
Puspa memutar tubuhnya. Menyeka air matanya yang akhirnya jatuh. Dup-dup-dup, jantungnya masih berdebar kencang bak pukulan gendang yang di pukul tak beraturan.
"Apakah kau akan Menikahiku?"
Dandy menghela napas. Lalu menjawab, "Aku hanya akan menikah satu kali seumur hidupku. Aku tidak akan bisa memberikan status untukmu!"
Puspa berpaling dan akan menampar lagi. Namun, sosok pria besar itu bangun dan bangkit dari tempat tidur, dan dengan acuh tak acuh dia berkata, "Mulai hari ini. Hubungan kita berakhir!"
"Hah?" Puspa melongo bingung. Bagaimana dirinya gagal menundukkan Dandy. Kini, pria botak kepala licin itu, terlihat mengganti pakaiannya dan menyeret kopernya pergi begitu saja.
Puspa duduk merosot ke lantai, "Apakah Dandy tidak bisa di pelet?"
Pandangan Puspa melayang sembarang, dan menjawab kemungkinan hal lain, "Apakah karena di Australia. Efek susuk itu tidak bisa menyeberang benua?"
Puspa menarik napas panjang, dia berbisik pada dirinya sendiri, "Bekerja menjadi wanita simpanan seperti ini. Tidak boleh mengharapkan sesuatu. Akan di hargai. Akan di cintai. Akan di puja. Apalagi akan dinikahi."
Puspa memungut kembali potongan pakaiannya. Dia mengenakannnya sembarang. Hingga tidak menyadari potongan pakaian atasannya dia kenakan terbalik. Dia terlihat tidak peduli. Dia mengacak rambutnya sebentar. Dia telah di tinggalkan Dandy.
"Apakah amalan itu tidak bisa menembus Dandy?" Puspa menggelengkan kepala. Dia meraih ponselnya dari atas nakas, dan memanggil seseorang di layar ponselnya. Banu Jelek.
"Babu Jelek. Aku akan pulang dua minggu kemudian. Aku membatalkan kepulangan ku."
"Baik, Nona."
"Kau tidak tanya kenapa? Tidak memiliki rasa penasaran begitu."
"Hmmm ... oiya kenapa tidak jadi pulang?"
Puspa tersenyum cemerlang, sepasang matanya terlihat jahat. Entah mengapa hatinya sangat terhibur jika mengganggu Aprilia,wanita sok polos yang terlihat sangat bodoh. Hal itu mengingatkan betapa polosnya diringa dulu. Setahun yang lalu, dia pun terlihat bodoh, jelek, dan konyol dengan sikap naif. Hingga semua orang menyudutkan, mengejek, dan menertawakan dirinya. Dia pun bangkit bangun dari lubang kotor, dan mengangkat kepalanya, dan tidak peduli akan dosa yang berada di pundaknya. Jadilah sangat jahat, jika kau ingin bertahan hidup di lingkungan kotor.
"Apakah kau sangat penasaran?"
"Hmm sedikit."
__ADS_1
"Om Jack datang ke Sidney."
Deg! Aprilia meremas jantungnya. Petir di atas kepalanya. Asam cuka dan bubuk cabe seakan menjadi pelengkap rasa kala jantung Aprilia tersayat-sayat mendengar perkataan seseorang di seberang sana.
"Lalu?"
"Karena rasamu sangat buruk. Aku pun menggantikanmu. Memberikan rasa yang sangat baik. Selama dua minggu."
Aprilia ingin mati saat ini juga. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Jack akan meniduri Puspa selama dua minggu. Hal ini, bagai paku menusuk-nusuk ulu hati Aprilia.
"Om Dandy?"
"Pria itu sedang mengurus pemakaman istrinya tercintanya. Aku bermain dengan dua pria sekaligus. Tetapi, aku menyukai kehadiran dua pria ini dalam hidupku. Satu berada di depanku. Satu berada di belakangku."
Aprilia memejamkan matanya. Embun di matanya jatuh bergulir membasahi pipinya. Rasanya sangat sakit.
Ujung jempol Ade naik merangkak menghapus air mata Aprilia. Dia ikut mendengar apa yang di ucapkan Puspa. Apalagi, Ade baru mengetahui betapa besarnya alasan Aprilia tidak ingin menuntut Sadewa, karena dia telah jatuh cinta dengan pria bernama Jack Alderman.
"Babu Jelek. Jangan merasa cemburu! Kau tidak pantas."
"Yang kamu cintai di rebut Nana."
Aprilia menganggukan kepala.
"Kau jangan mengharapkan Jack dulu. Lihatlah dirimu, kau tidak memiliki satu tampilan mampu bersaing dengan Nana. Jika kau selalu bersikap naif dan lurus, kau tidak akan bisa mendapatkan pria manapun. Kau hanya akan menjadi tersakiti."
Aprilia membisu. Sepasang matanya terlihat menerawang jauh masa depannya. Angan-angannya selama ini buyar seketika. Menikah dengan Jack adalah mimpi terbarunya. Sekarang, telah kandas di injak dengan mudah oleh sosok Nana.
Ade merekuh bahu Aprilia, dia menghasut dan ingin menjebak Aprilia dalam penderitaan kehidupan lurus dan polosnya, "Lebih baik kau memiliki tempat tinggal pantas, dan kehidupan pantas. Cinta tidak akan memberikan kedudukan. Namun, keserakahan mampu memberikan segalanya."
Aprilia terhasut, dan dia merasa setuju akan kalimat terakhir Ade. Cinta tidak akan memberikan kedudukan. Namun, keserakahan mampu memberikan segalanya.
"Apa yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
"Bukankah kau bilang Bapak Kost itu. Tidak memiliki keturunan dengan istri sah-nya. Datanglah dengan mengejutkan membawa tespack. Berikan kejutan lebih dulu pada istriβ"
"Istrinya sangat galak. Menakutkan!" potong Aprilia membayangkan bagaimana dirinya akan dianiaya oleh wanita bertubuh besar. Wajah seperti bola basket. Perut buncit yang terlihat bergelambir dengan setiap lemak yang bersusun banyak.
"Kau memiliki bayi Sadewa. Kau lah yang lebih menakutkan dari sikap wanita manapun. Setiap wanita akan depresi dan gila, jika mengetahui suaminya berselingkuh dan membuahkan hasil."
Aprilia terlihat berpikir sejenak. Kemiskinan telah mengajarkannya bahwa tidak ada yang bisa menolong dirinya sendiri. Kecuali dirinya sendiri. Karena populasi orang baik di dunia ini makin menipis, dan dia berdiri di antara lingkaran yang menuntutnya bahwa nasi tidak gratis.
"Dengan ini kau memiliki kesempatan menjadi istri sah Sadewa Ningrat. Wanita mandul akan di singkirkan."
Aprilia berdiri dari sofa. Dia terlihat bersikap acuh dan tidak acuh. Namun, sangat jelas hatinya menyetujui saran Ade.
"Aku berangkat interview dulu. Jaga Dimas untukku."
Aprilia melenggang pergi meninggalkan rumah. Sepanjang perjalanan dalam angkot. Dia memikirkan banyak hal. Anak dalam perut. Pernikahan. Menjadi istri sah. Menyingkirkan wanita yang pernah mengusirnya dengan kejam.
"Menjadi cantik itu perlu uang cepat. Bukan keinginan cepat," bisik Aprilia pada dirinya sendiri setelah dia turun dari angkot.
Tepat jam satu. Satu jam lebih awal Aprilia telah mencapai perusahaan. Dia tidak ingin tidak tepat waktu kali ini. Namun, dia dikejutkan dengan banyak karangan bunga di lobby perusahaan. Satu foto besar yang di kalungi bunga terlihat familiar di mata Aprilia.
"Bukankah dia istri Dandy?" Aprilia ragu dan mulai mendekati salah satu karyawan.
"Ada apa?"
"Istri Boss meninggal dunia semalam. Seluruh karyawan di bawah perusahaan milik Boss diwajibkan untuk mengikuti pengantaran Nyonya besar pada peristirahatan terakhirnya."
Deg! Aprilia sedikit terkejut namun takjub memandang setiap langit-langit gedung. Wah dan megah. Dia tidak pernah menyangka PT.Global Kosmetik Indonesia, adalah milik Dandy Botak.
Pantas saja Nana mengejar Dandy. Harta kekayaan si botak, tidak akan berhenti sampai tujuh keturunan.
...----------------...
Bersambung ...
__ADS_1
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah π, Vote π«, Like π, dan Coment setelah membaca yah .
Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo