
...Jangan pernah mencintai seseorang berhati pisau. Kau hanya akan terluka pada akhirnya....
..._Eouny Jeje_...
...Jangan lupa pisau yang mengantar daging ke dalam mulutmu. Jika kau terlalu dalam membawanya,dia akan melukai mulutmu!...
..._Ade_...
...꧁❤•༆PJP 82༆•❤꧂...
"Itu air liurku. Coba pelet!"
Aprilia terlihat jijik seketika,"Kau jorok!"
"Atau kau pinta saja langsung pada Nenek Mayang untuk menyantetku. Aku ingin tau kemampuan Nenek Tua itu menyakitiku!"
"...." Aprilia jengah. Ade dan Nenek Mayang terlihat memiliki perseteruan yang tidak bisa di damaikan dengan mudah.
"Berikan air liurku itu pada Nenek Mayang!" dengus Ade mencurahkan kekesalan hatinya.
Aprilia menjulingkan matanya tinggi, dia meraih tangan Ade,dan menenangkan wanita cantik itu,"Kau terlihat begitu sensitif pada Nenek Mayang. Jangan seperti itu!"
Ade tersenyum sinis. Dia teringat bagaimana rakusnya Nenek Mayang memakan janin milik Aprilia. Terlihat sangat lahap,tidak ingin berbagi dan menjijikan.
Ade pun segera mengambil sendok dan pisau.
"Aku dan Nenek Mayang itu ibarat sendok dan pisau."
Ade mengangkat sendok,"Aku adalah sendok itu, membantumu untuk makan. Namun,tidak bisa melukaimu!"
Aprilia terlihat serius mendengar. Ade mengangkat pisau kembali di hadapan Aprilia.
"Nenek Mayang seperti pisau. Dia mampu mengiris daging."
Ade mulai mengiris daging steak di hadapan Aprilia. Lalu, seperkian menit kemudian mengambil irisan daging itu dengan pisau,dan menusuk daging tipis itu, dan memberikan suapan irisan daging lembut itu pada mulut Aprilia.
Apriliapun segera mengunyah daging dalam mulutnya.
"Jangan lupa pisau yang mengantar daging ke dalam mulutmu. Jika kau terlalu dalam membawanya,dia akan melukai mulutmu!"
Aprilia tercengang. Berhenti mengunyah seketika. Dia membayangkan pisau melukai daging mulutnya. Aprilia menatap nanar wajah Ade dengan sepasang mata yang meringis menyadari sesuatu, "Kau sangat pandai membuatku mengerti satu hal."
"Oleh itu. Apa yang kau terima dari Nenek Mayang itu tidak gratis."
"...." Aprilia menganggukan kepalanya. Dia tahu hal itu. Dia telah mengorbankan janinnya. Matanya. Lidahnya pula.
"Apa yang menjadi fasilitas yang di berikan Nenek Mayang. Berhati-hatilah menggunakannya," peringat Ade.
"Mengapa?"
__ADS_1
"Kau di berikan lidah untuk mengutuk,memikat. Namun, jangan lupa ada harga yang harus kau bayar selanjutnya akan setiap mantera yang kau ucapkan. Memerintah iblis untuk bekerja padamu itu,tidak gratis."
Aprilia tercengang. Raganya bergetar. Seketika dia merinding.
"Apa kau lupa? Bagaimana sakitnya mata yang tercongkel."
Glek! Aprilia menutup kedua matanya dengan tangannya.
"Jangan lupa pula, lidahmu di iris, di sayat dengan perlahan, dan itu menyakitkan!"
Tangan Aprilia turun dari matanya, menutup mulutnya.
"Jangan lupa pula. Bagaimana tangan Nenek Mayang masuk ke dalam liang milikmu, menarik keluar janin yang baru bertumbuh dan berkembang dari dalam perutmu itu."
"Arrrggg!" Aprilia merinding akan ingatan dua kali dia telah mempersembahkan janin pada Nenek Mayang. Tangan Aprilia segera turun meraba perutnya. Kini,perut itu telah kosong.
"Mengapa kau menakutiku?"
"Aku tidak menakutimu. Aku hanya mengingatkan,bahwa kau telah terjebak dalam siklus mendapatkan manfaat dengan harga tinggi yang harus kau bayar."
Aprilia meremas rambut miliknya, "Sudah terlanjur basah. Bagaimana lagi!"
"Oleh itu, kau jangan mudah terlihat tipu daya. Bertemu pria ganteng,sebentar-bentar ingin memikatnya. Apa kau gila? Itu sama saja kau harus mengisi bensin setelah kau berkendara."
"Maksudmu? Nenek Mayang akan meminta harga setelah aku memikat Damian."
Ade menganggukan kepala, " Aku berkata padamu. Dalam ilmu hitam. Satu mantera ada satu harga. Jadi kau tidak boleh bertindak sesuka hati, merapal mantera dan memerintah Nenek Mayang. Karena, dia pun akan menuntut tumbal darimu."
Ade menghela napas panjang, "Jika tidak darurat. Hati-hatilah menggunakan lidahmu. Jangan berbangga bisa memelet dan mengutuk. Karena,lidahmu itu kini mampu menentukan nasib seseorang. Mati. Gila. Ataupun menjadi butuh cinta tingkat dewa."
Aprilia menutup mulutnya,dan mengangguk mengerti, "Namun,hal itu tidak gratis."
"Betul!"
"Lalu, apa yang harus kulakukan?"
"Jangan terlalu bergantung padanya."
Aprilia mendongak pasrah, "Lalu, apa boleh aku bergantung padamu."
Ade tersenyum tulus, "Tentu. Tetapi jangan lupa apapun yang kulakukan itu manteranya hanya sementara. Karena aku mahluk mitos,memiliki kelemahan tidak mampu menciptakan dengan abadi. Mengubah daun menjadi uang. Uang itu hanya akan terlihat uang dalam batas 24 jam. Setelah itu dia akan kembali menjadi daun."
"Pantas saja! Kau masih pergi bekerja."
"Tentu karena aku membutuhkan uang asli. Uang Soekarno. Uang Soeharto. Aku butuh mereka untuk membeli apa yang aku butuhkan."
Aprilia lesu seketika. Dia menatap keluar jendela. Membayangkan bagaimana Sadewa akan mengusirnya setelah ini.
"De!"
__ADS_1
"Ya!"
"Apa suamiku akan mengusirku karena kehamilan kosong milikku?"
Ade membuka mulutnya lebar, "Kau bisa menumpang di rumahku untuk sementara waktu."
Aprilia menghela napas dan meraba perutnya,"Sebenarnya aku tidak ingin hamil lagi. Oleh itu aku selalu menelan pil kontrasepsi."
"Ya, lebih baik seperti itu. Jangan hamil. Karena hal itu akan menjadi cobaan terberat untukku, dan menjadi kesenangan Nenek Mayang."
Aprilia mengehela napasnya.
"Apakah kau tidak bisa membantuku,agar Sadewa tidak mengusirku? Dengan menghinoptis misalnya!"
Ade menjulingkan matanya, "Seribu kali aku berkata padamu. Bukankah ilmu hipnotisku hanya mampu bertahan 24 jam."
Aprilia memukul keningnya, "Nenek Mayang hasilnya paten. Tetapi ...."
"Jika tidak sedang darurat. Jangan menggunakannya. Lebih baik kau memelet yang lebih beharga daripada mengurus pria bau tanah ataupun pria muda yang tidak berguna."
Aprilia menatap Ade dengan wajah lugunya.
"Cerdas sedikit. Percaya saja Sadewa mengusirmu sekali. Namun, dia akan mengejarmu lagi."
Aprilia merenung sebentar. Pria kirannya kosong. Dia kehilangan napsu makannya. Dia melompat berdiri,dan berpamit dulu, "Aku pulang. Aku ingin mempersiapkan hatiku untuk bertemu Sadewa."
"Jangan lupa bayar bon semua ini!"
"Saldo dalam kartuku tidak cukup lagi."
"Aku juga tidak punya uang. Aku belum gajihan!"
Aprilia cemas. Dia segera mengedarkan matanya. Dia menemukan pohon bongsai. Dia segera memetik daun bongsai, dan meletakkan di atas meja, dan berbisik, "Ubah saja daun menjadi uang!"
Ade meremas daun dan menghancurkannya, melirik sinis pada Aprilia, "Sudah kukatakan, aku ingin terlihat manusia."
Glek! Aprilia menelan ludahnya. Ade membuang serpihan daun ke lantai.
"Lalu bagaimana kita membayarnya?"
Ade tersenyum. Dia mengangkat pandangan pada seorang pria yang sedari tadi telah memperhatikannya, "Aku akan menggoda pria itu saja. Untuk membayar bon yang kau ciptakan, Aprilia."
Aprilia memutar kepalanya. Menengok pada pria yang di maksud Ade. Pria berkemeja dengan wajah yang tampan.
"Kau beruntung sekali, karena memiliki wajah yang cantik." Iri Aprilia terlontar.
"Oleh itu kau cepat mengumpulkan uang untuk operasi plastik. Cantik akan mengundang kumbang kaya dengan sendirinya, tidak perlu mantera."
Aprilia mengangkat ujung bibirnya. Ade hanya terkekeh tanpa suara, berdiri dan melalui Aprilia,dan duduk berhadapan dengan pria tampan.
__ADS_1
...꧁❤༆PJP 82༆❤꧂...
...Dug! dug! Aprilia akan kah di usir oleh Sadewa! Sakit hati Sadewa kehilangan anak 😌 Santet manapun tidak akan bisa menguasai orang yang sedang marah. Keep Aprilia jadi Janda lagi!...