
...Aku rasa tidak ada wanita di bawah standar. Hanya saja kriteria muluk-muluk yang menjadi pagar pemikiran....
..._Jack_...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu kuku tajam terasa menggores ke leher Aprilia. Barulah wanita tua itu pergi menguap hilang menjadi asap hitam yang keluar dari ventilasi jendela.
Aprilia meraba lehernya. Telapak tangannya halus meraba cairan merah yang hangat. Namun, perlahan cairan merah itu hilang. Luka goresan kuku itu hilang.
"Hamil haruskah aku hamil?" tanya Aprilia pada dirinya sendiri. Dia mengangkat pandangan matanya, dia melihat bingkai pernikahan Sadewa dan Santi masih bergantung di sana. Ada cemburu yang terendam, mengingat betapa dinginnya Sadewa.
"Aku tidak perduli betapa dinginnya pria itu! Aku hanya harus berpikir siapa pria yang akan first unboxing!"
Aprilia termenung sesaat. Seakan ada sesuatu yang di renggut dari dalam dirinya.
"Apakah Oppa bertemu dengan wanita itu di dalam rumah ini?"
Rasa penasaran Aprilia akan sosok wanita di masalalu Sadewa. Membuat Aprilia segera memeriksa rekaman CCTV. Dia ingin mengetahui sosok wajah wanita itu.
Aprilia melangkah keluar dan masuk ke ruang monitor. Memilah data dalam seminggu terakhir. Dia memeriksa setiap rekaman dengan detail dan hati-hati. Namun, dia di kejutkan dengan satu rekaman yang membuat dia bergindik takut. Satu file rekaman yang menunjukan siapa tamu yang datang.
Rekaman pukul 20.00 Wib
Tiba-tiba sebuah boneka hadir di pintu utama. Namun,sang pemegang tidak terlihat. Yang terlihat, hanyalah sebuah boneka Teddy bear melayang di udara dan terus berjalan dari pintu utama, menyusuri tangga hingga kamar Sadewa.
Rekaman pukul 22.30 Wib
Hal yang samapun terjadi. Setangkai mawar merah melayang di udara, dan terus berjalan menuruni anak tangga satu demi satu.
Aprilia mematung dengan hawa dingin yang terasa meniup di belakang lehernya.
"Apakah wanita di masalalu Sadewa adalah hantu?"
Aprilia bergindik akan pertanyaannya sendiri. Dia-pun segera mengulang hasil rekaman.
Drttttt .... Rekaman tiba-tiba rusak dan bersemut.
"Apakah Oppa telah mengetahui hal ini?" Raga Aprilia bergetar dan dia-pun segera meraba tekuk lehernya. Sangat dingin. Namun, hawanya begitu lain. Dia menoleh ke belakang. Lalu, melihat sosok bergaun merah itu menatap iris matanya.
"Kau?"
Wanita bergaun merah itu hilang. Seakan hanya ilusi yang menguap kemudian. Namun, tatapan wanita itu memenuhi kesedihan.
"Apakah dia telah menjadi hantu? Ini masih sangat siang. Hantu hanya muncul pada malam hari."
Aprilia bangkit dari kursinya. Menekan tombol off pada layar monitor. Dia segera berusaha mendamaikan hatinya. Namun, sosok wanita itu terlihat hadir dalam benaknya. Wajahnya terlihat rata. Tangannya lembut memegang pundak Aprilia.
Aprilia segera membuka matanya. Sosok dalam benak itu hilang.
"Oppa telah bertemu hantu!" Aprilia bergindik akan sosok di masalalu Oppa. Dia segera melangkah keluar dari ruang monitor. Dia-pun segera duduk menyalakan telivisi, memutar drama asmara ikan terbang. Perlahan, sosok wanita itu hilang.
__ADS_1
Tuts!
Aprilia menekan tombol off. Layar televisi menjadi hitam kemudian. Dia menghela napas. Berdiri. Menatap kamar pria Dewa dalam hidupnya. Pria itu dingin tanpa pelukan setelah bertemu wanita di masalalunya. Namun, Nenek Mayang menuntut dirnya untuk segera memiliki anak.
"Aku harus hamil!" tekad Aprilia.
Aprilia mengatur satu rencana untuk dirinya. Dia teringat bagaimana Jack merayunya dalam banyak pesan yang menggodanya. Mengabaikan kedinginan Sadewa, dia-pun melangkah kembali ke kamarnya. Menyusun beberapa rencana untuk dirinya sendiri. Yakni, pertemuannya dengan Jack.
Apakah kita bisa bertemu?
Ketik Aprilia pada papan pesan.
Beep! Bunyi pemberitahuan pesan masuk terdengar.
Kapanpun kau ingin. Aku selalu menyediakan waktuku untukmu.
Aprilia tersenyum cerah. Sepasang matanya membola. Dia-pun segera memilih pakaian yang indah untuk dirinya. Lalu, memutuskan untuk melakukan perawatan dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
Pukul 20.00 Wib
Aprilia tepat waktu melangkahkan kakinya pada sebuah perahu terapung yang telah di tentukan Jack untuknya, di pinggir pantai.
Dengan balutan gaun coklat muda, dan sepatu hak 7 cm, dia berjalan dengan anggunnya. Dia tersenyum pada seorang pelayan yang membukakan pintu untuknya. Lalu, memperlihatkan nomor undangannya pada pria itu.
Pelayan dengan rompi hitam itu menganggukkan kepala. Lalu, menuntun Aprilia untuk mengikutinya ke sebuah perahu terapung yang cukup besar untuk satu meja pendek berhadapan.
Aprilia berjalan dengan susah payah di atas pasir karena ujung sepatunya lancip melubangi pasir pantai. Dia bersusah payah agar berjalan dengan tegak dan anggun.
"Aku mengenakan gaun. Bagaimana aku ke sana?" tanya Aprilia, melepaskan sepatu hak tingginya.
Pelayan itu akan segera membantu Aprilia untuk menaiki geladak perahu. Namun, langkah Jack lebih dulu melompat dan meraih tangan Aprilia. Lalu, menit selanjutnya tangan besar pria itu menggendong tubuh kurus wanita itu.
"Aw," lengking Aprilia sedikit terkejut. Namun, tangannya segera merangkul leher pria itu.
Jack melompat masuk perlahan ke dalam perahu. Lalu, membiarkan wanita itu duduk berhadapan dengannya.
Pengemudi perahupun menggerakkan perahu menjauh dari pinggir pantai. Semilir angin terasa segar sekaligus menusuk tulang. Aprilia menggosok tubuhnya. Untuk mengurangi rasa dinginnya. Seraya matanya terus memandangi sekelilingnya.
"Kenapa mengajak berkencan ke tempat seperti ini? Aku pikir kau akan mengajak ke sebuah restoran pantai."
"Kita bisa melihat bulan dan bintang lebih dekat jika kita berada di sebuah perahu yang mengapung di laut."
Aprilia mengadahkan kepalanya. Dia mengangguk pelan. Bulan terlihat tersenyum romantis untuknya. Lalu, dia melihat sekelingnya adalah air yang menggenang sangat dalam. Dia menatap Jack.
"Tetapi, aku tidak bisa berenang. Bagaimana, jika aku jatuh dan tenggelam?"
"Hal itu tidak akan terjadi. Aku akan menjagamu seumur hidupku."
Aprilia tersenyum kikuk. Dia seakan tidak mempercayai ucapan pria itu. Terdengar ilusi yang terlihat nyata untuk sebentar. Semilir angin meniup-niup rambut pajang ikal bergelombang itu. Di bawah sinar bulan dia terlihat sangat cantik.
"Kau cantik sekali, bagai Mahadewi. Bahkan Dewi bulan tak mampu bersanding denganmu," puji Jack.
__ADS_1
Dulu, kau sebut aku babu jelek. Kini, Mahadewi! Andai kau tau aku adalah si babu jelek yang menjelma! Akankah kau terkejut dan mampu menarik air liurmu hari ini?
Aprilia bersikap acuh dan tidak acuh. Dia berpura-pura tuli akan ujar pria itu. Sepasang matanya hanya jatuh mencari dasar laut.
Tiba-tiba, sebuah jaket terkalung di pundak Aprilia.
Aprilia mengangkat kepalanya. Menatap pria yang sudah kembali duduk di posisi semulanya.
"Kau memberikan jaketmu?"
"Seorang pria tidak akan mengijinkan wanitanya kedinginan."
"Apakah itu berlaku hanya untuk wanita cantik?" tanya Aprilia iseng.
"Berlaku untuk yang aku cintai. Jelek dan Cantik hanya ukuran fisik sesuai selera mata. Namun, hati yang menentukan."
Aprilia tersenyum konyol. Lalu, mengumpan kembali, "Apakah kau pernah jatuh cinta pada seseorang yang terlihat DBS?"
"DBS?"
"Di bawah standar, maksudku."
Jack kikuk menjawab. Dia terlihat menatap wanita di depannya. Sorot wanita itu bangun, dan tanpa sengaja pandangan mereka saling bertemu. Sekejap, lembaran ingatan Jack terbuka akan sosok wanita yang pernah hinggap dan pergi itu melintas segera.
"Babu jelek?" lirih Jack tanpa suara.
"Eng? Siapa?"
Jack menggelengkan kepala.
"Oh, iya kau belum menjawab soal pertanyaan DBS tadi?"
"Aku rasa tidak ada wanita DBS. Hanya saja kriteria muluk-muluk yang menjadi pagar pemikiran."
Aprilia mengangkat kedua alisnya, dan tersenyum dengan sepasang mata yang terlihat ironis yang tersembunyi.
Ambil kata-katanya saja. Sepertinya, dia lahir seperti iblis pujangga. Perbuatannya kelak, hanya dia dan Tuhan yang akan tau, jawab Aprilia membantin.
Jack membuka setiap penutup makanan, dan dalam beberapa piring terhidang makanan laut. Kepiting asam manis. Udang goreng tepung. Kerang yang telah di kupas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Romantisnya pantai!...
...Ternyata Tina adalah hantu? Bagaimana? Apakah mengejutkan?...
Cerita ini akan Fokus kembali pada Aprilia.Biar nggak bosan dan keluar dari konteks.
...Aprilia akan segera balas dendam....
...Nyanyi dulu: Www. Senorita.Com...
__ADS_1