Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 98


__ADS_3

...Kenangan itu akan terus terpantri dengan rasa yang tidak bisa di lupakan, itulah cinta atau sakit hati....


..._Eouny Jeje_...


...Apakah ini namanya cinta yang terpaksa dalam rumah tangga? Menyentuh tubuh istri sendiri. Namun, yang di ingat adalah mantan yang tidak pernah terlihat....


..._Sadewa_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Sadewa masih terlihat heran. Mengangkat pupil matanya dan menatap Imah dengan wajah terlihat serius.


Gugup. Imah sontak gugup akan sepasang mata Tuan rumah. Sekejap dia lupa dialog yang harus dia ucapnya. Tangannya bergetar menggengam batang biru tersebut. Lidahnya pun mendadak kelu, sulit melontarkan satu katapun.


Diam. Lama terdiam. Sadewa terlihat bingung akan benda biru tersebut yang menggantung di udara yang tergenggam tangan Imah yang terlihat bergemetar.


Sadewa menghela napas, dan membuka mulutnya, "Kau hamil Imah?"


Glek! Imah linglung akan pertanyaan tersebut. Tentu saja dia tidak hamil. Namun, rasa gugupnya membuat dirinya hanya mematung bingung, mencoba mengingat dialog apa yang harus dia ucapkan, karena tidak boleh salah satu katapun.


"Kau hamil?" ulang Sadewa seraya menyadarkan dirinya ke kursi, dan alisnya mengerut tidak senang, "Kau hamil bukan olehku! Jadi, kenapa kau memberikan benda tersebut padaku?"


Sadewa terlihat menatap jijik pada Imah.


Deg! Imah segera menggelengkan kepalanya,dan menjawab, "Bukan saya. Ini milik Nyonya Santi."


Sadewa menatap kembali batang biru. Merebutnya dari tangan Imah. Dua garis biru. Itu artinya positif hamil.


Apa Santi sedang bercanda lagi? Konyol. Benda biru ini selalu mempermainkan aku dan Santi dengan bodoh dari dulu.


Sadewa menggenggam bingung. Aneh. Bukan rasa senang menyelinap dadanya. Dia menahan napas sejenak, dan sepasang matanya mendongak ke atas menatap kamar miliknya di sana.


Benarkah kau hamil anakku? Tetapi, mengapa aku tidak merasa kan senang akan hal itu. Aku merasa tidak pernah melakukannya padamu.


Sadewa mendorong kursi perlahan. Dia pun berjalan menyusuri setiap anak tangga dengan langkah yang sangat pelan dan berhati-hati,seraya terus bercengkrama dengan dirinya sendiri.


Yang ku ingat aku hanya selalu bercinta dengan Aprilia. Namun, mengapa setelah membuka mata, yang tubuhnya  polos di sisiku adalah dirimu, Santi?


Sadewa berhenti di salah satu anak tangga. Dia mendongakkan matanya menatap ke langit-langit megah rumahnya.


Apakah ini namanya cinta yang terpaksa dalam rumah tangga? Menyentuh tubuh istri sendiri. Namun, yang di ingat adalah mantan tidak pernah terlihat.


Sadewa melanjutkan langkahnya kembali. Lebih cepat menapaki tangga rumahnya, dan menuju kamarnya.


Kret!  Sadewa membuka pintu. Terlihat Santi sedang duduk mengambil sebutir vitamin di atas meja. Vitamin kandungan.


"Kau hamil?"


Santi menganggukan kepala,dan berpura-pura tersipu, "Akhirnya Tuhan memberikan karunia untuk kita, mas."


Santi tertawa girang.


Sadewa melangkah mendekat dan duduk di sisi ranjang. Dia menatap dengan teliti Santi.

__ADS_1


"Apa kali ini sungguh-sungguh hamil? Atau hanya sekedar dua garis yang tidak jelas ada sosok dalam perutnya."


Santi menggelengkan kepalanya, "Kali ini aku yakin hamil."


"Bukan maag akut!"


Santi menggelengkan kepalanya.


Sadewa terlihat masih merasa mustahil akan benda biru yang tergenggam dalam tangannya.


Santi meluruskan punggungnya. Glek! Dia meraih tangan Sadewa dan mengenggamnya erat.


"Kali ini, aku yakin sungguh hamil. Bukan halunisasiku lagi. Bukan sekedar batang biru yang terlihat pandai menipu kita berkali-kali seperti dulu."


Sadewa terlihat luluh, dan tangannya merangkak naik menyentuh pipi Santi, "Semoga kali ini benar. Apakah kita akan memeriksannya?"


Tentu saja tidak sekarang! Janin di dalam perutku belum bisa di USG. Tunggu 8 bulan. Perpindahan itu akan terjadi sendiri.


Santi menggelengkan kepala.


"Mengapa?"


"Aku takut malu-maluin lagi seperti dulu mas. Hamil dengan yakin. Setelah di USG, tidak ada. Aku hanya mampu berikhtiar dengan yakin seraya meminum vitamin setiap hari."


Sadewa menunduk pasrah. Dia telah kehilangan dua janin sebelumnya dari Aprilia, dia pun tidak ingin di kecewakan dengan kehamilan kosong Santi.


"Baiklah. Kali ini, kita hanya beriktiar dengan yakin, kau akan melahirkan putera ataupun Puteri untukku kelak. Dia sehat, dan dia lengkap."


Santi pun memeluk Sadewa kemudian, dan pria itu membalas pelukan tersebut. Dengan sepasang mata yang terlihat jauh menerawang ke udara. Lagi-lagi dia teringat akan sosok Aprilia, wanita yang telah di jadikannya janda kembali.


Sadewa menitikkan air matanya. Segera menyekanya kembali agar tidak menjatuhi bahu Santi.


Di lain tempat. Aprilia yang berada di ruang bawah tanah. Terlihat selesai menghabiskan makan malamnya. Aprilia segera berdiri membiarkan piring dengan ampas itu berserak begitu saja di atas meja.


Aprilia berjalan menelusuri lorong. Seakan kegelapan bukanlah penghalang baginya untuk melangkah masuk ke kamarnya. Dia duduk bersila di atas kasur tipis dan mulai bersemedi seperti biasa. Untuk mengamalkan rejeki, jodoh, dan kelancaran usahanya kelak.


Teng!


Aprilia membuka matanya. Tepat pukul 23.00 wib. Aprilia membuka matanya lebar, dan mulai menyalakan lilin, dan dia pun menyebutkan nama Sadewa lolos dari bibir merah bercampur kecoklatan miliknya.


"Kau hanya akan ingat padaku! Kau akan menangis untukku! Sadewa kau akan tergila-gila padaku kembali!" Aprilia meraba bekas puntung rokok pada wajahnya, bekas lubang itu terasa kasar dan berparut.


"Suatu saat. Aku akan menciptakan lubang yang sama pada wajahmu,Sadewa!"


Aprilia tersenyum sinis. Tidak lama sosok Nenek Mayang hadir di belakang punggungnya. Angin dingin menyapa tekuk Aprilia. Dingin dan menusuk hingga tulang.


"Kau makin cantik, anak gadisku."


Aprilia segera berbalik dan bersujud akan kehadiran sosok ibu angkatnya tersebut, "Aprilia tidak akan mengecewakan ibu Mayang."


"Pelet janda ampuh. Kau akan membuat setiap mata pria jatuh menangis untuk merindu. Tertawa gila mengingat kenangan manis. Bisa juga seperti lagu."


Aprilia mengangkat kedua aslinya, dan Nenek Mayang pun mulai bersenandung kembali.

__ADS_1


Aku mau makan, ku ingat kamu


Aku mau tidur, juga ku ingat kamu


Aku mau pergi, ku ingat kamu


Oh cinta, mengapa semua serba kamu?


Aku sedang bingung, ku ingat kamu


Aku sedang sedih, juga ku ingat kamu


Aku sedang bosan, ku ingat kamu


Oh cinta, inikah bila ku jatuh, ku jatuh cinta?


Aprilia tersipu malu dan tersenyum kagum akan suara merdu Nenek Mayang. Setelah lagu itu berakhir. Aprilia menepuk tangannya, Plok-plok-plok!


Nenek Magang mengangkat telunjuknya. Tangan Aprilia pun berhenti bertepuk tangan. Kala, kuku panjang Nenek Mayang bertumpu pada dagu Aprilia.


"Anak gadis cepat upgrade. Karena, iblis zaman now, tidak kampungan lagi. Bukan pasukan daster putih."


Aprilia mengangguk bodoh berkali-kali.


"Karena kami adalah pencipta trend. Jangan memalukan diriku, dengan jadi anak gadis yang lugu. Kau harus pandai update."


Aprilia menganggukan kepalanya lagi.


Nenek Mayang tersenyum, dan menjentikkan jemarinya, "Jadi janda itu pasti menyenangkan dapat banyak uang."


Nenek Mayang menghentikan jemarinya kembali, mengubah wujudnya terlihat Qveen Herby. Lalu, sekejap ruangan gelap terlihat berubah dengan lampu disko yang berkelip-kelip, dan suara musik pengiring terdengar mengiring suara Nenek Mayang selanjutnya.


He love me, he give me all his money


That Gucci, Prada comfy


My sugar daddy


He love me, he give me all his money


That Gucci, Prada comfy


My sugar daddy (Uh, ha-ha, ha-ha)


He love me, he put no one above me


These bitches wanna judge me, but I don't care (Uh, ha-ha, ha-ha)


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Jangan lupa tinggalkan komentar dengan menggunakan hastag #kehamilanpalsu# atau #menipusuami#


...ATAU...

__ADS_1


Kalian juga bisa menambahkan komentar pada baris hastag yang tersedia.


__ADS_2