Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 8


__ADS_3

Tiga Hari Kemudian


Langit malam terlihat tanpa bintang, dengan rembulan yang terlihat di sembunyikan kabut tipis hitam. Sepertinya, sebentar lagi akan hujan.


Setelah Dimas di nyatakan sehat dan boleh pulang, dan administrasi telah di bayar lunas. Aprilia membawa puteranya kembali ke rumah Puspa. Tidak ada tujuan lain,selain rumah Puspa.


Aprilia menghela napas, dia merapatkan dirinya dengan jaketnya, begitupula pada tubuh puteranya, Dimas. Mereka berjalan seraya bergandengan tangan. Tangan Dimas yang kecil terlihat tergenggam erat dalam tangan Aprilia.


Yang penting, kau sudah sehat nak ..., syukur Aprilia dalam hatinya.


"Kita kemana Bu?"


"Ke rumah Tante Nana."


"Dia kan jahat, Bu!" Dimas terlihat menolak mengikuti ibunya.


"Dimas!" Aprilia menghela napas, bersiap akan marah. Tidak ada tujuan lain selain rumah Puspa. "Tidak ada tujuan lain, Dimas!"


"Dia jahat ibu. Dia suka semena-mena dan berkata kasar." Dimas terlihat bersikeras menolah pergi ke rumah Puspa. Dia melepaskan tangan kecilnya dari genggaman ibunya. Dia melipat tangan bulat kecil menyilang di dadanya, dan wajahnya terlihat merengut lucu.


"Lalu, kita pergi kemana? Ibu tidak punya uang.Kita hanya sementara, nak. Biarkan saja dia semena- mena, asal kita menempati tempat tinggal gratis."


"Kita bisa pergi ke rumah ayah, ibu!"


Aprilia menggeleng keras. Dua hari yang lalu, Gusti telah datang ke rumah sakit hanay sekedar menjenguk sebentar dengan membawa satu kotak kue bolu, dan mainan mobil-mbilan. Dia terlihat bersahabat saat itu. Tetapi, malah mengutarakan kemampuan keuangannya yang tidak mampu membantu biaya rumah sakit Dimas.


"Maaf, Apri. Aku tidak bisa membantu banyak. Ekonomi keluarga sedang terpuruk," utara Gusti saat itu, tepatnya dua hari yang lalu saat dia berkunjung ke rumah sakit dengan wajah terlihat mengeluh kala Aprilia meminta dan menuntut tanggung jawab sang mantan suami.

__ADS_1


"Tidak! Jika kau ingin ke rumah ayahmu! Kau pergi sendiri, dan jangan heran jika kau di usir dan di musuhi oleh dua saudara tirimu, dan ibu tirimy yang jahat," ancam Aprilia terlihat merah dan panas kepalanya.


Dimas jatuh menangis dan merengek di tanah. Lalu, menggelengkan kepalanya pelan, dan dia ketakutan mendengar saudara tiri dan ibu tiri.


Aprilia mengelap bibirnya yang basah karena air matanya yang ikut jatuh atas luka hatinya yang terbuka kembali. Gusti telah meninggalkannya untuk Salma, janda beranak dua tersebut, dan kini mereka telah di karunia dua anak hasil hubungan gelap mereka selama beberapa tahun terakhir.


Setelah dibujuk perlahan. Dimas pun setuju mengikuti Aprilia untuk ke rumah Tante yang di kenalnya bernama Nana, dengan nama asli Puspa.


Tiga Puluh Menit Perjalanan


Baru saja mencapai teras rumah Puspa. Aprilia dan Dimas berhenti di garis pintu. Mereka berdua di kejutkan dengan sosok Puspa sedang bergulat dan berguling acak dengan tangan yang saling menjambak seorang wanita muda di bawahnya. Mereka terlihat bertengkar hebat di dekat pintu.


"Aku akan menghancurkan wajahmu, Alicia! Berani sekali merebut priaku," teking Puspa dan mulai bersiap membenturkan kepala wanita di bawah tubuhnya, ke lantai.


"Jangan Nana!" cegah Aprilia dengan menarik tubuh gadis itu ke belakang. Menyeretnya perlahan, dan membuat tubuh Puspa merangkak berdiri dari tubuh wanita muda di depannya. Dia mengunci tangan Puspa agar tidak bergerak menyerang wanita yang terlihat sangat kurus dengan wajahnya yang terlihat bak gadis metropolitan yang sangat terawat.


Wanita yang bernama Alicia itu, segera berdiri dan memperbaiki gaun malamnya, dan menyipitkan matanya sertanya telunjuknya menunjuk ke arah hidung Puspa.


Aprilia menutup mulutnya rapat. Diam-diam dia tidak menyangka jika Dandy memiliki istri dengan wajah sangat cantik terawat, bahkan jauh lebih cantik daripada Puspa, bahkan berkali-kali lipat lebih cantik. Namun, kala Aprilia melihat ke arah Puspa. Wajah Puspa telihat di kelilingi cahaya yang terlihat lebih menawan dari Alicia.


Mengapa Puspa terlihat lebih wah yah. Padahal sebelumnya pandanganku tidak seperti ini,. Aprilia linglung akan penampilan Puspa yang terlihat sangat memikat, bahkan dirinya ikut kagum akan kemolekan tubuh dan wajah yang terlihat sangat indah milik Puspa.


"Iblis? Kau yang iblis! Om Dandy menyukaiku. Kau hanya istri sah yang merangkak karena perjodohan! Kau tidak e-"


Plakkk! Alicia bergerak cepat dan telah melayang lima jarinya tepat mendarat pada pipi Puspa.


"Tidak enak! Kau menggunakan pelet memikat suamiku! Lihatlah wajahmu, apa kau bisa di bandingkan denganku?"

__ADS_1


Puspa bergeliat dan berusaha lepas dari tangan Aprilia. Namun, karena tubuh Aprilia lebih besar dari Puspa, sehingga kekuatannya pun lebih besar, jadi Puspa tetap terkunci gerakkannya.


'Cih!' Alicia meludah tepat wajah Puspa. Aprilia ternganga lebar. Wajah Puspa terlihat merah padam, dan kekuatannya besar setelah di ludah. Dengan cepatnya Puspa terlepas dar kuncian tangan Aprilia. Lalu, dia melesat cepat dan mendorong Alicia ke lantai. Bergelut dan berguling, dan saling menjambak lagi.


Aprilia tampak linglung sesaat. Setelah tersadar dia segera menutup mata Dimas. Di saat itu, tiba-tiba sebuah mobil Sport tampak berhenti di depan teras rumah Puspa. Tampak Dandy dan dua pengawalnya turun dari mobil.


Aprilia pun harus bergindik dan takjub akan kekayaaan Dandy, yang menjadi tambang emas bagi Puspa selama ini, sangat terlihat jelas.Pria itu terlihat mewah dan membakar uang dalam penampilannya, semuanya terlihat megah dan berlian kala dia berjalan.


"Nana! Alicia!" teriak Dandy kala sepasang kakinya telah menapaki lantai rumah. Dia melepaskan kacamata hitamnya, dan menunjukkan sepasang matanya yang melotot marah.


Nana merangkak berdiri lebih awal dari tubuh Alicia yang berada di bawahnya. Dia bangun dan merapikan rambutnya yang terlihat acak-acakan, dan memperbaiki mini dress.


Tak lama, Alicia segera bangkit pula. Helaian rambut pirangnya banyak menghias lantai. Dia segera menguraikan air matanya, menatap suami sah dalam hukumnya, dia berjalan mendekati suaminya, dan segera bersikap merajuk dengan suaminya, "Dandy, kau ketahuan berselingkuh lagi. Apa kau ingin cerai dariku?"


Dandy terkesiap mendapatkan pertanyaan yang mengandung ancaman itu. Dia segera menggelengkan kepala, baginya Alicia tetaplah pujaaannya, dan Puspa yang di kenalnya sebagai Nana, adalah wanita pemuas nafsunya, baginya hanya dengan Nana dia bisa melepaskan hasrat hubungan yang dia inginkan kan, yaitu melakukan kekerasan di awal dan berbagai gaya yang menggairahkan. Dimana hal tersebut, tidak bisa mendapatkannya dari Alicia.


"Aku tidak ingin bercerai denganmu!"


"Kalau tidak ingin bercerai. Tinggalkan dia!" Telunjuk Alicia mengacung menunjuk hidung Puspa.


"Aku akan meninggalkan-" Tiba-tiba kalimat Dandy terhenti kala kepalanya menoleh dan menatap Puspa. Dia terpaku dan terpana. Puspa terlihat begitu cantik dan memikat dengan banyak kilauan cahaya di wajahnya.


"Om Dandy yakin ninggalin aku?" tanya Puspa dengan bibir yang terlihat bergerak pelan dan gemulai sangat indah di mata Dandy. Dandy terpaku akan bibir yang terlihat sexy kemudian.


"Tidak, Nana! Aku juga tidak akan meninggalkanmu."


Aprilia menelan ludahnya. Dia pun memperhatikan sepasang bola Dandy terlihat terhipnotis dan terpaku akan sosok Puspa yang lekat dengan nama Nana. Aprilia pun menelisik kembali ke Puspa, dan tiba-tiba saja hatinya mulai menilai betapa cantik dan lembutnya penampilan Puspa hari ini. Dia terlihat sangat berbeda.

__ADS_1


......................


Bersambung ...


__ADS_2