Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 109


__ADS_3

...Miskin bukanlah dosa.Rupa bukanlah dosa.Keadaan bukanlah dosa. Dosa hanya menyangkut perbuatan yang salah....


..._Eouny Jeje_...


...Karena aku takut melukai hatinya. Di saat itu pula aku akan terluka. Karena perbedaan kami yang begitu banyak, dan rahasia besarku yang belum tentu mampu di terima olehnya....


..._Ade_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


"Kau terlihat sempurna. Sebentar lagi aku akan seperti dirimu!"


Ade duduk di sisi Aprilia. Dia menyodorkan secangkir kopi panas untuk wanita itu. Menurunkan bingkai kacamatanya dan berkata pada Aprilia, "Mengapa kau ingin seperti diriku? Jika kesempurnaan itu tidak akan bisa membeli ketulusan."


Aprilia menyeruput perlahan kopinya, barulah dia menoleh pada Ade. Ade melontarkan kembali kalimatnya, "Seorang wanita cantik berjalan keluar, untuk melihat siapa saja yang memujinya. Sedangkan, wanita jelek berjalan keluar, dia tidak mendapatkan pujian sedikitpun. Namun, dia akan menemukan sosok yang tidak merendahkan dirinya."


"Aku menemukan Sadewa. Dia tidak memandang rupa, setelah peletku mengenai hatinya."


Ade melepaskan kacamatanya. Dia meletakkan cangkir kopi, "Aku rasa pria itu jatuh cinta denganmu, sungguh-sungguh. Tanpa bumbu pelet."


Aprilia menahan napas, "Namun,aku sudah tidak mampu merasakan ketulusan seorang pria. Sebanyak apapun gula di taruh dalam mulutku, rasanya akan tetap tawar."


Ade meraih tangan Aprilia, "Setelah banyak menelan empedu. Bagaimana mungkin lidahmu peka menjilat yang manis. Yang hanya kau perlukan adalah seseorang yang tidak manis."


Aprilia menatap tangan dirinya yang saling terjalin pada Ade, "Lalu, siapa yang ku perlukan?"


"Kala kesempurnaan itu ada padamu. Kau akan makin sulit, melihat siapa saja yang menghargaimu. Namun, kau akan tahu dengan mudah, kala sebuah tamparan mengenai wajahmu. Tamparan itu tulus melepaskan dirimu dari banyaknya jebakan yang menjeratmu dengan mulut manis. Namun, menjatuhkanmu dengan memotong langkahmu. Itu artinya kau bertemu orang yang baik."


Aprilia tersenyum ironis.


"Dunia ini kejam pada orang baik. Aku yang tidak pernah mengenal mereka. Harus ikut kotor bersama mereka."


Ade meletakkan telunjuknya pada bibir Aprilia, "Aku sudah lama hidup di dunia, dan aku tahu segala hal. Pada akhirnya, kejahatan akan terungkap, kepalsuan akan terlihat, kebohongan akan terbukti."


Ade menaikkan satu alisnya, "Jika kau ingin bertahta. Kau harus tetap baik, walau dunia membencimu. Kau harus tetap jujur, walau dunia menertawakanmu. Kau harus tetap tulus, walau dunia meragukanmu. Di saat, segala sesuatu itu terungkap. Kau tetaplah berlian yang berlumur kotor. Namun, tidak merusak keindahannya."


Aprilia terkekeh, "Aku tidak akan mungkin menjadi berlian kembali. Aku bukan sosok munafik, yang tidak bisa melihat rupa diri sendiri dalam cermin."


"Apakah kau tau? Orang yang selalu merasa dirinya kotor, mengoreksi dirinya sendiri, adalah sosok yang baik. Sebaliknya, sosok yang jahat akan selalu merasa benar."


"Hmm ...," gumam Aprlia.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, sebuah pemberitahuan datang, dan membuat Aprilia dan Ade segera bangun dari kursinya, melanjutkan langkahnya menyelusuri lorong panjang yang menghubungkan mereka ke dalam kabin pesawat.


"Apakah kau yakin mengikutiku?" tanya Aprilia pada Ade setelah mengenakan seat belt.


"Aku sudah keluar dari pekerjaanku. Lagipula, aku telah bercinta dengan si botak Dandy semalam. Aku memberikan bonus perpisahan."


"Bercinta?" Aprilia tidak menyangka jika Ade akan merayu pria posesif itu naik ke ranjang bersamanya.


"Iya. Dia terlihat mencintaiku. Aku hanya meninggalkan rasa yang manis sebelum pergi, dan tidak akan pernah hadir di hadapannya lagi."


"Kau tidak ingin bertemunya lagi?" —Aprilia mengerutkan keningnya— "Mengapa kau menghindarinya?"


Ade tersenyum ironis, "Karena aku jatuh cinta pula padanya!"


Aprilia menahan napas, "Jika kau mencintainya, bukankah harus mendekat, bukan menjauh dan menghindarinya!"


"Karena aku takut melukai hatinya. Di saat itu pula aku akan terluka. Karena perbedaan kami yang begitu banyak, dan rahasia besarku yang belum tentu mampu di terima olehnya."


"Karena kau seorang kuyang," terka Aprilia berbisik pada Ade.


Ade menganggukan kepala, "Ya. Walaupun aku adalah seorang kuyang. Namun, hatiku tetap merasakan cinta, dan sakit. Aku takut hanya akan melukai kembali, setelah diriku hanya diperdaya. Segala hal boleh ku tanggung. Namun, sakit hati milikku, tidak memiliki obat. Selain, hanya kematian pria itu yang ku ijinkan sebagai pelipur lara."


Aprilia menjadi lebih penasaran dan bertanya lagi, "Jika kembali. Apakah kau akan menemuinya lagi? Mungkin karena cinta, dia akan menerima status kuyang itu."


"Jika dia mencintaiku. Dia harus mengejarku kembali. Dia harus menumpuk perasaannya setinggi gunung, dan membuat aku tidak bisa melampaui gunung cinta lagi. Jika begitu, aku tidak mampu mengelak perasaanku sendiri. Karena mencintai itu, perlu waktu untuk menilai dia."


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Bandara Seoul Incheon International.


Setelah penerbangan langsung nonstop selama 11 jam 35 menit. Aprilia dan Ade telah menginjakkan kakinya pada ruangan kedatangan  Seoul Incheon International.


Aprilia mengedarkan matanya kagum ke setiap langit bandara. Berkelas, mewah, dan elegan. Apalagi setiap bola matanya takjub akan indahnya kulit setiap orang, yang jauh berbeda dengan miliknya.


Dalam kekaguman yang banyak. Ade menyeret Aprlia berbaris pada konter imigrasi.


Setelah keluar dari konter imigrasi, Aprilia pun mengikuti langkah Ade yang dengan piawai mencari sosok guide yang akan memandu mereka selama di Korea Selatan.


Ade tampak berbincang sebentar dalam bahasa Korea dengan fasih. Aprilia mengeryitkan keningnya, dan makin suprise akan sosok mitos legenda tersebut.


"Kau bisa berbahasa Korea!"

__ADS_1


"Segala sesuatu itu mudah kau kuasai, jika kau fokus dan disiplin untuk drimu sendiri."


"Fokus dan disiplin!"


"Ya, karena setiap manusia itu cerdas jika mereka mampu prioritas segala sesuatu itu sesuai urutannya."


Aprilia mengangguk dan mengikuti masuk ke dalam mobil Van yang menjadi pemandu mereka selama di Korea Selatan.


"Banyak oppa tampan di sini. Supirnya pun begitu tampan."


"Jantung kota Incheon, kau akan melihat banyak seperti Barbie dan Ken bertebar. Kau hanya tinggal memilih rupa yang bagaimana yang kau inginkan."


Mobil mulai berjalan ke jantung kota Incheon, sementara itu Ade dan Aprilia mulai melakukan pencarian informasi negeri ginseng ini.


"Tunggu!" Aprilia teringat sesuatu.


Ade menoleh menatap raut panik wajah Aprilia, "Ada apa?"


"Hari ini malam Kliwon. Apakah Moon akan ke Korea pula?"


"Apa kau sudah belikan dia tiket pesawat?" ejek Ade terkekeh.


Aprilia menggelengkan kepala. Tentu saja, dia tidak membeli tiket pesawat untuk Moon.


"Aku serius. Apakah dia akan muncul pula? Jika dia tidak muncul, anggap saja aku cuti menjadi ibu susunya."


Ade terkekeh, "Lebih baik kau segera sauna, menyegarkan dadamu. Waktu dan tempat bukanlah suatu yang sulit untuk Moon ataupun Nenek Mayang."


Aprilia terperangah, dan meraih tangan Ade, "Mengapa mereka menyusul?"


"Tentu saja kau memelihara iblis nasional yang merangkap menjadi iblis Internasional. Kemana Tuannya pergi, mereka akan mengikuti."


Aprilia membola shock. Namun, tersenyum licik setelah itu, "Jika begitu, aku bisa memelet salah satu aktor di negeri ini."


"Jika kau bisa dengan mudah mendapatkan air liurnya. Mungkin Nenek Mayang akan memikatnya untukmu. Siapa aktor yang kau inginkan?"


"Lee Min Ho. Song Jong Kie."—Aprilia memukul wajahnya— "Aku lupa beberapa aktor lain. Namun, aku masih mengingat wajah mereka."


Ade menganggukan kepala, dan menghela napas, "Lebih baik kau memiliki rasa iba. Jangan lupa, setiap pria yang berhubungan denganmu akan menjadi impoten. Aku tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi pada Lee Min Ho ataupun Song Jong Kie. Mereka akan bunuh diri, karena ulahmu!"


...꧁❤Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...

__ADS_1


...Yuk! Jangan lupa komentar visual Aprilia di ganti seperti apa. Apa Ade perlu ganti rupa juga? Dia kan tinggal sihir aja....


__ADS_2