
...Pria akan menekukkan lututnya untuk mencium punggung tangan wanitanya. Baginya, wanitanya adalah ratu dalam hidupnya....
..._Eouny Jeje_...
...Aku pernah jatuh cinta padamu sedalam lautan seluas samudera. Kini, kau harus rasakan hal yang sama. Jatuh cinta padaku bagai memelihara jantungmu sendiri. Kau tidak akan mampu berpisah dariku....
..._Aprilia_...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aprilia berusaha mengeluarkan satu jeritan. Namun, yang terdengar hanya lirihan napas. Bibirnya tiba saja di bungkam oleh pria yang telah menjadi mantan suaminya. Bibirnya terbungkam dengan rakus oleh pria yang meraup seluruh napas dalam rongga dada.
Aprilia berusaha bergerak gelisah. Namun, terkekang gerak yang terbatas oleh Gusti. Gusti memborgol tangannya di atas kepalanya. Tubuh pria itu menjepit, menempel ketat pada tubuhnya.
Panas dan gairah bercampur. Membuat Aprilia yang menolak di awal. Akhirnya mengikuti percikan api. Di cium. Dia pun membalas dengan ciuman. Menggigit manis. Diapun melakukan hal yang sama. Bertukar liur dan saling meraup lidah lawan.
Kenangan malam pertama kembali pada Aprilia. Namun,degup jantung saat ini tidak setegang pertama kali dirinya bercinya. Degup jantungnya hanya untuk rindu sentuhan kulit karena sihir yang di buat Nenek Mayang.
Kenangan pertama itu manis terekam dalam jejak ingatan Aprilia. Namun, kenangan pekhianatan pria ini, bergerak mengikuti, dan mengubur kenangan manis, dan membuat dia perlahan terbebas dari napsu yang menghipnotis setiap aliran panas dalam nadinya. Lidah kelunya perlahan mampu digerakkan, dan menguntai kata.
"Gus ...," lirih Aprilia menyebut satu nama. Namun, segera dia menelan penggalan kata selanjutnya. Hampir saja dia menyebut nama asli pria ini.
"Adi!" sebut Aprilia dalam celah pagutan pria yang melonggar tersebut.
Mendengar suara merdu menyebut namanya. Gusti membolakan matanya. Seluruh atensi teralih pada sosok wanita ini.
Dia tidak bisu. Dia mampu menyebut namaku.
Gusti melepas pagutannya.
"Kau bisa berbicara?"
Aprilia diam sejenak. Lalu, dia menganggukkan kepalanya seakan menebak keterkejutan pria ini berkaitan dengan satu kata yang terlontar dari mulutnya.
"Aku pikir kau tidak mampu berbicara. Apa kau sedang bercanda di pinggir kolam renang saat itu? Kau tidak tuli. Kau tidak bisu. Kau ingin mencuri seluruh perhatianku," ujar Gusti dengan keninganya membentur dan berlabuh pelan pada kening Aprilia.
__ADS_1
Aprilia diam. Dia hanya tahu bibirnya dengan bibir mantan suaminya, sangat dekat dan napas pria di hadapannya, terasa berat dan bergairah birahi.
"Kau cantik. Aku sangat menyukaimu. Apa kau menyukaiku?"
Kening Gusti mundur perlahan. Sepasang manik matanya dalam kegelapan terlihat tajam mengamati setiap manik mata indah wanita di depannya, dan tanpa dia sadar mata wanita itu menghinoptisnya perlahan.
"Tinggalkan aku. Pergi dari kamar ini."
Gusti menganggukkan kepala. Seakan seluruh pikirnnya telah di kosongkan dalam sekejap, dan dia hanya menjalankan perintah sang tuan di depannya.
Kret! Pintu berderit. Gusti akan keluar. Namun, ada rasa aneh menyelimuti Aprilia kemudian. Dia menahan pergelangan tangan pria itu sebentar.
"Adi," sebut Aprilia dalam kegamangannya menata perasaan sendiri pada pria yang pernah mempersuntingnya beberapa tahun yang lalu. Dia membenci pria ini. Namun, dia juga pernah sangat mencintai pria ini.
Adi berpaling menatap setiap manik mata yang terlihat mempesona dirinya lagi dan lagi.
Aku pernah jatuh cinta padamu sedalam lautan seluas samudera. Kini, kau harus rasakan hal yang sama. Jatuh cinta padaku bagai memelihara jantungmu sendiri. Kau tidak akan mampu berpisah dariku.
"Adi, apakah kau menyukaiku?"
Adi menganggukkan kepala, dan menjawab, "Awalnya aku berpikir jika cinta pandangan pertama itu adalah omong kosong. Namun, sedetik saja aku tidak mampu melepaskan gambarmu dari benakku. Aku tidak pernah merasakan hal ini pada setiap wanita cantik manapun. Hanya padamu. Kau mampu menarik diriku dalam lubang hisap yang merenggut seluruh atensiku tertuju padamu setiap detiknya."
"Jika kau mencintaiku. Mulailah dari cara yang benar."
Gusti menahan napas. Dia tersenyum bahagia, bahkan saat ini dia merasa telah berpijak di atas awan. Dia telah dilambungkan setinggi mungkin. Kini, dia telah menemukan cinta pertama kali dalam hidupnya. Gusti mengulurkan tangannya,menangkap dagu wanitanya.
Aprilia tersenyum tak bermakna. Menyingkirkan tangan pria itu, dan berkata, "Adi, mulailah dari punggung tangan. Bukan dari bibir. Itu cara yang benar."
Adi tersenyum seakan mengerti keinginan wanita di depannya, dia memerlukan salah satu lututnya menyentuh lantai. Lalu, sepasang tangannya menggenggam tangan Aprilia mendekati bibirnya. Sebelum bibirnya menyentuh punggung tangan wanita itu, dia berkata, "Aku akan menjadikanmu ratu hari ini, esok, dan masa depan."
Gusti mencium punggung tangan Aprilia. Ciuman itu terasa basah melekat pada kulit Aprilia. Aprilia hanya tersenyum ironis,dan mengejek dalam hatinya.
Jika aku adalah ratu. Lalu, mengapa kau masih memiliki istri. Anggap saja, aku adalah selir yang melebihi ratu dalam istanamu.
"Cintai aku dengan benar, Adi."
__ADS_1
Adi bangkit dari posisinya. Dia mencium kening Aprilia, dan berkata kemudian, "Aku akan mengejar dirimu sesuai caramu. Aku mencintaimu ratuku. Ratu Sherina Alia."
"Iya,"sahut Aprilia asal. Setidaknya dia mengetahui setiap raut yang tercetak pada wajah Gusti, adalah kekaguman yang dalam untuknya.
Gusti melenggang pergi kemudian. Dia hanya melambai tangan dan setiap sorot matanya menunjukan bahwa dia akan menepati janjinya. Dia akan mencintai Aprilia, dengan cara yang benar.
Blam!
Aprilia menutup pintu. Dia merangkak naik perlahan ke ranjang. Tangan kecilnya menyentuh perlahan bergerak menyentuh bibirnya, dan dia mengingat jejak manis tersisa dari bibir pria itu.
"Cintai aku seperti kau memelihara jantungmu. Melihatku seperti ratu sejagat."
Aprilia merebahkan dirinya ke bantal. Dia terlelap dengan cepat.
Satu Minggu kemudian ..
Aprilia menghabiskan hari demi harinya, menjalin kasih layaknya sepasang muda mudi yang baru merajut cinta dengan mantan suaminya sendiri. Gusti, pria itu mengubah kehidupan Malaysia menjadi ratu setiap harinya. Dengan senantiasa, pria itu mengeluarkan setiap uang dalam kartunya. Aprilia pun dengan senang hati, menerima setiap uang dan hadiah dari mantan suaminya.
Dulu kau pelit sekali. Kini, kau menjadi royal hanya untuk mendapatkan sesuatu yang membuatmu penasaran.
Di saat ini, Aprilia telah melupakan Sadewa yang telah terbaring di rumah sakit. Aprilia hanya memperkejakan seorang perawat yang kehidupannya telah di beli dengan uang. Perawat itu dengan senantiasa memberikan dosis obat tidur yang di suntikan dalam nadi pria itu.
"Cara Oppa ... aku berlakukan pada Oppa pula. Ilmu Oppa telah aku praktekkan langsung pada Oppa. Bagaimana Oppa?"
Aprilia tersenyum ironis.
"Senjata makan tuan."
Aprilia menatap dirinya pada pantulan cermin, dan berucap pada dirinya sendiri, "Ijinkan aku egois. Mementingkan diri sendiri.Aku ingin membuat diriku sendiri bahagia, dengan cara membuat setiap pria jadi Pinokio di hadapan istrinya, dan menjadi Boneka Chucki di tanganku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku iri sama Aprilia bakal banyak pria bersedia jadi boneka Chucky ....
Aku mau deh ....
__ADS_1
Save Ayang kalian yah... takut jadi boneka Chuky klo ktmu Aprilia. Cukup jadikan Boneka Chiki di rumah aja yah 🍭
Jangam lupa tinggalkan koment pada baris hastag.