Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 142


__ADS_3

...Langit ikut menurunkan hujan darah....


..._Langit_...


...Bumi menangis melihat darah tergenang mencelupkan kaki mereka....


..._Eouny Jeje_...


...Cinta dan suka itu bagai bumi dan langit jaraknya. Jutaan kilometer. Layaknya menempuh alam semesta yang tidak terukur....


..._Sadewa_...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat hari sabtu. Pukul empat sore. Sadewa di ijinkan pulang dari rumah sakit. Di depan terlihat Santi duduk di atas motor Vespanya. Menunggu. Dia mengenakan baju andalannya, baju kodok dengan kaos hijau.


Sadewa menghela napas. Tiba-tiba saja dia malu bertemu gadis yang dia campakkan.


Mengapa kau terus datang? Mungkin kau tidak malu. Tetapi, aku yang malu. Malu bertemu denganmu. Aku bukan pria setia. Aku pengkhianat.


Sadewa melewati Vespa itu.


"Mas Dewa!"


"Aku sudah di jemput Dody."


"Tetapi?"


"Ibumu akan marah. Pulanglah!"


Tidak lama sebuah motor alpha datang. Dody melambaikan tangannya pada Sadewa.


Dody menjulurkan kepalanya ke belakang Sadewa. Terlihat Santi merengut dengan tatapan tajam seperti orang cemburu.


Sadewa melompat ke boncengan belakang Dody.


"Santi sudah datang dengan Vespanya. Kenapa tidak dengan dia saja?" Dody heran sekaligus kasihan pada Santi.


"Cuekin aja! Kita adakan meeting penting di pantai!"


Dody merasa sedikit bersalah, seraya menginjak engkol motornya,dia berseru pada Santi, "Nggak usah cemburu, Santi. Aku masih normal! Aku tidak akan mencumbui suami otak buaya!"


Santi memalingkan wajahnya. Berpura-pura acuh tidak acuh.


Motor Dody melaju. Sesuai permintaan Sadewa, merekapun menuju pantai. Memerlukan waktu satu jam untuk mencapai pantai. Setelah kaki mereka menginjak pasir pantai. Sadewa dan Dody duduk menjatuhkan diri, tidur terlentang, menatap matahari terbenam. Burung bercicit di langit, terbang dan hilang di ufuk barat yang menguning jingga.


"Jam segini, anak-anak masih belum ngumpul."


Sadewa hanya menganggukkan kepala sebagai sahutannya.


"Siap-siap dapat amukan Langit."


Sadewa menoleh, menatap Dody, "Why?"


"Langit mengirim foto kuburan ke anak-anak, biar menyakinkan Tina. Jika, sang Sadewa mati di Medan perang cinta. Foto kuburan itu tersebar ke tangan anak genk, anak kampus, anak motor."


"Terus?" Sadewa berkedip dan menghela napas.


"Dia koar-koar kematian seorang Sadewa. Foto kuburan tersebar di seluruh anak genk. Semua dah baca doa. Cuma Langit mendadak malu."


"Kenapa harus malu? Anggap saja aku mati sungguhan. Aku berencana akan meninggalkan kota ini. Jadi, sebut saja itu kenyataan! Langit hanya perlu diam dan tenang!"


"Konyol. Karena, hanya seorang Tina. Kau  lari!"


"Rasanya sakit!" Sadewa memukul dadanya.


"Move on donk? jangan baper!"


"Nggak semudah itu. Karena, jatuh cinta dan jatuh suka, ternyata jauh berbeda. Pada Santi, aku jatuh suka. Pada Tina, aku jatuh cinta. Cinta dan suka itu bagai bumi dan langit jaraknya. Jutaan kilometer. Layaknya menempuh alam semesta yang tidak terukur."


Dody menghela napasnya, "Tetapi, sekarang jadi sangat kacau. Dia di hajar anak Genk!"


"Ada apa sih?" tanya Sadewa.


Dody memejamkan matanya, dan mengerutkan keningnya. Seakan sedang berpikir apa yang harus dia katakan. Namun, dia takut Sadewa akan meledak marah kala mengetahui rencananya berantakan.


"Ada apa sih?"

__ADS_1


"Nggak penting. Lupakan!" Dody melambaikan tangan. Tidak ingin melanjutkan topik.


"Katakan, Dod!"


Dody mengatur napasnya.


"Rencana berantakan!"


"Why?"


"Pria idiot, anak baru dalam Genk kita. Si tukang kepo, yang wajahnya mirip Mr.Bean, kekasih Rani itu. Bantah foto kuburan. Dia ingin cari bukti kebenaran! dan dia berani bilang ke anak-anak. Foto kuburan itu fake! Apalagi Rifki, doi Raya berani pasang judi di tiap Genk. Jadiin taruhan. Hidup dan mati."


"Sialan! Malam ini kita hajar Mr. Bean! Apa dia lupa, dia anak pungut dalam Genk Casper? Sok caper!"


Seakan sadar sesuatu, mendadak merasa khawatir, "Bagaimana dengan langit? Babak belur!"


"Bentar lagi sampai ke lokasi."


Tidak lama terdengar suara langkah menginjak pasir, dan bug! Pria bernama Langit memukul pasir segera. Dia terlihat kacau. Rambutnya terlihat berantakan.


Sadewa dan Dody segera duduk. Mereka menatap wajah langit yang terlihat biru dan ungu sekitar bibir dan sudut matanya.


"Kau di pukul siapa? Seorang langit di hajar. Sangat lucu."


"Genk yang percaya omongan Mr.Bean!"


"Acungkan jari tengah! dan katakan ...," umpat Sadewa menahan satu kata dalam mulutnya, "Casper akan balas dendam!" lanjutnya.


"Ya! Awalnya kita jahit dulu mulut Mr. Bean! Malam ini!"


"Yes! Siapkan boom, granat, dinamit untuk Mr.Bean! Biarkan kematian palsu ini terlihat nyata. Ingat, jangan pukul wajah Mr.Bean! Hajar secara internal. Agar mulutnya tetap berkata, bahwa foto kuburan itu nyata!"


"Lalu, dengan genk mak comblang bagaimana?"


"Genk Foxy. Biarkan damai sementara. Biarkan mereka, merasakan surga sepanjang waktu. Di saat itu. Hujan darah akan datang! Dendamku bagai bulan yang berdarah yang tidak mengijinkan serigala manapun berani melolong! Suatu hari, neraka mereka akan terima."


"Emang kapan rencana perang?" tanya Dody.


"Tunggu Sadewa memiliki cara terbang ke langit. Aku akan buktikan, Tina menyesal karena memilih pria yang seperti pengemis dan pemulung sampah itu," gerutu Sadewa.


"Dan Seorang Langit ikut menurunkan hujan darah atas wajah yang terpukul hari ini!" timpal Langit.


"Lalu, kakek serigala akan berkata ...." Dody berdiri, membuka kakinya membentuk kuda-kuda, dan meniru perubahan power ranger, "Saatnya berubah. Aku adalah Kim-berly, power ranger pink! Berubah!"


"Jangan meremehkan Casper! Hantu beringin, hantu laut, hantu gunung, hantu rumah angker, hantu manapun, akan kami hajar!" ujar Sadewa semangat.


"Berjanji dulu deh! Angkat sumpah!"


Sadewa terkekeh,"Jika Sadewa gagal mengalahkan mereka. Maka aku, Sadewa akan ganti nama jadi Sadewi."


"Cocok deh jadi banci," ledek Dody.


"Bersedia pakai rok," sahut Sadewa konyol. Namun, tatapannya sungguh nanar.


Dody dan Langit terbahak. Setidaknya Sadewa terlihat ada api lilin dalam hatinya. Bukan seperti mayat hidup lagi.


"Kau tidak berjanji buat ganti nama juga?"


"Ya, Langit akan berganti nama jadi Bumi!" sahut Langit.


"Nggak adil. Harus jadi banci juga! Jika Langit gagal. Maka, Langit ganti nama jadi Anggun. Pakai gaun mulu."


"Seterah," sahut Langit cuek.


"Jika Genk Casper kalah. Maka, Casper akan ganti nama jadi Scooby-doo, anjing pengecut!" lanjut Dody.


"Kamu ganti nama, jadi?"


"Jika Dody gagal mengikuti kalian, dan kalah melawan serigala. Maka, Dody Dirgantoro berjanji, akan ganti nama jadi Dirga Mahaberani."


"Salah, Cong. Yang ada Dody berubah nama jadi Dirga maha bencong."


"Aku kan Ultraman! Masa dijuluki maha bencong! Bencong di atas segala bencong donk!"


"Cocok. Tuhannya para bencong!"


Tiga sahabat itupun bercengkrama hingga bulan merangkak naik perlahan ke langit. Lalu, satu demi satu anak Genk Casper yang lain ikut bergabung.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam makin larut. Setelah kepulangan dari pantai, genk Casper bergerak liar sepanjang jalan, mencari sosok Axel, sosok Mr.Bean yang berani menjadi duri dalam daging Casper.


Setelah aksi itu lewat, dan Mr. Bean babak belur. Sadewa  memutuskan menginap di kamar kost Dody. Karena, kamar kost miliknya, telah di kosongkan, setelah rumor kematian itu beredar hingga telinga ibu kost, Raya.


Di dalam kamar kost


Dody tampak mengorok lebih awal. Sadewa terlihat tidur miring menutup telinga dengan bantal. Dia berusaha tidur. Namun, gendang telinganya tidak mentoleransi suara ngorok Dody. Dia pun segera bangun duduk. Terjaga.


Sadewa menyingkirkan tangan Dody dari perutnya.


"Orok sialan! Sudah sempit, berbagi ranjang. Diberisikin lagi!" umpat Sadewa kesal. Dia turun dari dipan sempit, yang lebarnya berbagi dengan Dody. Dia keluar dari kamar kost, menuju beranda, dan duduk menatap bulan yang terlihat mengoloknya.


"Dulu, aku pernah berkata pada Tina. Demi dia, aku rela terbang ke langit, memetik bintang dan menggendong bulan untuknya."


Sadewa tersenyum miring, ironis sekaligus terlihat sinis.


"Sekarang, aku akan berkata padamu Tina. Aku akan pergi ke langit. Tidak akan pernah turun lagi. Jodohku hanya bidadari. Kau tidak level!"


Kepedean, cita-cita nggak sampai, sakit banget, kritik Sadewa pada dirinya sendiri.


Sadewa terkekeh konyol. Namun, turut menangis pula. Lalu, dia merogoh ponsel N-gage miliknya, dan membuka aplikasi catatan. Jempol kiri kanan bermain lincah di atas papan keyboard N-Gage, mengetik beberapa nama yang terbersit satu demi satu.


Dannis, Yenni, Yulia, Dimas , ikan Lele, Jenny, Sayang, Srintil Kunti, Rubi, Xena, Diana, Deky, Yana, Upil, Wulan, Beby, Zee, Ai, Maria, Ervan, Nofi, Michael, kumbang, kodok, buaya, Kocheng, Nia, Chaca, Lili, Otonk, Itonk, Megantropos, Desi, Benu, Reptil, Rey, Plastik, Kura-kura, anak pungut, Hangga, Enol, Tanjiro, Azzura, Nata de coco.


Sadewa mengerutkan ujung matanya menyipit, dia menatap ke langit yang hitam pekat, hanya sedikit bintang yang hadir, bulan terlihat bundar, " Demi Randi, Genk Foxy. Kalian diam. Kalian adalah saksi yang ikut merasakan jerih payahku mengejar Tina. Namun, pura-pura buta. Pura-pura tuli. Kelak, kalian akan kubuat tak mampu berkata apa-apa kala aku membalas kalian dengan caraku!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nama tiga sahabat Thor buat sekeren mungkin Lo :



Sadewa


Langit


Dirga (Angkasa)



Berarti mereka bertiga adalah orang yang berada di puncak tertinggi.


Jejak kaki 👣


Sadewa menatap Author. Sepasang matanya menatap Author kerdil.


Sadewa: Hei! Tiga iblis bukan tiga bencong!


Author: Oke! jadi tiga Angel! Kalo menolak jadi tiga bencong!


Sadewa: **** you! Angel kan perempuan. Tiga Devil donk!


Author : Bodo amat! Nasib kalian bertiga di pena-ku! Bidik dan tembak aja lah 👣


Author ingat kartun zaman old: Casper ini hantu baik yang suka menolong dan Scooby-doo, anjingnya penakut banget kalo ktmu hantu 😅 Terus sinetron zaman old : power ranger, Kstaria baja hitam, dan Ultraman. Sinetron lawak zaman dulu, Warkop dan Mr.Bean.


Btw: Kalau zaman old banci itu penyebutannya gaulnya dulu : Bencong 😆


Ini daftar sinetron keluaran ikan terbang (Indosiar). Nostalgia dulu yuk.


Kstaria baja hitam



Sinteron power ranger



sinetron ultraman



Ini penampakan motor Santi


__ADS_1


Ini penampakan motor Dody



__ADS_2