Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 172 Masih Marah


__ADS_3

"Mereka mengaum memanggil teman-temannya tetapi paman Giandra dan bibi Serafin keburu keluar jadi menggagalkan niat mereka."


"Luka di perutmu ini beracun, Yula...tapi jangan khawatir bibi masih sanggup untuk menyembuhkannya." Kata Serafin yang memang menguasai ilmu pengobatan dan racun.


"Dari zaman ke zaman serigala dan rubah selalu saja bermusuhan!!" kata Serafin sambil mengobati Yula.


"Sudah selesai Yula, kamu istirahat saja dulu takutnya lukamu menganga kembali dan infeksi!!" kata Serafin.


Yula baring-baring dan akhirnya tertidur setelah diberi makan dan minum oleh Serafin.


"Kasihan siluman rubah yang satu ini ya, yah...demi menjaga kita dan peternakan ini dia sampai terluka begini!!" kata Serafin sambil mrnyelimuti Yula.


TITTT...TTTIIITTT


"Sepertinya Almira dan Matsuyama sudah sampai deh, yah!!" lalu Serafin bergegas keluar menemui anak dan menantunya.


"Ibu....ayah....kakek...nenek..."


Almira dan ketiga anaknya keluar dari dalam mobil langsung menghambur kepelukan sang nenek cantik.


"Ibu....Almira kangen banget sama ibu dan ayah..." kata Almira.


"Kami juga kangen sama nenek dan kakek!!" seru Revita dan Xander.


"itu siapa bu??" kata Almira saat melihat ada sesosok tubuh terbaring di ruang tengah.


"Yula...!!" kata Serafin pelan.


"Dia kenapa bu?? apakah dia terluka??" tanya Almira tampak khawatir pada sahabatnya itu.


"Iya...semalam karena menjaga ayah dan ibu juga peternakan ini, Yula diserang oleh bangsa serigala untung nyawanya bisa tertolong.


"Kasihan Yula bu, dia ditolak oleh kaumnya karena dinilai Yula ini terlalu lembut seperti perempuan."


"Dia siluman tetapi hatinya jauh lebih baik dari pada manusia!!" kata Serafin.


"Sebaiknya kita jangan ribut....semalaman dia meringkuk menahan sakit karena luka di perutnya sembunyi di ladang jagung kedinginan dan kelaparan." Kata Serafin lalu menarik tangan Almira ke dapur.


"Matsuya...apakah istrimu telah tau kebenaran yang sesungguhnya?? karena ayah lihat wajahnya beda dari biasanya...terkesan ceria yang dipaksakan." Tanya Giandra saat dia cuma berdua dengan Matsuyama.


"Sudah, yah....istriku tau lebih awal dari yang aku perkirakan." Matsuyama nampak menarik napas berat.


"Terus?? apa kah dia marah atau gimana mendengar semua penjelasan dari kamu??" tanya Giandra.


"Almira tidak marah, yah!! Almira justru hanya diam bahkan sampai sekarang dia masih mendiamkan aku!!" kata Matsuyama.


"Waduhhh, kalau ayah sih mending ibumu marah-marah tapi setelah marah dia tenang dengan sendirinya, tetapi kalau sudah diam...kita tidak tau sampai kapan diamnya seorang wanita!!" kata Giandra lagi.


"Kalau menurut ayah, teruslah kamu meminta maaf, bujuk dia agar hatinya luluh, jangan sampai kamu kehilangan dia seperti Xavier yang sudah kehilangan dia!!" Giandra menepuk bahu Matsuyama untuk memberikannya semangat.


Giandra dan Matsuyama masuk ke dalam.


"Itu siapa yah??" tanya Matsuyama melihat seseorang yang meringkuk di ruang tengah.


"Yula....!!" jawab Giandra.

__ADS_1


"Apakah dia sedang sakit??" tanya Matsuyama pelan.


"Dia terluka lumayan parah karena melindungi ayah, ibu juga peternakan ini!!" kata Giandra.


"Kasihan Yula ini!!" kata Matsuyama.


Di dapur Matsuyama berselisihan sama Almira yang baru selesai mandi karena ketiga anaknya dijaga oleh ibunya.


"Sayang...!!" kata Matsuyama.


Ditariknya tangan Almira dan langsung dipeluknya.


"Selesaikanlah masalah kalian baik-baik ya..." kata Giandra lalu menyusul istrinya kedapur.


"Sayang...maafkan abang...tapi kamukan sudah dengar sendiri versi cerita abang bagaimana dan versi cerita Bonita bagaimana??" kata Matsuyama.


Dipeluknya tubuh itu erat-erat.


"Tolong jangan diam aja sayang, bicaralah...abang lebih suka kamu yang cerewet daripada kamu ysng diam seperti ini!!" kata Matsuyama sambil memohon.


"Kenapa abang jahat sama Mira?? abang sama saja seperti bang Xavier yang telah menghancurkan hati Almira!!" air matanya menetes. Pertahanannya luruh sudah.


"Jika posisi kita balik, seandainya Almira yang ada di posisi abang dan sebaliknya, apakah abang masih bisa memaafkan Mira??" tanya Almira terisak.


"Rasanya Almira masih sulit menerima kenyataan bahwa abang telah berselingkuh dari Mira...jadi Mira mohon tolong jangan katakan apapun dulu sampai Mira bisa menyembuhkan luka hati Mira ini." lalu didorongnya dada bidang suaminya itu dan melangkah kedapur menyusul ibunya.


Matsuyama duduk di tepi pembaringan sambil menjambaki rambutnya sendiri, kepalanya terasa pening dan matanya berkunang-kunang.


Biasanya jika dalam keadaan begini, Almira selalu membantu memijit pelipisnya dan membuatkannya minuman hangat...tetapi sekarang??


Rangga duduk termenung di teras rumahnya. Sudah tiga hari ini dia tidak bekerja. Entah mengapa rasanya ada suatu hal yang mengganjal hatinya.


Pertemuannya tempo hari dengan lelaki yang pernah menjadi suami kekasihnya itu begitu membekas.


Apalagi saat Rangga melihat wajah wanita berparas ayu yang duduk di samping Matsuyama sambil menggendong bayi mereka kala itu.


Wajah penuh keterkejutan, tak percaya, kesedihan dan kekecewaan, tetapi wanita itu hanya mampu terdiam membisu tidak mampu mengeluarkan sepatah kata apapun menerima kenyataan yang dia dengar.


"Aku jadi selalu terbayang wajah cantik wanita itu, kasihan dia...bisakah dia menerima kenyataan bahwa suaminya telah menikah lagi!!" gumam Rangga.


"Rangga...."


Ibunya datang mendekat padanya sambil membawa bandrek dan sepiring ubi rebus.


"Kenapa sejak kepulanganmu tiga hari lalu kamu mendadak jadi berubah??" tanya ibunya.


"Berubah gimana, bu??" tanya Rangga bingung.


"Kamu mendadak tidak mau bekerja lagi, bahkan saat tuan putri Bonita mencarimu kamu malah menyuruh ibu berbohong dengan mengatakan bahwa kamu sedang pergi kehutan?? sebenarnya ada apa denganmu , Rangga??" tanya wanita setengah tua itu menatap putra tunggalnya.


"Tidak ada apa-apa bu, Rangga hanya sedang dilema saja kok!!" jawab Rangga asal.


"Maaf bu, Rangga tidak bisa menjelaskan pada ibu tentang masalah Rangga." Rangga membatin.


"Aku jadi meragukan apa benar anak yang dikandung putri Bonita itu adalah anakku?? jangan-jangan itu adalah anak dari Matsuyama." gumam Rangga.

__ADS_1


"Bonita sangat mencintai laki-laki itu, rasanya aku salah jika memaksa masuk untuk mengambil cinta Bonita darinya."


"Dari tatapan Bonita menatap Matsuyama kala itu begitu mesra, aku jadi ragu benarkah tidak ada hubungan apapun di antara mereka?"


Rangga terus bicara dengan dirinya sendiri.


Dia tidak ingin mencintai sesuatu yang tak akan pernah bisa membuka hati untuk mencintainya.


"Aku harus bagaimana?? aku mencintai tuan putri Bonita tetapi percuma rasanya jika dia masih mencintai suaminya itu."


"Lalu bagaimana dengan wanita yang duduk di samping Matsuyama?? kasihan dia!!"


Akhirnya Rangga bangkit berdiri.


"Rangga ingin mencari kayu dan sekalian berburu kehutan, jika tuan putri Bonita datang....katakan saja aku sedang di hutan tidak tau kapan pulangnya." Lalu tanpa menunggu persetujuan ibunya, Rangga pergi.


Tepat seperti dugaan Rangga, tak lama setelah dua pergi, Bonita datang dengan kudanya.


"Bu, Rangganya ada??" tanya Bonita sambil turun dari kudanya.


"Maaf tuan putri, Rangga baru setengah jam yang lalu mencari kayu bakar kehutan ngga tau kapan pulangnya." Kata ibunya Rangga.


"Kenapa Rangga selalu menghindari saya bu...apa salah saya??" akhirnya Bonita mengungkap semua perasaannya.


"Saya tidak tau tuan putri, sebaiknya kalian bicarakan masalah kalian baik-baik!!" ujar ibu Rangga.


*******


Almira duduk di rerumputan ditemani Yula dan Miranda yang tengah digendong Yula menemani Xander dan Revita bermain.


"Paman Yula...mari bermain bersama kami!!" teriak si kembar Xander dan Revita.


"Xander...Revita....paman Yula kan belum sembuh dari lukanya, nanti lukanya berdarah lagi!!" kata Almira memberi pengertian kepada sepasang anak kembarnya.


"Nanti kalau paman Yula sembuh kita pasti bermain bersama kok" Kata Yula.


Matsuyama menatap kebahagiaan mereka dari jendela kamarnya.


"Istriku lebih bahagia saat bersama Yula dari pada saat bersamaku!!" Matsuyama menggigit bibir bawahnya kuat-kuat menahan gejokak perasaannya.


"Sebegitu bencikah kamu denganku sampai kamu tak bisa merasakan kebahagiaan lagi saat bersamaku, dek??" kata Matsuyama.


Terbayang olehnya bagaimana manjanya Almira dulu dengannya, walaupun dulu mereka hanya bersahabat tetapi mereka sangat bahagia.


"Aku jadi meragukan perasaan Mira kini padaku!!" gumam Matsuyama.


"Tidak...aku tidak boleh menyerah...aku mencintai istri dan anak-anakku, aku harus bisa merebut hati mereka kembali!!" tekad Matsuyama.


*


*


***Bersambung...


Apa langkah Matsuyama untuk merebut hati istrinya kembali??

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungannya ya reader tercinta!!🙏🙏


__ADS_2