Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 104


__ADS_3

...Punggung itu kuat menanggung beban yang bukan miliknya. Itulah orang baik yang di ijinkan Tuhan memikulnya, untuk menang di hadapan semua orang....


..._Eouny Jeje_...


...Aku mencintaimu. Kaulah wanita pertama yang membuatku mengerti bagaimana rupa tulang rusuk itu....


..._Sadewa_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


"Keluarlah dari bak mandi!" pinta Sadewa.


Malu. Aprilia merona malu. Pipinya yang pucat terlihat bersemu merah seperti buah tomat yang telah matang. Dia pun segera keluar dari bak mandi. Berdiri di bawah tiang pancur, membiarkan air terjun membilas dirinya.


Setelah terbilas bersih. Tangan Sadewa memutar keran. Airpun berhenti mencurah jatuh ke bawah.


Sandewa membawa handuk, dan menyeka setiap bulir air dari tubuh Aprilia dengan lembut. Tiada tampak rasa malu di antara mereka. Setelah terseka kering, Sadewa kembali membopong tubuh wanita itu terbaring di atas ranjang.


Karena, suhu kamar begitu dingin, Apriliapun terlihat dingin dan menggigil. Sadewa segera menarik selimut dan menutupi tubuh polos itu.


Sadewa beranjak dari pinggir ranjang. Mengambil sebuah buku hijau dan buku rekening di dalam laci nakas. Dia pun segera menyodorkan pada Aprilia.


"Untukmu! Aku telah menyiapkan keberangkatanmu untuk bersenang-senang dan berbahagia di luar sana."


Aprilia bangun dan duduk. Meraih buku hijau yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Paspor.


Sadewa menyodorkan kembali buku rekening, "Untukmu!"


Aprilia meraih buku rekening. Ada namanya tercetak di sana. Lalu, dia membuka lembaran keduanya. Sepasang matanya tercengang akan saldo yang tertera di sana.


"Uang sebanyak ini, untuk apa!"


Sadewa tersenyum, satu tangannya menyangga dagu Aprilia, dan tatapan terlihat serius memuja, "Fisik mampu di ubah. Namun, karakter itu sulit berubah."


"...."


"Kau harus jadi lebih cantik. Negara luar memiliki banyak hal untuk mengubah fisik seseorang."


Glek! Aprilia menelan ludah. Raganya sedikit bergetar, dan dia terngiang bagaimana Moon menyusu padanya terakhir kali.


Rejeki dari Moon selanjutnya. Tidak menyesal, menyusui Moon tersebut. Biar perih satu malam. Seribu hariku berlimpah harta olehnya.


"Mengapa kau begitu baik?"


Aprilia terharu akan banyak keberuntungan yang dia miliki saat ini. Dia pun memeluk Sadewa erat dan kuat. Sadewa membalas erat pelukan itu dan merebahkan tubuh Aprilia di bawah tubuhnya.

__ADS_1


Paspor dan buku rekening jatuh ke lantai dari tangan Aprilia.


Sadewa dan Aprilia saling menatap dengan dalam. Sadewa terlihat berkaca, dan tangannya mengenggam rambut setengah basah tersebut, dan berkata, "Bagiku, kau adalah wanita tercantik. Mampu menjilat luka sendiri, dan menjahit sendiri, tanpa mengeluh memohon kasihan."


Aprilia ikut berkaca, dan membola bahagia, "Seriuskah kau mencintaiku— Aku hanyalah seorang yang terlihat itik di mata orang lain— Babu jelek yang kotor."


Sadewa tersenyum, "Biarkan mereka menatap seperti itu. Abaikan. Bagiku kau bagai angsa berbulu emas, dan bagai cindrella dengan sepatu kaca yang menari bersamaku."


"...."


"Pergilah sebentar untuk menjadi sosok permaisuri yang diinginkan semua orang. Namun, kau hanya kembali padaku, sebagai permaisuri yang sederhana seperti dahulu."


Aprilia menitikkan air matanya. Perih sekali akan pengakuan tersebut. Nyata terdengar menggoda dan menyejukkan hatinya. Namun, dia menangis lebih ironis kemudian, karena — rasa itu ada akibat pelet Nenek Mayang.


Sayang, kau jatuh cinta karena peletku. Bukan karena kau sungguh jatuh mencintaiku dengan dalam.


Jemari Sadewa merangkak naik, menyeka air mata Aprilia, dan wajahnya maju bersisian dengan telinga wanita itu, dan berbisik,"Aku mencintaimu. Kaulah wanita pertama yang membuatku mengerti bagaimana rupa tulang rusuk itu."


Deg! Jantung Aprilia tertohok sempurna, dan dia pun membiarkan wajah pria itu miring berada di atas wajahnya kemudian.


Napas tidak teratur dan menggebu terlihat bertukar. Sadewa menurunkan wajahnya, membiarkan bibirnya menempel—menggigit—menjilat.


Aprilia menahan tangan pria itu kemudian, kala tangan besar itu telah menyibakkan selimutnya, dan akan menarik handuk yang menggulung tubuhnya.


"Kita belum menikah!" cegah Aprilia.


Aprilia mematung terlihat kosong sesaat.


"Aku ingin meminta satu kali untuk jeda yang lama, kita tidak akan bertemu! Biarkanlah aku merindu dengan kenangan satu malam indah tentang dirimu, di saat seperti hari ini. Di saat kau masih seperti ulat yang tidak indah di mata siapapun."


Cup! Ciuman bibir Sadewa sekilas datang.


"Di saat kau kembali, kau akan menjadi kupu-kupu untukku seseorang."


Aprilia mengedipkan matanya. Dia terlihat linglung dan bingung. Namun, akhirnya kekosongan itu berganti dengan pasrah akan banyak cumbuan Sadewa yang datang dalam satu malam yang terasa sangat panjang, hingga fajar menjelang.


Memberi bonus! Anggap saja aku tidak rugi sekali! Lagipula,dia sudah menghujani aku dengan banyak uang.


Aprilia menahan napasnya. Dia telah mengenakan pakaian layak setelah satu malam bergumul dalam satu malam dengan mantan suaminya. Namun, dia ragu untuk melangkah keluar kamar. Dia pun segera membangunkan Sadewa yang masih terlelap.


"Bangun, Mas!"


Sadewa mengerjapkan matanya. Dia segera bangun dan mendongakkan kepalanya dan berkata, "Ada apa?"


"Aku harus kembali ke ruang bawah tanah. Santi akan mengetahuinya."

__ADS_1


Sadewa membasuh wajahnya dengan tangannya. Dia segera mengenakan seluruh pakaian miliknya yang berserak di lantai. Lalu, dia menatap Aprilia yang dengan tatapan sendu.


Walau dia terlihat jelek. Namun, aku masih mampu dengan jelas mengingat setiap adegan yang kami lalui. Sedangkan dengan Santi. Aku seperti amnesia, dan hanya sedang bermimpi Eros,dan kala bangun pagi. Aku hanya melihat kepolosan diriku dan dirinya.


Sadewa meraih tangan Aprilia, dan merapikan rambut merak wanita itu. Lalu, mencium kening wanita itu sekali lagi, Cup!


Aprilia merekahkan senyum palsunya,dengan tangan berbangga memegang buku paspor dan buku rekening.


Selanjutnya, aku tinggal memeras Santi dalam genggaman tanganku hari ini. Sesuai janjinya lima ember masuk rekening.


"Aku akan menunggu itik yang berubah menjadi angsa. Babu yang berubah menjadi cindrella."


"Kau jangan menggodaku!"


"Aku akan menyiapkan keberangkatau secepatnya. Pulanglah di saat kau akan melihat bagaimana Santi akan membayar dosanya atas kita."


Raut Aprilia terlihat cemas. Menyembunyikan rasa bersalahnya. Namun, diam-diam dia juga bertepuk tangan akan penderitaan panjang Santi.


"Apa yang akan kau lakukan pada Santi?"


"Sebuah ganjaran yang pantas. Karena, melukai milik Sadewa. Hanya akan mendapatkan hukuman dari neraka."


"Mas!" Aprilia terlihat sedih.


"Jangan dendam!" lanjut Aprilia memeluk Sadewa kemudian.


"Lebih baik kita iklashkan saja. Lagipula,Santi sedang mengandung!"


"Tetapi, bukan anakku!" sergah Sadewa kesal dan mengepal tinju ketat.


Aprilia hanya menyembunyikan senyum dan mengatup bibirnya rapat, enggan bekata sepatah katapun lagi.


Santi, skenariomu waktu itu begitu hebat. Lalu, bagaimana dengan skenario milikku. Jangan terkejut. Posisi kita akan berbalik. Kau lah selanjutnya akan menjadi penghuni ruang gelap.


Sadewa pun dengan perlahan kembali membopong tubuh Aprilia dalam gendongan tangannya dan ketat merangkul, mengantarkan Aprilia kembali ke dalam ruang persembunyiannya. Ruang bawah tanah yang gelap pekat dan pengap.


"Aku akan menyiapkan keberangkatanmu."


Aprilia hanya melambaikan tangan,dan tersenyum menatap punggung itu.


Terimakasih, sudah membantu metamorfosis ulat yang membusuk itu menjadi kupu-kupu yang indah.


...꧁❤Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


...Yuk komentar! setuju nggak Aprilia oplas! Jangan lupa komentar kota tujuannya yah....

__ADS_1


...Ayo dukung Aprilia jadi kupu-kupu tujuh warna — Angsa berbulu emas—Cindrella bahkan Rapunzel....


__ADS_2