Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 70


__ADS_3

...Cinta bukan sekedar tidak mampu melupakan. Namun, dia adalah sosok yang tidak tergantikan. Terlihat spesial. Hanya satu. Serasa sangat manis....


..._Eouny Jeje_...


...Lebih baik aku memberi bukti. Daripada banyak bicara yang hanya di tertawakan omong kosongnya....


..._Nana_...


...꧁❤•༆PJP 70༆•❤꧂...


Aprilia makin menunduk tajam. Sedetikpun dia tidak berani menatap Puspa. Dia takut wanita itu akan mengulitinya segera.


"Kau!" Telunjuk panjang dengan cat kuku merah muda itu terlihat mengacung di udara dan mengarah pada Aprilia. Aprilia bergindik ketakutan. Raganya bergetar.


Jack jatuh kasihan.


"Nana, jangan menggertaknya. Kau bukan istriku!" bentak Jack.


Pusps nelangsa. Ambigu begitu lama dalam satu titik ubin keramik.


Jack pun meminta wanita cantik tersebut untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Puspa berkedip menatap siluet bayang pergi menerobos ke kamar mandi. Terlihat tidak asing.


Sekilas mengapa dia terlihat tidak asing di mataku. Dia terlihat mirip seseorang yang aku kenal.


Puspa terlihat menjulingkan matanya. Kala, dia teringat akan sosok yang pernah berdiam di dalam rumahnya.


Apakah dia Aprilia? Babu jelek itu! dia menggunakan pelet dan mengubah wajah.


Puspa terbahak kemudian, dan Seakan yakin dia telah mengenal wanita yang masuk ke dalam kamar mandi.


"Jack, kau gila. Kau ingin meniduri babu jelek!"


Jack mengerut tajam. Alisnya tebal terlihat menyatu tidak suka. Teringat akan sosok yang di maksud Puspa. Aprilia, janda beranak satu. Jack melirik ke arah pintu kamar mandi, dan menggelengkan kepala. Hal itu tidak mungkin.


Mereka adalah dua orang yang berbeda. Bumi dan langit.


"Kau tidak bisa menyamakan dirinya dengan Aprilia. Dia wanita cantik yang kutemui untuk pertama kalinya."


Puspa tersenyum sinis. Dia telah lama tinggal dan bergaul dengan banyak hal dalam mistis, pelet, dan aji pengasih. Hanya dalam sekali melihat, dia mampu merasakan aura berbeda dari seseorang yang menggunakan tipudaya sihir. Termasuk sihir mengubah wajah menjadi cantik memikat, yang terkenal merupakan aji Kuyang.


"Nana pergi. Jangan menggangguku."


Puspa tersenyum. Dia malas berdebat. Dia akan kehilangan Jack, jika dia membuat pria ini marah.


Lebih baik aku memberi bukti. Daripada banyak bicara yang hanya di tertawakan omong kosongnya.


"Iya aku akan pergi. Lagipula aku bukan istri manismu. Yang hanya akan membiarkan suaminya berselingkuh dengan siapa saja!"


Jack menjulingkan matanya. Ada kebanggan di sana.


"Ingat statusmu. Ingat siapa dirimu! Istriku saja enggan bertindak. Mengapa kau harus membabi buta cemburu terhadap mangsaku."

__ADS_1


Puspa tersenyum malas. Dia hanya hanya berjalan melewati Jack.


Tok!Tok!Tok!


"Jangan mengagungunya!" peringat Jack pitam.


"Tidak aku tidak mengganggunya. Aku hanya ingin memberi selamat, karena telah berhasil merebut Jack dariku."


Jack mengerutkan keningnya.


"Hai, gadis cantik. Buka pintunya sebentar."


Aprilia yang telah mengenakan seluruh pakaiannya. Terlihat ragu untuk keluar dari kamar mandi.


"Hai, buka sebentar. Atau aku akan memanggil security menyeretmu keluar!"


Deg! Aprilia gugup.


"Kau jangan ikut campur, Nana!" Jack terlihat kesal dan menghadang di depan pintu.


"Tunggu sebentar, Tuan kaya raya! Kau harus mengetahui sesuatu yang bagus."


Nana tersenyum dan berusaha mendorong Jack menjauh dari pintu.


"Jika ini di luar dugaanku. Aku akan pergi dan kita putus. Okey?"


"Apa yang ingin lakukan?"


"Aku ingin membuktikan dia itu babu jelek," bisik Puspa.


"Aku akan pergi dari ruangan ini dan kita putus."


"Jika kau benar?"


Puspa tersenyum. Cup! Puspa mengecup bibir Jack, dan berbisik, "Kau harus menceraikan istrimu yang baik hati itu."


Jack berkedip. Memberikan ruang kemudian agar Puspa melakukan kehendak-nya.


"Keluar atau aku panggil security sekarang juga!"


Puspa bergindik di depan pintu seraya  mengambil satu botol spray yang terlihat mirip parfum dari dalam tasnya. Dalam botol tersebut merupakan air untuk membasuh wajah. Setiap orang yang terkena air beras yang telah di cuci setiap malam jumaat sebanyak tujuh malam, akan mampu menghancurkan pelet dan menghapus aura jin manapun.


Tok!Tok!Tok!


Gedoran pintu makin keras dan menakutkan.


"Keluar!"


Deg! Aprilia nanar menatap pintu. Dia sangat ragu untuk keluar. Namunz dia sangat takut di seret security. Di hadapkan pilihan sulit. Akhirnya Aprilia memutuskan untuk keluar menghadapi Puspa, wanita yang selalu di takdirkan untuk menginjak kehidupan kecilnya yang malang.


Aprilia segera menyentuh ganggang pintu. Klek! Pintu terbuka.


Ciprak! Cipratan air mengenai wajahnya. Tidak terelakan kala cipratan itu tiba-tiba memberikan sensasi gatal, melepuh dan panas.

__ADS_1


"Ada apa ini?" teriak Aprilia menutup wajahnya.


Apakah khasiat pelet Kuyang itu hilang? Aprilia gelisah dan terus menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Suaramu terdengar sangat mirip seseorang?" sindir Puspa.


Aprilia membola terkejut. Mengintip dari setiap celah tangannya. Tampak Jack terlihat melotot dengan ekspresi wajah yang terlihat jijik seketika.


"Apakah kau janda anak satu itu? Babu jelek!"


Aprilia malu,dia bertekad untuk lari segera. Mundur dengan cepat. Namun, brakkkk! Terlihat sepatu seorang pria menahan langkahnya,dan membuat dia terjatuh mencium lantai.


Tuk! Tuk! Suara sepatu bertumit itu terdengar mendekat ke arah wajah Aprilia. Lalu, siluet sang pemilik sepatu terlihat turun berjongkok.


"Aw!" cengkraman pada rambut Aprilia datang, dan wajah itu terdongak menatap wanita cantik dengan segala fitur indah yang terpahat.


"Jack. Kemarilah. Mungkin kau sudah bisa mengenalinya dengan baik!"


Jack gelisah dan gugup. Ada rasa enggan untuk mengintip sosok yang terbaring tengkurap pada lantai. Dia pun berjalan memutar dan berdiri tepat di belakang Puspa.  Dia memejamkan mata sebentar. Hanya untuk sekedar berdoa.


Semoga wanita cantik ini bukan babu jelek!


Jack membuka matanya perlahan. Doanya terjawab. Harapannya menguap ke udara begitu saja. Sepasang matanya melompat keluar. Dia tidak pernah menyangka. Jika sihir itu ada. Wanita cantik yang terlihat mirip seperti So Hye Kyo akan menjelma kembali menjadi babu jelek, yang tidak akan pernah dia sentuh lagi.


"Kau?" suara Jack bergetar marah.


Puspa tersenyum bahagia sekaligus mulas akan drama yang berakhir komedi baginya. Sangat konyol sekaligus menyedihkan melihat warna wajah Jack terlihat merah menghitam.


"Babu jelek! Berani sekali! Bukankah kau tau aku paling jijik menyentuh orang yang sama! Kau ingin memperdayaku!"


Aprilia tersedu. Setiap kata itu bagaikan hujan pisau bagi jantungnya. Berdarah tidak terlihat. Namun, lukanya ternganga lebar dengan garam yang menabur perih.


"Kau menjijikkan!"


Cih! Ludah pria itu jatuh menerpa wajah Aprilia. Aprilia bergetar sakit dan dadanya ingin meledak saat ini juga.


Aku yang mencintaimu. Kau hina dan kau ludah seperti itu. Menyedihkan sekali, jerit hati Aprilia.


Jack mengerut masam hidungnya. Dia hanya menatap Puspa yang terlihat berdiri di hadapannya kemudian.


"Kau harus ceraikan isterimu!"


"Persetan!"


"Hei! Kau tidak menempati janjimu."


Jack hanya melambai keluar pergi dari ruangan. Blam! Pintu terbanting keras begitu saja.


Puspa terbahak dan menatap konyol pintu,dan dia kembali duduk berjongkok menatap Aprilia yang masih menyembunyikan wajahnya dengan mencium lantai.


"Kau pikir dengan pelet. Bisa mengambil milikku? Mimpi menjadi bidadari. Kau malah terlahir menjijikan, babu jelek!"


...꧁❤•༆Pelet Janda Penggoda༆•❤꧂...

__ADS_1


...Apakah Aprilia akan jera mengejar Jack? yuk jawab yuk?...


__ADS_2