
...Setia adalah milik setiap orang yang mampu menghargai dan tidak mampu berbagi....
...—Eouny Jeje—...
...Kau memiliki syarat pula agar terlihat sebagai istri yang baik...
..._Jack_...
...꧁❤•༆PJP 69༆•❤꧂...
Dup!Dup!Dup!
Jantung Aprilia berdetak di depan room 777. Aprilia segera mengatur napasnya sedalam-dalamnya. Tangannya menyentuh ganggang pintu. Sedetik kemudian melepasnya. Dia merasa sangat gugup saat ini.
Apakah ini namanya cinta. Bertemu saja membuat aku gugup. Apalagi bersamanya sepanjang malam.
Aprilia menggigit bibirnya, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di dalam room tersebut.
Kret! Akhirnya pintu room terbuka lebar. Tampak seorang pria duduk sendiri yang sedang memegang micropone di bawah bibirnya.
"Tuan, layanan datang!"
Pria itu menoleh ke arah pintu. Terkesima akan sosok yang datang. Pria itu terus terlihat tertegun dengan saliva miliknya yang bergerak naik turun. Wanita yang berdiri di garis pingu terlihat sangat cantik. Sexy. Imut. Sesuai seleranya selama ini.
Micropone jatuh begitu saja ke lantai, "Silahkan masuk, Nona." Pria tampan itu berdiri, dan mendekat ke arah pintu. Wanita di depannya bagai magnet yang mengundang hasrat.
Aprilia tersenyum tipis. Dia belum berani melangkah. Jantungnya berdegup kencang dan rasanya tidak waras. Ingin melewati garis pintu, kakinya bergetar lebih dulu. Dia menatap Jack. Pria yang kerap kali bermimik angkuh, dan hanya bersikap manis di dalam mimpinya. Kini, sepasang mata pria itu jatuh kagum,terpikat,dan luluh lantah dalam satu penampilannya malam ini.
"Siapakah yang mengantar kemari?" Pertanyan itu mengejutkan. Aprilia bangun dari pikirannya. Kembali ke nyata. Blam! Daun pintu menyatu dengan kusen.
Aprilia masih kosong. Wajah pria idaman di depannya terlalu dekat. Tubuhnya bersandar pada daun pintu. Jarak sedekat ini, membuat setiap aroma maskulin itu masuk ke dalam rongga hidung Aprilia.
"Wangi sekali,"komentar Aprilia dengan telapak tangan bertahan di dada pria itu, dan memberi sedikit jarak di antara mereka.
"Kau juga sangat wangi."— Jack meneliti dengan seksama— "Cantik sekali seperti artis Korea."
Aprilia malu seketika. Wajahnya merah akan pujian itu, dan bergindik geli kala telunjuk pria itu mulai mengabsen setiap detail wajah miliknya, "Cantik alami seperti Song Hye Kyo."
Aprilia menahan napasnya. Dia berkedip tidak percaya akan pandangan dan penilaian Jack padanya. Berbanding terbalik dengan pertama kali apa yang telah di lontarkan pria itu padanya.
Pelet Kuyang memang hebat. Membuat pria ini jatuh terkesima dari huruf A menjadi huruf Z.
"Tuan,kau pandai merayu."
__ADS_1
Jack mendekatkan tubuhnya. Berhimpit sedekat mungkin pada Aprilia. Aprilia menahan napas atas ketidaksabaran pria di depannya.
"Aku tidak pandai merayu. Aku memang suka meniduri wanita cantik untuk satu kali setiap pertemuan. Orang yang mengantarmu kemari,sangat tahu betul seleraku. Apakah Dandy yang mengantarmu, cantik? Untuk merayu harga jual saham."
Aprilia mengadahkan wajahnya. Napas Jack menyapu wajahnya segera.
Dup!Dup!Dup! Jantung Jack berdegup cepat akan mata indah memikat. Dia seperti melihat Dewi yang jatuh dari langit. Jack bahkan
"Cantik. Sebut namamu?"
Aprilia berpikir sebentar.
Tidak mungkin aku menggunakan nama Aprilia. Ataupun nama Grey.
Apriliapun mengecap bibirnya sebentar, dan bibir kecil itu terbuka perlahan, dengan napas yang menyapu hangat wajah Jack. Wajah tampan pria itu menghancurkan pikirannya. Dia tidak bisa menemukan nama yang bagus saat ini.
Nama apa yang cocok untukku? Aprilia gugup dan bingung akan nama yang pantas untuk dirinya.
"Aku tidak memiliki nama. Aku hanyalah wanita singgah sebentar. Bahkan setiap orang akan melupakanku begitu saja setelah pagi akan datang."
"Aku tidak akan melupakanmu, cantik." Jack menurunkan wajahnya, dan bersikap rakus kemudian akan mangsa yang dia bekap dengan ketat.
Aprilia menahan diri. Dia hanya membiarkan bagaimana lidah Jack mengabsen dinding mulut dan giginya, dan tangan pria itu menelusup masuk dari balik dress ketat miliknya. Dress itu tersingkap ke atas pinggang. Sepasang mata Jack turun jatuh akan tubuh yang terpampang mulus dan indah sebagian, dan bentuk segitiga di sana, membuat hasratnya melompat lebih tinggi.
"Kau ringan sekali," komentar Jack dan membaringkan Aprilia di atas sofa beludru panjang itu. Aprilia berbaring di atas ranjang dengan wajah terlihat malu-malu.
"Apakah ini pertama kali?"
Aprilia menggelengkan kepala, dan menjawab dengan tutur halus, "Aku seorang janda."
"Apakah kau sudah memiliki anak?"
Aprilia buyar menjawab, kala Jack malah datang menindih tubuhnya, "Tubuhmu sangat indah, pasti belum pernah melahirkan, ya kan."
Aprilia geli dengan kecupan yang datang mencumbui lehernya, "Aku sudah memiliki satu putera."
"Oh!" Ada rasa sesal di dalam satu kata tersebut. Mimik pria itu terlihat sedikit berubah. Selera seakan berkurang.
Aprilia panik sebentar, "Ada apa?"
Jengah. Aprilia ingin mennagis segera. Pria yang dia cintai, hanya menginginkan tubuhnya. Sedih. Dada terasa begitu sesak.
"Berapa lama kau menjanda?"
__ADS_1
"Apakah itu penting?" dengus Aprilia merajuk.
"Dandy sangat mengetahui seleraku. Aku tidak menyukai wanita yang sering di sentuh banyak pria."
Aprilia mengecup bibir Jack, "Ini adalah pertama kaliku berhubungan di luar suami. Sebenarnya aku baru saja menikah lagi."
Raut wajah Aprilia sekejap berubah sedih.
Jack mengerutkan alisnya tajam.
Istri orang? Jack terbahak kemudian, "Dandy sangat mengetahui seleraku. Dia lebih memberikan istri pria lain pada teman baiknya, daripada janda baru bodoh."
Aprilia meletakkan jarinya pada bibir Jack, "Jangan terbahak keras-keras. Nanti, orang akan tahu jika kau menyentuh wanita baik."
"Iya istri orang adalah wanita baik-baik. Mereka berselingkuh, karena pria kurang kuat di atasnya."
Aprilia terkekeh dan terbuai dalam ciuman pria tampan yang selalu dia impikan. Sekejap segala sesuatu yang dia kenakan, di loloskan jatuh ke lantai begitu saja. Kecupan datang bagai hujan.
"Jangan memberi bekas. Nanti, suamiku akan mengetahuinya."
"Kau memiliki syarat pula agar terlihat sebagai istri yang baik," jawab Jack tenang, dan perlahan menyentuh kulit wanita baru yang sangat memikat dengan penampilannya.
Kret! Pintu tiba-tiba terbuka lebar.
"Jack!" Lolong seorang wanita di depan pintu.
Jack terkejut. Berpaling dan membola melihat sosok yang datang.
"Nana!" Jack segera melompat bangun. Untung saja, dia masih mengenakan pakaian lengkapnya. Namun, wanita cantik di bawah tubuhnya telah kehilangan seluruh pakaiannya. Segera Jack memungut pakaian yang berserak, dan mengusir, "Berpakaianlah dan pergi dari sini!"
Aprilia menutup tubuhnya. Dengan rambutnya yang tergerai dia menutup wajahnya. Entah mengapa, aura Puspa selalu mampu datang mengintimidasinya dengan banyak ketakutan di dalam hidupnya.
"Kau wanita dari mana? sertifikat apa yang kau miliki. Sehingga berani menyentuh milikku!"
Aprilia baru saja akan berdiri. Harus kembali duduk dengan tingkah layaknya wanita polos yang kepergok berselingkuh oleh sang istri pelanggannya.
"Jalang sekali. Brani menyentuh pria milikku!"
Aprilia diam hening. Tidak berani mengangkat wajahnya. Dia sangat takut, Puspa akaan mengenalnya.
Puspa berjalan mendekat pada sosok polos yang menunduk lemah. Dia mengangkat dagu wanita itu sebentar. Menghela napas. Tertegun akan pesona Barbie baru Jack. Sangat cantik.
"Mainan barumu sangat cantik kali ini, Jack!" komentar Puspa sinis menatap Jack kemudian.
__ADS_1
...꧁❤•༆PJP 69༆•❤꧂...