
...Ruang pikiran adalah milikku tanpa ada yang bisa menebak apa yang aku pikirkan dengan tepat....
..._Eouny Jeje_...
...Saya menyukai sosok yang tidak pernah saya lihat untuk pertama kalinya, dan itu konyol! Mengaku cinta pun hanya sebatas dalam ruang pikiran....
..._Jack_...
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
Jack menelan setiap liur yang tertukar dan merenggut setiap udara wanita yang dia rangkul. Di dorong perlahan ke sisi ranjang. Wanita berkostum maid itu terlentang menantang dengan tubuhnya yang terlihat kurus dengan setiap lekukan sempurna huruf C pada pinggangnya, dan gunung kembar yang terlihat bulat penuh menggoda, dan dress yang terlihat ketat terangkat menunjukan paha indah mulusnya itu.
Nenek Mayang menutup wajahnya. Berpura-pura merona malu akan sosok pria gagah yang sedang melepas polos seluruh pakaiannya sendiri ke lantai. Dari setiap celah jemari, Nenek Mayang mengintip tubuh kekar dan atletis pria itu.
Glek! Nenek Mayang menelan napsunya, dan menjilat bibirnya sendiri di balik telapak tangannya.
Aprilia aku akan membuat dia makin tergila-gila pada dirimu dengan persetubuhan dalam mimpi.
Tiba-tiba setiap jemari Nenek Mayang di singkirkan oleh Jack yang telah merangkak pada tubuh wanita itu. Nenek Mayang menahan napas merah di bawah tubuh pria itu.
"Kau sering menolak. Malam itu tak boleh menolak lagi," ujar Jack tak mampu membendung rasa dan napsu yang bergelora bagaikan api yang menyulut membakar setiap nadinya. Akan terus terbakar, jika tidak segera di dinginkan oleh cumbuan wanita di bawah tubuhnya.
"Tuan, apa tidak salah? Kau akan bergaul dengan seorang babu, yang tidak tahu asalnya!"
Jack tersenyum. Sepasang matanya sudah terlihat mendung akan napsu yang menggunung tinggi, bersiap meletus dengan larva yang panas.
"Dalam bergaul tidak memandang status siapa kau. Namun, dalam pernikahan harus melibatkan status."
Nenek Mayang menghela napas. Berat dan terdengar serat dengan kesedihan.
"Hanya bersedia menjadikan diriku sebagai —"
Nenek Mayang tidak melanjutkan kalimatnya. Segenap bibirnya telah terkunci oleh bibir tuannya. Tangan besar tuannya terlihat menarik menyelinap ke belakang punggung, dan menurunkan retsleting, dan meraba-raba mencari kaitan kacamata wanita itu. Menemukan segera. Terlepas dengan mudah.
Nenek Mayang mulai bergeliat, kala mengetahui punggungnya telah di elus-elus sepanjang tulang punggungnya, dan tangan lain mulai menurunkan pakaiannnya dengan mudah, dan dalam sekejap tarikan ke bawah, telah memoloskan tubuhnya dengan hanya menyisakan pakaian dalam yang berenda dan bewarna hitam.
"Hmm!" gumam Jack dan melemparkan kostum wanita itu ke lantai. Tidak lama kemudian, dia pergi kembali naik ke ranjang, dan melempar banyak cumbuan untuk wanita di bawah tubuhnya.
Menjelang pagi buta. Pertempuran itu berakhir. Jack membuka matanya perlahan. Sepasang matanya terlihat puas akan napsunya yang telah selesai. Dia mengehela napas. Kala, menyadari apa yang telah dia lalui adalah mimpi erotis untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Jack memposisikan dirinya duduk. Sepasang matanya membola menatap jam dinding. Jam empat pagi. Dia terkekeh menjilat bibirnya sendiri, seakan jejak percintaan masih berada dalam mulutnya. Walau hal itu hanya mimpi.
"Wanita yang masuk di dalam mimpiku! Apa aku harus mengecek setiap baby di rumah ini? Bagaimana aku terus bermimpi wanita yang sama."
Jack berdiri dan menyadari celana joger yang dia kenakan telah basah oleh mimpinya. Dia pun mengeryitkan keningnya dan merasa konyol untuk pertama kalinya.
"Seorang Jack terpengaruh karena mimpi!" Jack segera masuk ke kamar mandi dan membenamkan dirinya. Namun, sosok wanita dalam mimpinya terus menempel dalam ingatannya. Pesonanya tidak mampu pudar. Suaranya bagai magnetik yang memikat telingannya. Napasnya bagai udara yang menyejukkan rongga dada. Setiap bola matanya terpancar air terjun yang di dalam, indah dan menakjubkan.
"Saya menyukai sosok yang tidak pernah saya lihat untuk pertama kalinya, dan itu konyol! Mengaku cinta pun hanya sebatas dalam ruang pikiran. Kapan kita bisa bertemu?"
Jack melangkahkan kakinya masuk ke dalam bak mandi. Membasahi pikirannya yang terlihat di penuhi sosok yang sama. Sementara itu, dia meraih remote dan menyalakan tape yang berada di sudut kamar mandi. Dari speaker yang tertanam di langit ruangannya, dia pun memilih acak lagu, dan berhenti pada satu pilihan lagu, Confession Song yang membuat tersenyum diri memaknai arti lirik yang terlantun kemudian.
Ratusan pengakuan yang gagal
수백 번 성공한적 없는 고백
Saya tidak percaya diri, haruskah saya kembali saja
자신감이 없는 나 should I just go back
harus mengaku
Apa yang Anda lakukan ketika Anda mengatakannya pada akhirnya?
말만 하면 뭐해 in the end
Aku tidak bisa mengangkat kepalaku di depanmu
니 앞에서 들 수 없는 나의 고개
Aku menyukaimu, kenapa kata ini begitu sulit
난 니가 좋아 이 말이 도대체 왜 어려운지
coba bicara, berhenti bicara
말 하려다 말려다 말 하려다 말려다
Jack tegrsenyum kembali, "Bagaimana saling mengaku. Jika visualmu hanya di dalam mimpi. Mencari dan menemukanmu, mungkin adalah langkah rindu yang tepat. Bagai menyiram air masuk membasahi tenggorokanku yang kering."
__ADS_1
Setelah hari itu. Jack mulai terbius mencari sosok yang telah memanterai dirinya. Dia mulai mejumpai seorang pelukis di jalanan,dan meminta seseorang melukis dengan tepat wanita yang dia jumpai dalam mimpi tersebut.
"Kau bisa tambahkan tahi lalat pada ujung bibir kiri. Tepat itu adalah khas-nya."
Sang pelukispun mengikuti. Kuas kecil meletakkan cat titik hitam pada wajah wanita dalam kanvas itu.
"Sudah selesai." Sang pelukis memberikan bingkai kanvas bergambar itu pada Jack.
Jack memberikan uangnya, dan menimang-nimang kanvas berbingkai kayu itu. Dia tersenyum akan wujud yang telah dia impikan selama ini. Kini, sosok itu telah tegambar dalam bingkai yang pas dengan sosok visual mimpinya.
"Jika kau terus datang. Maka, kau adalah mahluk nyata yang akan ku temukan!"
Jack membawa lukisan tersebut, dan meminta seorang anak buahnya mengambil gambar dan menduplikat kembali dalam bentuk foto, sehingga wujudnya bukan lagi seperti wanita karena indahnya kuas menggambar sosok itu. Namun, sosok itu terlihat wanita nyata dengan fisik sesuai gambarannya.
"Aku akan menemukanmu!" Obsesi Jack dan mulai meminta setiap anak buahnya beredar mencari sosok wanita dalam foto itu berkeliling dunia.
"Dimana pun kau berada. Ku pasti menemukanmu, babu cantikku! Kau hadir tanpa sengaja. Namun, aku secara sengaja akan menjebakmu di atas ranjangku secara nyata."
Jack menyeruput kopinya,seraya memandangi lukisannya kembali. Dia tidak mampu berhenti tersenyum, kala sepasang matanya menatap setiap detail keindahan yang terbingkai dalam canvas.
"Aku akan menemukanmu.Membuatmu jatuh cinta padaku."
Jack membawa canvas itu kemudian dan berpikir untuk menggantungnya di dinding kamar utamanya.
"Bingkai gambar pernikahan yang tidak berguna. Menikah karena saham. Akhirnya hanya membuat kita berhenti di titik jenuh. Enggan bertahan. Sekarang, aku memiliki segalanya. Kau bukanlah sosok yang harus ku pertahankan lagi. Namun, cukup menjadi tamengku. Agar tidak setiap wanita yang berkencan, menuntut diriku menikahi mereka!"
Jack menurunkan gambar pernikahannya. Menggantikan dengan sosok canvas berbingkai indah itu.
"Aku telah menemukan pengganti yang tepat. Hanya saja kita belum bertemu!"
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
...Part ini berhenti di sini alurnya. Selanjutnya alur maju ke 8 bulan kemudian....
...Semoga sudah membayangkan bagaimana tokoh Jack yang jatuh cinta karena ruang pikirannya. Bertemu dalam virtual 😂 Apa ada orang yang demikian....
...Oh iya aku bisa minta testimoni untuk alur dan penokohannya apakah sudah anti mainstream? Maksudnya sih otor cukup senang, jika setiap cerita yang aku buat itu di luar konteks tebakan sang pembaca, di luar nalar kalian. Jika berkenan, silahkan tinggalkan testimoni....
...#SihirkarmaJack...
__ADS_1
...#SihirvirtualNenekMay...