
Mungkin bagi Almira dia hanya yang kedua tetapi baginya, Almira akan jadi yang pertama sekaligus yang terakhir dalam hidupnya.
Mengenal Almira dan bersahabat lalu menikah dengannya merupakan suatu anugerah terindah bagi Matsuyama.
Saat mereka berdua di dalam kamar...
"Yang...ajari abang dong, abang sama sekali buta ngga ngerti apa-apa..." kata Matsuyama.
"Isshhh abang...polos amat sih..." kata Almira sambil memcubiti kedua pipi chuby Matsuyama.
"Aduh....sakit yang...rintih Matsuyama karena pipinya sampai merah dicubit oleh Almira.
Ditangkapnya kedua tangan istrinya itu. Sesaat mata mereka saling memandang lama sekali...saat bibir sexy Matsuyama menyentuh bibir indah Almira perlahan tapi pasti sepasang bibir indah itu saling melu*mat.
Dan tanpa diajaripun akhirnya untuk yang pertama kalinya Matsuyama mereguk indahnya surga dunia bersama istri yang sangatbdia cintai itu.
Dia mengelus punggung mulus Almira yang tidur membelakanginya.
"Terima kasih ya, sayang...aku sangat mencintaimu...kuharap cintamu padaku sebesar cintaku padamu!!" bisik Matsuyama lalu tidur memeluk tubuh indah istrinya.
Setelah terdengar dengkuran halus Matsuyama, Almira menghapus air yang menggelinding dari kelopak matanya.
"Maafkan aku bang Matsuya, aku mencintaimu tetapi mengapa selalu ada bayangannya di antara kita?? lalu sampai kapan terus begini??" batin Almira.
Sementara beratus-ratus mil jauhnya dari tempat Almira sekarang...
Raga sedang gelisah di atas pembaringannya. Dia merasa sangat kesepian. Baru dua hari dia tidak mendengar celotehan Xander dan suara tawa Almira dia merasa sangat rindu dan kesepian.
"Sayang...abang kangen padamu dan anak kita!!"
"Kamu dan Xander sedang apa di sana sayang?? masih ngga kamu ingat pada sibungkuk ini??" kata Raga.
Dia peluk syal beserta sweater yang di hadiahkan Mira untuknya tempo hari.
****
Almira terbangun karena telinganya seperti menangkap suara dua orang yang ngobrol di samping rumah.
Dia melihat kesampingnya, Matsuyama masih tertidur pulas kelelahan setelah menghabiskan beberapa ronde dengannya tadi.
Karena dia tidak mengenakan pakaian sama sekali, akhirnya dia memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai karena dilempar kesembarang tempat tadi oleh Matsuyama.
Perlahan Almira mengintip dari balik korden jendela karena merasa penasaran ingin tahu siapa yang bercakap-cakap di tengah malam buta begini.
"Ala mak?? apa itu??" gumam Almira.
"Kok ya ngga jatuh ya...duduk berdua di atas pohon berhadapan tetapi?? apa aku ngga salah lihat?? mereka saling memangku kepala masing-masing dan kepala itu yang saling mengobrol sementara badan keduanya hanya diam jadi pendengar saja?"
"Mahluk apa mereka itu?? Oo awas memang akan kukerjai kalian berdua ya...siapa suruh pacaran di samping jendela rumahku.
Bukannya takut melihat hal seperti itu, Almira dengan kurang ajarnya mengarahkan cincin putih yang dia dapatkan dari dalam perut ular Sinoe sesembahan ratu Hikaru yang robek besar waktu itu.
Seberkas sinar tanpa warna melesat kearah tubuh yang keduanya saling memegang kepalanya masing-masing.
Gedebuk...
Dua tubuh itu sontak melempar kepala mereka masing-masing saat ada sesuatu yang terasa panas menyengat tangan keduanya.
" Dasar badan bodoh...kenapa melempar kepala kita dari pangkuan??" tanya kepala keduanya.
"Lalu bagaimana caranya kita naik keatas sana?? kamu kijil juga sih pakai acara comot kepala segala macam, sekarang bagaimana coba...badan kita tidak bisa turun...kepala kita tidak bisa naik??"
terus nanti jika ada yang melihat kita bagaimana??" tanya si wanita.
"Hei...aku melihat kalian?? teriak Almira kencang sehingga membangunkan semua yang ada di rumah itu termasuk para hewan di peternakan sangking kencangnya teriakan Almira.
Kedua mahluk jejadian itu semakin bingung dan panik...apalagi suara gonggongan Kiki dan Koko juga suara para angsa yang riuh semakin membuat tubuh mereka di atas pohon hilang keseimbangan dan...
Gedebuk...
Tubuh mereka terjatuh dari atas pohon. Dengan cepat kedua memasang kepala mereka bahkan sampai terbalik, mukanya menghadap kebelakang dan rambutnya menghadap kedepan.
"Ayo cepat Yula...lari!!!" kata si wanita itu.
"Jangan sampai kita tergigit oleh anjing dari kampung bawah tanah itu...salah-salah kita akan borokan seumur dunia!!" kata Yuli.
Karena suara ramai, seisi rumahpun ikut terbangun.
"Ada apa sayang??" tanya Matsuyama langsung bangun dari tidurnya tanpa dia ingat tadi dia habis bertempur dengan Almira.
"Bang...pakai dulu celanamu...lato-latomu gundal gandil kemana-mana!!" kata Almira.
"Lato-lato apa??? apa yang gundal gandil!!" tanya Matauyama bingung.
"Ini lho yang gundal gandil!!" kata Mira lalu dengan enaknya dia memegang aset berharga Matsuyama dengan kedua tangannya.
Matsuyama langsung gelagapan dibuatnya...
"Sayang....apa-apaan sih??" katanya lirih saat merasakan sentuhan itu.
"kamu kepengen lagi kah yang??" tanyanya lirih.
"Abang...liat tuh di luar sana...ada mahluk salah kaprah tuh!!"
Lalu Almira keluar kamar, dilihatnya ibu dan ayahnya tengah menggendong Xander sedang memperhatikan kedua mahluk itu sedang lari tunggang langgang di kejar oleh Kiki dan Koko sampai pagar di halaman.
"Mengapa kedua mahluk salah kaprah itu bisa masuk, yah??" tanya Serafin pada suaminya yang tengah menggendong Xander.
"Mungkin semalam Matsuya lupa menutup seluruh peternakan dengan kekuatannya." Kata Giandra.
"Ya iya lupa lah mereka tadi malam lagi bulan madu malah disuruh mengerahkan tenaga dalam, ya ngga fokus!!" kata Serafin menanggapi ucapan suaminya.
"Tapi Almira hebat ya, yah...dengan lantang dia berteriak mengagetkan semua orang di tengah malam menjelang pagi begini.
__ADS_1
"Putrimu itukan memang tidak pernah mengenal takut." Kata Giandra.
Setelah keadaan tenang barulah Almira bertanya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi di peternakan kita ini bang??" tanya Almira.
"Itulah mengapa abang melarangmu dan Xander pulang dulu ke peternakan, Mira!!" kata Matsuyama.
Lalu Matsuyama menceritakan apa yang telah mereka temukan di ladang jagung mereka, dan tak lupa Matsuyama memperlihatkan cincin sakti itu kepada istrinya.
Almira mengamati cincin putih bermata permata hitam yang melingkar di jari tangan suaminya.
"Cincin ini sepertinya punya pasangan ya bang, sepertinya cincin di tanganmu ini cincin laki, berarti yang telah dicuri itu adalah cincin wanita!!" terang Almira.
"Lalu, dari mana kamu mendapat cincin di tanganmu itu?? itu bukan cincin pernikahan kita kan?" tanya Matsuyama penuh selidik.
"Ngga usah curiga begitu suamiku..aku ngga mungkin berselingkuh darimu!!" kata Almira lalu mengecup pipi Matsuyama membuat si empunya pipi menjadi merah seperti tomat.
"Aku mendapatkan cincin ini dari perut ular yang robek itu bang!!" kata Almira.
"Ya sudah...kita kembali tidur lagi...Xanderpun sudah tertidur kembali!!" kata Giandra lalu menggendong cucunya ke kamar.
"Yang...abang mau lagi..." kata Matsuyama.
"Mau apa bang?" tanya istrinya.
"Mau makan kamu!!" kata Matsuyama tertawa jahat sambil membopong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar.
****
"Xavier....akhirnya kamu pulang juga...dari mana saja kamu selama ini??" tanya kakek Kojiro.
"Sebenarnya Xavier tidak kemana-mana yah!!" kata Xavier.
"Xavier sedang mengejar cinta yang hilang!!" kata Xavier lagi.
"Maksudmu mengejar cinta Sullivan??" kata kakek Kojiro
"Bukan yah...tapi mengejar cinta anak dan istri Xavier!!" jawabnya.
"Lupakanlah mereka Xavier, mereka telah bahagia...sudah cukup penderitaan panjang Almira akibat perselingkuhanmu, kini dia telah menemukan kebahagiaannya bersama Matsuyama.' Jawab kakek Kojiro.
"Tidak yah, kebahagiaan Almira adalah Xavier dan kebahagiaan Xavier adalah Almira dan Xander." Jawab Xavier.
Tiba-tiba kakek Dahlan masuk bersama Kadir dan Silvia diiringi kedua anak mereka.
"Eh ada Xavier...dari mana saja kamu nak?? sembunyi di lubang semut mana kamu selama ini??" tanya kakek Dahlan ngasal seperti biasanya.
"Ahh...kakek bisa aja...mana ada lubang semut yang muat Xavier masuki." Katanya menanggapi candaan kakeknya.
"Sekitar sebulan lalu Sullivan istrimu dan beberapa anak buahnya datang kemari mencarimu!!" kata kakek Kojiro.
"Tetapi karena kami memang tidak tau di mana keberadaanmu, ya kami katakan tidak tau!!" kata ayahnya lagi.
"Rasanya tak ada lagi!!" jawab ayahnya.
"Kamu jangan lari dari tanggung jawab, nak!! kamu seorang suami dari Sullivan, bagaimanapun yang menjadi istrimu itu sekarang adalah Sullivan dan bukan Almira lagi!!" kata kakek Dahlan.
Xavier terdiam mendengar perkataan kakek Dahlan. Menurutnya memang benar apa yang dikatakan oleh orang tua itu, sampai kapan dia harus terus melarikan diri??"
"Kamu ada menemui mantan istri dan putramu di mansion tuan Kelvin?" tanya kakek Kojiro lagi.
Xavier pura-pura menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin siapapun tau tentang penyamaran selama ini. Walaupun itu ayahnya sendiri
"Kamu nampak kurusan sekarang nak, dan kulitmu sedikit lebih gelap..." kata kakek Dahlan.
"Xavier bekerja kek..." Jawab Xavier.
"Kamu lihat Kadir dan Silvia serta dua anaknya, mereka nampak rukun hidup berumah tangga!!" kata Kakek Kojiro.
****
"Ayo sayang cepatlah...perjalanan kita lumayan jauh...kamu ini seperti ibu-ibu saja!!" gerutu Matsuyama.
"Mira memang sudah ibu-ibu bang, belum lagi jika yang abang tanam ini tumbuh subur di rahim Mira." Jawab Almira.
Rencananya hari ini Matsuyama mau mengajak Almira dan Xander berjalan-jalan ke kota sekaligus dia ingin memperkenalkan kepada semua orang bahwa dia sudah punya istri dan anak.
Xander nampak sangat senang diajak jalan-jalan dengan mobil, dia nampak mengoceh dan tertawa gembira sepanjang perjalanan.
Huek...
"Kamu kenapa yang??" tanya Matsuyama...
Huek...huek
"Kamu sakit??" tanya Matsuyama lagi.
"Ngga tau bang, tumben naik mobiil kepala Mira lansung pusing dan mau muntah!!" kata Almira.
"Jangan-jangan kamu hamil adiknya Xander!!" kata Matsuyama.
"Sepulang habis antar sayuran, kita akan cek ke dokter kandungan!!" kata Matsuyama.
Setelah selesai menurunkan bahan-bahan yang dipesan Restoran, Matsuyama bersiap naik ke truck pick up itu.
Almira nampak tidur-tidur ayam di samping Xander yang tengah sibuk mengutak atik ponsel mommynya.
Tiba-tiba...
"Matsuyama...i miss you...!" suara seorang wanita menyapa Maysuyama dengan manja.
Mata Almira terbuka saat ada seseorang yang memanggil nama suaminya dengan mesra.
__ADS_1
"Matsuya...kamu dari mana aja selama sebulan lebih ini!!" tanya seorang yang dengan genit memepet Matsuyama.
"Aku lagi mendampingi istriku menghadapi kehamilan anak kedua kami." Kata Matsuyama dengan bangga.
Gadis yang tak lain adalah Akiko tampak termangu sesaat mendengar Matsuyama sedang bersama istrinya.
"Sayang...keluarlah..." kata Matsuyama.
Almira keluar dari truk pick up dan menghampiri suaminya.
"Sayang...ini Akiko!!" kata Matsuyama.
Akiko dan Almira saling menjabat tangan.
"Akiko, kekasihnya Matsuyama!!" kata Akiko mantap.
"Hahahaha...kamu ngga salah mau menjadi kekasih lelaki yang sudah beristri? tidak adakah pemuda lajang yang bisa kamu gaet??" kata Almira tersenyum sambil menatap dalam mata Akiko.
Akiko tampak terpukul mendengar perkataan Almira tentang dirinya.
Dan sebenarnya dia sangat kagum pada kecantikan Almira.
"Ya sudah nona Akiko, aku dan suami ku akan memeriksakan kandunganku!!" kata Almira.
Di dalam mobil Almira diam saja tak banyak bicara
"Kamu kenapa sayang?? tanya Matsuyama, apa kamu cemburu dengan Akiko tadi??"
"Ngga bang, Almira cuma lelah saja padahal dalan hati Almira mengakui bahwa ucapan Akiko padanya jelas brpengaruh pada hatinya.
"Percaya saja sayang...abang bukan seperti Xavier yang gampang mendua...bagi abang satu ya tetap satu sampai mati!!" kata Matsuyama meyakinkan istrinya.
"Mira percaya bang, tetapi ingat jika suatu hari abang selingkuh maka tak akan pernah Mira maafkan.
****
"Selamat ya tuan Matsuyama, nyonya Almira...anda positif hamil." kata dokter itu tersenyum hangat pada pasangan muda itu.
"Terima kasih sayang telah memberi abang kesempatan untuk menjadi seorang ayah!!" kata Matsuyama memeluk dan menciumi istrinya.
"Abang sayang sekali padamu...abang harap kamu tak akan pernah kembali lagi pada Xavier!!"
"Ya sudah, ayo kita cepat pulang untuk mengabarkan berita bahagia ini!!" kata Matsuyama.
*****
"Wanita yang mengaku istrinya Matsuyama tadi cantik sekali, pantas Matsuyama tak tergerak hatinya untuk melirik wanita lain..." batin Akiko sambil termenung.
"Kok aku merasa hatiku sakit ya??
padahal saat itu Matsuyama juga pernah bilang bahwa dia adalah pria yang sudah menikah dan mempunyai anak..."
"Tetapi saat melihat kebersaman mereka aku terluka, rasanya aku tak ikhlas melihatnya.
Akiko memainkan air telaga di bawah kakinya.
"Beginikah rasanya patah hati sebelum memulai suatu hubungan?salahkah aku dengan perasaan ini??" keluh Akiko.
"Tapi dengan begini akan memudahkanku dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh ayah untuk membunuhnya!! Tapi tegakah aku melakukannya!!"
Akiko benar-benar masuk dalam mode bimbang. Antara ingin melakukan atau tidak.
*****
π±"Ayah...Alia...abang Ali...Rafa...Mira punya kabar bahagia buat kalian!!"
π±"Kabar bahagia apa Mira??"
π±"Mira hamil yah..."
π±"Benarkah...berarti sebentar lagi Xander akan punya adik bayi??"
π±"Benar ayah!!"
π±"Kamu sudah mengabarkan buat kakek Dahlan dan ayah mertuamu??"
π±"Belum yah...ini sepertinya waktu yang tepat ngasih tau kakek Dahlan dan ayah tentang kehamilan keduaku...
Lalu sambungan ponsel terputus.
Aliandhara tampak termenung setelah mendengar percakapan antara tuan Kelvin dan Almira tadi.
"Mira, seandainya dulu aku menikahimu...tentu anak kita juga sudah dua.!!" gumamnya.
"Ayah...bisakah ayah tidak terlalu senang?? ada yang lagi patah hati nih..!!" teriak Alia bermaksud menggoda Aliandhara.
"Sok tau loe anak keci!!" semprot Ali pada Adiknya.
"Makanya jadi cowok itu jangan belagu...nyeselkan sekarang!!" kata Alia.
Plugghh...
Aliandhara melemparkan donat yang dia makan tepat masuk ke dalam mulut adiknya yang sedang berkoar-koar.
*
*
***Bersambung...
Ye...Aliandhara menyesalkan?? Siapa suruh dulu malah memilih Valeria!!
Jangan lupa dukungannya ya reader tercintaππ
__ADS_1