Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 45


__ADS_3

...Darimana cinta itu berasal?...


...Dari mata turun ke hati, itu pria. Dari telinga turun ke hati, itu wanita....


...Eouny Jeje...


..."Aku akan menyingkirkan siapapun. Andai aku mampu, aku hanya akan menyisakan dirikulah sebagai satu-satunya wanita di bumi ini."...


...—Puspa—...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jack pun segera menulis angka nol. Papan digital pun mempertunjukan nilai Aprilia segera.


Dandy terlihat menarik napas melihat pada papan digital. Namun, telinganya cukup mendengar visi misi yang di ucapkan Aprilia. Visi Misi itu cukup menarik. Namun, suara Puspa telah membisikinya. Dandy pun segera mengambil bolpoinnya, dan menulis angka nol pula.


Sosok Ade yang terus mengamati dari kejauhan. Menajamkan matanya, dan dengan sihirnya, dia mengontrol tangan Dandy, menulis angka sembilan lagi tepat di depan nol. Begitupula dia mengontrol tangan Jack. Jack bukan memberikan angka nol. Pria itu malah memberikan angka sepuluh di depan angka nol , sehingga terlihat menjadi nilai seratus pada Aprilia.


Dandy dan Jack terlihat terkejut akan papan digital,dan perbuatan tangannya. Namun, Ade dengan cekatan menghinoptis kembali, untuk menghapus ingatan mereka.


Jangan ingat lagi. Jangan ingat lagi. Lupakanlah. Lupakanlah.... Ade membisik dengan suara internal yang dia kirim pada Dandy dan Jack. Dalam hitungan detik Dandy dan Jack melupakan.


Puspa yang sedang bermain ponselnya. Tidak memperhatikan papan digital lagi. Ketika, dia mengangkat kepala. Peserta sudah berganti,dan papan digital kembali kosong. Yang terlihat cantik, dia segera memberikan angka nol. Entahlah, dia lahir iri melihat kecantikan alami para peserta, dan dia tidak ingin dua pria yang mengapit dirinya jatuh tertarik pada sales cantik tersebut.


Pukul 16.00 Wib


Setelah banyak memakan waktu dan penilaian, di pilih tiga kandidat oleh ketua panitia. Tiga nama di urutkan menjadi tiga kandidat resmi untuk posisi yang sama, asisten penjualan. Ketua panitia dan anggotanya terlihat masih sangat sibuk dengan kandidat yang akan di pastikan untuk mendapatkan tiga posisi tersebut.


Puspa menatap Aprilia yang duduk terlihat harap cemas menunggu pengumuman. Wanita itu kerap duduk menunduk,terlihat berdoa dalam hati.


Percuma berdoa. Aku lah penentu nasibmu. Kau akan tersisihkan. Selanjutnya di pecat! geram Puspa dalam hatinya. Namun, merasa ada sorot mata yang terus memandanginya. Puspa pun menggeser bola matanya, dan menatap tajam pada Ade, yang terlihat sangat cantik, memikat, dan beraura itu. Wanita itu duduk tepat di sisi Aprilia. Tangan wanita itu mengalung pada pundak Aprilia. Ada rasa iri menyelinap begitu saja akan pesona sosok teman Aprilia.


Dia sangat cantik. Bahkan kecantikannya membuatku iri. Puspa mengarahkan pandangan lurus dengan tatapan yang bersiap merobek. Ade pun melakukan hal yang sama. Terus menatap tanpa berkedip, dan melemparkan kebencianya yang dalam.

__ADS_1


Musuh Aprilia adalah musuhku juga. Dia lemah. Namun, aku tidak lemah. Nana, apa kau tidak tahu akulah penghisap darah haidmu.


Puspa merasakan pandangan wanita cantik itu tidak ingin mengalah padanya. Membuat dirinya sangat kesal.Segera berpaling, dan menyentuh tangan Dandy.


"Pecat dia untukku,sayang. Dia berani menatapku dan aku ingin merobeknya," bisik Puspa. Dandy mengangkat pandangannya pada Puspa.


"Yang mana orang itu, Nana. Jika itu pria, aku akan mengulitinya untukmu. Jika itu wanita, akj akan sedikit berbaik hati, dengan hanya memecatnya."


Puspa tersenyum jahat. Dia mengeratkan jabatan tangannya pada Dandy, dan berbisik, "Wanita yang duduk bersebelahan dengan babu jelek!"


Dandy pun mengedarkan matanya mencari sosok Aprilia— si babu jelek. Setelah menemukannya, sepasang matanya mendarat pada sosok wanita yang sedang menunduk melihat layar ponselnya. Pandangan mata Dandy terhalau, tidak mampu melihat wajah yang di maksud Puspa.


"Apakah yang itu? yang terlihat menunduk menatap ponsel?"


Puspa mengangkat bola matanya, dan melihat sosok wanita yang di sebelah Aprilia, terlihat bermain dengan ponselnya. Jarinya lincah seperti sedang asyik bermain game.


"Betul!" — Puspa menatap Dandy— "Pecat dia untukku!"


Deg! Untuk pertama kalinya, Dandy merasakan jantungnya kembali berdetak setelah dia menghabiskan banyak waktu berkabung atas kepergian Alicia, almarhum istrinya. Bahkan, kehadiran Puspa setiap saat mengikutinya, tidak mampu menghapus laranya pada tragisnya kematian Alicia. Tetapi, wanita cantik di depan matanya, bahkan mampu membuat dia lupa segalanya.


Mendapatkan tatapan Dandy yang terlihat terkesima padanya, membuat bibir Ade melengkung sempurna bak busur panah yang melepas ke jantung pria botak dengan darah dua negara itu.


Rasakan, Nana! Pria bule mu telah terpikat dalam satu tembakan. Ade pun mengedipkan matanya. Dandy terlihat kikuk dan linglung seketika, tanpa sadar Dandy mengelap bibirnya sendiri dan membayangkan betapa bagusnya ciuman wanita cantik itu.


Siapa nama wanita itu? Cantik dan beraura sangat kuat. Bahkan seribu wanita cantik terlihat tidak mampu bersanding dengan dirinya. Aku sangat penasaran. Dandy pun membalas dengan senyum dingin. Namun, Ade bersikap membuang wajah segera.


Di saat yang bersamaan senyum Dandy pada Ade, telah terbingkai dalam netra Puspa. Dia buru-buru mengalihkan pandangannya pada wanita yang duduk bersebelahan dengan Aprilia. Wanita itu terlihat membuang wajahnya dengan sangat angkuh.


Sombong sekali! Puspa geram, dan mencubit pinggang Dandy.


Dandy bangun dari lamunannya,dan melirik tajam pada Puspa, "Ada apa lagi?"


"Singkirkan dia!"

__ADS_1


Dandy tersenyum sinis,dan mendesis rendah, "Sebutkan kesalahannya? Maka aku akan memecatnya!"


Bola mata Puspa membulat besar akan sikap Dandy yang berubah drastis setelah bertukar pandang dengan wanita itu.


Kesalahannya apa? Kesalahannya adalah dia terlalu cantik, Tuan Dandy! Puspa kesal dan bersikap merajuk dengan memberikan tekanan sukunya pada perut Dandy.


Dandy melirik sebentar, dan berbisik kembali, "Seorang profesional, tidak boleh bersikap tidak adil."


Cih! Karena dia cantik, kau selamatkan! Pria buaya! Sikap profesional penuh kepalsuan.


Jack yang merasakan pergerakan Puspa terlihat merajuk, segera mengirim pesan untuknya.


Ada yang membuatmu marah?


Puspa menoleh ke arah Jack, dan mengisyarakan dengan dagu dan bibir manyunnya ke arah sekitar Aprilia. Lalu, Puspa bersikap merajuk kembali dengan terus menundukkan wajahnya.


Jack mengikuti arah isyarat pandangan Puspa, dan di saat bersamaan Aprilia pergi menatapnya.


Kau memberiku nilai 100. Luar biasa.


Jack bergindik seketika akan tatapan mesra Aprilia.


Babu Jelek. Aku tidak akan terpengaruh aksimu. Kau akan terlihat jelek selamanya! Walau kau terlihat mendingan hari ini. Tetap saja aku geli mengingat betapa bodohnya aku jatuh dua kali pada pelukanmu. Tidak akan ada ketiga kalinya. Aku bersumpah!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Bersambung .......


...Jangan Lupa mampir ke cerita Kekasih Tuan Muda Ruan dan jangan lupa tambahkan favorit....


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .


Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo.

__ADS_1


__ADS_2