakukannya, nanti.dia terbangun dan menangis lagi!!" bisik Almira.
Dia membaringkannya perlahan ke atas kasur. Dilihatnya Almira masuk ke kamar dengan wajah lelah sambil membuka sepatunya.
"Nyonya tampak sangat lelah...jika nyonya tidak keberatan saya bisa memijit kaki dan pundak nyonya?" kata Raga menawarkan diri.
"Oh ya?? aku memang sangat lelah akhir-akhir ini Raga!!" jawab Almira.
"Aneh, padahal dulu saat hamil Xander, aku sering mengadakan perjalanan jauh terkadang tidak makan tetapi aku kok kuat saja, ya?" gumamnya pelan sambil berpikir.
"Waktu aku menikah dengan ayah sambung Xanderpun kami sering bersama menggiring ternak,.memetik sayuran dan buah di kebun juga menangkap ikan di kolam belakang." Katanya sambil tersenyum sumringah.
"Aku rindu suami dan peternakan kami, Raga!!" ucap Almira pelan.
"Jika suatu hari nanti aku pulang kembali ke peternakan dan lama lagi baru kembali kemari, kuharap kamu tidak melupakan aku dan Xander ya??" Almira menatap Raga yang tengah memijat kedua belah betisnya.
"Tentu nyonya...saya akan tetap di sini menunggu sampai nyonya dan tuan kecil kembali!!" kata Raga.
Bibirnya tersenyum tetapi hatinya sakit. Tak terbayangkan lagi baginya hidup tanpa kedua orang yang sangat dicintainya.
"Piijatanmu enak sekali Raga...kakiku yang sakit terasa lebih enakan!!" kata Almira.
"Sudah cukup Raga...aku mau beristirahat dengan Xander sebentar ya!!" kata Almira.
"Ya sudah nyonya, saya akan keluar dulu nanti jika perlu sesuatu panggil saya aja, ya!!" kata Raga lalu beranjak keluar dan menutup pintu kamar dengan pelan.
Tes...sekali...tes dua kali...
Raga menangis dalam diamnya. Andai waktu bisa berputar kembali, tentu kesalahan fatal itu tak akan terjadi.
"Hei...kamu siapa??" kata Aliandhara melihat si bungkuk Raga baru keluar dari kamar tidur Almira.
"Saya Raga tuan muda...saya baru menggendong tuan kecil ke tempat tidur." kata Raga.
Aliandhara menatap tajam pada Raga.
"Tapi kamu tidak menyukai adikku kan??" katanya tajam.
Raga tertawa hambar.
"Tidak mungkinlah tuan muda, saya cukup tau diri kok...apalah saya yang miskin dan cacat ini!!" kata Raga sambil menundukan kepalanya.
"Baguslah jika kamu sadar diri..." kata Aliandhara.
__ADS_1
"Aku tak mengijinkan laki-laki manapun mendekati adikku, apalagi kulihat beberapa hari ini kamu tampak akrab dengan adikku itu!!" katanya lagi.
Lalu dia berlalu meninggalkan Raga yang tampak mengeratkan genggaman tangannya sambil menatap dingin kepergian Aliandhara.
"Almira istriku Aliandhara...Xander adalah putraku...aku tak pernah menceraikan dia...aku akan mengambil dan membawa mereka sejauh-jauhnya dari kalian semua para penganggu!!" bisik Raga.
****
"Tadi ada yang mencarimu, lho...!!" kata pemilik restoran saat Matsuyama mengantar telur dan sayuran ke kedainya.
"Oh ya?? siapa paman??" tanya Matsuyama.
"Nona Akiko...dia memintaku untuk menyampaikan salam cintanya padamu!!" kata pemilik restoran sambil tersenyum-senyum.
"Ah paman ini...kan paman tau aku ini pria yang sudah menikah dan punya anak!!" kata Matsuyama tak peduli sambil terus menurunkan sayuran, telur dan ikan dari truk pick up nya.
"Itu dia Matsuyama...panjang umur orang kita bicarakan sudah datang!!" kata pemilik restoran.
Matsuyama hanya melirik sebentar pada sosok wanita cantik dan sexy yang datang mendekatinya.
"Hai Cowi..." kata nona Akiko.
"Cowi?? namanya Matsuyama bukan Cowi..." kata pemilik restoran.
"Mengapa kamu berbohong padaku tampan??" kata Akiko pura-pura marah.
"Nama panggilan dari istriku sebelum kami menikah memanglah Cowi...yang artinya cowok cubby..." kata Matsuyama sambil terus melakukan pekerjaannya.
"Ckckck...kamu yang seganteng ini kok dipanggil dengan sebutan jelek begitu, sih??" Akiko berusaha mengompori Matsuyama.
Matsuyama berhenti melakukan aktifitasnya sambil menatap tajam pada Akiko.
"Tidak lelahkah kamu mengoceh saja sejak tadi?? aku yang mendengarmu mengoceh saja jadi sakit telinga!!" kata Matsuyama.
Akiko tetap tenang seolah tak peduli pada kekesalan Matsuyama.
"Apakah kamu tidak ingin menikah lagi?? tidak heran kok jika zaman sekarang ini seorang lelaki bisa punya istri lebih dari satu!!" kata Akiko tidak peduli.
"Itu bagi mereka nona Akiko...tapi bagiku istri itu cukup satu, satu aja ngga bisa habis-habis!!" kata Matsuyama mulai gusar dengan pertanyaan dari nona Akiko yang cantik dan seksi.
"Bagiku, satu ya...satu sehidup dan semati dalam suka dan duka, dalam senang dan susah selalu bersama!! begitulah ajaran ayah dan ibuku!!" kata Matsuyama.
Semua yang ada di situ tertegun dengan ucapan Matsuyama tidak terkecuali dengan nona Akiko.
Lalu seolah tanpa beban dia mengambil uang pembayaran hasil setoran panennya hari ini setelah mengucapkan terima kasih pada paman pemilik restoran maka si gondrong tampan itupun berlalu.
Paman pemilik restoran hanya bisa geleng-geleng kepala kagum pada pendirian pemuda itu.
Sementara nona Akiko semakin kagum pada Matsuyama.
Lelaki pertama yang tidak tertarik pada kecantikan dan pesona yang dia tebarkan juga dengan kekayaannya.
Matsuyama mengendarai truk pick up nya, tetapi sejak tadi matanya tak lepas memandang pada sosok hitam yang berkelebat cepat mengikuti arah truknya itu melaju.
"Siapa itu??" pikir Matsuyama.
"Dari gerakannya, dia seperti seorang wanita...mau apa dia mengikutiku sejak tadi dengan berloncatan dari satu dahan ke dahan yang lainnya!!" gumam Matsuyama.
"Mau main-main rupanya dia dengan seorang Matsuyama!!" Matsuyama tersenyum smirk.
Dengan gerakan cepat nyaris tak terlihat mata, Matsuyama melempar oli yang dia ambil dari bawah kakinya.
Benda hitam itu meluncur cepat tanpa suara kearah dahan pohon yang akan dilewati si penguntit itu dan alhasil...
Syuuttt...krosak..krosak...brughh...
"Mampus...syukurin, loh!!" kata Matsuyama sambil tersenyum puas melihat hasil karya usilnya mengerjai orang lain.
Lalu dia melaju kembali dengan truk pick upnya seolah tanpa beban meninggalkan tempat itu.
Sementara si penguntit yang tak lain memang seorang wanita yang memakai pakaian dan topeng serba hitam tampak memegang pinggangnya yang terasa sangat sakit saat dia terjatuh dari atas pohon tadi.
"Bedebah!!" umpatnya.
"Apa yang menyebabkan aku terjatuh tadi?? sepertinya kaki dan tanganku tadi memegang sesuatu yang licin dan membuatku hilang keseimbangan!!" kata orang itu dengan penasaran.
"Kampret...hilang deh buruanku itu??" katanya dengan kesal.
*
*
***Bersambung.....
Siapa gerangan wanita berbaju dan bertopeng hitam itu???
Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak cintanya ya🙏🙏
__ADS_1