Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 41


__ADS_3

..."Kematian itu datang seperti pencuri yang telah lama mengintaimu dan akan membekapmu dengan sangat cepat."...


...Nenek Sekar Arum...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Pelet Janda Penggoda Episode 41...


Aprilia menjulingkan matanya jauh ke atas, dan hanya menjawab di hati, Jika aku nyamuk yang terbang. Maka suatu hari kau akan terkejut jika mengetahui Ade adalah hantu kepala yang terbang.


"Baiklah. Aku pamit pergi." Aprilia terlihat segera bergegas pergi. Namun, tangan Ade segera keluar dari selimut, dan menahan pergelangan tangan Aprilia sebentar.


"Terima kasih yah," ucap Ade kemudian. Aprilia hanya membalas dengan senyuman, dan tanpa sengaja dia menatap Ade dan Aswin bergantian. Bagaimana takdir mempertemukan seseorang yang memiliki rahasia besar seperti Ade? Tetapi, hantu seperti dia pun berhak memiliki cinta sejati, dan aku ... sebenarnya, lebih perlu akan cinta dan pasangan.


Tiga Puluh Menit Kemudian


Aprilia telah mencapai rumahnya tepat pukul empat pagi. Klek! Dia membuka pintu rumah perlahan. Berjalan mengendap. Ketika dia melewati kamar Puspa. Dia berhenti sebentar. Kret! Dia mendorong daun pintu, dan memutuskan mengintip sebentar. Puspa masih dalam keadaan sama. Dia masih tertidur pulas.


Kret! Daun pintu di tarik kembali menyatu dengan kusen. Aprilia pun segera langsung ke dapur. Membuat beberapa sarapan pagi yang terlihat seperti sederet sajian makan siang hari. Dia membuat begitu banyak dan beraneka ragam.


Biar kau jadi gendut. Berlemak di setiap lengkuk tubuhmu, Nana ..., ingin Aprilia dalam hatinya mencapai tujuannya, yakni membuat Puspa tidak akan memiliki tubuh yang bagus dan ideal lagi seperti saat ini.


Setelah selesai membuat sarapan. Aprilia segera mandi, dan kembali ke kamarnya. Lalu, segera mengirim pesan pada Ade.


Jangan lupa janjimu. Kau harus memenuhinya. Aku ingin mendapatkan pekerjaan.


Tidak menunggu lama, bunyi beep terdengar.


Wokhey!


Baru saja Aprilia akan meletakkan ponselnya begitu saja di nakas. Dia teringat akan uang yang telah dia berikan pada penjaga apartemen. Dia pun segera mengirim pesan lagi pada Aprilia.


Jangan lupa utangmu padaku harus di bayar. Terkirim kemudian.

__ADS_1


Aprilia masih menutap pesan. Beep! terdengar lagi.


Okhey. Apa kau ingin aku mengganti 20 juta dengan instan?


Sepasang mata Aprilia membola. Dia menelan hasrat akan iming-iming tersebut.


Tentu saja. Yang miskin ini tidak akan menolak.


Bunyi Beep! Pesan masuk lagi.


Dengan senang hati dan iklash. Namun, uang 20 juta itu harus kau gunakan dengan cepat. Karena, esok hari setelah 24 jam berjalan, uang itu akan menjadi daun.


Aprilia mengehela napas kecewa. Uang itu akan menjadi daun.


"Rupanya Ade hanya akan memberi uang gaib." Aprilia menggelengkan kepala, tidak ingin. Dia pun segera membalas pesan.


Jika begitu. Kau tidak perlu membayar. Aku tidak tertarik akan pesugihan yang tidak asli. Uang menjadi dedaunan. Lebih baik, kau membayar utangmu dengan uang asli bukan daun.


Pesan itu terkirim. Aprilia pun merebahkan diri dan tertidur lelap dengan cepat. Sementara itu dia tidak menyadari Nenek Mayang kembali datang padanya, dan mengirim mimpi lagi untuknya.


Aprilia terlihat berdiri di tengah jalan tol. Sepi melompong. Lalu, dia melihat sebuah mobil yang berkendara di jalan tol. Melaju sangat cepat ke arahnya. Di balik kemudi itu, ada sosok wanita yang dia ingat telah meninggal dunia. Wanita itu terlihat cantik seperti biasanya. Namun, sejuta kecewa dan sakit hati juga tercetak jelas di wajah wanita itu. Dia adalah Alicia, istri sah Dandy.


Alicia terlihat di balik kemudi. Kakinya menginjak pedal gas dengan dalam. Mobil itu melaju cepat dan mulus. Namun, tiba-tiba sosok nenek datang di udara dan menempel pada kaca mobil Alicia. Menghalau pandangan Alicia. Sosok nenek hilang sebentar, dan tiba-tiba berada di belakang kursi driver dan tangannya turut mengendalikan setir kemudi. Kaki sang nenek menjulur dari belakang terlihat menginjak kaki Alicia, sehingga tekanan kaki Alicia menginjak gas, lebih dalam. Mobil itu melaju melepas tanpa kendali Alicia.


Mobil itu terlihat melaju sangat cepat, dan mengarah pada Aprilia. Aprilia menutup matanya. Pasrah akan raganya yang akan di tabrak mobil. Saat ini dia merasa tidak akan sanggup untuk menghindar lagi. Namun, sreeetttt ... raganya tiba-tiba di tarik dari kejadian naas yang akan menimpa dirinya dan dia tiba-tiba telah berada di pinggir median flyover. Lalu, suara seseorang wanita berbisik dari belakang tekuk lehernya.


"Aprilia, akulah penyelamatmu yang suka menguntitimu. Kemanapun kau pergi. Namaku Mayang."


Deg! Aprilia menoleh ke belakang. Berbalik dengan bergetar. Namun, hanya kekosongan yang dia dapatkan. Lalu, dia pun berbalik lagi, dia ingin tahu apa yang terjadi dengan Alicia dan mobilnya. Deg! Sepasang mata Aprilia membola terkejut melihat Alicia di kendalikan seseorang. Aprilia ingin melompat menolong. Namun, kakinya seakan terpaku. Tidak mampu di gerakkan.


Alicia terlihat menjerit akan sosok lengan keriput yang melingkar pada lehernya. Dia menjerit, dan kuku nenek itu panjang menancap menebus daging leher dan laring lehernya. Alicia tidak berkedip. Sepasang matanya membola kosong,dan mobil menabrak dan perlahan jatuh terjun bebas dari jembatan flyover.


Duaaaar! Suara ledakan terdengar kemudian. Aprilia menutup telinganya. Tidak berani melihat ke bawah flyover. Raganya bergetar, seakan dia menjadi saksi nyata akan kecelakaan yang menimpa Alicia. Perlahan, dia berani mengintip ke bawah kakinya. Asap mengepul. Api merah jingga berkobar. Dug! jantung Aprilia teriiris seketika. Tanpa sadar dia ikut meneteskan air matanya. Dia mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Siapa nenek tua itu?" Aprilia menarik napas yang terdengar basah akan suara isaknya.


"Dia adalah temanku. Namanya Arum."


Aprilia menoleh ke belakang. Dia menemukan sosok nenek yang lain. Terlihat tersenyum, dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Aprilia menggelengkan kepala. Tidak ingin menjabat tangan renta dan keriput itu. Dia segera mundur memberi jarak yang sangat jelas antara dirinya dan nenek itu.


"Namaku Mayang. Jika kau butuh aku maka datanglah pada boneka jerami. Dengan senang hati aku memberikan maut kepada setiap orang yang menyakitimu."


Aprilia terkejut. Dia linglung dan merosot jatuh di atas median. Boneka jerami, tentu saja aku ingat? apakah dia?


"Lalu yang membunuh Alicia?"


"Sekar Arum. Nenek Arum."


Sekar Arum tiba-tiba hadir dan berdiri di depan Alicia. Aprilia menatap takut nenek itu. Dia terlihat lebih kejam dari Nenek Mayang, yang terlihat bersikap lembut padanya.


"Mengapa kau mengirim kematian pada Alicia?"


Nenek Arum tersenyum.


"Kematian itu datang seperti pencuri yang telah lama mengintaimu dan akan membekapmu dengan sangat cepat."


Setelah berkata demikian. Nenek Arum hilang menguap di udara.


"Alicia adalah tumbal atas dirinya sendiri. Dia bersekutu dengan Arum. Namun, dia mengabaikan larangannya," jelas Nenek Mayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ...


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .

__ADS_1


Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo


__ADS_2