Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 124


__ADS_3

...Seseorang yang paling kejam adalah seseorang yang mampu menyakiti dirinya sendiri....


..._Eouny Jeje_...


...Kebaikan itu hanya di saat kita dalam keadaan baik. Di saat kita dalam keadaan buruk, setiap orang akan terlihat monster....


..._Aprilia_...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aprilia terpejam selama delapan jam. Dia membiarkan dirinya tidur lebih lama. Dia telah kehilangan fungsi telinganya. Terakhir, telinganya hanya berfungsi mendengar lagu yang membisikinya dengan lirik Nyai Ronggeng.


Nyai ronggeng


Memang asyik


Asyik goyangannya


Sinden beken


Jaipongan


Tumpak-timpak, timplung


Nyai ronggeng


Mempesona, indah dipandangnya


Sinden beken


Lemah gemulai, oh, gerakannya


Suara merdu basah Nenek Mayang adalah penutup di saat malam itu. Setelah bernyanyi, Nenek Mayang meminta sesuatu, "Aku lapar!"


Aprilia bergindik ketika tiba-tiba ujung lidah Nenek Mayang menyentuh daun telinganya. Daun telinga Aprilia berdiri tegak dan mengeras.


"Jika kau memberikan telingamu. Kelak, dengan mudah kau mampu menebak isi hati orang yang menatap matamu!"


"Eoma, apa yang terjadi jika aku memberikan telingaku?"


"Hanya satu minggu kehilangan daun telinga. Menjadi tuli. Setelah itu kau mampu mendengarkan suara hati setiap orang yang menatap matamu!"


Aprilia menutup sepasang telinganya dengan tangannya, "Apakah telinga ini akan berbahaya ?"


Nenek Mayang menggelengkan kepala, "Jika lidah berucap. Kau perlu tumbal. Oleh itu, jangan gunakan lidahmu sembarangan."


Nenek Mayang kemudian mencubit salah satu  ujung telinga Aprlia dan berkata, "Aku memakan telinga sekali. Namun, fungsinya permanen. Garansi seumur hidup. Kau mampu mendengar suara hati siapa saja yang berniat menjahatimu atau yang berani menatap matamu."


"Apakah hanya satu minggu sakit?"


Nenek Mayang berkaca senang,dan menganggukkan kepala dengan antusias, "Aku lapar! Aku mohon!" rengek Nenek Mayang.

__ADS_1


Aprilia menurunkan telinganya, memejamkan matanya, dan bibirnya mengijinkannya, "Makanlah, Eoma!"


Sepasang mata Nenek Mayang terbuka lebar dan giginya pun segera menancap pada salah satu daun telinga Aprlia.


"Arggg!" jerit Aprilia dengan suara rendah,dia harus menahan sakit akan setiap taring yang melubangi dan mencabik daging tipis tersebut.


Kres! Kress!


Aprilia meremas kain sprei dan salah satu tangan mencengkram kuat bahu Nenek Mayang. Setiap sakit dan perih yang tidak tertahan. Aprilia akan meremas pundak renta itu. Namun, dia tidak perduli akan setiap jeritan dan rengekkan Aprilia. Dia menyukai daun telinga yang terasa manis di dalam maulutnya. Bahkan cairan merah itu telah mengisi penuh setiap mulut Nenek Mayang.


Setelah dua daun telinga itu terkunyah habis. Aprilia hanya terlelap dalam rasa sakitnya kemudian dan jatuh dalam mimpi ke manis. Entah mengapa, dalam mimpi pun dia hanya terpantri pada sosok yang sama dari dulu. Jack. Pria itu yang selalu menyelusup ke dalam celah-celah ruang pikirannya.


"Babu jelek!" Aprilia bangun terkejut kala pria itu datang mengejeknya. Aprilia mengadakan wajah barunya pada sosok pria itu. Pria itu termanggu dan tercekat dalam kebingungannya.


"Mengapa kau begitu cantik sekarang?"


Aprilia hanya tersenyum satu garis pendek dan itu hanya sebatas kulit. Jelas, raut wajahnya menunjukkan dia tidak menyukai julukan babu jelek.


"Maaf," ucap Jack menaikkan kakinya ke sisi ranjang yang sama dengan Aprilia, "Aku pikir kau adalah wanita itu!"


Aprilia menahan rasa gondoknya. Lalu, bangkit berdiri menggenggam rahang pria itu, "Jika aku adalah dia. Apakah kau akan membenciku?"


Jack terpaku. Seakan mendapatkan soal matematika tersulit di depannya.


"Aku tidak bisa menjawab," ujar Jack menyerah.


"Aku ganti pertanyaannya."


"Apa yang membuatmu menyukaiku? Dan apa yang akan membuatmu bertahan?"


"Tentu kau cantik."


"Kecantikan itu akan hilang. Hubungan tidak akan bertahan karena pasanganmu cantik."


Jack menganggukkan kepala,dia berpikir sesaat.


"Kau sangat baik."


"Kebaikan itu hanya di saat kita dalam keadaan baik. Di saat kita dalam keadaan buruk, setiap orang akan terlihat monster. Hubungan tidak akan bertahan karena kebaikan."


Jack menjulingkan matanya. Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun, sangat sulit menemukan jawaban yang tepat.


"Apakah karena setia? Hubungan bisa bertahan?" tanya Jack kemudian.


Lalu, pria itu menghela napas dan berkata kembali, "Namun, aku bukanlah pria yang setia."


Aprilia melepas tangannya, dia memegang jantungnya sendiri, seakan mengoreksi dirinya sendiri, "Aku juga bukan wanita setia."


"Jadi?"


"Jika kita berjalan. Cepat atau lambat akan berpisah. Jika bertahan pun, salah satu hanya akan berjalan tanpa alas kaki. Sepanjang jalan, telapak kaki itu akan terus terluka."

__ADS_1


Jack meremas rambutnya, dan berkata, "Jangan membuatku pusing! Yang aku tahu hubungan adalah suatu kenyamanan. Jika, kita tidak nyaman, tinggalkan."


"Anggap saja seperti itu."


Setelah setiap kata yang bertukar. Jack melabuhkan cintanya dengan cepat pada Aprilia dalam satu malam yang terasa manis bagi dua insan yang berjumpa dalam mimpi tersebut. Lalu, di dalam ruang pikiran itu, waktu terus bergerak cepat. Hingga berhenti pada waktu di saat Aprilia sedang mengandung.


Seakan masih, terjebak dalam dimensi pikiran. Aprilia terlihat merintih dan meringis mendorong keluar janin dalam perutnya.


"Tarik napas, dan keluarkan ...," pinta seorang bidan yang wajahnya terlihat seperti Nenek Mayang.


"Eoma, jangan makan bayiku! Ku mohon!" rengek Aprlia memohon di antara setiap perjuangan mengeluarkan sosok kecil yang telah dia kandung selama sembilan bulan.


Wanita berpakaian putih layak bidan tersebut, menyeka peluh keringat Aprilia, dan berkata padanya, "Tenang, anak gadisku. Eoma hanya membantu. Bukan memakan."


Nenek Mayang memutar tubuhnya berjongkok mengintip dari celah lubang kewanitaan Aprlia, rambut tipis itu terlihat dengan kepala yang terlihat tampak maju mundur menerobos keluar.


"Aku siap membantu cucuku keluar."


Nenek Mayang dengan lidah yang terlihat mengelap setiap bibir coklatnya, meletakkan tangannya di antara kaki yang mengangkang. Lalu, kedua tangan itu meraih dan menarik keluar sosok kecil tersebut dari perumahannya.


"Owekkkkk! Owekkk!" jerit sosok kecil itu terdengar dalam pangkuan tangan Nenek Mayang.


"Eoma, jangan memakannya," mohon Aprilia dengan setiap tenaga tersisa.


"Eoma, tidak makan. Eoma, sayang cucu!" Nenek Mayang terlihat menyeka bersih setiap cairan merah dengan lidahnya. Lalu, membersihkan setiap jengkal kulit merah itu dengan kain basah yang hangat. Setelah, mengoleskan minyak telon. Nenek Mayang membungkus bayi tersebut dengan kain bedong.


"Owekkk!" Jeritan itu mengejutkan seorang pria yang tengah tertidur. Pria itu segera terjaga, dan memposisikan tubuhnya melompat berdiri dengan girang. Aprilia telah melahirkan putera untuknya.


Brak!


Pintu terbuka lebar. Tampak pria itu bersemangat masuk dan mengedarkan matanya mencari sosok kecil yang telah lama dia tunggu.


"Pipi Jack, ini puteranya telah lahir dengan berat 3.6 kg panjang 55 cm," ujar Nenek Mayang memberi informasi.


"Bayiku Sakha," ujar Jack tersenyum lebar. Dia dan Aprilia telah sepakat, memberi nama puteranya sebagai Sakha.


Nenek Mayang menyodorkan anak yang terbungkus kain bedong itu pada Jack. Jack segera mengambil dalam gendongannya. Dia terlihat menyipitkan matanya terhadap warna kulit yang berbeda darinya maupun Aprilia.


"Mengapa anakku kulitnya hitam?" tanya Jack Heran.


"Habis berjemur di sawah," jawab Nenek Mayang asal.


Jack menatap Aprilia, dan mengutarakan hatinya, "Bukankah warna kulit adalah genetik dari orangtuanya. Mengapa tidak turun pada anak kita?"


Aprilia terlihat gagap jawab dan memilih terbangun dari ruang mimpinya kemudian. Dia duduk menatap warna kulitnya yang terlihat putih pucat bak salju. Dia menghela napas kemudian, "Semoga saja kelak, anakku mengambil genetik Jack. Jangan diriku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🏃‍♀️ Jack kaget lihat anaknya beda warna kulitnya? Aprilia kan infus whitening 😂 ngelantur cerita Author, karena author lagi bete. akan cepat di rampungkan besok ke inti cerita. Aprilia tangkap hati bang Jack. Biar cepat tamat yah. Ada yang mau usul cerita selanjutnya?


Andai Author masuk dalam novel ini. Jack nggak setia gitu, dah author tinggal. Author tu type setia saja sudah cukup, sekalian kata Jupe cari hatinya rusak, biar tau rasanya sakit 🤪 jadi saling menjaga. Jangan pernah ngaku setia, jika mudah berpindah hati dan nggak konsisten. Apalagi target A, eh malah jadi B. ada yang gitu? banyak.

__ADS_1


__ADS_2