Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 46


__ADS_3

...Jika kau jatuh cinta, maka standart yang kau terapkan, hilang begitu saja. Kapan saja kita bisa jatuh cinta pada sosok yang di luar kriteria....


...Eouny Jeje...


..."Apakah kau menyukaiku dengan hati-hati? Kau takut hal ini akan menjatuhkan citramu. Oleh itu kau baik dengan caramu."...


...—Aprilia—...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jack membuang wajahnya. Dia menghindari tatapan Aprilia yang terlihat cerah dengan rasa besar ingin memilikinya terlihat jelas dalam netra bewarna hita legam miliknya. Jack terlihat acuh tidak acuh, rasa risih terlihat jelas di wajahnya.


Mengapa aku bisa tidur bersama wanita jelek itu sebanyak dua kali? Lihat, sekarang dia terlihat seperti singa lapar ingin melahap ku, keluh Jack sangat risih dan ingin rasanya dia berbalik dan mencongkel dua bola mata Aprilia agar berhenti mengintai dengan tatapan itu. Tatapan hasrat dan menginginkannya.


Jack menghela napas. Setiap detiknya dia terus merasa risih. Ujung matanya bergerak melirik, dan benar saja Aprilia masih terpaku padanya.


Wanita gila! maki Jack dan kemudian mendongakkan tubuhnya sedikit ke arah Puspa, dan berbisik padanya "Nana, lihatlah babu jelek itu terus mengincarku."


Jack kembali memposisikan dirinya duduk dengan tegak selesai berbisik. Puspa mengangkat pandangannya pada Aprilia. Menatapnya dengan rasa tidak suka dan mendesis tanpa suara, "Dasar babu jelek. Mau mengambil priaku! Mimpimu terlalu tinggi."


Deg! Aprilia gugup di bangkunya. Tatapannya langsung jongkok turun menatap setiap ubin keramik. Tatapan Puspa terlihat jelas akan menganiaya, dan dia malu kala membaca gerakan bibir wanita muda itu. Sangat jelas, dia merasa rendah diri segera.


Mimpiku terlalu tinggi! Aprilia mengepalkan tangannya di belakang punggungnya. Puspa terus terlihat menghukum dengan matanya.


Aprilia melongos sebentar, dan memegang tangan Ade, ingin segera meminta bantuan. Ade terlihat berkosentrasi pada seorang wanita paruh baya yang sedang melangkah naik ke podium yang akan bersiap membacakan hasil untuk tiga kandidat yang lulus seleksi.


"De."


Ade merasakan getar menyentuh pergelangan tangannya kala telapak tangan Aprilia menyentuh pergelangan tangannya, dia pun mengangkat pandangan dan mengikuti isyarat dagu Aprilia yang bergerak takut mengarah pada seorang wanita muda di atas bangku dewan juri. Benar saja. Wanita iblis di bangku itu menatap dengan tatapan ingin membunuh. Ade segera balas menatap dengan rasa angkuh dan tidak gentar yang tersinar dalam kedua netranya. Puspa menyipitkan matanya, karena rasa sukanya pada Aprilia, kini harus menjalar pada teman Aprilia yang terlihat sangat cantik dan indah dalam satu penampilan.


Kau ingin bersaing denganku. Aku pastikan kematian Alicia akan sama persis menimpamu, geram Puspa mengakhiri tatapannya lebih awal.


Cih, bersaing denganku. Kau harus memiliki banyak setan di belakangmu, apalagi berencana membunuhku, tidak akan semudah itu, pekik Ade berteriak dalam hatinya.


"Ade?"

__ADS_1


Ade melirik pada Aprilia. Aprilia terlihat masih sangat gugup dengan sekali-kali netra hitam Aprilia mengarah pada satu sosok pria yang bersebelahan dengan Puspa. Ade menggelengkan kepala dan mengerti akan kegugupan Aprilia yang tertuju pada seorang pria yang sangat jelas membuang pandangan.


"Kau menyukainya?" tebak Ade.


"Sangat!" jawab Aprilia lepas begitu saja dari tenggorokannya. Merasa malu akan jawaban spontannya. Aprilia segera menepuk-nepuk mulutnya tiga kali. Setelah itu dia menggelengkan kepala, seraya berkata, "Aku tidak akan menyukainya."


Ade tersenyum konyol, jelas menemukan kebohongan setelah kejujuran itu terungkap. Dia meninju perut Aprilia dengan sikunya, dan memberi saran, "Kau bisa memikatnya dengan pelet."


"...." —Aprilia mengedipkan matanya dan napasnya panjang terdengar sangat berat dintarik— "Mengapa harus pelet?"


"Aku rasa cermin akan berkata sangat jujur padamu. Kau hanya perlu menatap pada cermin."


Aprilia melirik sinis. Sindiran yang sangat manis dan menohok, untuk sekedar menilai fisik. Menatap apda cermin.


"Sejelek itu kah aku?"


"Aku boleh berkata jujur kan."


Aprilia menghela napas. Kejujuran seseorang teman itu ternyata sangat menyakitkan,apalagi yang di nilai adalah fisik nyata miliknya.


"Aku tetap harus bersyukur dengan apa yang ku miliki."


Deg! Aprilia menelan ludahnya. Dia sangat tergiur akan tawaran Ade. Minyak sakti yang mampu mengubah kehidupannya hanya dalam satu kedipan. Kaya raya dan cantik.


Kaupun harus memiliki aku, Aprilia. Aku Nenek Mayang akan menjadi pendukung besarmu, bisik Nenek Mayang yang tiba-tiba hadir di saat matahari mulai terlihat menuju barat, dan langit berubah warna, merah bercampur jingga.


Ade hanya melirik ke wanita tua yang terlihat sangat ingin menjadi teman gaib Aprilia. Namun, Aprilia belum mampu bmerasakan kehadirannya.


"Dia belum bisa merasakan kehadiranmu, Nek!" tutur Ade pada Nenek Mayang.


"Kau bicara padaku? Nenek?" Aprilia bingung akan tatapan Ade pada sosok yang di belakang. Dia menoleh ke belakang. Namun, tidak ada sosok satun yang terlihat bertukar kata dengan Ade.


"Lupakan!" Ade bersikap tidak peduli.


Aprilia segera melupakan. Dia kembali berkelut pada pikirannya. Haruskah dia menggunakan pelet untuk membuat Jack jatuh hati padannya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Aprilia segera menepis pikirannya.


Tidak. Itu perbuatan setan. Aku tidak akan terjerumus menggunakan pelet. Hanya satu kali saja aku meminta minyak. Setelah ini, aku tidak akan memintanya lagi.


Aprilia menggelengkan kepala berkali-kali. Menolak menggunakan pelet atau berencana menggunakan minyak lagi. "Cinta yang datang dengan pelet, tidak akan abadi."


Ade menjitak kepala Aprilia pelan, "Kau terlalu menghayati cerita adaptasi legenda yah. Cerita abadi ribuan tahun? Manusia faktanya paling hidup 70-80 tahun. Cinta itu tidak akan pernah abadi. Karena setelah kematian, cinta itu akan berpisah darinya. Oleh itu, hal seperti ini telah menjadi rumus dalam masyarakat. Di tinggal pasangan, maka mereka akan menikah lagi. Cinta itu tidak abadi.'


"Ada." Aprilia bersikeras.


"Jika kau menemukan yang tepat."


Aprilia menatap Jack yang jelas menghindarinya. Apakah jatuh cinta padamu, adalah hal yang tepat? Lalu, bagaimana dengan diriku, yang terlihat menjadi bodoh dan tergila-gila hanya karena cinta satu malam. Andai saja malam itu tidak terjadi. Bisakah aku menghindar untuk tidak jatuh cinta padamu? pertemuan pertama itu terasa singkat. Namun, bekasnya begitu berkesan sangat dalam dan sulit di lupakan.


Aprilia mengehela napas, akan segera berkilah. Namun, suara mic berdengung, mengalihkan perhatian seketika. Aprilia segera kembali menatap pada podium, hanya sejenak. Tidak ingin berharap lebih banyak membuat dirinya kembali mengalihkan pandanganya pada sepasang sepatu baru miliknya. Mustahil untuk menjadi asisten di hari pertama bekerja.


"Aprilia." Satu nama di sebutkan di atas podium.


Deg! Aprilia terkejut kala namanya di sebutkan.


"Maju Aprilia." sikut Ade menyadarkan.


"Aku? Maju ke ? untuk apa?"


"Podium."


Aprilia menoleh ke arah Ade. Terlihat bingung dan dengan mimik penuh pertanyaan, Untuk apa naik ke podium?


"Untuk apa?"


"Untuk nyanyi balonku ada lima!" seru Ade terlihat konyol dengan suara berdesis rendah tepat depan wajah Aprilia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Bersambung ......

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .


Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo


__ADS_2