
Rambut yang tergerai panjang, bersama organ tubuhnya seperti jantung, hati, usus dan ginjal yang menjuntai keluar. Satu sosok kepala masuk dari pintu belakang. Kepala itu terbang dengan wajah seputih kertas, sekitarnya bibirnya terlihat jejak cairan merah yang berlepotan. Dia baru saja akan bersiap menyedot darah yang manis dari sosok ibu yang mengalami pendarahan karena melahirkan. Namun, dia buru-buru ketahuan orang lain. Diapun segera lari pulang, dan kembali.
Kepala dengan seluruh organ yang menjuntai itu berhenti di depan pintu. Tatapan tajam merasakan ada seseorang yang berada di dalam kamarnya.
Aku harus hati-hati. Tubuhku di dalam. Ade dengan sepasang matanya mengirim sihir, dan pintu terdorong terbuka lebar.
Kepala dengan rambut panjang bergelombang yang tergerai menjuntai panjang itu terbang melayang masuk ke dalam kamar. Dia terperangah sebentar, sosok tubuhnya bukan berada di balik pintu. Kini, sedang berbaring di ranjang, dengan selimut yang menutupi hingga dadanya.
Kerjaan sapa ini? Ade menjadi cemas, takut sekaligus murka. Takut, wujud dan rahasia besarnya telah ketahuan. Dia ingin menyatu dengan tubuhnya. Namun, tubuhnya terlentang berbaring di atas kasur. Bagaimana dia bisa menyatu?
Ade berkilat marah. Apakah ini kerjaan Aprilia?
Kepala dengan menjuntai dengan organ itu keluar itu segera melayang cepat ke kamar Aprilia.
Brak! Pintu terbuka lebar. Mengejutkan Aprilia yang baru saja akan berbaring. Dia telah bangun dari pingsannya, dan baru saja membaringkan tubuh Ade di atas ranjang. Dia pikir pakaian Ade terlalu tipis, jadi agar tidak kedinginan, diapun berinisiatif menyelimutinya. Kini, dia di kejutkan dengan kehadiran sosok kepala terbang dengan usus yang menjuntai panjang mengerikan. Aprilia duduk di sisi ranjang ketakutan. Dia segera memeluk Dimas. Namun, sepasang mata Dimas bak mendadak seperti orang buta. Dia terbangun dari tidurnya. Namun, segala sesuatu terlihat sangat gelap.
"Ibu, kenapa sangat gelap?"
Aprilia terkejut, dan dia menatap kepala Ade, terbang melayang di udara bersama jantung, hati, usus dan ginjal Lidahnya kelu tak bisa berkata satu katapun, dan tiba-tiba Dimas terkulai lemas.
"Dimas!" jerit Aprilia kala kuncian mulutnya terbuka. Dia merasakan napas anaknya seperti orang telah tertidur kembali. Dia mendongak pad kepala yang melayang tinggi di udara.
"Mbak Ade."
__ADS_1
Kembalikan tubuhku berdiri seperti semula. Teriak secara internal mengenai pikiran Aprilia.
Aprilia mengangguk mengerti. Dia segera berlari ke kamar Puspa. Di ikuti kepala Ade yang melayang lemas.
Aprilia segera mendirikan tubuh Ade. Berdiri tegak bersandar di dinding. Kepala Ade terlihat lega, dan segera menyatu dengan tubuhnya.
Bak sihir yang melegenda dan mitos yang sering di dengar. Aprilia hanya bisa menahan napas melihat keajaiban di matanya. Tubuh kaku dan dingin itu kembali mampu bergerak, tidak seperti sebelumnya, dia hanya bisa merasakan tubuh itu kaku seperti mayat. Kini, sosok Ade itu terlihat hidup seperti manusia biasa.
"Ada apa menatapku seperti itu?" ketus Ade.
Aprilia duduk di sisi ranjang dengan raga yang tetap bergetar. Tubuhnya dingin ketakutan. Dia masih terperangah akan sosok cantik di depannya. Namun,sosok itu bukan manusia. Dia jelmaan, dan itu nyata.
"Mengapa kau membaringkan tubuhku di atas kasur? Kau ingin membunuhku?" Ade bergerak dengan tangan yang ingin mencekik Aprilia.
Aprilia menggelengkan kepalanya. "Aku pikir tubuhmu bisa lelah terus berdiri. Jadi, aku menidurkan dirimu, dan aku memberikan selimut, agar kau tidak kedinginan."
"Aku mencium sesuatu dari perutmu. Sayangnya, dia terlalu mungil. Sangat mungil." Ade bergerak duduk berlutut, dan hidungnya bergerak mengendus perut Aprilia, tangannya meraba lembut perut rata itu.
"Tetapi, tenang saja. Aku masih memiliki hati. Kau tidak berniat membunuhku. Maka, aku tidak akan membunuhmu dan janinmu yang mungil."
Deg! Jantung Aprilia tercongkel keluar. Biji matanya seakan melompat jauh ke banyak kenangan hubungan intim yang terjadi padanya.
Aprilia mengangkat alisnya tinggi. Dia tidak mengerti makna setiap kata Ade. Namun, kata janin membuat dia bangun sadar akan satu hal. Hubungan antar kulit yang saling menempel dan bersentuhan dalam cinta satu malam. Lalu, dia tiba-tiba teringat akan sesuatu, Jack tidak mengenakan ******. Apakah?
__ADS_1
Aprilia sedikit melompat bahagia. Berharap ini adalah cara Tuhan membuat dirinya bisa bersama pria itu. Dia ingin ikatan. Setiap malam pria itu bak hantu yang terus masuk ke dalam mimpinya setiap malam. Aprilia telah merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya. Bahkan cinta keduanya ini mampu menyingkirkan cinta kandas rumah tangganya dengan Gusti.
Aprilia lupa akan rasa ketakutannya. Dia segera berdiri, dan tanpa sadar telah mendorong Ade yang berlutut bergeser hampir jatuh miring ke lantai. Ade cemberut.
Aprilia berjalan ke dinding. Dia menatap kalender di sana, dan melihat tanggal hari ini.
Seharusnya dua hari yang lalu aku telah datang bulan, gelisah Aprilia dalam hatinya.
Aprilia pun sibuk menghitung dengan jari-jarinya teringat akan malam bersama Jack. Empat hari yang lalu.
Hari itu tidak masuk masa subur. Aprilia menggigit ujung bibirnya. Dia gelisah mendadak, dia teringat akan sosok pria yang selama ini dia rahasiakan dari siapapun. Pria yang kerap kali mampir sebulan sekali untuk singgah satu malam. Pria paruh baya yang selalu menuntut kenikmatan, agar harga sewa rumah itu tidak di pungut. Pria itu adalah Tuan sang pemilik kontrakan tempat dia tinggal, Sadewa Ningrat.
Apakah aku hamil anak Bapak Kost?Tidak! Aprilia menolak percaya.
Tubuh Aprilia bergetar, dia merosot ke lantai. Selama tiga bulan terakhir, Sadewa telah berlabuh ke janda yang lain. Sehingga selama tiga bulan terakhir, Aprilia kehilangan kemampuan membayar rumah kontrakan. Sehingga, istri Sadewa mengusirnya. Sadewa pun bersikap tidak peduli padanya. Walau dua minggu yang lalu, Aprilia membujuk meminta uang dengan memberikan tubuhnya. Sayangnya, pria itu hanya mengambil kenikmatan, tanpa membayarnya.
Pak Sadewa! Ini anak pria yang istrinya mengusirku dari rumah! Aprilia bangun berdiri. Kakinya gontai berjalan kembali ke kamarnya meninggalkan Ade yang merasa kasihan dan sedih melihat punggung Aprilia yang terlihat membawa satu tas berisi batu masalah.
Blam! Ade menutup pintu dengan gerakan matanya saja. Dia berbaring di atas tempat tidur. Dia bersiap akan beristirahat. Namun, dia merasakan lemari di sisi ranjangnya bergetar kuat. Sepasang mata Ade bersiaga. Dia bisa merasakan kehadiran iblis ada dalam laci lemari terbawah. Dia turun dan memeriksa kekuatan tak kasat mata milik siapakah ini? Kekuatannya sangat besar.
Ade menarik laci terbawah. Lemari berhenti bergetar. Kini, yang terlihat sebuah boneka jerami terlihat bergetar kuat. Ade meraih boneka jerami tersebut. Boneka itupun berhenti bergetar.
......................
__ADS_1
Bersambung ....
Jika cerita ini menarik. Jangan lupa Gunakan Vote untuk dukungannya yah 🙏 coment dan like juga. Terimakasih.