Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Part 130 Hilangnya Valeria


__ADS_3

"Ada seseorang yang seperti berusaha mencuri dengar pembicaraan kita, tapi aku tudak sempat melihat dia siapa!!" kata Almira.


"Sekarang ini kita harus berhati-hati Mira, persis seperti yang dipesankan oleh laki-laki yang membawa surat itu kepadamu..." kata Almira pada Alia yang masih berusaha mengedarkan pandangan matanya ke halaman yang sunyi itu.


"Siapa orang itu?? apakah ada penyusup di rumah ayah?" batin Almira.


"Hampir saja ketauan..."


Orang yang memakai topi bundar dan membawa gunting rumput itu menenangkan diri dulu lalu dia keluar dan pura-pura melanjutkan pekerjaannya.


"Alia, siapa laki-laki bertubuh bungkuk seperti Joko Kendil itu, jangan bilang ayah menampung Joko Kendil di rumah ya!!"


"Oh itu namanya Raga...tukang kebun ayah yang baru!!" kata Alia.


Almira berusaha melihat wajah Raga dibalik topi bulatnya itu tetapi tetap tidak kelihatan.


Sibungkuk itu asyik memangkas rumput di halaman mansion. Dari balik topi lebarnya bibirnya menyunggingkan senyuman secara samar.


Dalam hati Almira merasa curiga pada sibungkuk itu. Mata Almira tak bisa ditipu. Sekelebatan bayangan yang sempat mencuri dengar dibalik jendela tadi berwarna hampir sama dengan baju yang dipakai oleh sibungkuk itu.


Saat Almira dan Alia asyik terlibat obrolan kembali tiba-tiba tuan Kelvin masuk ke kamar dengan wajah cemas.


"Ada apa ayah?? apa yang terjadi??" tanya Alia.


"Valeria...tadi Valeria itu sedang koma saat sedang ditunggu oleh Aliandhara tetapi saat Aliandhara keluar untuk menjemput Rafa di lobi bawah, saat mereka kembali ke atas ruangan Valeria sudah kosong, mustahil jika Valeria melarikan diri, apa juga motifnya untuk melarikan diri."


"Padahal di situ ada beberapa orang yang di tempatkan oleh Aliandhara untuk berjaga-jaga, mustahil jika ada yang membawanya lari...hasil cctv yang dilihat tak menunjukan hasil apapun."


"Waduh...kemana nenek sihir itu pergi?? masa naik sapu terbang keluar lewat jendela? sungguh ngga masuk di akal!!" jawab Alia.


Almira nampak berpikir.


"Bisa saja Alia, jika si penculik memindahkannya dengan cara teleportasi tapi untuk apa?" kata Almira lagi.


Sementara itu...


"Untuk apa panglima menyuruh kita untuk menculik wanita ini sih?? pasti kecelakaan wanita ini juga hasil tangan kreatif panglima kita." kata tiga mahluk yang tengah berlari cepat sambil membopong tubuh Valeria.


"Kamu tidak melihat betapa cantiknya wanita yang kita bawa ini?? potongan tubuhnya aduhai...kulitnya sehalus sutra dan sangat wangi, panglima kan gemar dengan wanita cantik." kata salah seorang dari mereka sambil tangannya nakal meraba-raba bagian tubuh belakang Valeria.


"Jaga tanganmu...jangan sampai tanganmu dipotong sama panglima Kebebitak."


"Memang di mana panglima bertemu dengan wanita cantik yang kita culik ini?" tanya salah seorang temannya.

__ADS_1


"Sepertinya seminggu kemarin saat panglima mengantar nona Levia dan nona Shiera keluar dari goa dan turun ke kota."


"Dia melihat wanita cantik ini berkumpul bersama dengan teman-temannya, kurasa begitu pertama dia melihat, dia langsung jatuh cinta pada wanita ini."


"Panglima kita ini gemar bermain-main dengan selang*kangan wanita rupanya...Hahaha!!"


"Cukup tertawanya kita sudah hampir sampai jangan sampai ketua mendengar ucapanmu tadi." kata temannya.


"Kalian berhasil membawanya?? bawa dia ke pavilun sebelah timur jangan sampai sesama permaisuriku saling cemburu!!" kata panglima perang yang gemar dengan wanita cantik itu.


****


Polisi sibuk menangani kasus hilangnya Valeria.


"Ayah sebaiknya istirahat dulu jangan sampai terlalu lelah nanti penyakit ayah kambuh kembali!!" kata Almira.


"Benar apa yang dikatakan Almira yah...hati-hati nanti jantung ayah kambuh lagi..." kata Alia kepada ayahnya.


"Kasihan Rafa dan Almira...jauh-jauh datang hanya untuk dihadapkan pada masalah Valeria yang hilang." kata tuan Kelvin.


"Tidak apa-apa ayah...santai aja!!" kata Almira.


"Kamu ngga niat pulang kerumah pantai, busui?? siapa tau di sana ketemu dengan mantan terpahit!!" kata Alia menggoda Almira.


"Ngga usah Alia, aku akan menelpon kakek Dahlan dan mantan ayah mertuaku kalau mau melihat Xander ya, kesini aja." Kata Almira.


"Kita bawa Xander bermain keluar di teras yuk...sambil menunggu bang Ali pulang membawa kabar!!" kata Alia.


Mereka berempat dengan tuan Kelvin duduk di teras sambil menunggu Aliandhara dan Rafa pulang juga menunggu kakek Dahlan dan kakek Kojiro yang mau datang.


Almira tampak semakin cantik dengan dress biru laut dengan rambutnya yang dijepit dengan jepitan rambut juga berwarna biru.


Dia duduk sambil memangku Xander yang duduk tenang di pangkuannya.


Agak jauh dari situ dari kerimbunan pohon di halaman mansion tuan Kelvin tampak sepasang mata yang menatap kagum pada Almira lalu matanya berkaca-kaca saat menatap bayi lelaki yang duduk tenang di pangkuan Almira.


Tak lama kakek Kojiro dan kakek Dahlan datang juga ke mansion.


"Mira cucuku sayang!!" kata kakek Dahlan tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.


"Inikah uyutnya kakek?? ganteng banget..." puji kakek Dahlan sambil mengambil alih menggedong Xander.


"Almira...apa kabarmu nak?" tanya kakek Kojiro memeluk Almira.

__ADS_1


"Baik ayah...ayah mertua sendiri bagaimana?" tanya Almira sambil tersenyum ramah.


"Ayah baik...oh iya ada salam dari mantan suamimu untukmu dan juga Xander, dia tidak bisa datang kemari...dia sangat sibuk!!" kata kakek Kojiro.


Jauh di dalam hati Almira kembali menangis.


"Ya iyalah sibuk...tentu dia sibuk membantu perusahaan mertuanya yang sekarang...istri cantik yang tak mungkin bisa ditinggalkan...tentu saja aku dan Xander diabaikan olehnya."


"Bagaimana dengan Matsuyama suamimu?? Apa dia tidak ikut bersamamu kemari??" tanya kakek Kojiro.


"Tidak kek, di ladang kami sedang panen jagung dan gandum jadi tidak bisa ditinggalkan, belum lagi hewan ternak kami...tetapi ayah Giandra dan ibu Serafin tinggal di sana kok!!" kata Almira.


Sementara itu di paviliun milik Kebebitak....


Valeria menggeliat di atas pembaringan. Dia bangkit dan berusaha duduk sambil dia mencoba mengingat-ingat apa yang sudah terjadi padanya.


"Dia masih ingat dengan jelas mobil yang dia kendarai entah menabrak apa tiba-tiba saja terbalik di tikungan sehingga meyebabkan mobil yang dia pakai terguling mendekati jurang.


"Tapi kenapa pakaianku seperti ini!!." gumam Valeria.


Kemben mini yang tak mampu menutupi keseluruhan dada dan perutnya. Belum lagi rok mini yang dia pakai.hampir seluruh tubuh Valeria terekspos kemana-mana.


"Bukankah aku siang tadi masih ada di rumah sakit ??"


Kriieeet


Pintu kamar terbuka ketika seorang pemuda sangat tampan tertawa di muka pintu menatap Valeria tak berkedip.


"Cantik...mulus...ckckck...betapa indahnya tubuh itu untuk dinikmati!!" kata pemuda itu yang ternyata adalah Kebebitak.


"Kau sudah sadar cantik?? syukurlah semua luka ditubuhmu sudah hilang!!" katanya sambil masuk dan mendekat kearah Valeria.


"Kau siapa??" tanya Valeria.


"Namaku Kebebitak...tapi kamu bisa memanggilku Kebe!!" sahut Kebebitak tetapi matanya liar menjelajahi setiap jengkal tubuh Valeria.


Ada perasaan risih di hati Valeria tetapi dia tidak mungkin menampik bahwa Kebebitak sangatlah tampan.


*


*


***Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2