
...Cinta itu manis. Tetapi, kadang kita perlu yang pahit, untuk menyeimbangi rasa....
..._Eouny Jeje_...
...Pembalasanku itu sempurna. Menabur gula manis pada makananmu. Kau menyukainya. Melahapnya dengan rakus. Namun, kau diabetes selanjutnya. Karena, overdosis Sweet...
..._Aprilia_...
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda 94༆❤꧂...
Boneka mata jerami terlihat berkedip. Aprilia ikut tersenyum isyarat itu. Dia pun meletakkan boneka tersebut di atas meja kayu, dan dia menarik nampan sarapan pagi. Dari tadi dia belum menyentuhnya. Uap panas makanan itu telah lama hilang.
Aprilia menatap piringnya. Hanya bubur putih dengan sedikit potongan wortel bercampur dalam buburnya.
"Suatu hari,cepat atau lambat. Santi akan meringkuk di ruangan ini. Aku hanya berpura-pura betah dan nyaman. Agar wanita berlemak banyak itu, mengurangi kewaspadaannya."
Aprilia mengangkat satu alisnya. Dia teringat kembali lagi pada taktik yang di ucapkan Nenek Mayang semalam padanya.
Seorang iblis harus merendahkan diri, hanya untuk mengurangi kewaspadaan musuhnya. Di Saat dia menganggapmu bodoh, di saat itulah kau harus membunuhnya. Pelan tetapi pasti mati menyakitkan.
Aprilia mengangkat sendok. Bubur itu terasa sangat dingin dan asin. Aprilia meludah seketika akan rasa asin yang mendominasi tajam. Dia segela mengambil segelas air putih, untuk mengenyahkan rasa asin yang mendominasi ruang mulutnya.
"Kau ingin membuatku hipertensi dengan menabur garam. Rasanya asin. Namun, membuatku tidak ingin menyentuhnya lagi."
Aprilia meletakkan sendoknya. Dia membayangkan bagaimana Santi akan menghadapi pembalasannya.
"Pembalasanku itu sempurna. Menabur gula manis pada makananmu. Kau menyukainya. Melahapnya dengan rakus. Namun, kau diabetes selanjutnya. Karena, overdosis Sweet!"
Aprilia mengetuk meja. Dia tersenyum akan rencana yang di bisiki Nenek Mayang semalam untuknya. Ternyata ibu angkatnya itu sangat pandai menyusun rencana yang manis namun mematikan.
Banyak gula kau tabur. Makin dia tidak menyadari betapa bengisnya dirimu. Jika kau adalah sang silent killer yang mampu membunuh Santi perlahan, karena overdosis sweet! Setelah itu, dia hanya akan bergantung hidup padamu. Baginya seorang Aprilia adalah obat insulin yang membuat dirinya tetap harus hidup. Kau membuat dirinya bergantung, dan mati jika dia melepasmu.
Aprilia tersenyum akan bisikan yang kembali terngiang di telinganya, dan dia membayangkan wajah Santi yang akan menjadi candu insulin.
"Kau berani memberi garam di atas luka. Aku berani memberi gula dalam darahmu yang mendidih kelak."
Aprilia bangkit bangun, dan berjalan masuk ke dalam lorong yang gelap. Menuju kamar miliknya. Kamar kecil yang hanya disediakan sebuah kasur tipis dengan bau yang tidak enak. Apek. Sangat kotor.
Aprilia merebahkan dirinya ke kasur tersebut. Dia hanya akan membiarkan matanya terpejam untuk tidur atau sekedar berpikir apa yang harus dia lakukan. Ruangan gelap. Rasa keterasingan. Mengajarkannya untuk mengangkat kepalanya dan membalas meludah setiap orang dengan sikap manis dan tidak terkira sakitnya.
Rasa lelah dan lapar. Mengantarkan Aprilia terlelap seketika dengan cepat. Kala bulan sudah berada di puncak. Aprilia terbangun dengan perut kosong yang meronta.
"Aku harus makan!"
Ringkih untuk bangun. Aprilia bangun dan kembali ke meja makan. Ruangan begitu gelap pekat. Hanya mengandalkan ingatannya. Aprilia mampu mendekati meja makan. Tangannya meraba pinggir meja dan duduk dengan hati-hati kemudian.
__ADS_1
Tangannya merayap mencari sendok. Mulai menyantap bubur dingin Kembali. Kali ini, rasanya cukup gurih.
"Imah, kau sediakan pagi yang asin karena takut pada Nyonya. Namun, kau sediakan yang gurih pada sore hari, karena rasa bersalahmu."
Aprilia melahap cepat buburnya. Dia cukup kenyang hanya dengan satu mangkok bubur yang terhidang untuknya.
"Dua Minggu lagi. Aku akan mendapatkan 5 M!"
Aprilia tertawa seakan dia telah berhasil menjadi orang kaya dalam hitungan hari. Mimpinya menjadi nyata.
Aprilia berjalan pulang menyusuri lorong. Dia di kejutkan dengan banyak lilin yang menyala sendiri. Dia menghela napas.
"Ibu susu!"
Aprilia baru mencapai garis pintu. Seruan pria kerdil itu terdengar menakutkan.
Menyusui lagi!
"Moon datang. Minta gendong!"
Pria kerdil itu melompat pada Aprilia. Tangannya bergelayut pada leher Aprilia.
"Ibu susu. Aku merindukan milikmu! Baru mencobanya sekali, Moon telah ketagihan!"
Aprilia ingin muntah. Namun, menahan diri.
Aprilia menahan napasnya. Ingin rasanya Aprilia mengangkat kepala pria bertubuh bocah itu, dan membenturkannya ke dinding. Namun, dia hanya pasrah kemudian. Moon adalah sumber rejekinya.
"Moon, isap yang pelan saja."
Aprilia hanya pasrah.
"Baik, ibu susu!"
Moon menurunkan wajahnya dan tangan kecilnya melorotkan daster Aprilia, hingga dada wanita itu terekspos.
Tangan kecil Moon meraba dan memeriksa payudara Aprilia. Keningnya mengerut tajam, raut protes terlihat jelas kemudian. Payudara Aprilia terasa sangat mengecil.
"Ibu Susu! Lama tidak berjumpa. Payudaramu malah rata. Aku tidak suka!"
Moon turun dari pangkuan Aprilia. Dia merajuk menghadap dinding. Wajahnya terlihat cemberut.
"Mengapa tidak merawat payudara?"
Aprilia kosong dan bingung.
__ADS_1
"Hal itu penting untuk Moon!"
Aprilia mengintip ukuran payudaranya dari dasternya. Dia terlihat sangat kurus, karena dalam dua Minggu di sekap, dia hanya menyantap bubur yang datang pada sore hari. Setiap pagi, bubur yang datang hanya akan menjadi muntahan dalam satu kali suapan. Sangat asin. Makan siang tidak pernah datang.
"Padahal aku sudah memberikan rejeki yang bagus untuk ibu susu."
Aprilia menjulingkan matanya. Dia teringat akan uang 5 M yang akan di berikan Santi untuknya, apakah itu rejeki yang di maksud Moon?
"Ibu Susu. Jika kau tidak bisa memperbaiki ukuran milikmu kembali. Aku menolak menjadi bayi yang menyenangkan lagi."
Aprilia melongo dan mengeluh akan sikap merajuk Moon , Aku pikir hanya pria yang menyukai yang besar. Ternyata, Tuyul Moon juga menyukai besar. Geli sekali! Jijik!
"Ibu Susu akan mendapatkan 5 M segera! Rejeki itu dari Moon!" gerutu Moon marah. Dia terlihat mengepal tangan marah dan menghentakkan kaki menginjak lantai.
Glek! Aprilia menelan ludahnya membayangkan dirinya telah menyusui sekali untuk Moon, dan dia telah mendapatkan 5 Miliar dalam satu dekapan selanjutnya.
"Moon, maafkan ibu. Ibu sedang tidak enak badan beberapa hari ini. Makanan yang mereka berikan tidak enak untuk di makan. Menyusuilah sebentar."
Lumayan jika dapat 5 ember lagi. Ku rela menahan sakit isapan Moon.
Moon berbalik menatap Aprilia, "5 M itu hanya sekali. Harga awal untuk payudara yang tidak pernah aku rasakan."
Glek! Aprilia menelan ludahnya.
"Segala sesuatu urusan kekayaan, bisnis, dan relasi akan ku bikin mudah! Kau akan sangat kaya raya. Bahkan kau tidak perlu berpikir untuk menghabiskan. Karena, kekayaan Moon berikan bagai harta yang tidak pernah bisa habis."
Moon mengangkat satu telunjuknya dan wajahnya mendongak menatap dengan lurus pada ibu susunya.
"Syaratku hanya satu!"
"...."
"Jaga ukuran payudara! Harus big breasts and fresh!"
"Apa itu?"
Moon menggelengkan kepala dan memukul keningnya, dia teringat jika ibu susunya bukanlah wanita yang berpendidikan tinggi. Untuk Bahasa inggris, dia perlu membuka kamus dulu.
"Itu artinya kau harus mempunya bra yang besar dengan ukuran 38 B, syarat minimum Moon. Tidak bisa di tawar!"
Miris mendengar permintaan Moon ini, keluh Aprilia dalam hatinya.
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda 94༆❤꧂...
...Siapa yang Coment di bawah ini dapat rejeki dari Aprilia bagi angpao Moon!...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke Hantu Istriku Balas Dendam yah dan karya lainnya....