
...Harta mampu membutakan mata. Tahta mampu membutakan telinga. Cinta mampu membutakan hati. Jangan mendewakan tiga hal itu....
...—Eouny Jeje—...
..."Kau akan menjadi ratu yang memikat dan hidup bergelimang harta. Hanya bersekutu denganku."...
...— Nenek Mayang—...
..."Efek sentuhan kulit, akan membuka semua rahasia besarnya."...
...— Jack Alderman—...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Pelet Janda Penggoda Episode 42...
Raut panik terlihat di wajah Aprilia. Dia terus menggelengkan kepalanya. Tidak ingin mempercayai apa yang telah dia lihat. Alicia terbakar melolong, di lahap api merah jingga.
"Dia?"
"Tidak perlu di khawatirkan. Mayang tidak sejahat Arum."
Deg! Aprilia menatap heran akan sosok wanita tua bungkuk yang terlihat ingin bersahabat dengannya. Wanita berkulit keriput itu mendekat, dan merekuh pundak Aprilia, dia berbisik, "Kau akan menjadi ratu yang memikat dan hidup bergelimang harta. Hanya bersekutu denganku."
Deg! Aprilia menjauh, menepis tangan renta itu dari pundaknya, dia menatap takut akan sosok yang terlihat ramah membius dirinya akan banyak janji-janji manis, "Aku tidak mau!" tolak Aprilia.
"Aku tidak mau bersekutu!" Aprilia terus berjalan mundur ke sisi pembatas pagar, dan dia tidak menyangka. Tiba-tiba pagar itu roboh lebih dulu jatuh ke bawah. Lalu, satu angin besar terasa mendorongnya jatuh ke kobaran api mobil Alicia.
"Tidakkkkkk!!!"— Aprilia membuka matanya— "Ternyata hanya mimpi."
Aprilia segera bangun dan duduk menlonjorkan kakinya ke bawah. Setelah dia menyeka peluh dingin pada keningnya, dia memantapkan sepasang kakinya berpijak. Dia melangkahkan kakinya akan ke dapur, dan berencana mengambil segelas air putih.
Namun, Aprilia menghentikan langkahnya di garis pintu kamar. Samar dia mengenali suara pria yang berada di dapur. Jack. Lalu, suara wanita yang terdengar manja, Puspa.
"Sayang. Nikmati makananmu. Karena semua ini buatanku."
Lalu, terdengar suara bunyi sendok yang beradu.
"Sangat enak, sayang. Kau pintar masak!" puji Jack.
Hah! Aprilia terkejut akan apa yang dia dengar. Puspa mengklaim sebagai tukang masak atas setiap makanan yang tersaji di atas meja.
"Seharusnya kau tidak perlu masak. Bukankah ada babu jelek?"
__ADS_1
"Babu jelek sedang tidur sayang. Dia pemalas. Aku menampungnya hanya karena kasihan."
"Kau wanita terbaik, sayang. Tidak ada yang seperti dirimu."
Cup! Terdengar suara kecupan. Deg! Jantung Aprilia bagai di siram air panas. Melepuh sakit hati atas kecupan yang mendarat ke wanita lain, bukan untuknya. Tangan Aprilia mengepalkan amarah, dan hatinya menghujat, Dasar wanita serakah. Bermain dengan pria, tanpa niat berbagi. Cih!
Aprilia akan berbalik masuk kamar. Namun,menghentikan langkahnya lagi, kala dia mendengar obrolan pasangan itu di dapur.
"Aku dengar kau akan mengambil sebagian perusahaan Dandy? Apa itu benar?"
Jack mengangguk,dan kemudian terdengar meletakkan sendok garpu di atas piringnya.
"Apakah jabatanmu disana?" Puspa menjadi sangat penasaran,dan sepasang matanya terlihat melompat bangga mendapatkan dua ikan paus dalam satu kail. Dandy dan Jack.
"Secara struktur adalah wakil direktur. Dandy tetap pemegang mutlaknya."
"Mengapa bisa demikian?"
"Apa kau tidak mengetahuinya?"
Puspa mengangkat alisnya, dan menggeleng kemudian.
"Alicia dan aku adalah saudara tiri berbeda ibu. Dia lahir dari wanita madu ayahku. Sedangkan, aku adalah dari wanita sah ayahku. Pernikahan Alicia dan Dandy adalah bisnis keluarga! Keluarga Alderman hanya ingin meraup setengah kekayaan Dandy, dengan menikahkan anak haram itu."
Jack terkekeh, mendekatkan bibirnya pada telinga Puspa, dan membisikinya, "Kau tidak mengetahui segalanya, karena kita belum sedekat ini. Tepatnya, seperti hari ini."
Puspa mendorong dada pria itu sebentar, dan dia berpura-pura tersipu malu kemudian,dan menunduk malu, "Karena dulu kita tidak saling menyentuh."
"Efek sentuhan kulit, akan membuka semua rahasia besarnya," goda Jack.
Puspa. mencibir tersebut, "Tetapi,Dandy tidak seperti itu."
"Karena hatinya tidak padamu. Oleh itu, dia tidak akan pernah bercerita apapun, apalagi menceritakan saldo miliknya."
"Apakah kau tidak menceritakan saldo mu padaku?"
Jack terbahak. Dia mengangkat garpu dan memutar mir, menelannya sebentar, dan selsai mengunyah, dia pun menjawab, "Istriku bahkan tidak mengetahui saldo milikku."— Jack menatap Puspa lekat— "Kau belum saatnya tahu."
"Mengapa?"
Jack tersenyum genit, dan mencubit dagu Puspa, "Apakah kau tidak tahu? Rahasia pria. Bukankah kau sering bergaul dengan pria."
Puspa menggelengkan kepala. Keningnya berkerut penasaran.
__ADS_1
"Jika saldo pria itu bukan atas nama wanitanya. Itu artinya pria itu tidak mencintai wanitanya. Kekuatan pria itu hanya ada pada dua hal, wanita atau uang. Jika uang yang di pegang, maka dia bisa membeli banyak wanita. Tetapi, jika uangnya pada wanita, itu artinya ...."
"Dia mencintai wanita itu," lanjut Puspa.
"Benar sekali! Begitulah cara pria memperlakukan wanita. Pria itu kesetiaannya di ukur dengan uang."
Puspa terbahak, dan memutar bola matanya sebentar, seakan menggoda pria di sisinya, "Jika begitu, kapan kau mentransfer semua uangmu padaku?"
Giliran Jack terbahak keras, "Tunggu cintaku bisa mengalahkan kuasa uang yang aku miliki. Apakah kau mampu?"
Puspa menggerlingkan matanya, "Suara hari itu akan terjadi. Pria nakal sepertimu akan jatuh menyerahkan seluruh padaku."
"Menunggu waktu yang bicara, karena santet terkuatpun sulit mengalahkan dewa uang dalam hati manusia."
Dewa uang!
Puspa terkekeh,dan cup! terdengar lagi oleh Aprilia. Bibir merah muda Puspa tanpa polesan lipstik itu, mendarat sekilas pada bibir Jack, di benak Aprilia.
Cemburu! Aprilia terbakar cemburu segera. Mengapa kita tidak pernah sedekat ini, Jack!
Aprilia mencengkram kain dasternya, dan merasa sangat kesal dalam hatinya. Seakan Puspa telah merebut suaminya. Aprilia segera kembali ke kamarnya, dia meraup bantal dan membenamkan tangisnya pada bantal.
Aprilia mulai memukul bantalnya yang berada di atas pangkuan kakinya, dia membayangkan bagaimana setiap tangannya telah memukul membabi buta pada Puspa.
"Dasar wanita tukang serong. Menggoda dan mengambil milik orang lain!"
Aprilia menangis dan tanpa dia sadar sosok kasat mata ikut duduk di sisinya,dan berbisik, "Gunakan aku untuk memikat. Aku akan dengan senang hati membantumu."
Namun,setiap kata Nenek Mayang tidak terdengar. Aprilia belum bisa mendengar suara Nenek Mayang secara langsung. Aprilia hanya merasakan, seakan ada sapuan angin yang lembut membisiki telinganya. Aprilia menggosok telinganya, dan beranjak bangun menatap dirinya pada pantulan cermin. Dia melihat pada perutnya yang mulai sedikit menonjol.
"Jack ,ini anakmu. Aku akan memberikan Nana dan isterimu, kejutan sangat besar." Aprilia tersenyum pada dirinya yang terpantul di cermin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ...
Hallo bagi penyuka time travel novel atau rebirth mampir ke karya Eouny Jeje yah. Judulnya A Bastard Prince.
Klik profil, ikuti dan favoritkan ceritanya yah.
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .
__ADS_1
Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo