Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 112


__ADS_3

...Bertahan sebentar untuk indah pada waktunya....


..._Eouny Jeje_...


...Iya. Bertahan sebentar untuk kekayaan tujuh keturunan. Aku akan menikahimu kembali...


..._Sadewa_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


8 Bulan Kemudian ....


Sepasang kaki terlihat jenjang dengan sepatu merah yang ujungnya terlihat lancip dan tinggi, terlihat menginjak setiap ubin yang mengantarkannya kembali ke tanah airnya.


Rahangnya kokoh membingkai  wajah tirus dengan sepasang mata belo indah yang terlihat indah dengan tahta rambut lentik pada ujung kelopak mata. Bibirnya merah orange  dengan gradiasi merah muda, terlihat imut dalam polesan warna bibirnya yang tipis, dan tahi lalat di atas bibirnya nampak menjadi ciri unik khas untuk dirinya. Dia adalah Aprilia yang baru. Itik yang berganti bulu layak angsa berbulu emas. Ulat yang metamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah mempesona.


Berjalan lurus dengan langkah menyilang panjang yang mengikuti satu garis lurus yang mengantarkan dirinya pada pintu kedatangan dirinya.


Aprilia  berdiri di garis pintu. Mengedarkan pandangannya dan berhenti pada sosok yang akrab dan familiar.


Mas Sadewa, akhirnya kita bertemu kembali.


Aprilia menggeret kopernya. Menuju pria paruh baya itu yang terlihat lebih gagah dari terakhir pertemuan mereka.


Aprilia menghentikan langkahnya. Menyisakan dua langkah untuknya berjarak dengan Sadewa. Membiarkan pria itu takjub memandang dan menggila padanya kembali.


"Kau cantik, mantan isteriku!"


Aprilia tersenyum. Menerima uluran tangan pria itu, yang kemudian membawanya dirinya masuk ke dalam sebuah mobil mewah baru.


"Kau beli mobil baru!"


"8 bulan menjalani hubungan long distance relationship, membuat ku sibuk bekerja di balik meja setiap hari. Tidak ada napsu bercinta dengan wanita lain, selain dirimu."


"Kau tidak bersenang-senang dengan wanita." Aprilia menyilangkan kakinya di kursi mobil. Rok mininya sedikit terangkat, kaki kurus dan putih itu terlihat menjilat mata Sadewa.


Sadewa memiringkan botol wine , dan menuangkan sedikit dalam cawan ramping dan terbuat dari kaca. Dia beralih ke duduk seberangnya, dan duduk di sisi Aprilia, dan menyodorkan cawan tersebut pada Aprilia.


Tangan ramping dan halus itu terulur meraih kaki cawan. Dengan sepasang mata yang diam-diam melirik sang pemberi cawan.


Aprilia merona merah akan tatapan Sadewa yang terlihat memujanya, dan dia pun mengkritik segera, "Bukankah kita sering video call? Bahkan kau sudah dua kali berkunjung di Korea Selatan. Mengapa kau memandangku seperti ini?"


Sadewa meraih tangan Aprilia,dan melabuhkan di paha wanita itu, dia meletakkan dagunya pada bahu ramping itu. Napasnya terasa menyapu kulit leher wanita itu, dan dia berbisik di bawah cuping telinga Aprilia, "Aku hanya sedang berbahagia. Jarak bukanlah pemisah di antara kita kembali."

__ADS_1


Aprilia menoleh ke belakang dan bibirnya tanpa sengaja menyentuh lembut kening Sadewa.


"Mas, kau jangan menggoda. Identitas ku sekarang adalah Lea,sebagai adik kandungmu yang pulang dari Korea Selatan."


Aprilia mendorong raga Sadewa, dan memberi ruang dan jarak di antara mereka, "Bagaimana mungkin Adik-kakak kandung terlibat percintaan."


Aprilia menoleh dan menunjuk kabin sopir, "Mereka akan mencurigai kita.  Identitas kita akan terbongkar."


Sadewa menganggukan kepala, "Tenang saja. Dantes adalah orang kepercayaanku. Dia bahkan telah mengetahui jika Lea adik kandungku telah meninggal oleh overdosis."


Aprilia menganggukkan kepala, "Apakah kita hanya bersandiwara di depan Santi? Mengapa aku harus menggunakan identitas adik kandungmu, hanya untuk mengelabui Santi."


Sadewa meraih tangan Aprilia, "Bukan untuk mengelabui Santi. Namun, untuk mengelabui banyak orang kaya di luar sana. Aku ingin membesarkan nama Sadewa Grup."


Aprilia mengerutkan kening, "Kau ingin meperalatku dengan menjualku demi saham?"


Sadewa mengangkat dagu Aprilia, "Bukan menjual. Hanya meminjamkan sebentar. Lagi pula pernikahan kita tidak akan bisa terjadi. Jika kau tidak menikahi orang lain lebih dahulu."


Aprilia mengembungkan pipinya dan Sadewa menarik tubuh Aprilia jatuh miring masuk terjebak dalam dekapan dadanya.


"Aku merindukanmu, dan ingin melewati satu malam lagi."


Aprilia bangun dan mendorong tubuh Sadewa, "Aku sudah perawan kembali. Tidak semudah itu, kau mengoyak! Operasi bukan masalah biaya.Namun, rasa sakit pasca operasi. Aku tidak bisa pipis dengan baik setelah hari itu!"


Sadewa terlihat kasihan. Namun, beberapa detik kemudian. Rasa kasihan itu menguap. Bibir yang terlihat tertekuk cemberut itu menggodanya.


Sadewa memeluk Aprilia, "Iya. Bertahan sebentar untuk kekayaan tujuh keturunan. Aku akan menikahimu kembali."


Aprilia menghela napas, dan bertanya seraya menggeser tangan itu agar lepas dari perutnya, "Kita akan pulang kemana?"


"Tentu saja ke rumah utama Sadewa."


Aprilia mendelik kaget, "Santi berada di rumah yang sama! Bahkan dia sedang mengandung!"


Sadewa meletakkan telunjuk jemarinya, "Saatnya kita membalas luka yang sama padanya. Di saat dia akan berbahagia menunggu kelahiran puteranya. Kita akan membuat sebuah cerita, yang membuat dirinya kehilangan nama dan reputasi keluarganya."


"Maksud, mas?"


Sadewa mengambil beberapa lembar photo dari kantong saku mobil. Dia pun meletakkan di atas meja  yang menengahi kursi yang saling berhadapan tersebut.


"Itu adalah pria selingkuhannya."


Aprilia terperangah, dan mengambil satu demi satu lembar photo di atas meja, dan dia menatap dengan tatapan terkejut.

__ADS_1


"Pria muda?"


"Jauh lebih muda dariku,dan tidak memiliki pekerjaan."


"...." Aprilia sudah menebak hal itu terjadi. Karena, Santi memiliki segalanya. Oleh itu, pria muda itu menjadi pria yang merampok harta dengan sentuhan kulit.


"Aku bisa menebak cerita selanjutnya," ujar Aprilia tersenyum miring akan setiap photo yang terkocok di dalam tangannya.


Sadewa mengangkat kedua alisnya, "Sebentar lagi adalah hari perayaan pernikahan kami. Di saat itu bangkai yang dia sembunyikan dengan sempurna, akan terbongkar."


"Selanjutnya Santi akan menjadi tawanan penjara dalam istananya sendiri. Dia malu mengangkat kepalanya. Dia akan bersembunyi dengan banyak ketakutan dalam setiap geriknya."


Sadewa menarik salah satu tangan Aprilia, dan mencium punggung tangan wanita itu, bertahan lama, dan bibir itu terangkat kemudian dengan pandangan redup penuh cinta, "Kau lebih cerdas sekarang, Lea sayang."


"Lea. Aku adalah Milea milikmu."


Aprilia mengangkat alisnya. Teringat akan sosok Santi.


"Apakah Santi mengenal rupa Lea?"


Sadewa menggelengkan kepala, "Lea adalah adik kandungku. Namun, kami berbeda ibu. Bahkan kami tidak pernah bertemu sedikitpun semenjak gadis itu berusia 5 tahun. Ibu tiriku dan Lea telah lama mengasingkan diri. Aku hanya mengamati dari jauh."


"Apakah akan ada yang mengetahui identitas pengganti ku?"


"Lea, gadis idiot. Dia hanya tinggal di rumah. Dia lahir dengan cacat otak. Siapa yang akan mengingat dan mengenalnya? Kau jangan khawatir akan hal itu."


Aprilia menghela napas.


"Mengapa dia mati?"


"Overdosis! Semua tenaga medis menyebutkan dia candu dan mati oleh konsumsi narkotika."


Aprilia menyipitkan matanya , dan menebak dalang tersebut, "Kau melakukannya?"


"Ya! Dua bulan yang lalu aku membunuhnya. Untuk memberikan identitas baru untukmu. Bahkan Aprilia telah mati di mata publik. Hanya Lea yang kembali dari Korea Selatan. Hanya satu Lea. Yaitu kau, Adik kandungku beda ibu."


Aprilia tersenyum kaku. Getir dan takut menyelinap dalam dadanya.


Mengapa aku merasakan kejamnya Sadewa terlihat sama dengan Ibu Mayang?


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


...Sadewa itu sadis. Itu saja. Bagaimana jika segala hal terungkap? Akankah Aprilia mendapatkan pengampunan Sadewa....

__ADS_1


...Nama Aprilia dah otor ganti jadi Lea selanjutnya....


...Bagus nggak?...


__ADS_2