Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 92


__ADS_3

...Uang itu perlu. Cinta itu perlu. Namun, timbangannya harus tepat....


..._Eouny Jeje_...


...Yang jual murah dan penuh diskon adalah trik belanja lagi belanja lagi hingga khilaf yang membuat dirimu berutang banyak padaku....


..._Nenek Mayang_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Nenek Mayang meremas jantung yang berdenyut di tangannya. Perlahan tangannya membawa jantung tersebut mendekat mulutnya,dan gigi taring panjang itu tumbuh, dan mencabik yang berdenyut pelan dan hilang kemudian.


"Arrg aaaa...," sendawa Nenek Mayang merasa sangat kenyang. Dia menyeka mulutnya dan bangkit berdiri dengan tubuh indah polos dan menggoda, "Siapa suruh genit? Akhirnya aku makan deh."


Nenek Mayang beputar dan kembali menjadi wujudnya sedia kala. Tua. Keriput. Bungkuk. Lalu, dia menatap ke luar jendela. Langit masih terlihat gelap. Hanya sedikit bintang di sana.


Seakan Nenek Mayang melihat seorang yang menegurnya. Sosok yang berada di balik awan yang tampak mendung, Nenek Mayang hanya tersenyum sarkas dan mendengus pada sosok di langit tersebut,"Aku melakukan pekerjaan sesuai yang di minta. Aku hanya membunuh sesuai permintaan."


Nenek Mayang membalikkan badannya, dan menatap cermin. Dari dalam cermin dia melihat sosok Aprilia yang masih terpaku dengan kesedihannya, "Aprilia, ternyata aku berhasil memikat hatimu yang polos bodoh menjadi hitam dan keji. Diskon yanga aku berikan, tidak akan sia sia. Yang jual murah dan penuh diskon adalah trik belanja lagi belanja lagi hingga khilaf yang membuat dirimu berutang banyak padaku."


Nenek Mayang meninggalkan ruangan dengan dua mayat yang telah terbaring kaku di bawah selimut saling bersisian,dan suara air keran  terdengar terus menjatuhkan air hingga air pada bak mandi jatuh menguap ke lantai secara terus-terusan.


꧁❤༆Eouny Jeje༆❤꧂


Dua Minggu Kemudian ....


Telah di temukan dua sosok mayat di sebuah warung remang-remang yang menyediakan kamar untuk pelayanan maksiat secara ilegal. Di duga, dua pria tersebut merupakan pasangan homoseksual yang mengalami serangan jantung di tempat. Saat ini, pemilik warung remang-remang beserta barang bukti berupa sebuah mobil Jeep telah di amankan.


Santi menghela napasnya. Seakan tidak yakin akan tebakannya sendiri, dia menghubungi kembali nomor Dimas ataupun Abas. Tetap saja jawabannya sama, Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.


Santi bergetar membaca artikel online pada ponselnya,seakan dia mulai menduga  sosok identitas dalam artikel yang pernah dia baca saat itu, adalah Dimas dan Abas. Apalagi dia sangat mengenal Jeep sebagai barang bukti tersebut. Mobil itu milik Dimas, kaki tangannya bertahun-tahun selama ini.


Santi mengigit bibirnya. Sepasang alisnya terlihat menyatu, berpikir keras dan menduga hal ini ada keterkaitan dengan Aprilia.


"Apakah janda sialan itu yang membunuhnya?" Santi segera turun dari kamar. Sadewa yang berada di bawah selimut, terlihat masih terlelap akibat aroma aprodisiak yang di berikannnya beberapa hari ini berturut-turut. Tujuannya hanya satu,agar Sadewa yakin kehamilan dadakannya kelak,adalah milik Sadewa.


Santi segera menyelusuri turun ke ruang lantai pertama. Sepasang matanya mengedar dan menemukan Imah.


"Imah!" teriak Santi.


"Ya, Nyonya!"


"Imah, aku ingin bertemu dengan si janda itu."


Imah maju mendekat dan berbisik, "Seperti pesan Nyonya. Si janda tersebut di sekap di ruang sesajen yang biasa di lakukan mendiang Nyonya Ratih. Tidak pernah keluar. Hanya diam dalam kegelapan."


Santi menggerakkan pupil matanya berputar licik,dengan kegelisahan pada hatinya. Dia merasa cukup heran, dan bergindik takut.


Jika Abas dan Dimas telah mati. Apakah aku adalah target selanjutnya? Santi resah seketika membayangkan bagaimana Aprilia akan meneluhnya hingga mati, atau kematiannya akan lebih sadis daripada yang di terima Abas dan Dimas.

__ADS_1


Santi gelisah dan sangat takut. Apalagi, dia belum menemukan sosok yang mampu menandingi Nenek Mayang.


Beruntung sekali janda itu. Mendapatkan Nenek Sakti! Aku tidak boleh mati! Aku harus mencari cara agar bertahan hidup.


"Aku akan ke sana menemuinya!"


Belum saja Santi akan pergi, dia berbalik kembali menghadap Imah, "Pastikan Tuan tidak perlu mengetahui kita menyekap janda itu dalam ruang bawah tanah rumah ini. Aku tidak ingin mereka bersama lagi."


"Baik,nyah!"


Selesai berkata. Santi tergesa-gesa  ke halaman belakang rumah. Masuk ke dalam semak-semak yang menutupi sebuah pintu rahasia.


Santi berdiri sebentar di depan pintu besi tersebut.


Jika dia punya ilmu hitam. Mengapa dia tidak lari dari penjara ini?


Santi menggertakan giginya. Seakan hatinya berbisik kembali.


Apakah dia bersiasat akan membunuhku pelan namun sangat menyakitkan?


Santi menggelengkan kepala.


Aku harus membujuknya agar tidak menyakitiku!


Santi merogoh obat tetes mata dari saku dasternya, dia pun meneteskan pada pupil matanya, dan segera mengenakan topeng kesedihannya yang sangat dalam.


*Kret! Kret! Kret! *


Apakah Nenek itu masih menemui Aprilia? Boneka jerami itu telah aku titip pada mba Nung. Semoga saja mereka telah berpisah.


Santi menginjak lantai ruangan bawah tanah. Dia menemukan sosok wanita yang dia benci dalam hidupnya. Dia terlihat lusuh,jelek, dan mulai sangat kurus terlihat tulang membalut kulit.


"Apa kabarmu?"


Aprilia mengangkat wajahnya dari tatapannya pada meja kayu. Aprilia tersenyum sinis dan jijik akan sosok musuhnya.


"Aku merasa sangat buruk!" jawab Aprilia.


Santi mendekat. Tiba-tiba sepasang kakinya menekuk dan jatuh ke tanah dengan lutut menyentuh lantai,dan dia meraih tangan Aprilia.


"Dua Minggu ini aku merenung. Aku menyesal atas perbuatanku."


Aprilia hanya menyembunyikan senyum keji.


Kau datang karena dua pria pemerkosa diriku itu mati. Untuk giliranmu, aku sengaja menundanya. Saat ini aku fokus membuat Sadewa tergila-gila padaku lagi. Rumahmu akan menjadi milikku. Kau hanya akan menjadi babu dalam istanamu sendiri.


"Aku keji mengirimkan dua pria untuk memperkosamu. Aku menyesal akan hal itu!"


Aprilia tersenyum aneh. Namun, tangannya menyeka air mata Santi.

__ADS_1


"Akupun keji telah merebut suami. Apa bedanya kita berdua? Kau menyakitiku. Karena aku menyakitimu pula."


Santi merengek seakan dia terisak dengan sungguh-sungguh, "Apakah kita bisa berdamai?"


"Bisa."


"Kau sangat baik."


Aprilia tersenyum aneh. Seakan dia melihat setumpuk uang dari setiap perhiasan yang di kenakan Santi.


Aku harus sugih dengan memeras Santi. Karena tidak cukup hanya menyusui Moon.


"Aku butuh kompensasi!"


Santi mengerut tajam.


"Kompensasi dalam bentuk apa?"


"Aku telah di kotori. Di jilat tidak manusiawi. Di gigit dengan rakus. Di rasuki dengan bergantian. Apakah aku mudah lupa?"


Glek! Santi menelan ludahnya.


"Kau butuh apa?"


"Uang!"


"Berapa?"


Aprilia mengangkat lima jarinya.


"Lima juta!" Santi terlihat antusias menyanggupi.


Aprilia menggelengkan kepala.


"50 juta. Akan kuberikan." Santi masih antusias memberikan penawaran.


Aprilia menggelengkan kepala lagi.


"Baiklah 500 juta, aku akan jual mobilku!" Santi terlihat menghela napas berat.


Aprilia mendesis dan berbisik, "Aku butuh lima ember!"


Santi menyipitkan matanya. Lima ember.


"5 miliar maksudku!"


Santi membolakan matanya. Tidak percaya akan apa yang di minta oleh janda yang merebut suaminya.


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke Hantu Istriku Balas Dendam yah, di bantu buat naik level....


__ADS_2