Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 143 Ulah Siapa


__ADS_3

"Itulah yang ayah salutkan pada Matsuyama bu...dia tetap sabar menghadapi sikap Almira yamg terkadang masih seperti anak kecil!!" kata Giandra.


"Tapi siapa kira-kira orang yang ingin memisahkan mereka ya??" tanya Serafin.


"Itu tugas keduanya bu, intinya sebesar apapun cobaan itu, pasti akan ada jalan penyelesaiannya.


"Kamu jahat juga ya!! siapa menyangka dibalik sikap lemah lembutmu, sopan tutur katamu ternyata kamu punya naluri yang sangat jahat!!" kata seorang berjubah hitam yang berdiri di sampingnya.


"Itu semua karena mereka...mereka yang telah merubah kita menjadi jahat, belasan tahun mereka membohongi kita dengan cinta dan kasih sayang palsu pada kita." Orang berjubah yang duduk itu tampak menggeram marah lalu selanjutnya dia terisak!!


"Maafkan kami bu, yang terlambat menyadari semua yang terjadi padamu!!" isaknya lalu si jubah hitam yang berdiri nampak menenangkannya.


"Jangan menangis, karena airmata hanya akan melemahkan kita!!" ucapnya.


Sudah waktunya kita bangkit...kita awali misi kita untuk memecah belah pasangan suami istri itu!!"


"Mengapa harus mereka berdua yang jadi sasaran utamamu?? bukankah kamu pernah mencintainya?"


"Justru karena aku hingga detik ini masih mencintainya, makanya aku ingin mengambil hak miliku kembali!!" sosok yang tak kelihatan wajahnya karena tertutup jubah hitam itu tampak menyeringai.


"Bagus...ini baru langkah awal tunggu langkah kejutan kita selanjutnya!!" kata si jubah hitam.


*****


"Pangeran, kamu akan tinggal lama di sinikan?" tanya Alia.


"Iya...aku akan menjagamu dan keluargamu sampai keadaan aman kembali!!" kata pangeran Redo.


"Kamu tunggulah di sini aku akan berkeliling mansion ini untuk mengecek keadaan sekitarnya ya..."


"Aku tidak mau ada gangguan seperti tadi lagi yang akan membahayakan nyawamu dan seluruh penghuni mansion ini!!"


Akhirnya pangeran Redo berkeliling mengitari mansion yang luasnya hampir satu hektar itu memastikan semua sudut aman terkendali.


"Adik tirinya Almira itu tampan sekali ya, yah!!" kata Aliandhara."


"Tentulah dia sangat tampan, pangeran Rafael ayah Redo suami kedua Nilakandi pun sangat tampan!!" kata Kelvin Antonio pelan.


Di tempat lain...


"Keparat pangeran naga itu!!" kata Levia.


"Kanda...mahluk api yang kanda kirim untuk membunuh Alia itu bisa dimusnahkan oleh pangeran Redo sialan itu!!" kata Levia lagi.


Geraham Kebebitak tampak bergemeletuk...pasalnya mahluk api itu adalah mahluk peliharaan andalannya tetapi bisa dikalahkan Redo dengan mudahnya.


"Bukan itu saja kanda, guna-guna yang kanda sebarkan di empat penjuru mata angin di mansion itu bisa dipatahkan oleh pangetan Redo.


"Kurang ajar!! Geram Kebebitak.


"Apalagi sepertinya dia akan tinggal lama di mansion tuan Kelvin Antonio.


"Sabar sayang...kegagalan kita ini bukan akhir dari segalanya!!" tiba-tiba Kebebitak tersenyum smirk.


"Dinda...layani kanda malam ini ya?? kanda rindu dengan kalian bertiga...mereka semua tidak ada yang bisa menandingj kehebatan kalian bertiga di atas ranjang." kata Kebebitak.


Mereka tidak sadar kalau pembicaraan mereka sedang di dengar oleh seseorang.


Kakek Bilis atau yang lebih dikenal sebagai Bilygong sedang menguping pembicaraan mereka.


"Bagus...rupanya kalianlah biang kekacauan dalang dari semua keributan selama ini." Kata kakek Bilis.


"Kalian berhadapan dengan orang yang salah, Levia, Shiera dan Valeria!!"


"Kalian sedang menghadapi pangeran naga dari goa pualam yang walaupun usianya masih muda tetapi dia memilki kesaktian yang sukar untuk dijajagi.


Tampak terdengar suara tawa lalu rintihan dan desa*han sambung menyambung di kamar besar tempat peraduan Kebebitak dan para istrinya itu.


Bilygong segera menjauhi kamar tersebut. Dia tidak mau menodai telinganya dengan mendengar tawa dan rintihan me*sum tersebut.


"Kebebitak sudah membangkitkan mahluk api itu, untung pangeran muda itu bisa memusnahkannya!!" kata Bilygong.


"Tapi syukurlah putranya ratu Nikakandi itu datang tepat waktu, jika tidak maka Alia saat itu bisa langsung mati." Gumam Bilygong.


*****


"Mengapa kamu pulangkan Daniah, Hiro??" tanya Kakegawa.


"Yah...Hiro sudah bilang bahwa Hiro tidak pernah mencintai Daniah..." kata Hiro dengan tegas.


"Kamu keterlaluan Hiro, di mana hati nuranimu itu??" tanya ayahnya.


Hiro tersenyum sinis...


"Hati nurani? apakah ayah punya hati nurani??" sarkas Hiro.


"Apa maksudmu, Hiro??" tanya Kakegawa mulai terbawa emosi menghadapi kelakuan putranya yang kini banyak berubah itu.


"Ayah tanyakan saja pada hati nurani ayah sendiri." Jawab Hiro sambil berlalu.


Kakegawa tampak merenungi ucapan Hiro barusan!!

__ADS_1


"Apa dia mengetahui sesuatu??" tetapi dari siapa??" batin Kakegawa.


Hiro nampak masuk ke sebuah goa. Di sana sudah ada Sima saudara kembarnya sedang duduk menunggunya.


"Mengapa wajahmu ditekuk seperti itu Hiro??" tanya Sima. Hiro hanya mengelengkan kepalanya saja.


"Sudahlah...tanpa kamu beritahupun aku sudah tau!!" jawab Sima pada kembarannya itu.


"Mengapa ayah termangu di sini?" tanya Miku istri Kakegawa ibunya Matsuyama.


"Entahlah...apakah suatu hari nanti akan terbongkar semuanya??" kata Kakegawa.


"Maksud ayah apa?" tanya Miku masih tak mengerti.


"Kisah kelam yang sesungguhnya!!" kata Kakegawa lagi.


Miku juga termangu mendengar perkataan suaminya itu!! mungkin akan tiba waktunya semua akan diketahui!!


****


"Tosiro...aku mendapat mimpi ngga enak, aku bermimpi pernikahan Matsuyama dan Almira ada di ujung tanduk!!" kata kakek Kojiro.


"Ada di ujung tanduk gimana maksudmu, Kojiro?? maksudmu bo*kongnya Almira tertusuk tanduk?" kata kakek Dahlan.


"Memang kok ya...bicara denganmu ini harus ekstra sabar, karena otak tuamu itu seakan ngga nyambung jika diajak bicara!!" gerutu Kojiro.


"Ya, jangan marah gitu juga kali...akukan tidak tau dan tidak paham, makanya aku lebih baik bertanya dari pada aku malu bertanya sesat di jalan??" kata kakek Dahlan.


"Kalau kamu itu bukan malu bertanya sesat di jalan, tapi malu bertanya sesat masuk jurang!!" kata sepupunya dengan sedikit kesal.


"Maksudku itu ada yang menginginkan pernikahan Almira dan Matsuyama itu bubar alias berpisah!!" kata kakek Kojiro.


"Ooo kalau soal itu aku juga tau...banyak memang yang menginginkan Almira dan Matsuyama berpisah, contohnya noh!!" kakek Dahlan memajukan bibirnya.


"Maksudmu??" kata Kojiro.


"Tak usah jauh-jauh mencari contoh!! noh..." tunjuk kakek Dahlan pada Xavier yang sedang sibuk di tambak ikannya.


"Iya sih..." kata kakek Kojiro.


"Tapi aku yakin bahwa Xavier tidak sejahat itu!!" katanya lagi.


"Kasihan cucuku itu!!" desis kakek Dahlan seolah tak terima dengan permainan takdir yang sedang dihadapi Almira.


Tiba-tiba Xavier datang pada keduanya.


"Yah, kek, apa kalian ada menerima telepon dari Almira?? bagaimana kabar mereka di sana ya!! apakah Almira dan Xander putraku baik-baik saja?? karena aku sering mendapat firasat tak enak tentang mereka!!" kata Xavier.


"Belum ada!! sudah sebulan ini tak ada kabar dari mereka!!" jawab kakek Dahlan.


"Apakah kamu belum bisa move on juga, Xavier??" tanya kakek Kojiro.


Xavier menggeleng pelan sambil menatap ayahnya dengan sedih.


"Ngga semudah itu yah...Xavier sudah punya Xander dari pernikahan Xavier dengan Almira."


"Tak mudah bagi Xavier untuk menghapus bayangan Almira dari hidup Xavier...biarlah Xavier menjalani hidup seperti ini untuk menghukum dosa-dosa Xavier di masa lalu...jika hanya dengan jalan itu bisa membuka pintu maafnya untuk Xavier, maka Xavier dengan ikhlas menjalaninya." kata Xavier lesu.


*****


"Bagaimana Akiko?? Bagaimana kemajuanmu dalam menggaet Matsuyama??" kata ayah Akiko, tuan Himamura.


"Ini sudah hampir sebulan lho...masa hanya untuk menaklukan seorang Matsuyama kamu memakan waktu sampai sebulan penuh??" kata tuan Himamura.


"Atau kamu sebenarnya sudah jatuh cinta pada pemuda gondrong itu??" kata ayahnya lagi.


"Ingat tujuan kita semula mendekatinya, Akiko...yaitu untuk merebut cincin putih itu dari tangan Matsuyama!!" kata tuan Himamura.


"Iya ayah..." jawab Akiko pelan.


"Ingat tujuan awal kita semula untuk mengambil cincin itu...cincin yang akan kita persembahkan pada yang mulia ketua!!" kata tuan Himamura


"Akiko akan terus mencobanya, yah!!" jawab Akiko sambil berusaha meyakinkan ayahnya itu.


"Oke ayah pegang perkataanmu..." jawab tuan Himamura.


Setelahnya ayah dan anak itu berpisah lagi.


"Matsuyama...kamu sudah membuatku jatuh cinta padamu maka kau harus bertanggung jawab!!" desah Akiko pelan.


*****


"Kenapa kok aku tib-tiba teringat sama Raga ya?? apakah Raga juga ingat padaku dan Xander??" gumam Almira.


Matanya masih belum mau terpejam walaupun suaminya sudah lelap tertidur di sampingnya semenjak tadi.


Perlahan Almira melepaskan diri dari dekapan Matsuyama lalu bangkit dari tempat tidurnya.


Dikenakannya pakaiannya yang berserakan di lantai akibat Matsuyama melemparnya kesembarang tempat saat mereka hendak melakukan penyatuan tadi.


Dengan perlahan dia berjalan keluar kamar maksudnya hendak mengambil minum.

__ADS_1


Tak sengaja dia mengintip keluar jendela dari balik gorden. Dilihatnya Yula duduk termenung pada sebatang pohon sambil memandang kearah pintu rumah.


"Yula...itukan Yula kok dia hanya sendirian?? mana Yuli saudara kembarnya??"


Dengan perlahan Almira membuka pintu dan memanggil Yula!!


"Sssttt Yula?? ngapain kamu ngejongkrong di atas pohon begitu??" tanyanya pada Yula perlahan.


Wajah Yula yang tadi sedih kini nampak bahagia saat Almira mau keluar menemuinya.


"Akhirnya kamu keluar juga, aku menunggumu sejak tadi!!" kata Yula tersenyum lebar.


Almira sesaat tercenung ketika melihat siluman tampan yang ada dihadapannya itu tersenyum.


"Kamu manis sekali..." puji Almira to the point tanpa mempertimbangkan perasaan Yula yang kebat kebit mendengar pujian dari Almira untuknya.


"Iyakah?? apa benar aku manis??" tanya Yula bersemangat.


"Sangat...kamu adalah siluman tertampan yang pernah kulihat selain adikku!!" kata Almira sungguh-sungguh membuat perasaan Yula sangat bahagia.


"Mengapa kamu sendirian kemari!! mana Yuli saudara kembarmu??" kata Almira pada Yula.


"Aku tadi memang sengaja ke sini sendiri sebab jika mengajak Yuli akan runyam urusannya.


"Aku kemari pertama karena aku kangen sama kamu...kedua aku ingin memberitahukanmu bahwa ada yang ingin mencelakaimu dan ada pula yang menginginkan kamu berpisah dengan suamimu.


"Benarkah kamu kangen padaku??" tanya Amira sumringah mendengar perkataan Yula.


He-eh...


"Yula...tadi kamu bilang ada yang ingin mencelakai aku dan juga ada yang ingin membuat hancur pernikahanku, siapa dia??" tanya Almira.


"Orang yang pernah sangat dekat denganmu tetapi kini malah menjadi musuh kalian berdua!!" jawab Yula.


Cukup lama Almira dan Yula mengobrol di teras rumah.


"Yula...aku masuk dulu ya...ngga enak kalau nanti Matsuyama lihat aku tak ada di kamarnya!!" kata Almira. Akhirnya mereka berpisah di situ.


Tampak Matsuyama masih tidur nyenyak di pembaringannya. Tampaknya dia sangat lelah karena seharian tadi pekerjaannya di peternakan sangatlah banyak.


Almira mengusap wajah suaminya yang dulu selalu diolok-oloknya sebagai bocah kecil, kini sudah bertranformasi menjadi seorang laki-laki dewasa yang bahkan sebentar lagi akan mempunyai anak.


Kadang terbayang diingatan Almira kejadian lucu yang mereka alami bersama dulu...tak menyangka sahabat malah jadi cinta seperti sekarang ini!!"


*******


"Kek, terkadang Xavier merindukan suasana dulu saat kita semua masih berkumpul di sini...apalagi saat kakek di bawah kendali Kebebitak!!"


"Bisakah hal memalukan itu tidak diulang-ulang terus, Xavier??" kata kakek Dahlan dengan wajah cemberut.


"Terus sewaktu Kebebitak melakukan penyatuan Raga pada ratu Hikaru dengan menggunakan tubuh kakek Dahlan, berarti kakek juga ngerasa dong kalau lagi ***-*** dengan sang ratu?" goda Xavier pada kakek Dahlan.


"Ya mana aku tau, dan mana aku ingat...kan rohku disandera oleh mereka walaupun tubuhku digunakan untuk hal-hal yang aneh...ya mana aku tau!!" jawab kakek Dahlan mau keluar biji mata dari rongga matanya sangking kesalnya mendengar pertanyaan Xavier.


Tak lama pun Kojiro keluar lalu ikut bergabung dengan Tosiro dan Xavier.


"Pada cerita apa sih kok asyik benar obrolannya??" tanya kakek Kojiro pada keduanya.


"Kami hanya mengenang kisah masa lalu, yah...sekalian menguak kisah kelam kakek Dahlan waktu tubuh kasarnya sering dipinjam oleh kebebitak.


"Iya...aku juga kepengen tau...bagaimana rasanya saat kamu berkali-kali tidur dengan ratu siluman itu??"


"Sialan kalian semua..." kata kakek Dahlan sangat kesal pada Kojiro dan Xavier.


"Ya sudah berhenti kita menggodanya, Xavier...." seolah tak terjadi apapun mereka bertiga kembali melanjutkan Ceritanya.


"Xavier sebenarnya kangen banget sama anak dan istri Xavier tetapi Almira selalu menolak untuk Xavier dekati." Kata Xavier masih membisu.


"Kamu bersabar saja Xavier jika Almira adalah jodohmu, pasti kalian akan bertemu dan bersama lagi, apalagi diantara kalian berdua ada Xander!!" ucap kakek Dahlan sambil menepuk bahu Xavier.


"Aku tidur duluan ya...aku ngantuk banget!!" kata kakek Dahlan.


"Lho kok tidur!! Katanya tadi mau menikmati sinar bulan sambil makan pisang rebus, sekarang kok malah kita di tinggal tidur!!" Ucap kakek Kojiro pada sepupunya itu.


"Kamu ajalah yang liat sinar bulannya...mataku sudah 5 watt ini!!" kata kakek Dahlan lalu beranjak berdiri dan masuk kedalam untuk tidur.


Sepeninggal kakek Dahlan barulah kakek Kojiro menyampaikan sesuatu pada Xavier.


"Xavier...sebenarnya ayah ingin menyampaikan ini padamu tetapi karena ada Tosiro maka kakek merasa tidak enak." Kata kakek Kojiro sambil sesekali menyeruput tehnya.


"Apa itu kek??" tanya Xavier pada ayahnya.


"Tadi ayah mendapat penglihatan bahwa pernikahan Almira dan Matsuyama akan banyak sekali mengalami gangguan."


"Entah mengapa ada saja yang iri pada mereka berdua, bahkan ada yang ingin dengan sengaja mencelakai Almira!!" kata kakek Kojiro pelan.


*


*


****Bersambung.....

__ADS_1


Siapa orang yang dimaksud oleh kakek Kojiro itu dan bagaimanakah tindakan Almira dan Matsuyama selanjutnya???


Ikuti terus kisahnya ya guys...🙏🙏


__ADS_2