Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 13


__ADS_3

Alicia terus menginjak pedal gas, dan kecepatannya sangat tinggi melintasi jalan tol. Namun, tiba-tiba dia melihat ada sekelebat bayangan hitam dengan wujud nenek tua bungkuk terlihat menyebrang jalan di tol.


Tittttt! Alicia menekan klakson mobil. Suara kalkson terdengar panjang dan nyaring. Namun, kecepatannya sudah begitu tinggi, dia pun mengubah setirnya ke kiri untuk menghindar menabrak sang nenek. Namun, sang nenek malah terlihat melompat ke bemper depan mobil Alicia.


Alicia terbelalak kaget, pandangan ke jalan terhalau. Raga Alicia tiba-tiba bergetar ketakutan, kala sang nenek terlihat menempel di kaca depan mobilnya, dia terlihat menyeringai dengan giginya yang terlihat runcing. Wajahnya tua renta, rambut putihnya tergerai panjang berantakan dan dari biji matanya keluar darah. Tepatnya sang nenek menangis darah. Kemudian,dengan cakarnya yang panjang dan runcing terlihat mengetuk-ngetuk kaca mobil, Tok-tok-tok!


Tanpa sadar Kaki Alicia yang menginjak pedal gas, tidak menyadari mobilnya telah menuju pagar pembatas flyover, dan Brakkkk! mobil Alicia menabrak pagar flyover. Setiap tiang beton menjadi patah dan hancur seketika. Di saat itu Aprilia di kejutkan dengan suara dentuman yang terjadi. Sosok nenek itu hilang. Namun, yang dia lihat hanya selanjutnya mobilnya telah terjun bebas ke tanah, dan duaarrrr! seketika menjadi ledakan besar kala bocoran cairan minyak itu menetes bocor kala kecelakaan menabrak tembok tiang itu terjadi.


Setiap orang yang menyaksikan kejadian hanya dapat terperangah, dan menyaksikan bagaimana Alicia keluar dari mobil dengan tubuh yang terbakar. Dia berguling-guling di tanah dengan api yang berkobar cepat melahap dirinya.


"Argghh, sakit ... pa-panas!" jerit Alicia, "To-tolong aku! ku- mo-hon ...," rintih dan jerit tangis pekak dan menyedihkan. Pakaiannya yang membungkus dirinya terus berkobar menyala dan terlahap dengan cepat, dan mulai terlihat kulit yang melepuh dan membakar daging. Aroma makin tercium bak daging terpangang.


Tampak banyak orang jatuh simpatik dan jatuh bingung bagaimana cara menyelamatnya. Mereka hanya berdiri menonton, bagaimana kejamnya maut menjemput wanita muda itu. Kejadian di depan mata terlihat begitu cepat, dan sampai akhirnya sebuah truk pemadam kebakaran datang.


Selang air terulur panjang, dan memyemprot raga yang terbakar api. Di saat api yang berkobar menjadi asap yang mengepul, dan memudar di udara. Setiap orang yang menonton, maju perlahan dan hanya bisa menyaksikan raga yang telah menghitam, detak jantung yang terlihat berdegup kencang satu kali panjang, dan lirikan ujung mata yang terlihat berkaca-kaca, dan detik selanjutnya terlihat rongga dada yang begitu keras mendorong setiap udara yang tersisa, dan menghembuskan napas yang panjang,dan untuk terakhir kalinya.


......................


Aprilia bersiap turun dari angkot. Dia mengenakan kemeja biru muda dan rok span hitam yang melingkar ketat pada dirinya. Untuk wajah, dia terlihat biasa saja. Namun, untuk porsi tubuh, bisa di katakan dia memiliki tubuh ramping dengan tinggi 168 cm, dan terlihat padat berisi pada dada dan bokongnya.


Beberapa pria di dalam.angkot terlihat menelan ludahnya, kala Aprilia membukukan sedikit tubuhnya turun dari angkot, dan membuat bokong terlihat menonjol lebih menggoda karena balutannya yang begitu ketat.


"Suit ... suit ...," siul seseorang dalam angkot yang terlihat genit dan berani menggoda. Namun, bersikap acuh dan tidak acuh, dia hanya membayar angkotnya dan lantas melenggang pergi masuk ke halaman perusahan kosmetik, tempat dia akan interview.

__ADS_1


PT. Global Kosmetik Indonesia, merupakan perusahaan kosmetik terbesar Indonesia dengan produknya merupakan too brand saat ini, bahkan artis-artis Indonesia pun menggunakan produk perusahaan ini, karena kekuatan make over produk yang penerapannya tahan lama dan awet hanya dalam satu kali riasan.


"Bersyukurlah, aku bisa terpilih dari banyak pelamar," syukur Aprilia sebelum memasuki lorong menuju ruang interview pada lantai 3.


Kala, Aprilia berbelok mengikuti arahan instruksi satpam untuk ruang interview. Dia die kejutkan dengan banyak pelamar yang mengantri panjang sepanjang lorong, dan dia adalah urutan terakhir.


"Apakah ini? antri sepanjang ini hanya untuk dua lowongan pekerjaan." Aprilia mengeluh dan ingin menyerah melihat antrian begitu panjang bak melihat antrian panjang pada pom bensin, saat premium begitu langka.


Aprilia memijat betisnya dia bersandar pada dinding. Karena dia telah mengantri menunggu hampir setengah hari. Akhirnya tersisa satu orang lagi yang berada di atas nomor urutnya. Seorang wanita yang terlihat cantik dan muda. Tidak lama, satu pelamar keluar dari ruangan, dan wanita di depan baris Aprilia, segera masuk.


Aprilia menatap heran akan pintu ruangan interview. Karena pelamar wanita di depannya melakukan interview terlama, daripada pelamar yang lainnya. Jika yang lain 5-10 menit. Wanita itu, satu jam pintu ruangan belum terbuka sama sekali. Ini sangat aneh.


Aprilia mengangkat kelopak matanya. Tampak wanita di meja pelayanan menyadari kegelisahan Aprilia, dia segera berdehem, "ehem!"


"Mengapa interview lebih lama yah mba?" tanya Aprilia tidak mampu membendung penasarannya.


"Biasanya karena pengalaman kerja bagus, jadi dia mungkin banyak di pertanyakan soal kemampuan dan kualifikasi," jawab wanita itu tampak memberikan pandangan matanya pada Aprilia.


Aprilia hanya sedikit menangkap jika wanita itu terlihat menyembunyikan rasa kikuk saat menjawab pertanyaaan. Sementara itu, sepasang mata Aprilia kembali menatap pintu, dan seakan sepasang matanya mampu melubangi pintu, dan dia melihat apa yang terjadi di dalam sana.


Seperti dalam sinetron. Ingin terima kerja, harus membuka pakaian agar di terima, duh!


"Mba, lebih baik pulang saja. Daripada menunggu, sepertinya perusahaan sudah mendapatkan kandidat yang cocok. Ini sudah melewati jam kantor."

__ADS_1


Aprilia mengalihkan perhatiannya dan menatap heran akan teguran wanita di meja pelayanan itu yang terlihat telah berkemas akan bersiap pulang.


"Tidak bisa begitu. Telah mengantri begitu lama, setidaknya saya di hargai. Di interview pula seharusnya. Saya akan menunggu."


Wanita meja pelayanan itu berdiri dari bangkunya. Dia telah menenteng tasnya, dan hanya mendengus ketus, "Terserah! Tunggu saja sampai pagi! Paling hanya sia-sia. Ini perusahaan besar. give something and get something too yah mba. Memberi dulu baru mendapatkan pekerjaan."


Aprilia hanya membisu, dan menghela napas jengah akan perkataan wanita yang telah melenggang pergi, meninggalkan dirinya begitu saja di lorong ayng terlihat sangat sepi melompong. Hanya dirinya yang tersisa.


Satu jam berlalu


Aprilia menelan ludah. Pintu ruangan itu belum kunjung terbuka. Aneh sekali, pikir Aprilia.


Rasa penasarannya membuat sepasang kakinya berjalan mengendap mendekati pintu. Tidak terdengar apapun. Hanya senyap.


Jika interview mengapa tidak mengeluarkan satu kata sama sekali, pikir Aprilia mulai mencurigai sesuatu yang terjadi di dalam sana. Aprilia pun meletakan daun telinga merapat ke pintu. Samar-samar Aprilia mendengar lenguhan panjang seorang wanita, di ikuti suara wanita itu menagih sesuatu, "Janji yah pak, dapat pekerjaan."


"Iya. Pasti!" Terdengar suara seorang pria menjawab. Lalu, terdengar


lenguhan seorang pria kembali.


......................


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2