
Sepasang mata Ade terlihat cemerlang, "Minyak ini disebut minyak pesugihan. Minyak kuyang berwarna putih dipercaya sebagai pelarisan atau sarana untuk mendatangkan uang secara ghaib. Apa kau ingin kaya? berapa yang kau inginkan? Kau hanya tinggal meminta padanya." — Ade menaruh tangannya di pundak Aprilia— "Jika kau ingin meminta. Uang emas kau akan dapatkan dengan sekali kedipan. Apapun tinggal bilang padanya."
Aprilia menggelengkan kepalanya. Setelah melihat dengan kepala sendiri, sosok gaib yang keluar dari minyak tersebut. Sekejap Aprilia bergindik takut dan ngeri. Walaupun mereka terlihat sexy, dan indah dalam satu tampilan.
"Pasti mereka butuh tumbal."
"Cukup sesajen. Jika kau gagal memberi sesajen. Maka, kau akan seperti diriku. Menjadi hantu kepala," ujar Ade mendekih kemudian.
"Aku tidak mau!"
Ade mendekih lagi seraya menunduk. Lalu, mengangkat botol minyak. Lalu, segumpalan asap putih keluar dari botol. Sosok wanita bergaun merah dengan banyak emas melingkar pada pergelangan kaki, tangan, dan lehernya. Duduk berlutut memberi hormat pada Ade. "Jin ini namanya Lala."
Aprilia menatap pada sosok Jin Lala yang terlihat bergelimang harta dalam penampilannya. Jin itu tersenyum pada Lala,dan membuka suara, "Butuh dana cepat. Hubungi aku segera. Cair dalam 1 menit. Tidak perlu anggunan."
Aprilia terbahak sebentar, setiap kata Jin Lala sangat meniru aplikasi pinjaman online. Hal ini terdengar konyol. "Jin update era digital."
"Kau pikir jin zaman now itu masih primitif. Mereka selalu update."
Tidak lama Ade bertepuk tangan dan jin Lala kembali pada botol. Lalu, Ade mengangkat botol minyak bewarna merah.
"Minyak kuyang berwarna merah berfungsi untuk meringankan beban tubuh, berlari secepat kilat dan dapat memerintahkan jin untuk mengikuti semua permintaanku. Konon, jin ini bisa menundukan semua orang hanya dengan menatap mataku."
Aprilia mengehela napas, "Pantas. Setiap bertemumu. Kau seperti telah menghipnotisku mengikutimu."
Ade tersenyum. Menggosok botol. Lalu, segumpal asap putih keluar dari botol. Berubah menjadi sosok wanita yang terlihat angkuh, mata sipit tajam dengan aura intimidasi yang kuat. Sosok halus itu duduk berjongkok memberi hormatnya pada Ade, dan sedikit pandanganpun, tidak berikan pada Aprilia.
"Namanya Jin Diva."
"Oh." Aprilia tidak berani berkomentar akan sosok Diva yang terlihat menjaga jarak,dan terlihat sangat tidak bersahabat.
__ADS_1
Tidak lama kemudian. Ade bertepuk tangan kembali, dan Jin Diva kembali pada botol minyak tersebut. Lalu, Ade mengangkat botol terakhir, "Ini adalah rahasia kami. Konon semenjak kami dalam kandungan. Setiap garis keturunan yang sedang mengandung akan mengoles minyak ini pada perut besarnya. Minyak berwarna hijau senantiasa tetap awet muda,cantik,dan memiliki fisik yang indah."
Ade mengusap botol minyak itu perlahan. Asap bewarna putih mengepul keluar,dan perlahan mengubah dirinya menjadi sosok wanita yang sangat cantik. Parasnya mempesona. Bahkan dengan wajahnya dia mampu mengalahkan Miss universe ataupun Miss world.
"Cantik sekali."
"Namanya Jin Rere."
Jin bernama Rere itu mendongakkan kepalanya, setiap fitur lima inderanya terlihat jelas. Sangat memikat dan memukau. Kecantikan bak Dewi dari langit. Merasa di tatap, Rere membalas menatap dan diapun tersenyum menunjukan kelemahlembutan pada Aprilia, dan beralih menunduk hormat pada Ade. Ade pun menepuk tangannya. Jin Rere pun kembali pada botol. Lalu, Ade mengangkat botol terakhir. Botol bewarna kuning.
"Botol berwarna kuning sebagai pemikat hati seseorang yang disukai. Namanya Jin Jejet."
Tidak lama, segumpalan asap putih itu membentuk sosok wanita bergaun kuning yang terlihat genit dan menggoda dalam setiap gerik mata dan bibirnya. Setiap melihatnya, maka dengan mudahnya jatuh hati.
"Dengan jin Jejet. Kau bisa memikat pria manapun. Sangat mudah menaklukan hati pria hanya dalam satu kali telunjuk terangkat ke udara mengarah pada pria itu saja."
Aprilia menelan hasratnya. Mendengar khasiat botol minyak bewarna kuning itu. Membuat Aprilia menjadi sangat terpikat untuk memiliki Jin Jejet. Kelopak matanya terlihat mengerjapkan keinginannya, dan dia pun meraup tangan Ade, dan mulai meminta, "Apakah aku boleh meminjam Jejet?"
"Berapakah harus membayar?"
"Kau ingin memikat wajah pria tampan atau pria pada umumnya, wajah biasa-biasa saja?"
Aprilia mengelap bibirnya sebentar. Dia mulai membayangkan sosok Jack yang sering melintas dalam benak maupun pikirannya. Wajah pria itu terlihat bersih, cakap,dan dia lembut dalam tutur kata.
"Dia tampan."
Ade mendekih lagi. Ada sesuatu yang terasa mengocok perutnya. Diapun meletakan bahunya pada bahu Aprilia, "Kalau begitu kau harus operasi plastik duh yah."
Aprilia mengerutkan kening dalam. Dia menghela napas dan dadanya terlihat naik turun kala bernapas, dan dia menggelengkan kepalanya kemudian. "Bagaimana aku operasi plastik? Uang pun tak punya."
__ADS_1
Ade menautkan alisnya,dan berceletuk, "Janda miskin."
Aprilia cemberut seketika. Sebutan baru untuknya lagi. Janda miskin.
"Aku hanya bercanda."— Ade mengambil botol minyak kuning— "Kau bisa memiliki."
Aprilia ragu mengambil botol minyak bewarna kuning tersebut, dia terlihat malu-malu kemudian, dan sedikit ragu.
"Hoammm!" suara menguap panjang terdengar. Ade segera menarik kembali botol minyak tersebut. Menggengam nya dalam tangan yang erat. Lalu, botol itu hilang. Hilang entah kemana? Aprilia merasa telah menonton pertunjukan antraksi sulap yang sangat terampil. Ketrampilan tangan Ade, tidak meninggalkan jejak sedikit pun.
Aprilia menatap Ade penuh makna. Sedangkan mata Ade menatap pada pria yang baru saja keluar dari garis kamar, dan maju perlahan menuju balkon.
"Sayang! Kau bisa kedinginan." Suara Aswin terdengar panik dan terkejut, kala melihat tubuh indah Ade mempertontonkan kulit putih bak susu vanila, dan angin malam sedang berhembus kencang.
Tidak menunggu jawaban Ade. Aswin segera berbalik masuk kamar. Dia pun mengambil satu set pakaian piyama Ade. Kemudian, satu selimut tebal segera di bawa Aswin menuju balkon.
Setelah berada di balkon. Aswin segera membungkus Ade dengan mangalungkan piyama pada pundak Ade menutupi linggrie transparan yang mampu mengundang hasrat semua mata pria yang telah jatuh pandang pada setiap lengkuk indah Ade.
"Kau bisa masuk angin, istriku. Sayangku.Cintaku. My Sugar Sweet." Aswin dengan cepat mengancingkan setiap tombol piyama Ade. Ade dan Aswin terlihat mesra tanpaada rasa sungkan dan malu pada Aprilia. Lalu, merangkul selimut pada Ade. Dia pun mulai menyelimuti dengan menggulung Ade dalam selimut.
"Jika kau masuk tanpa mengikuti petunjuk atau jatuh sakit. Itu akan membuatku sangat menderita." Aswin terlihat berjongkok meraup tangan Ade di balik selimut.
"Ehem!" Aprilia berdehem sangat keras. "Apa aku terlihat seperti nyamuk?"
Aswin menarik napas dalam, dan dia baru menoleh untuk menanggapi Aprilia, "Bebek berjalan. Maaf aku baru menyadari kehadiranmu. Tetapi, jika kau sadar seperti nyamuk. Seharusnya kau pergi menguap dan hilang dengan cepat. "
...----------------...
Bersambung ....
__ADS_1
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .
Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo