
...Jangan hanya salahkan orang ketiga. Jika Tuan rumahpun mempersilahkan dia tinggal dalam rumah tangga. Salahkanlah mereka berdua!...
..._Eouny Jeje_...
...Pernikahan yang aman dari seorang janda penggoda. Bukankah hal itu cukup membuatmu bahagia....
..._Aprilia_...
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
Santi lama terdiam. Sudut bibirnya berkedut sebentar. Dia bangun dari lantai. Dia terbahak kemudian.
"Kau memeras! 5 M itu tidak sedikit!
Aprilia membuang wajahnya. Dia hanya memberikan senyum yang terlihat bersiap membunuh. Bersikap acuh dan tidak acuh pada sosok Santi yang terlihat melayangkan pikirannya ke setiap harta yang dia miliki.
Santi mengangkat pelupuk matanya. Menyeka bersih air mata palsunya. Dia menangkap sorot keji dalam netra Aprilia. Dia terkesiap ketakutan. Teringat akan kematian Abas dan Dimas.
Janda ini telah bertingkah mata duitan. Apakah dia sengaja berdiam di dalam ruangan ini? Hanya ingin mengerjaiku. Apa tujuanmu? Bergerak statis terlihat. Namun, setelah itu membunuhku. Aku tidak bodoh Aprilia.
"Aku tidak bisa memberimu sebanyak itu. Jika 1 M. Aku akan menyetujuinya."
Aprilia mengangkat pupil matanya. Dia berdiri, dan langkah ringkih mendekati Santi. Tubuhnya terlihat sangat kecil berselubung dalam daster yang terlihat sangat longgar dikenakannya. Jelas sekali, Aprilia kehilangan banyak bobot dalam dua minggu ini. Kurus dan hanya terlihat tulang menonjol dengan daging tipis.
"Aku menolak tawar menawar. Apakah aku semurah itu? Lebih baik, kau tidak perlu membayar."
Santi jijik akan bola mata yang menatapnya dengan rakus.
"Tubuhku kotor olehmu!" teriak Aprilia.
Santi terkekeh. Sangat konyol melihat sosok wanita di depannya berakting dan menagih harga atas kesuciannya. Perawan pun bukan.
"Kau bukan perawan! Jangan bertingkah seakan kau suci!"
"...." Aprilia menahan napasnya. Dia membiarkan wanita itu melanjutkan kalimatnya lagi.
"Aku hanya menambah lumpurnya saja. Ketahuilah, kau telah memutuskan kotor lebih awal dengan tidur bersama suamiku! Kau kotor lebih awal! Jika mengaku bersih, bukankah semua orang akan terbahak konyol!"
Aprilia menyipitkan matanya. Jantungnya seakan terpanah belati tajam. Perih sekali jika mengingat dirinya selalu terinjak-injak. Dia tidak akan sudi menerima lumpur dari siapapun lagi. Telunjuk Aprilia naik dan menempel pada dada kiri Santi, seakan menargetkan jantungnya.
"Apakah 5 ember lebih berharga dari jantung? Jika jantung ini berhenti berdenyut. Segala milikmu adalah milikku!" ancam Aprilia dengan sepasang mata nanar. Rasa sakitnya telah dia muntahkan menjadi keji di depan siapapun.
__ADS_1
Santi terperangah. Tangannya naik ke udara akan menampar wajah Aprilia. Namun, dia mengurungkan niatnya, "Kau jangan mengancamku!"
Santi berbalik akan pergi. Namun, sepasang matanya tertuju pada boneka jerami yang tergeletak di lantai. Dia cukup terkejut akan sosok boneka jerami yang terlihat bergerak sebentar, dan hilang
Bukankah boneka ini telah aku singkirkan ke rumah Mba Nung.
Santi berbalik. Menemukan boneka jarami telah berada dalam tangan Aprilia. Aprilia terlihat menimang-nimang boneka tersebut seraya duduk kembali.
Bergindik. Degup jantung Santi berpacu keras melompat-lompat tidak karuan, dup-dup-dup.
Santipun menduga boneka gaib itu tidak dapat di hancurkan oleh Mba Nung. Boneka itu akan kembali pada sang tuannya. Tuannya adalah Aprilia, sang janda yang berubah rakus uang untuk merampok dirinya.
Aku tidak boleh mati. Apakah 5 ember lebih penting bagiku? Jika aku mati, dia akan memiliki kekayaanku yang begitu banyak. Babu mendadak menjadi ratu. Bukankah itu sangat konyol.
Santi gelisah membayangkan papan nisan di atas tanah merah. Namanya terlihat terukir disana. Menakutkan. Santi kembali melangkah maju mendekati Aprilia.
Aprilia tersenyum pada boneka jerami tangannya, seakan matanya bertukar rahasia dengan sang boneka jerami. Detik selanjutnya, dia pun mendongak menatap Santi.
"Apa sudah berubah pikiran?"
Santi menggigit bibirnya, bersiap marah. Namun, boneka jerami itu terlihat mampu melukainya. Santi tersontak akan Sorot mata Aprilia terlihat sangat berbeda. Jauh berbeda dari pertama kali wanita itu datang menginjakkan kakinya, sorot keluguan yang terbiasa terpantri di dalam netranya, terlihat pudar berganti dengan sorot kejam. Dingin. Penuh kebencian.
"Jika kau mendapatkan 5 M! Apa yang akan kau berikan untukku?"
"Kau berjanji akan menjauhi Sadewa."
Aprilia tersenyum, "Iya. Aku akan menghilang dari hadapannya."
Santi merasa mulai tenang, dan dia tersenyum lega,seraya mengangkat pupilnya teringat akan dosa kejam yang pernah dia ukir pada Aprilia, "Kau akan melupakan dosaku?"
Aprilia menganggukan kepala, "Tentu. Harga itu wajar melupakan lumpur yang kau lempar ke tubuhku."
"Tepati janjimu. Aku akan memberikan uangnya dua Minggu lagi."
"Terimakasih!"
Santi menghela napas. Dia cukup merasa berat melepaskan seluruh harta tersisa miliknya. Jika harta itu pergi. Bukankah dia hanya akan terlihat seperti singa kehilangan rambutnya. Dia tidak akan memiliki keangkuhan sebagai seorang wanita high class. Dia hanya akan menjadi wanita yang mengepalkan tangan untuk berhemat. Pelit dan kikir selanjutnya.
Nyawa lebih penting. Pernikahan lebih penting . Daripada lima ember.
"Kau akan melepaskanku? Membiarkanku tetap hidup?" Santi ragu dan bertanya lagi.
__ADS_1
Aprilia terbahak, "Nyonya Santi. Aku tidak pernah membunuh. Mengapa kau ketakutan seperti itu? Kau jangan menuduh sembarangan!"
Aprilia mengangkat kepalanya, meluruskan pandangannya, "Jika aku hebat. aku tidak akan membiarkan dua pria itu memperkosaku. Jadi jangan takut padaku. Aku hanya manusia biasa!"
Santi menahan napas. Untuk pertama kalinya, dia merasakan intimidasi Aprilia sangat kuat.
"Jadi jangan melihatku seperti Joker. Aku tidak memiliki nyali untuk membunuh siapapun."
Kau tidak membunuhnya. Tetapi, boneka setan itu membunuhnya.
Santi hanya tersenyum kikuk, berusaha menyembunyikan ketakutannya. Sepasang matanya hanya mendongak turun sebentar, menatap boneka jerami yang berada dalam gendongan Aprilia.
Boneka itu pembunuh. Terlihat jahat dan sadis melebihi boneka Annabelle.
Santi pasrah.
"Baiklah. Aku akan menyiapkan uang dalam dua minggu. Kau berpikirlah dari saat ini, bagaimana cara menghabiskan uangku. Namun, jangan lupa kau harus tepati janjimu."
"Tentu!" sahut Aprilia.
Santi berbalik akan pergi. Wajahnya terlihat pasrah akan kehilangan seluruh harta tersisanya.
"Oh iya," interupsi Aprilia.
Santi menghentikan langkahnya. Menoleh ke asal suara.
"Bawa dua pengawalmu itu pergi bersamamu!"
Santi menaikkan bibirnya, memberikan isyarat agar dua pengawalnya pergi, dan dia berkata tanpa menoleh ke belakang lagi, "Ingat janjimu. Jangan melakukan apapun padaku! "
"Aku bukan pembunuh! Mengapa harus menuduhku pembunuh dan takut?"
Santi jengah akan rasa frustasinya, dan segera pergi. Blam! Pintu itu terbanting keras.
Aprilia membuka matanya lebar menatap boneka jerami, dan menyisiri rambutnya, "Ibu Mayang, Aprilia sekarang sudah menjadi anak gadis yang pintar. Suka mengambil keuntungan."
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah setelah membaca. Biar Author semangat Up lagi ✌️...
...sambil nunggu Up, baca cerita lainnya....
__ADS_1
...꧁💙༆Eouny Jeje ❤️ Sugar༆💙꧂...