
...Cinta ibarat jual beli. Adakah seseorang yang akan menghargaimu seperti bersedia menghabiskan seluruh uang dalam sakunya. Jika ada, dia mencintaimu melebihi hartanya sendiri....
..._Eouny Jeje_...
...Jika itu ada. Kau disebut wanita yang sangat beharga. Lalu, pria itu di sebut pria dengan kekayaan cinta yang tidak akan terukur....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terlihat hidangan tambahan lainnya. Oseng kangkung dan irisan wortel rebus.
Aprilia membola menatap makanan tampak lezat. Hidangan laut yang menggugah lidahnya untuk bergoyang menjilat bibirnya.
"Ada Mr. Crab, Squidward, Sandy! Minus Patrick dan Spongebob," komentar Aprilia.
"Karena Patrick dan Spongebob susah di dapatkan nelayan,"timpal Jack.
"Mr. Crab dan Squidward adalah teman sejati. Mr. Crab sangat perhitungan dan tamak, satu rupiahpun akan di hitungnya. Squidward menurutku dia adalah sosok gurita yang mudah putus asa dan suka merendahkan Spongebob dan Patrick. Tidak ada keberuntungan dalam hidup mereka."
"Mereka berdua adalah bumbu kartun yang paling di sukai."
Aprilia mengangkat kangkung dalam putaran garpu,mencicipinya,"Cukup baik, untuk makanan pinggir pantai."
Jack mengangkat sepasang alisnya, dan menyodorkam piring kepiting. Sekilas sepasang netranya menyembunyikan kejutan untuk Aprilia.
Aprilia mengambil penjepit kepting, menyodorkan pada Jack, "Hancurkan Mr. Crab untukku! Tanganku terlalu malas hanya untuk beradu dengan cakang kepiting. Itu urusan pria."
Jack terbahak kecil, dan berkomentar, "Jika kau berhasil menghasilkan cangkang kepiting. Mungkin, ada hadiah yang tersembunyi dalam cangkang."
Aprilia menyipitkan matanya, "Apa kau ingin mengumpamakan ada udang di balik batu. Ada cincin dalam cangkang."
Jack menahan diri. Mengenakan ekspresi wajah sedatar mungkin,"Berusaha saja."
Aprilia penasaran. Memilah kepiting yang terlihat memiliki celah lubang yang telah di buat. Dia pun terlihat mencurigai ada sesuatu dalam cangkang.
Krek! Krek! Krek!
Penjepit menghancurkan cangkang kepiting. Lalu, jemari lentik mengangkat pecahan cangkang, menyingkirkannya. Lalu, sepasang matanya melihat batu yang berkilau.
Aprilia mengambil benda tersebut. Sebuah cincin dengan ukiran bintang dan bulan menghias ganggang yang melingkar.
"Romantis sekali," puji Aprilia. Lalu, dia menyematkan kepada jari manisnya dan dia mengangkat telapak tangannya membelakangi bulan.
"Apakah kau sangat penyuka bulan dan bintang?" tanya Aprilia seraya berdecak kagum atas biji berlian merah yang tertanam dalam lingkaran cincin.
"Karena ...."
"Biarkan aku yang menjawab." — Aprilia berpaling dan menatap sosok pria yang terlihat menyembunyikan kegirangannya— "Karena, bulan dan bintang jam kumpulnya selalu bersama."
Jack mengangkat satu alisnya, dan dia sedikit mengoreksi, "Tepatnya karena bulan dan bintang, tidak pernah bertentangan."
__ADS_1
Yah, tidak berlaku untuk yang terlihat DBS, alias di bawah standart Mr. Jack. Tidak akan bertentangan jika pesona bagai Mahadewi, seperti diriku saat ini. Jika, diriku hanya manusia planet bumi dengan raga babu jelek, mungkin kau akan sebut diriku, bagai pungguk merindukan bulan.
"Kau bisa mencoba cumi-cumi."
Aprilia menggelengkan kepala, "Dari kecil aku tidak suka cumi-cumi alias hewan gurita itu. Jika aku sedang menonton Spongebob. Aku akan mematikan telivisi, jika Squidward muncul dengan wajah munafiknya."
Jack hanya terkekeh, dan mengangkat kembali sendok nasi dalam mulutnya. Aprilia menyusul mengikuti pria itu. Mereka pun menghabiskan hidangan makan malam.
Setelah selesai makan. Jack membawa Aprilia berpindah pada haluan perahu. Jack terlihat menurunkan kakinya berselonjor menyentuh air laut.
Aprilia mengerutkan keningnya, dia duduk menyilangkan kakinya, membiarkan kaki mulusnya terpampang lebih jelas. Sepenuhnya, dia sengaja memamerkannya pada pria hidung belang itu.
"Kau tidak takut, kakimu di gigit hiu?"
"Tidak! Aku hanya takut di culik putri duyung yang menurut legenda, kecantikannya seperti pesinitron Arumi Bachsin," Jawab Jack.
"Arumi?"
"Ya, konon ada seorang wanita patah hati yang menenggelamkan dirinya di lautan ini, dan menjelma menjadi putri duyung. Lalu, dia akan sekali-kali muncul hanya ingin mencari seorang pria untuk menjadi teman pendampingnya di dalam lautan."
Aprilia menggosok tubuhnya. Bergindik takut sekaligus ngeri.
"Ceritanya sangat seram."
Jack melirik. Mengangkat kakinya naik ke haluan. Duduk bersisian dengan Aprilia, dan berbisik, "Selamat ulang tahun," ujar Jack.
"Terimakasih. Ulangtahunku, bahkan aku telah melupakannya." Aprilia menunduk kikuk, dengan pipi yang membakar panas merona. Untung saja, cahaya bulan yang menerangi. Jadi kegugupan dalam dadanya, tidak terlalu nampak.
Jack tersipu. Untuk pertama kalinya, dia seakan merasakan cinta pertama telah hinggap sekali lagi. Dia menatap seksama Aprilia. Lalu, tangan lebarnya meraih dagu wanita berwajah tirus panjang dengan rambut ikal panjang bergelombang yang bergerak tertiup angin.
"Konon, putri duyung Arumi terkenal karena kecantikan tiada taranya. Aku rasa, Arumi telah kalah pesona dengan milikmu, Lea."
"Apakah itu dari hati yang sangat dalam?"
Jack menganggukkan kepala dan memberanikan diri, mendekatkan bibirnya bersisian dengan telinga Aprilia, "Ketahuilah, kau mampu membuat malamku tidak nyenyak setiap malamnya."
"Jangan menyebutkan hal seperti itu. Aku bukan hantu."
Jack terkekeh. Lalu, mengangkat dagu wanita itu mendekat pada payung wajahnya.
Deg! Jantung Aprilia melonjak melambat dan sepasang pupil matanya membola seakan bersiap keluar dari rumahnya.
Jack berhenti. Dia merasakan kegugupan Aprilia. Dia menatap detail kelopak mata Aprilia yang terlihat berkedut. Lalu, bulu mata yang terlihat bergerak-gerak gelisah.
"Kau gugup? Ini bukan yang pertama, bukan?" tebak Jack.
Ini bukan ciuman pertama, jangan segugup ini, desis Aprilia pada dirinya sendiri.
Aprilia segera menggelengkan kepalanya. Lalu, kepala itu kembali kaku dalam tangkapan tangan pria itu.
__ADS_1
Memejamkan mata.
Aprilia mengusir kegugupannya dengan memejamkan matanya. Membiarkan sosok yang memayungi wajahnya, bergerak mendekat, dan mencium bibirnya perlahan di bawah bulan yang terlihat menjadi saksi bisu.
Ciuman itu terus berlanjut. Menjadi lebih bergairah. Dengan banyak udara yang bertukar, air liur yang tercipta dan terecap kembali. Bahkan, bulanpun segera bersembunyi di balik awan. Malu untuk menyaksikan bagaimana rakusnya pria bernama Jack itu terhadap bibir Aprilia. Seakan dia menikmati daging merah muda yang tidak akan pernah ada habisnya.
"Ups!" tahan Aprilia. Merentangkan tangan, membuat jarak antara dirnya dan Jack. Lalu, memberi kesempatan untuk dua insan tersebut mengambil udara sekitarnya.
Jack terhimpit dalam pesona bibir ranum yang terlihat lebih merah dan bengkak, dan dia segera berbisik kembali dan berkata, "Kau sangat manis."
"Apakah aku gula?"
"Lebih dari itu."
"Aku tidak mempercayaimu."
Aprilia berdiri. Dia masih terlihat malu-malu. Dia segera menyembunyikan perasaannya. Dia berjalan hati-hati, turun dari haluan, dan duduk dalam badan perahu.
Jack menjilat bibirnya sendiri. Seakan ada lem gula dalam bibirnya. Gula di permukaan bibirnya seakan tidak akan pernah habis. Dia terus mengecap rasa yang tertinggal. Hingga, dia cukup puas dengan dirinya. Dia segera turun dari haluan. Mendekati Aprilia kembali. Duduk bersisian dengan wanita itu. Kali ini, dia cukup berani dengan merangkulkan tangannya pada pundak Aprilia, dan bersikap acuh dan tidak acuh kemudian.
Pria itu hanya menjulurkan kepalanya sedikit menjauh untuk berkata pada pengemudi perahu, "Ke pinggir pantai, pak."
Perlahan Perahu bergerak kembali ke pantai. Sementara itu, Jack terus merangkul seakan memberikan pelukan pada seorang wanita yang sedang kedinginan.
"Angin laut akan membuatmu sakit. Masuklah ke dalam pelukanku lebih dalam," ujar Jack.
Aprilia tersipu malu dan enggan. Namun, membiarkan raganya terbelenggu masuk dalam lingkaran kehangatan pria itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author : Cie di gombalin Jack
Aprilia : hmmm
Author : hati2 terjebak pesona raja Harem
Aprilia : Nasibku di tangan Author
Author : Tergantung mood yah 💅 Ih kena makan buaya Lo.... Matrein gih sana
Aprilia : yah ni mau beli baju sebutik. beli baju selapak shoppe. Bikinin gitu yah Thor?
Author : Okey 🥱
...
Arumi Bachsin 🥰...
__ADS_1