Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 96


__ADS_3

...Seseorang kuat itu karena ada sosok yang lebih kuat menopangnya berdiri di belakangnya....


..._Eouny Jeje_...


...Kau yang dulu lemah itu. Kini, pandai membuatku bertekuk lutut menyerah hanya karena bantuan iblis. Kau beruntung karena iblis memilihmu!...


..._Santi_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Rumah Sakit Jiwa Pondok Kasih.


Santi terlihat menatap merah pada Mba Nung yang terlihat linglung bertemu dengannya. Dia baru saja mengetahui jika Mba Nung selama satu minggu ini telah di inapkan pada rumah sakit jiwa. Alasannya belum jelas. Hanya saja kerabatnya menyebutkan, kerap kalu Mba Nung sering menangis dan tertawa tanpa sebab, dan kadang bersikap ketakutan jika melihat boneka jenis apapun.


Santi menghela napas. Dia mengeluarkan cukup banyak uang, hanya untuk membawa Mba Nung bisa berbicara berdua saja dengan dirinya dalam sel wanita itu.


"Boneka itu ... mengapa bisa kembali pada Aprilia?" tanya Santi pada Mba Nung yang terlihat mengenakan seragam biru muda dengan tangan yang terikat ke belakang.


Mba Nung mengangkat matanya. Seakan nama Aprilia itu terdengar tidak asing, dan menakutkan. Wajahnya seputih kertas, bibirnya sedikit bergetar dan dia pun perlahan melemparkan kalimatnya, "Apakah kau membenci Aprilia?"


"Ya. Sangat membencinya hingga ke tulangku."


Sepasang mata Mba Nung membola marah.


"Membencinya bearti kau menjadi musuhku!" Suara Mba Nung terdengar tajam,serak, dan menakutkan. Ancaman itu terdengar sangat nyata.


Santi terperanjat. Kini, sepasang mata melotot Mba Nung menakutinya.


Duh, Mengapa Mba Nung menjadi seperti ini? Bertanya dengan orang gila. Akhirnya nyusahin diri sendiri.


Mba Nung berdiri dari kursinya,dan dia membawa maju kepalanya bergerak menjatuhkan Santi ke lantai. Tubuh besar Santi, terperangah jatuh ke lantai karena kehilangan keseimbangan kala Mba Nung menyerangnya tiba-tibanya.


"Siapapun yang membenci Aprilia hingga tulangnya. Maka aku akan membenci orang itu hingga ke jantungnya."


Mba Nung terlihat garang dengan rambut meraknya yang berantakan. Dia terlihat di kuasai oleh sosok yang tidak terlihat.


Apakah Mba Nung telah kesurupan, dan di buat gila? duga Santi dalam hatinya.


Glek! Santi menelan ludahnya, dak segera berteriak agar seorang petugas mengeluarkannya dari sel Mba Nung, "Tolong aku! Tolong aku!"


Mba Nung terkesiap sebentar. Seakan kesadaran dan akal sehatnya kembali padanya, dia pun menatap Mba Santi dengan mimik heran.


"Nyonya Santi, mengapa di lantai?" tanya lembut Mba Nung. Intonasi suaranya jauh berbeda.


Santi berhenti melolong. Dia menatap jauh ke sorot mata Mba Nung. Terlihat jauh berbeda dari sebelumnya. Sepasang mata Mba Nung terlihat jernih, seperti tidak di rasuki siapapun.


Mba Nung terlihat mengeryitkan kening. Rasa nyut-nyut menyerang kepalanya. Kepalanya ingin pecah saat ini juga. Seakan banyak adegan merangkai sesuatu informasi penting dalam ingatannya kemudian. Mba Nung akhirnya menyadari jika dirinya telah di kuasai gendurowo, yang merupakan ruh gaib yang selalu membantunya.


Hal itu terjadi, kala Mba Nung akan melenyapkan boneka jerami, yang merupakan persemayaman Nenek Mayang, roh leluhur yang paling di takuti. Gendurowo miliknya tidak mampu menandingi kekuatan Nenek Mayang. Sebagai hukumannya, Nenek Mayang meminta Gendurowo tersebut merasuki raga Mba Nung, sebagai persemayaman.

__ADS_1


"Nyonya Santi. Jangan menganggu Aprilia lagi, dan mintalah dia agar gendurowo dalam tubuhku ini segera keluar!"


Brakkk! Selesai mengucapkan pesannya. Mba Nung jatuh pingsan.


Dup!Dup! Dup! Jantung Santi berdegup kencang.


Kret! Pintu sel terbuka. Seorang petugas masuk. Santi lekas berdiri dan meninggalkan sel, tanpa berpamitan sedikitpun.


Santi bergegas masuk ke dalam mobilnya. Memukul setir mobil berkali-kali dengan frustasi. Rencananya berantakan.


"Rupanya aku harus merelakan 5 ember. Daripada harus di buat gila seperti Mba Nung!"


Santi menghela napasnya, dan dia mengacak rambutnya sendiri, seakan dia ingin botak sekarang, dan mencongkel otaknya yang tidak mampu berpikir jernih menghadapi Aprilia yang terlihat di kawal oleh sosok yang tidak tertandingi. Dia tidak rela menyerahkan hartanya dengan mudah.


"Aprilia. Kau yang dulu lemah itu. Kini, pandai membuatku bertekuk lutut menyerah hanya karena bantuan iblis. Kau beruntung karena iblis memilihmu!"


Santi merasa sesak. Jalan buntu telah dia terima saat ini.


"Bagaimana dengan memindahkan janin itu, jika dukunnya saja sudah di buat gila!"


Santi pasrah akan rencananya yang gagal berantakan. Impian memiliki seorang anak, buyar seketika.


"Tidak! tidak! Aku harus memiliki seorang anak!"


Santi menggigit bibirnya sendiri,dan terlihat berpikir keras sejenak.


Santi terkekeh akan pemikirannya. Seakan hal itu mustahil akan terjadi.


Santi berusaha tenang dan merogoh ponsel dari saku jaketnya. Dia segera ke peramban, dan mengetik pencarian di sana.


Dukun sakti se-Indonesia, ketik Santi pada kolom pencarian perambannya.


Setiap artikel dan iklan di tampilkan kemudian. Santi membacanya dengan teliti dan memilih satu artikel yang menarik minatnya.


Dukun sakti asli. Mahal tetapi manjur!


Santi membuka tautan, menyalin kontak dan mulai mengirim pesan.


Saya Santi, ingin meminta bantuan Eyang Bintan untuk menyelesaikan masalah rumah tangga saya. Nuwun, Eyang Bintan.


"Daripada aku mengeluarkan lima ember. Bukankah lebih baik mengeluarkan beberapa juta agar dukun mengerjai janda tersebut!"


Beep! Pesan balasan datang.


Silahkan mengirim DP untuk mendapatkan jadwal berkonsultasi dengan Eyang Bintan.


Santi mengerut bingung, "Dukun online rupanya meminta DP pula sekarang!"


Santi segera mengirim pesan kembali.

__ADS_1


Berapa DP yang harus saya kirim Eyang?


Santi mulai berkeringat dingin, sangat gelisah dan paranoid. Dia tidak ingin kehilangan lima miliarnya. Namun, dia juga tidak ingin di buat mati seperti Abas dan Dimas, ataupun gila seperti Mba Nung.


Beep! Pesan datang dengan cepat dengan satu gambar menunjukan nomor rekening sang penerima.


Cukup 100 juta. Mahal tetapi bukan kaleng-kaleng, ampuh, dan manjur! Sisa selanjutnya bisa di bayar setelah Misi dukun selesai.


"Gila!" umpat Santi dengan sepasang mata yang membola akan angka yang di minta oleh dukun online.


"Tenang Santi. Tenang Santi. Apalah artinya 100 juta daripada 5 ember Aprilia."


Santi bersikap tenang dan membalas ada pesan. Dia takut hal ini akan menjadi tipuan belaka saja.


Apa ada garansi uang kembali?


Tidak untuk menunggu lama, Beep! Pesan segera masuk kembali.


Garansi 100 persen uang kembali!Dp segera, sebelum slot terisi penuh. No Payment No booking.


Buntu. Santi merasa jatuh buntu. Mba Nung telah gila. Abas dan Dimas telah mati. Sadewa impoten.


Apa yang akan terjadi padaku, apakah akan di buat stroke oleh janda sialan itu? Santi merengek frustasi.


"Anggap saja judi kali ini! Rugi untung urusan belakang! Hanya 100 juta!"


Jemari Santi membuka aplikasi m-banking pada ponselnya.Dianpun mengirimkan seratus juta untuk dukun online tersebut.


Santi mengirimkan bukti transfer.


Beep! Pesan balasan masuk.


Titik lokasi telah dikirimkan untuknya beserta jadwal antrian.


No. 3. Datanglah malam ini di atara pukul 23.00 Wib- 03.00 Wib! Datang tepat waktu. Jika tidak, DP di anggap hangus. Silahkan registrasi kembali.


Santi menggerutu setelah membaca pesan yang akan menghanguskan uangnya jika datang terlambat, "Zaman sekarang edan. Setelah pandemi covid lewat. Sekarang, dunia perdukunan melezit matrealistis!"


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


...Hai jangan lupa meninggalkan pesan di kolom komentar interaksi. ...


...Mari kita doakan Pandemi Covid segera berlalu, dan pandemi dukun matre tidak akan pernah terjadi, hanya di novel saja....


...Ikuti terus yah kisah! ...


...Jangan lupa mampir ke karya lain 🙏🏿...


...Jeje 💘 every1...

__ADS_1


__ADS_2