
...Cinta itu bukan kompas....
...Yang mampu mengarahkanmu dengan baik, sebaliknya cinta berkali-kali membuatmu tersesat, menyerah dan buntu. Di saat kau menemukan secercah jalan untuk keluar, kau akan lupa atas segala deritamu.Itu cinta....
...—Eouny Jeje—...
...Roda nasib terus berputar,saatnya aku sedikit ke atas...
...—Aprilia—...
...꧁❤•༆PJP 66༆•❤꧂...
Aprilia kikuk. Wajahnya merah malu. Dia segera melepas sepatu kanannya pula. Mengganti alas kaki dengan sepatu lama miliknya. Kemudian, Aprilia berjalan dengan buru-buru, dia bahkan tidak berani lagi mengangkat kepala dan berlaku elegan.
Udik yah tetap udik, sungut Aprilia dalam hatinya.
Aprilian berdiri di sisi tersembunyi,bersembunyi di balik pilar besar gedung mall. Rasa malu masih mengikutinya. Tiba-tiba saja dia merasa minder dengan pakaian yang dia kenakan. Pakaian itu indah mahal. Namun, sangat terbuka. Punggungnya terekspos sempurna. Sebagian daging buah dadanya terlihat menyembul indah dengan tekanan kemben dress yang mengangkat sedikit ke atas. Lekuk tubuhnya melengkung sempurna, dengan pinggang yang terlihat kecil di selarasi dengan pinggul yang besar ideal yang sempurna, dan untung saja kehamilannya tersembunyi. Perutnya masih terlihat rata kini.
"Apakah aku harus menggantinya?" Aprilia merasa tidak nyaman dengan pakaian miliknya.
Ponsel Aprilia bergetar. Dia mengangkatnya segera.
"Mba, taxi online. Saya sudah di depan lobby. Mobil Avanza putih."
"Iya." Pandangan Aprilia mencari dan tidak lama, dia pun menemukan mobil dengan nomor polisi sesuati aplikasi pesanannya.
Tidak sempat lagi berganti pakaian. Percaya diri Aprilia. Hidup di kota harus seperti ini. Pakaian tipis, minim, dan menggoda.
Aprilia segera menepis rasa malunya. Dia berjalan dengan dagu terangkat kembali. Namun, tempo langkah kakinya di buatnya lebih lambat. Kali ini, dia takut kehilangan hak sepatunya lagi.
Klek! Supir taxi online membuka pintu mobil untuknya.
"Ke salon yah mba."
"Hmm ... iya!" Aprilia menyandarkan kepalanya untuk tidur selama perjalanan menuju salon,di sat ini dia melarutkan rasa malunya.
Tiga puluh menit kemudian ...
Mobil Avanza itu berhenti pada sebuah salon ternama yang menjadi tujuan Aprilia. Salon kecantikan yang terkenal di kalangan para sosiliata negeri.
Setelah merogoh beberapa lembar uang sesuai aplikasi. Aprilia turun dari Taxi online. Merasa sebuah kartu yang penuh uang di dalam tangannya. Aprilia melangkah percaya diri. Seorang terapis kecantikan segera menyapanya dengan hangat dan mempersilahkan duduk.
Sebuah buku produk beserta harga di sodorkan pada Aprilia. Treatment wajah, treatment tubuh, dan treament rambut. Mengguncang Aprilia menginginkan keajaiban salon untuk mengubah penampilannya.
Untuk bertemu sosok Jack, aku harus banyak mengeluarkan uang. Tidak apa-apa lah, anggap memberi umpan untuk mendapat ikan paus, pikir Aprilia.
__ADS_1
Jemari lentik Aprilia pun memilih setiap item termahal untuk wajah, tubuh, dan rambut.
"Terima kasih, Nyonya. Untuk pembayaran bisa menggunakan cash ataupun kartu kredit maupun debit."
"Nona!" tekan Aprilia menolak tua.
"Maaf,nona."
Aprilia menyerahkan kartu silver miliknya. Kartu di terima, dan mulai di gesek pada mesin EDC di meja.
Decline. Keterangan pada layar EDC.
"Nona, kartunya tidak memiliki saldo yang cukup untuk membayar."
Aprilia menggigit bibirnya sesaat. Dia kembali kepada Nota yang di berikan padanya. Barulah dia melihat angka yang tertera pada struk pembayaran.
Seakan tidak yakin, Aprilia menghitung jumlah angka nol di belakang angka, dengan cermat.
"7.900.000 bukan 790.000!" Seakan menyadari kebodohan Aprilia pun mengubah pilihan terapis kecantikan.
"Uangnya nggak cukup yah! Saya ganti yang lebih murah saja."
Aprilia mengganti seluruh perawatan miliknya. Lalu, kartu di gesek kan kembali, dan struk pembayaran keluar perlahan dari mesin EDC.
Malu untuk kedua kalinya hari ini. Lain kali aku akan membujuk Mas Dewa untuk memberikan kartu yang saldonya tidak bisa habis.
Perawatan yang di harapkan Aprilia telah selesai. Dia pergi ke cermin. Rambutnya tampak indah. Wajahnya tampak bersinar. Kulit tubuhnya terasa lembut di sentuh.
Seakan kepercayaan diri itu telah menumpuk tinggi. Aprlia segera memesan Taxi Online lagi. Namun, karena club' mulai beroperasi pukul 23.00 wib, dan saat ini masih pukul 20.00 wib. Aprilia menimang-nimang arah tujuannya sebentar.
"Apa aku mengunjungi Ade? Aku sudah lama tidak berjumpa dengannya? Apakah dia di apartemen Pak Aswin?"
Aprilia merasa tidak yakin. Dia merogoh ponselnya dan menekan kontak bernama Ade cantik.
Tuts. Nada tersambung kepada pesan suara.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif."
Aprilia menimang-nimang kembali,di saat itu dia teringat jika Ade ingin segera pindah dari apartemen Aswin.
"Apakah dia sudah pindah atau belum sih?"
Aprilia ragu. Namun, jempolnya mengetik arah tujuannya ke apartemen Aswin pada aplikasi Taxi online.
"Berharap sajalah jika dia ada di sana."
__ADS_1
Sebuah Taxi online berhenti tepat depan salon dan dalam tiga puluh menit kemudian, mengantar Aprilia mencapai tujuannya.
Aprilia menghubungi Ade seraya berjalan menuju kamar Aswin.
"Tidak dapat di hubungi lagi! Atau ganti nomor sih!" keluh Aprilia dan mengakhiri panggilannya. Kini, dia telah berdiri di depan pintu apartemen Aswin.
Ting nong! Ting nong!
Aprilia menekan bel. Tidak menungggu lama, pintu apartemen terbuka. Sosok yang dia harapkan yang akan yang dia jumpai, kini berada di garis pintu. Penampilan dari ujung kaki hingga rambutnya, sungguh berantakan.
"Ada apa denganmu, De?"
"Frustasi!"
"Apa kuyang bisa frustasi juga?" Suara Aprilia sengaja dia rendahkan.
Ade terbahak sebentar, dan menilai sosok yang datang.
"Aprilia miskin itu bergeser posisi. Naik derajat sedikit," komentar Ade kemudian selesai menilai penampilan Aprilia dari ujung kaki dan rambut, "Sepertinya kau habis membakar uang yah Aprilia."
"Roda nasib terus berputar, saatnya aku sedikit ke atas."
Ade menjuling malas. Ada aroma manis yang membuat perutnya melilit. Aroma itu berasal dari tubuh Aprilia. Diapun terlihat lapar dan menyeret Aprilia masuk ke dalam apartemen.
Blam! Pintu apartemen tertutup rapat.
"Mengapa kau hadir dengan wangi begitu manis?" Ade mengendus aroma manis.
"Tentu saja wangi. Aku habis mandi susu yang harganya begitu mahal. Mahal sekali!"
"Bukan itu maksudku." Ade berjongkok tepat di depan perut Aprilia.
"Rasa manis gurih itu ada dalam perut rata ini."
Aprilia segera melompat memberi jarak, telunjuk mengacung di udara mengarah pada Ade, "Ingat janjimu, Ade. Aku penyelamatmu!"
Ade menjilat bibirnya, dia berusaha menahan gejolak dalam dirinya. Dia lapar dan haus,dan hanya mendengus, "Aku ingat janjiku. Lagipula aku memiliki cadangan makanan di dalam kamar."
Aprilia mengerutkan keningnya dalam.
"Kehadiranmu membuatku lebih lapar. Aku akan makan lebih awal."
Ade berwajah pucat masuk ke dalam kamarnya. Langkahnya lincah seperti singa kelaparan, dia buru-buru masuk kamarnya.
...꧁❤•༆PJP 66༆•❤꧂...
__ADS_1
Jangan lupa para pembaca membaca cerita Author : Kekasih Tuan Muda Ruan perlu pembaca tuh.
Jangan lupa pecinta horor mampir ke cerita horor lainnya yah. Hantu Istriku Balas Dendam 💞