
...Ketika sakit hati menguasai dirimu, kau pun ikut menjadi idiot oleh rasa sakit hatimu....
..._Eouny Jeje_...
...Sombong sekali,padahal kau tidak memiliki satu kekuatanpun....
..._Nenek Mayang_...
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
Aprilia melongo takjub akan sosok Nenek Mayang yang pandai meniru Qveen Herby.
Plok! Plok! Plok! Aprilia menepuk tangan keras.
Nenek Mayang berhenti dan berbisik pada Aprilia, "Welcome Dunia Mayang! Sebentar lagi."
Seakan ada sesuatu yang menyebut namanya. Ruangan kamar Aprilia kembali menjadi gelap gulita. Nenek Mayang hilang kemudian.
Dalam sekejap. Nenek Mayang telah tiba di sebuah kamar dengan bau dupa yang menenangkan hidungnya.
Tau saja aroma favorit Mayang, kekeh Nenek Mayang seraya mengamati sosok yang saling berhadapan dengan di pisah sebuah meja dengan penuh sesajen. Dua sosok yang berhadapan itu adalah dua sosok yang akrab di kenal Nenek Mayang. Santi dan Dukun Bintan.
Rupanya Santi berganti Dukun. Setelah Nung Nung tung itu aku buat gila, dia malah bertemu dukun palsu.
Nenek Mayang mengedarkan seluruh matanya, memeriksa siapa yang mengikuti dukun muda tersebut.
Dukun palsu! Hanya dukun cabul! Tidak ada satu jin ataupun iblis mengikuti pemuda ini.
Nenek Mayang terkekeh bodoh menatap raut Santi yang terlihat bodoh akan tipuan di depan matanya. Nenek Mayang yang terlihat kasat mata, segera duduk di sisi meja terdekat. Dia mengamati setiap wajah serius Santi yang bersiap berkeluh kesah.
"Mbah dukun."
"Panggil Mas Bintan. Saya masih muda dan ganteng!" interupsi Bintan seraya mengangkat cangkir kopinya, dan satu matanya berkedip genit.
Deg! Jantung Santi berdegup kaget,akan kedipan pria muda dan tampan di depannya. Wajahnya pun merona merah segera.
"Boleh juga gunakan Mas di depan nama, Tante."
Glek! Santi menelan ludah dan tersipu malu, seakan baru menyadari dia berhadapan dengan seorang pria gagah dan tampan. Tetapi, profesi seorang dukun.
"Mas Bintan, saya ingin melakukan manifestasi janin."
Bintan menyeruput kopinya seraya menganggukan kepala.
Ternyata suaminya mandul. Saatnya menebar benih, membantu istri yang merindu sosok kecil dalam rumah tangga.
Bintan tersenyum. Lesung pipit terlihat dalam melubangi kedua belah pipinya. Dia terlihat lebih menggoda.
Santi tersipu malu.
"Setelah sukses. Bayar selanjutnya 400 juta."
__ADS_1
Santi melotot kaget, "Banyak sekali!"
Bintan mengangkat satu alis, "Daripada melaksanakan bayi tabung gagal terus. Berapa kalipun, gagal. Lebih baik satu kali ke dukun. Hasil nyata kemudian. Bunting!"
Nenek Mayang tersenyum girang. Dia mulai membayangkan sosok kecil yang berada di dalam perut itu adalah makanan favoritnya.
Kau yang hamil. Aku akan meminta Aprilia persembahkan janin kecil itu untukku.
"Apakah—"
"No! Harga sudah pas," potong Bintan.
Santi meniupkan udara dari paru-parunya.
"Jika batal. DP dianggap hangus!"
Santi menghela napas. Menjilat bibirnya sebentar, dan tiba tangannya merogoh foto Aprilia dari dalam tasnya.
"Apakah kau bisa melawan dia?"
Bintan menatap wajah wanita yang terbingkai dalam foto. Bintan terlihat tidak tertarik untuk mengetahuinya. Yang dia tau, wanita di depannya adalah seorang wanita yang berdompet emas dan mudah di tipu.
"Apa kau bisa melawan sosok pelindungnya?"
Bintan menaikkan satu alis,dan menyanggupi kemudian. Yang dia pikrkan saat ini adalah, menggoda pasiennya,dan memeras seluruh uangnya.
"Tentu bisa!"
"Apa kau bisa membinasakan pelindungnya sekaligus janda ini?"
Bintan terlihat serius dan tenang.
Nenek Mayang mencibir Bintan kemudian.
Sombong sekali,padahal kau tidak memiliki satu kekuatanpun! sahut Nenek Mayang dalam hatinya. Nenek Mayang pun bersila kemudian di tengah ruangan.
"Yang mana yang kau inginkan lebih dulu. Seorang anak atau membuat wanita ini menjadi naas."
Santi menimang-nimang sebentar.
"Anak! Aku ingin anak lebih dulu."
Santi merogoh kantong kecil dari dalam tasnya. Kantong air liur. Kantong rambut.
"Milik tetangga saya yang sedang hamil satu bulan."
Bintan menganggukan kepala,dan tersenyum simpul.
"Baiklah. Kita bisa melakukan hal tersebut malam ini."
Bintan segera berdiri, dia terlihat menilai sosok Santi dengan perawakan besar dan berlemak.
__ADS_1
"Ayo ikuti saya ke kamar!"
Santi terlihat bingung.
Bintan berbalik kemudian, "Manifestasi bayi tetap perlu hubungan senggama satu kali. Di saat itulah bayi janin itu akan tumbuh."
Saliva Santi terlihat naik turun. Dia mulai membayangkan tubuh atletis dukun muda tersebut, dan hal itu membuat pikirannya mendadak erotis akan sosok gagah yang akan berada di atas tubuhnya, dan ragu sesaat, "Apa ada biaya tambahan. Misalnya, bayar perjam?"
Santi ikut berdiri, dan tanpa sadar menatap kembali pada sosok Bintan yang terlihat gagah, dan dia pun tergoda akan sosok atletis pria itu.
Bintan menghela napas,lalu "Saya tidak suka memeras pasien. Tidak ada bayar perjam untuk pertama kalinya. Tetapi, jika kau menginginkannya kedua kalinya. Dapat di hitung perjam. Bagaimana Tante?"
Santi mengangguk setuju.
Yang penting nyaman dulu. Biaya urusan belakang.
Santi pun mengikuti Bintan ke kamar di balik tirai hitam tersebut. Ada sebuah tempat tidur ukuran king size tersebut.
Santi dengan malu-malu membaringkan tubuhnya dengan terlentang. Sedangkan, Bintan bergerak melepas seluruh pakaian hitam yang biasa di kenakan sebagai pakaian praktek dukunya.
"Jangan gugup, Tante."
"Apakah mas Bintan cabul seperti ini pada setiap pasien?"
Bintan mendengus marah, "Saya tidak cabul. Saya hanya melakukan ritual persetubuhan untuk transfer janin tersebut. Memenuhi permintaan, Tante."
"Tidak baca mantera dulu."
Bintan menyipitkan matanya, "Di saat proses berlangsung. Mantera dan perpindahan akan segera berlangsung."
Santi memejamkan matanya. Tiba-tiba saja dia malu akan tangan muda yang melepas pakaian miliknya. Dia menarik napasnya sebanyak mungkin,seakan malam ini adalah malam pertama pernikahan. Gugup dan jantungnya terus berdetak cepat, dup-dup-dup.
Nenek Mayang berdiri di sudut ruangan kamar, terkekeh dan berkomentar dalam hatinya.
Santi bertemu dukun cabul. Yang tidak memiliki kekuatan manifestasi janin. Jika begini, aku akan membantumu dukun kecil. Agar aku bisa menikmati janin itu kelak.
Nenek Mayang segera menutup matanya. Kala, Dukun muda tampan itu mulai mencumbui Santi dengan perlahan. Santi terlihat pasrah dengan raga kaku yang terlentang, dengan bibir yang terlihat bergerak ke kiri dan ke kanan, menahan suara lenguhan itu tidak keluar begitu saja dari tenggorokannya.
"Apa Tante suka?"
Santi hanya memejamkan mata. Tidak berani berkomentar,dan malam ini adalah malam pertamanya untuk berkhianat pada suaminya.
Demi seorang anak. Amalan apa saja aku harus jalani. Untung saja dia tampan. Jadi, anggap saja bayar gigolo. Karena, Sadewa telah impoten dibuat Aprilia.
"Tenang. Ada garansinya satu tahun. Jika gagal, uang akan kembali," bisik Bintan,dan mulai mencumbui leher Santi yang berlipat tersebut,dan menggigit kulit leher mulus itu.
"Tante, aku mulai di sana yah," kode Bintan, dan mulai membisiki mantera yang pernah dia hapal, dan seraya membuka kantong air liur dan rambut tersebut di bakar dalam tungku perapian yang berada di dekat kaki ranjang.
Semoga saja mantera itu manjur! Memindahkan janin atau spermaku yang manjur pada wanita gendut ini.
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
__ADS_1
Hati-hati pergi ke dukun yah. Karena, banyak dukun cabul sebagai pengobatan, apalagi meminta anak dengan setan. Dih amit!
Jangan lupa, tinggalkan komentar pada kolom yang berhastag.