Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 144


__ADS_3

...Kau berani , dia pengecut. Kau membangunkanku, dia menjatuhkanku. Kau melindungiku, dia menikamku...


...Ade...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aprilia terjaga kembali. Dia bangun dengan peluh keringat bak jagung jatuh menetes sepanjang garis rahang.


"Mimpi buruk! Di tuntut hamil. Tanpa Menikah. Seorang anak untuk persembahan pada Nenek Mayang," gerutu Aprilia. Dia duduk di tepi ranjang, kakinya berselonjor, bergoyang-goyang. Dia termenung dan hatinya gelisah, memikirkan mimpi tersebut.


"Untuk apa aku hamil? Jika harus di persembahkan."


Aprilia terus terjaga. Membuat dia segera menginjakkan kaki ke lantai. Bergerak mondar-mandir dengan tangan gelisah mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


"Aku harus hamil. Tetapi, aku bingung memilih first unboxing!" Aprilia memukul tinju kanan pada telapak kirinya, "Aku akan cari terkaya untuk kebebasan finansial. Aku tidak mau hidup susah bak babu miskin dan jelek."


Aprilia tersenyum. Dia mulai mereka-reka dan memilih pria dari tiga kandidat nama.


Adi. Sadewa. Jack.


"Adi, sang mantan yang wara-wiri bersama banyak wanita. Dia lebih tua dariku tiga tahun. Namun, dia lah kandidat termiskin."


Aprilia menggelengkan kepala. Dia menyingkirkan nama Adi segera, "Tenggelamkan Adi bersama seluruh awaknya, termasuk kaptenmu yang bersedia menampung seorang kelinci fakeboy."


Aprilia membayangkan pesona wajah Jack, yang terus menghantuinya bagai air tebu. Rasanya sangat manis. Apalagi bibir pria itu  seakan tiba-tiba mencumbui manis bibir miliknya.


Aprilia menggigit bibirnya sendiri, "Bagaimana aku bisa membenci Jack? Jika pria yang terlihat mirip Keanu Reaves itu, selalu menghantuiku. Bagai monyet tidak mampu melupakan pisang. Bagai malam tanpa bintang dan bulan. Bagai nasi tanpa lauk. Bagai guling jauh dari bantal. Itulah cintaku padamu, Jack."


Aprilia menggigit bibirnya. Kembali, dia membayangkan ciuman Jack mengambil seluruh udara dalam rongga dadanya, "Aku tidak mampu membencinya. Kenangan pertama kali saat itu. Sangat indah menyenangkan.


Apa aku harus memilih dia untuk unboxing?"


Aprilia terkekeh, dan dia segera turun berjongkok. Mengambil kotak di bawah kolong ranjang. Membukanya. Setumpuk pakaian glamour yang tidak dia kenakan, tersusun rapi. Dia segera menjulurkan tangannya, merogoh dan menemukan ponselnya di tengah-tengah tumpukan pakaian itu, "Ponsel rahasiaku!"


Deg! Aprilia merasakan seluruh jantungnya berdetak kencang. Namun, dia segera kondisikan udara dalam dadanya, dia menekan tombol power. Layar biru menyala kemudian. Tampilan Apel yang tergigit sedikit, menyala, menampilkan menu, dan bunyi beep! beep! terdengar banyak. Jempol Aprilia segera membuka kotak masuk. Ada 30 pesan dari nama yang sama. Jack.


Bibir Aprilia merekah bagai kuncup bunga yang siap mekar. Degup jantungnya terus berdetak dengan darah yang tiba-tiba berdesir  menginginkan pria itu melompat di atas tubuhnya. Apalagi tubuh Jack terlihat atletis tersusun bagai kotak roti. Jika di sentuh, bagai jari menjentikkan daging baja yang keras. Apalagi dada pria itu bidang.


"Jika di bandingkan dengan Oppa yang sudah tua. Sepertinya, lebih baik first unboxing  dengan Jack. Selanjutnya unboxing dengan Oppa. Untuk mengelabui Oppa, aku akan sediakan virgin spray dan darah ayam palsu."


Jempol Aprilia membuka salah satu pesan. Mendadak hatinya berbunga kala membaca satu demi satu kata.


Aku bagaikan telah mengenalmu semenjak lama. Seakan aku masih mengenakan pakai putih abu-abu. Jatuh cinta untuk pertama kalinya kala melihat dirimu. Aku teringat lagu Galih dan Ratna.


Wahai Galih, duhai Ratna


Tiada petaka merenggut kasihmu


Oh Galih, oh Ratna


Cintamu abadi


Wahai Galih, duhai Ratna


Tiada petaka merenggut kasihmu

__ADS_1


Aprilia terkekeh membaca pesan tersebut, diapun membalas dengan lirik lagu Heaven, Bryan Adam.


And baby you're all that I want


When you're lyin' here in my arms


I'm findin' it hard to believe


We're in heaven


"Kita bagaikan di surga, Jack. Kau dan aku saling mencintai."


Aprilia menggenggam ponselnya ke dalam dadanya. Namun, ludahan wajah pria itu. Terlintas kembali, menjadi mimpi buruk.


"Kau meludahku. Kau menghinaku. Kau sebut diriku second untuk maha raja. Kau hanya khilap. Sangat menyedihkan!"


Aprilia tersenyum sinis. Miring dan ironis, "Sekarang, aku akan membuat dirimu mengejarku bagai serial favoritku, The Twilight Saga, Edward Cullen mengejar Bella sang darah suci. Aku akan mengujimu dengan mencari cinta sucimu. Dengan cara meminta-minta uangmu. Beli tas. Beli sepatu. Beli lipstik. Beli rumah baru. Beli mobil baru."


Aprilia girang sekejap. Membayangkan bagaimana Jack akan bekerja menjadi budak cinta, yang bersedia memberikan punggung pria untuk meletakkan kaki di atas punggungnya.


"Bekerjalah bagai kuda. Jangan berharap akan berkuda di atasku. Jika kah tak mampu membeli yang aku inginkan! I'm matre!"


Aprilia menggunakan jempolnya beralih ke kontak. Menekan satu nama. Ade. Menekan dial hijau kemudian.


"Ade?"


"Aku sedang sibuk!" jawab Ade. Menekan dial merah kemudian. Dia menatap pria yang duduk di seberang mejanya. Ada satu lilin menyala di tengah meja. Pria itu mengenakan kepala burung.


"Aku S-049! Dendammu salah alamat! Aku dan S-096, berbeda orang."


Dalam hitungan sekejap. Mereka telah berada di puncak gunung. Kala, sepasang mata Ade melihat ke langit. Langit terlihat putih berbaur dengan warna awan yang terlihat memiliki warna sama.


"Di mana ini?"


"Salah satu gunung di Ternate."


"Jauh sekali."


"Udara di sini masih sangat alami. Sangat menyenangkan bagi kami kaum elang."


Ade terlihat tidak menyimak. Dia melihat ketinggian dari bawah kakinya. Sangat tinggi.


"Kenapa membawaku ke puncak?"


"Karena untuk melihat burung elang terbang melintas. Kau harus berada di puncak gunung tertinggi."


Ade tersenyum. Dia mengalihkan pandangannya dari langit. Dia menatap pria berkepala burung, dengan topeng yang mengaburkan wajahnya. Ade menatap pria itu dengan cermat. Namun, hanya sepasang mata jernih yang dapat dia rekam.


"Kau dan S-096 kembar?"


"Terlihat kembar tetapi sangat jauh berbeda. Namun, aku tidak mengetahui sosok asli S-096!"


Ade terlihat mengangkat salah satu alisnya, "Mengapa kau tidak mengetahuinya?"


"Karena dia adalah kloningku yang licik. Dia melakukan kejahatan. Namun, yang di tuduhkan adalah diriku sebagai pelakunya. Dia bersembunyi di belakang topengku."

__ADS_1


"Mengapa kau ijinkan dia menggunakan topengmu?"


Ade menghela napas.


"Kau bodoh sekali. Orang yang meminjam topeng orang lain, pasti memiliki niat tersembunyi. Sebut saja, jika itu emas, dia akan meraupnya. Jika itu kotoran, dia akan memberikan padamu. Namun, hanya sedikit orang yang meminjam topeng temannya untuk membantu temannya. Orang seperti itu 1:10.000!" lanjut Ade.


S-049 menatap ke langit biru, dan mencabut satu bulu burung dari kepalanya, dia masih menggenggam erat bulu elang miliknya. Dia terlihat ragu untuk memberikan pada wanita di sisinya. "Bukan hanya manusia yang mampu ditipu oleh persahabatan. Namun, mahluk mitos seperti diriku dapat diperdaya."


"Sekarang apa yang akan kau lakukan? Karena kau telah mengenggam kotoran dalam tanganmu?"


S-049 menyerahkan satu bulu itu pada telapak tangan Ade, dan dia berkata, "Que sera-sera. Membersihkan kotoran itu sangat mudah. Jika S-096 mau mengakui perbuatannya! Aku butuh bantuanmu."


"Bantuanku?"


S-049 menganggukkan kepala, "Karena S-096 takut padamu. Akupun takut padamu."


Ade terbahak, "Mengapa kalian takut padaku? Jika, kalian ngerasa langit!"


Aku hanya takut melukaimu, jawab S-049 dalam hatinya.


"Tidak penting menjawab hal itu sekarang."


Yang penting adalah, "Apa kau tau perbedaan aku dan dia?"


"Sebut saja, Heaven dan Hell!"


"Yakin, sudah mengenalinya?"


"Yakin." Ade menganggukkan kepala.


"Sebutkan perbedaannya?"


"Kau berani dia pengecut. Kau membangunkanku dia menjatuhkanku. Kau melindungiku dia menikamku."


Ade tersenyum, "Aku tau maksudmu menemuiku. Aku hanya menjawab. Jika kau membantuku. Maka kau akan selamat. Karena, aku tau siapa yang salah. Adalah S-096."


S-049 tersenyum aneh.


S-049 menyerahkan bulu elang. Lalu, mengubah wujudnya menjadi elang yang pergi ke langit. Ade menyipitkan matanya pada sosok elang yang terbang tinggi. Sosok itu makin mengecil, dan hilang kemudian.


"Mengangkat seorang wanita naik ke gunung. Lalu, pulang sendirian! Burung memang lupa daratan jika sudah terbang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dugaan S-049 🥱🥱🥱🥱


Warna : Merah bata🌀


Profesi : Ninja Hatori 🌀


Senjata rahasia : Shuriken 🌀


Kartun : Naruto🌀


Olahraga : Sepeda itu aku deh 🥱

__ADS_1


Pesan : Meminta ijin rahasia buka kitab ke-3🌀


__ADS_2