Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 136


__ADS_3

...Terluka olehmu.Terobati olehmu pula....


..._Eouny Jeje_...


...Byeolcheoreom ssodajineun unmyeonge...


...Takdirku datang seperti bintang jatuh...


...Geudaeraneun sarameul mannago...


...Membiarkanku bertemu seseorang sepertimu...


..._Gummy_...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 19.00 Wib di Cafe Ella


Locked in the hotel


There's just some things that never change


You say we're just friends


But friends don't know the way you taste, la-la-la


'Cause you know it's been a long time coming


Don't you let me fall, oh


Aprilia bergindik, melepaskan headset dari telinganya, dan menekan stop untuk MP4 yang memutar lagu senorita untuk dirinya.


"Terjebak dalam hotel. Merasakan la-la-la, dan hanya berkata we're just friends! cih, lupa pohon pisang bisa berbuah!" keluh Aprilia yang teringat akan sosok Jack yang telah mengabaikan sosok dirinya, dan hanya menyebut dirinya sebagai wanita yang hanya singgah di malam hari, dan di saat pagi hari itu datang, dia bukan siapa-siapa.


Aprilia menyilangkan kakinya. Menghela napasnya. Degup jantung serasa ingin meledak, dup-dup-dup! Namun, menit selanjutnya wajah merah marah itu berangsur sirna perlahan. Karena, dia bukanlah Aprilia yang harus menundukkan kepalanya serendah mungkin lagi seperti pertama kali dia mengenal Jack.


Beep! Pesan masuk.


Aprilia meraih ponsel dari atas meja, pandangan matanya menunduk dan menatap layar ponsel. Dia terlihat sedang membaca pesan dari Ade.


Tunggulah dalam 30 menit lagi aku akan berada di Cafe. Aku sedang sibuk mengatasi penguntit.


Aprilia menghela napas. Rasa kesal dan bosan dihembuskannya bersamaan. Dia telah menunggu satu jam, dan dia harus bersabar menunggu tiga puluh menit lagi. Dia menatap sekitar cafe. Sangat sepi. Kosong melompong. Hanya lagu You Are My Everything yang terdengar dari setiap speaker yang bergantungan di langit-langit Cafe, yang membuat suasana redup Cafe terlihat sedikit hidup.


You Are My Everything


Kau segalanya bagi ku


Byeolcheoreom ssodajineun unmyeonge


Takdirku datang seperti bintang jatuh


Geudaeraneun sarameul mannago


Membiarkanku bertemu seseorang sepertimu


Meomchwobeorin nae gaseumsoge


Dan dalam hatiku


Dan hanaui sarang

__ADS_1


Ini hanya cintaku padamu


You Are My Everything


Kau adalah segalanya


Sedari tadi, hanya Aprilia yang terlihat sebagai pengunjung Cafe. Entah? Namun, Ade yang meminta bertemu dalam Cafe yang terlihat suram, dan sepi melompong. Dalam cafe, serasa hanya Aprilia yang bernapas, dan satu pelayan dengan tag name Selly, terlihat berdiri mematung seperti robot mesin yang terus mengulangi setiap kalimat yang sama, “Selamat datang, silahkan berkunjung ke Cafe Ella, sedang diskon 50 persen.”


Pelayan itu berdiri di dekat pintu, untuk bertugas menyapa dan mengundang para pejalan kaki untuk memasuki Cafe. Namun, setiap pejalan kaki terlihat mendelik setelah membaca papan nama Cafe. Aprilia ikut menarik napas melihat bagaimana raut Selly yang terlihat kesal akan setiap penolakkan.


Cafe Ella sepi pengunjung karena sang pemilik cafe sebelumnya terlibat sebagai penyebar berita hoax, dan juga memberi tempat bernaungnya perkumpulan para massa yang percaya hoax tersebut, ujar Ade terlintas kembali dalam benak Aprilia.


“Pantas seperti kuburan, hanya para hantu yang singgah, dan aku adalah manusia yang tersesat dalam cafe para hantu ini,” keluh Aprilia yang kemudian menurunkan wajahnya, meyeruput milkshake vanilla. Setelah dahaga dalam tenggorokannya hilang. Dia mengalihkan atensinya pada ponsel yang tergenggam dalam telapak tangannya, dan membuka aplikasi game teka-teki silang.


Tiga puluh menit kemudian


Satu sosok bayangan hitam tiba-tiba datang dan duduk berseberangan dengan Aprilia. Tanpa mengangkat kepalanya kepada sang sosok yang datang. Aprilia telah mengetahui, yang datang adalah Ade. Aroma parfum yang di gunakan Ade, tidak pernah berubah, aroma mawar yang terendus manis.


“Kebetulan kau datang. Bantu aku menjawab TTS,"ujar Aprilia.


“Oke,” sahut Ade menurunkan kacamata besar bulat hitam miliknya. Dia terlihat mengedarkan sepasang matanya, memeriksa dengan detail dan hati-hati.


Syukurlah, tidak ada S-096! Hantu pengintai lagi! batin Ade lega dan dia melipat tangan di dadanya dan terlihat menunggu Aprilia melontarkan pertanyaan.


“Drama telonovela Venezuela yang terkenal dengan badan gendutnya di tahun 2000-an ?”


“Valentina!”


Bingo! Suara pemberitahuan terdengar dari ponsel Aprilia, yang diketik adalah benar.


“Sahabat terbaik Maria Mercedes?”


Bingo! Terdengar pemberitahuan jawaban benar kembali.


“Penyakit yang diidap oleh Maria Mercedes adalah?”


“Gila!”


Bingo, score 100! Sepasang mata Aprilia membola cerah dan jempolnya kemudian memasukan setiap angka digit nomor rekeningnya untuk menerima uang gamenya.


“Kau membantuku menyumbang tujuh puluh ribu rupiah ke dalam rekeningku,” seru Aprilia yang kemudian meletakkan ponselnya di atas meja.


Aprilia mengangkat pandangan wajahnya pada Ade, wanita itu terlihat pucat seperti putih kertas, bibirnya pun terlihat hilang rona kesegarannya.


“Ada apa denganmu?”


“Kurang tidur dan kurang darah!”


“Hah? Kau kurang makan?"


“Terpaksa puasa!” jawab Ade asal dan mendekatkan wajahnya pada Aprilia dan berbisik, “Nana telah mengirim banyak penguntit untukku.”


Nana wanita ular, Puspa!


Mendengar satu nama tidak asing tersebut. Membuat Aprilia bergindik dan raut wajahnya berubah dingin, “Mengapa dia memusuhimu?”


Ade menghela napas, “Mungkin dia cemburu karena Dandy mendekatiku.”


Aprilia membola dan mengangguk kemudian, “Kita memiliki musuh yang sama. Si ular betina!”


Tangan Aprilia segera meraih dan menggengam tangan Ade, dan dia bertanya, “Sekarang apa yang akan kau lakukan padanya!”

__ADS_1


“Tentu saja membantai S-096 lebih dulu!”


“Siapa itu?” Aprilia terlihat antusias dan penasaran.


“Jenderal para hantu pengintai dan penguntit.”


“Apa yang akan kau lakukan padanya?”


Ade melepaskan tangannya dari tangan Aprilia. Dia terlihat menoleh ke belakang, dan melambaikan tangan memanggil seorang pria yang terlihat berdiri menunggu di luar cafe.


Pria itu mengangkat wajahnya, dan menganggukkan kepala menunjukan kepatuhannya pada Ade. Seorang pria paruh baya datang dengan kacamata besar bertengger menyamarkan sepasang mata merahnya. Pria itu melewati garis pintu cafe dengan wajah yang terlihat arogan, dan berjalan dengan langkah panjang mendekati meja mereka.


“Hallo,” sapa pria itu yang kemudian mengambil satu kursi dan menggeser kursi tersebut mendekat pada meja Ade.


“Namanya J, dia seorang hunter S-096.”


Aprilia mengangkat wajahnya dan dia tersenyum pada sosok pria yang telah duduk dan melepas kacamatanya. Terlihat sepasang mata pria itu sangat merah.


“Pekerjaanmu pasti sangat melelahkan,” ujar Aprilia terdengar simpatik.


J hanya tersenyum datar, rautnya tidak terbaca dan dia mengeluarkan satu amplop dari balik saku jaketnya, dan dia berkomentar, “S-096 lebih sedikit interaksi terlihat dari pada Detektif Wiyabie!"


“Detektif Wiyabie?”


“Detektif bodoh yang menyelidiki segala sesuatu tanpa menggunakan kaca pembesar. Detektif yang memakan berita Hoax dan mencentuskan segala sesuatu yang keluar dari mulutnya adalah fakta. Dia pikir dirinya adalah Tuhan!"


J mengangkat sepasang alisnya, "Apa yang diinginkan untuk dua orang tersebut?"


"Hancurkan setiap hari mereka, dan buat setiap menit mereka sibuk. Lupa untuk tidur. Lupa untuk makan. Bahkan lupa untuk Onana onani! Hancurkan setiap pengikut yang mengikuti dan berinteraksi dengan mereka! Kecuali orang dalam Save Zone!"


"Save Zone?"


"Pengibar bendera putih!"


"Semua pengikut?"


"Ya!"


"Banyak sekali!"


"Agar tertera di kening mereka, The Most Wanted!"


"Siap!"


J pun bangkit dari kursinya dan meninggalkan cafe.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ade : Author munculkan para jin-ku?


Author : Semua jin milikmu lagi mogok!


Ade : Kenapa?


Author : Kurang sesajen


Ade : Sesajen kan urusan Author!


Author : Hmmm aku lagi miskin :(


...Maaf Author lama hilang. Hape Author mampus. Dalam beberapa part Author pengen bikin cuplikan tentang cerita Ade dulu yah. Semoga tidak bosan yah....

__ADS_1


__ADS_2