
...Kekayaan mampu menampar dengan uang. Kemiskinan hanya mampu menampar dengan keberanian. Hiduplah dengan berani jika kau tak memiliki apapun....
..._Eouny Jeje_...
...Menyakiti wanitaku. Bukankah seperti merobek daging— menghisap darah—menghunus jantungku....
...-Sadewa-...
...꧁❤༆Pelet Janda penggoda༆❤꧂...
Makin jauh Aprilia berjalan. Makin menjauh dari keramaian. Makin sepi dan gelap. Pencahayaan hanya mengandalakan bulan yang berada tinggi di tengah cakrawala. Aprilia merapatkan pelukannya, mengeratkan harta dalam dekapan tangannya.
Jalan makin sepi, kosong melompong. Namun, setiap tatapan tersembunyi terlihat mengintainya. Suasana makin mencengkam. Aprilia takut. Takut kehilangan hartanya. Mimpinya akan terkubur begitu saja. Diapun segera merapalkan mantera, mengantarkan permohonan.
"Ibu Mayang tolong selamatkan aku dari kejamnya orang ya g mengincar dan ingin mengambil hartaku," pinta Aprilia di lanjutkan dengan mantera.
Sepasang matanya terus terpejam.
Swossh! Geraka bayangan hitam menghentikan langkahnya. Aprilia membuka matanya. Bukan Nenek Mayang yang hadir. Beberapa pemuda-pemudi terlihat melingkar dan keserakahan tampak jelas di dalam mata mereka. Jumlah mereka ada sepuluh orang, terdiri dari dua wanita dengan pakaian minim, dan delapan pria layaknya preman.
"Apa yang kau inginkan?"
"Uangmu!" jawab salah satu pria.
"Tidak mau—" Belum selesai berkata, Aprilia harus berteriak sakit ," Arggg!" Rambut meraknya di jambak dan leher terulur ke belakang dengan tegang. Dia bisa melihat sosok wanita dengan riasan menornya terlihat sinis padanya.
"Siapa yang tidak menginginkan harta yang berjalan? Hanya orang bodoh!"
Walau sakit kepala dinjambak, leher terulur tegang. Aprilia tetap bersikukuh memeluk erat tasnya. Namun, pertahanan itu hanya sebentar. Dalam satu tarikan, dua pria telah berhasil merebut tas besar miliknya.
"Jangan ambil uangku!"
Leher Aprilia makin terulur ke belakang, setiap urat lehernya terlihat tegang. Dia pun harus duduk tersungkur, karena jambakan rambutnya yang menjatuhkan setiap lutut menyentuh tanahnya.
"Kita sudah dapatkan uangnya. Namun, tidak baik membiarkan dirinya tetap harus hidup."
__ADS_1
"Kalian tercela!"
Plak! Tamparan keras mengenai wajah Aprilia, dan membuat tubuh itu tersungkur ke tanah dengan ujung bibir yang terlihat robek,dan menerbitkan perlahan cairan merah.
Pandangan Aprilia menjadi makin kabur. Kala sebuah sapu tangan membekap hidung dan mulutnya. Perlahan tubuhnya makin ringan, dan dia tidak menyadari jika tubuhnya telah di bopong oleh seorang pria, dan tubuhnya di lempar kasar terlentasng di kursi kabin belakang mobil Mitsubishi yang terlihat sudah reyot dan tua.
Setiap orang pun mulai datang dan memasuki mobil. Sepuluh orang terlihat berdesak-desakan masuk ke dalam mobil tersebut. Bahkan dua wanita lainnya terlihat tidak peduli, telah menduduki bagian perut dan dada Aprilia. Seakan mereka tidak peduli, bokong mereka membuat Aprilia sesak dan mati selama perjalanan panjang menuju sebuag gedung tua.
Tiga puluh menit kemudian ....
Rumah kayu itu tampak seram, kotor, gelap. Setiap orang dalam mobil keluar satu demi satu dari mobil. Lalu, dua orang pria besar menarik raga Aprilia, dan di jatuhkan ke tanah begitu saja. Lalu, satu wanita cantik itu terlihat bersemangat menjambak rambut merak itu dan mulai menyeret tubuh Aprilia bergeser—bercampur dengan debu tanah— terseret sakit menabrak setiap kerikil di atas tanah.
Krettt! Pintu rumah itu berderit terbuka lebar.
"Kita apakan dia di sini?" tanya sang wanita dengan pakaian sexy itu.
"Bunuh!"
"Dengan cara bagaimana?"
"Bakar pula rumah ini!"
Tanpa mereka sadari sosok wanita bungkuk terlihat bersembunyi di dalam kegelapan.
Banyak sekali santapan dagingku hari ini. Ingin membakar Aprilia, atau kalian yang terbakar.
Nenek Mayang menjilat ujung kukunya. Sepasang matanya terlihat mengintai setiap orang yang terlihat khilap akan banyak lembar merah yang akan di tampung setiap tangan mereka nanti.
Satu orang di antara mereka mulai mengambil derigen bensin, dan mulai menyebarkan bensin ke setiap sudut rumah.
Brakkk! Pintu kembali ternganga lebar, dan beberapa pria besar dengan senjata di tangannya mengacung ke udara. Mengejutkan sekelompok pemuda pemudi tersebut.
"Angkat tangan kalian!"
Setiap orang dari kelompok penjahat muda itu mengangkat tangannya dan bertukar pandang. Rasa terkejut dan ngeri akan banyak sosok pria besar bersenjata. Wajah mereka terlihat beringas.
__ADS_1
Nenek Mayang tetap berdiri di sudut ruang gelap, dia mengamati bagaimana sosok Sadewa datang di belakang dari semua pria pengawalnya.
"Menyakiti wanitaku. Bukankah seperti merobek daging— menghisap darah—menghunus jantungku. Dengan apa kalian bisa menebusnya? Hanya dengan air mata, itu tidak cukup. Kau harus tergantung di udara dengan seutas tali ketat mengikat lehermu."
Sadewa bertepuk tangan. Segenap setiap pria di depannya maju dan mulai membekuk setiap orang di dalam rumah kayu dan reyot itu. Menggunakan sapu tangan untuk membius, dan membekukan raga mereka.
Sedangkan, Sadewa menyingkirkan rokoknya. Menginjak puntung merah menyala dengan tumit sepatunya. Lalu, dia berjalan mengambil dan mengangkat wanitanya. Dia membopong keluar dan berpesan di garis pintu.
"Lenyapkan tanpa jejak. Bersihkan tanpa bekas. Mematikan tanpa melukai."
Sadewa pergi membawa Aprilia kemudian, dan dia sedikit menundukkan wajahnya dan berbisik, "Selamat tinggal Aprilia lama. Kau hanya akan menjadi wanitaku dengan identitas baru."
Sadewa hilang dalam kegelapan bersama Aprilia.
Sementara itu, di dalam rumah tersebut, setiap orang yang hampir merampok dan melukai Aprilia terlihat jatuh tak sadarkan diri di lantai, akibat obat bius yang di bekapkan pada hidung dan mulut mereka.
Setiap pintu dan jendela rumah kayu mulai di paku disertai setiap papan yang menyilang dan tersusun tanpa memberikan celah. Lalu, setelah setiap pengawal Sadewa keluar. Seseorang melemparkan pematik api di dalam rumah, dan perlahan api mulai berkobar dari sudut terdalam rumah.
"Menarik, memakan daging bakar!" gumam Nenek Mayang yang kemudian merangkak dalam sudut tergelap,dan mengibarkan api yang lebih besar dan besar lagi.
Setiap orang yang terbius terbangun—terkejut— terbelalak akan kobaran api yang tiba menyulut setiap ujung celana mereka. Berguling dan berputar dalam api. Namun, setiap orang terlihat tidak mampu lolos dari rakusnya api yang membakar dan melahap tubuh mereka.
Nenek Mayang merangkak pelan dari setiap kobaran api yang tidak bisa menyentuhnya. Dia terlihat bergerak mencari setiap korban yang berguling terbakar dan berteriak akan setiap daging merah yang terlihat melepuh.
"Teriakan kalian bagaikan musik klasik yang membakar semangatku."
Nenek Mayang meraih satu demi satu korban, dan mengambil setiap bagian yang dia congkel— potong— iris. Kini, sepasang matanya menatap rakus akan setiap organ. Jantung. Hati. Ginjal. Mata. Lidah. Telinga.
"Yang terbakar rasanya lebih nikmat!" Nenek Mayang menikmati setiap makanan yang telah dia kumpulkan dalam tangannya. Sementara itu, api mulai menghanguskan dan memanggang setiap tubuh yang tercongkel matanya, teriris lidahnya, terpotong telinganya, serta setiap bagian tubuh yang terlubang di hati, ginjal, dan jantungnya.
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
Jika kemaren Aprilia menderita tanpa penolongnya karena dia belum bersekutu dengan iblis dengan sepenuh hati.
setelah dia bersekutu dengan iblis, setiap cobaan yang datang bagai api datang melahapnya, namun langit tiba-tibs menurunkan hujan. Aprilia akan selalu lolos dari api.
__ADS_1
Nikmati saja proses ceritanya! Aprilia akan ganti identitas!