Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 52 Kekasihku Ternyata Adikku


__ADS_3

"Sudah biarkan saja, selama mereka belum menurunkan tangan jahat maka biarkan saja." Jelas Xavier pada kekasihnya.


Rupanya mereka berdua juga sudah tau jika mereka dimata-matai oleh Levia dan Sima.


"Kenapa sekarang kamu lebih sering menatap saya Almira? Kamu baru sadar ya kalau kekasihmu ini ganteng?" Tanya Xavier menoleh padaku sambil tersenyum.


Tiba-tiba....


Ciiittttt.....


Xavier mendadak mengerem mobilnya di pinggir jalan.


"Ada apa pak? Kenapa ngerem mendadak? Kebeletkah?" Tanya Mira asal.


"Mira, dari mana kamu mendapatkan itu?" Tanya Xavier mendadak serius.


"Mendapat apa?" Tanya balik Almira.


"Kalung yang melingkar di lehermu." Jawab Xavier.


"Oh kalung ini...ini kalung ada di keranjang bayiku 17 tahun lalu saat kakek dan nenek menemukanku di pinggir sungai."


Perasaan hati Xavier mulai tak enak, dia meraba kalung yang sama yang sejak dulu melingkar di lehernya dan selalu tertutup oleh bajunya.


"Kalung milikmu itu sangat mirip dengan kalung milik saya!!" Desis Xavier pelan.


Dia lalu mengeluarkan kalung yang sama persis dengan kalung milik Almira.


"Aku mungkin telah lama kehilangan memori masa laluku tapi aku tetap memakai kalung ini siapa tau memoriku bisa kembali lagi."


Jantung Almira berdetak lebih cepat, lalu dengan cepat dia melepaskan kalung di lehernya dan mendekatkannya pada kalung milik Xavier.


Aneh...seperti sebuah magnet yang bertemu maka kedua kalung itu saling mendekat dan tak...bagian belakang liontin itu terbuka.


Di kalung milik Almira ada foto seorang wanita yang cantik sekali sedang tersenyum menggendong seorang bayi. Dan di liontin kalung milik Xavier yang terbuka ada sebuah foto seorang pria yang tampan sedang menggendong anak kecil berusia kurang lebih 5 tahun.


Rupanya kedua foto itu awalnya menjadi satu membentuk sebuah foto keluarga hanya saja di potong terpisah menjadi dua bagian.


Tiba-tiba....


Aaaahhhh....


Xavier menjerit panjang memegangi kepalanya. Sangking sakitnya dia akhirnya terkulai dan jatuh tak sadarkan diri di pelukan Almira yang jadi panik melihatnya.


"Pak...pak Xavier....bapak kenapa? Jangan membuat Mira panik begini!!" Almira mengguncang -guncang tubuh Xavier pelan.

__ADS_1


Ketika kesadarannya mulai pulih, dia lalu mengambil alih kemudi dan meluncur dengan cepat pulang ke rumah pantai.


Di teras sudah ada kakek Dahlan duduk dengan seorang lelaki setua kakek yang wajah keduanya agak mirip hanya kulitnya saja yang berbeda.


"Kakek Dahlan hitam sementara kakek di sebelahnya putih kemerahan.


"Sungguh sangat kontras seperti tahi cicak!!" Gumamku.


"Dan di sebelah kakek itu? Lho itu kan Hiro?" Desisku.


"Akhirnya kalian pulang juga, tuh Xavier tidur atau mabuk darat? Ngga kangen dia sama ayahnya yang putih macam yeti ini?" Kata kakek Dahlan.


"Yeti siapa kek?" Tanya Hiro penasaran.


"Masa kamu ngga tau Yeti? Itu lho manusia salju yang seperti monyet?" Terang kakek Dahlan.


"Ah iya kah? Masa ada manusia salju yang seperti monyet?" Pikir Hiro tambah penasaran.


"Sudahlah Ro, jika kamu terus mendengarkan si Dahlan ini lama-lama kamu bisa sakit jiwa!!" Jawab orang tua itu.


"Hiro tolong aku...pak Xavier ini bukan tidur tapi sedang pingsan!!" Teriakku dari mobil.


Kakek Dahlan dan kakek Kojiro saling memandang satu dengan yang lain.


"Taro...sepertinya sebentar lagi kebenaran akan terkuak!!" Ucap kakek Kojiro memanggil nama asli sepupunya itu.


Sementara itu di mobil...


"Kamu getok pakai apa kepalanya Xavier sehingga dia pingsan begini Mira? Berat lagi badannya!!" Kata Hiro sambil memanggul tubuh Xavier di pundaknya seperti memanggul sekarung beras.


"Letakan saja dan baringkan di sini nak!!" Kata kakek Jiro sambil menunjuk ambal tebal di tengah ruangan.


Tak lama Xavier sadar setelah sekian lama dia pingsan.


"Ayah..." Orang pertama yang diingat Xavier adalah kakek Kojiro.


"Ayah...tadi Gio meninggalkan adik Mira di pinggir sungai, Gio harus mencari adik nanti ayah dan ibu marah pada Gio." Xavier mencoba bangkit tapi terduduk kembali.


"Xavier...kamu sudah ingat nak?" Kata kakek Kojiro dengan mata berkaca-kaca.


"Xavier? Siapa itu Xavier yah?" Tanyanya lagi.


"Kamu nak...namamu Xavier!!" Ucap kakek Dahlan menambahkan.


"Aku? Xavier? Kakek salah...namaku Giovanno Giandra dan adik bayiku namanya Shahnaz Almira Giandra."

__ADS_1


Bruk...


Almira pingsan dan cepat ditangkap oleh Hiro setelah mendengar penuturan Giovanno.


"Gio...kamu tak usah jauh-jauh mencari adikmu karena dia sudah ada di sini dan sedang pingsan di hadapanmu."


Xavier Giovanno menoleh kepada Mira. Dia diam sesaat sebelum akhirnya buka suara.


"Mira..." Suara Giovanno bergetar menahan gejolak dalam dirinya.


Langkah kakinya terasa sangat berat untuk mendekati Almira walau hanya menyeret sedikit tubuhnya saja.


"kekasihku...adalah adikku sendiri?" Lidahnya mendadak kelu...wajahnya pucat pasi.


"Adik bayiku yang dulu kecil dan lucu, sekarang sudah berubah menjadi gadis yang sangat cantik seperti bidadari."


"Kau bidadari di hati kakak dulu, sekarang dan sampai kapanpun!!" Air mata Giovanno menetes membasahi wajah Almira.


Almira mulai sadar perlahan dia mencoba mengumpulkan seluruh ingatannya sebelum dia pingsan tadi. Dipandanginya satu persatu mereka yang ada di situ.


Netranya beradu pada Giovanno yang tengah tersenyum dengan hati yang teramat luka menghadapnya. Dia sakit, dia terluka tapi dia berusaha untuk tabah menerima kenyataan bahwa kekasih yang sangat dicintainya ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang telah lama hilang dan terpisah dengannya.


"Ya Allah...aku bahagia karena ingatanku yang bertahun-tahun hilang kini telah kembali...aku juga bahagia karena telah menemukan adik perempuanku yang telah hilang, tapi hatiku juga sangat sedih ya Allah...Dia kekasihku tapi sekarang dia adalah adikku!!" Giovanno menelan salivanya dengan susah payah.


Lain halnya dengan Almira. Jiwanya yang labil membuatnya menjerit histeris saat dia sudah sadar sepenuhnya dan ingat akan semua yang terjadi tadi.


Almira berdiri sempoyongan mengumpulkan seluruh kekuatannya. Sekali lagi dipandangnya wajah kuyu kakak kandungnya itu. Setelah dia merasa tubuhnya bisa berpijak dengan kokoh tiba-tiba Almira lari melesat keluar tanpa bisa dicegah oleh siapapun yang ada di situ.


Tak ada yang sempat mencegah kepergiannya...


"Almira adikku??" Teriak Giovanno hendak lari menyusul Almira.


Kojiro menahan tangan putra angkatnya itu sambil menggeleng pelan.


"Biarkan dia menenangkan hatinya dulu, dia sangat shock menghadapi kenyataan bahwa pria yang dicintainya adalah kakak kandungnya sendiri."


"Hiro, tolong awasi Almira...biasanya jika dia sedang galau dia bisa berbuat yang aneh-aneh...nanti dia menghajar orang lagi sampai babak belur." Perintah kakek Dahlan.


"Baik kek, saya akan mengikutinya dari belakang secara diam-diam." Kata Hiro.


"Hiro...tolong jaga dia untukku karena mungkin dia tak ingin aku mendekatinya lagi, seperti janjiku waktu itu...aku tetap akan mencintainya dan selalu mengenangnya walaupun kini dengan cara yang berbeda!!"


*


*

__ADS_1


"Hilang semua janji...semua mimpi-mimpi indah😭😭 bagaimana kelanjutan kisah cinta si cantik Mira selanjutnya?


Jangan lupa untuk mampir, kasih likenya, vote, favorit, saran dan rate nya...happy reading πŸ™πŸ™


__ADS_2