Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 137


__ADS_3

...Kekayaan tidak akan membeli kebahagiaan. Sebanyak apapun Kekayaanmu tidak bisa melebur menjadi tanah bersamamu. Hanya tanggung jawablah yang mampu melebur bersamamu. Bertanggung jawab sesuai kepemilikan....


..._Eouny Jeje_...


...Hidup wanita zaman  sekarang bagai dongeng Beauty and The Beast. Si cantik dan Si Buruk Rupa asal pangeran uang....


..._Ade_...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kepergian J membuat Aprilia mampu bernapas lebih leluasa. Pria itu tampak menyeramkan dengan wajah dingin terlihat baru keluar membeku berasal dari gua es. Pria itu tidak pernah tersenyum.


Tidak lama tampak seorang wanita ramping bergaun merah naik ke panggung, memegang Mic dan terlihat akan  mengisi keheningan cafe dengan suara indahnya.


Ade mengangkat tangannya,dan berteriak dari kursinya, "Request  nyanyikan lagu  Celine Dion dan Peabo Bryson, Beauty and the beast. Aku ingin mendengar lagu itu."


"Baik," sahut wanita di panggung dan mulai mendekatkan bibirnya pada mic, dan mulai bernyanyi.


Tale as old as time


True as it can be


Barely even friends


Then somebody bends


Unexpectedly


Just a little change


Small to say the least


Both a little scared


Neither one prepared


Beauty and the beast


"Apa menarik lagu itu?" tanya Aprilia berpaling menoleh ke sosok wanita yang di panggung.


"Hanya sedang teringat dengan dongeng lama. Hidup wanita zaman  sekarang bagai dongeng Beauty and The Beast. Si cantik dan Si Buruk Rupa. Pria itu adalah pangeran uang yang sedang mencari jarum terbaik diantara tumpukan jerami, atau rela menyelam ke dalam lautan hanya untuk mengambil jarum emas menurutnya sangat terbaik. Jarum emas! padahal dia hanya tinggal ke toko emas saja! Itulah seseorang yang tidak pernah puas!"


Mencari terbaik. Kau akan lelah. Namun, jadilah yang terbaik untuk orang lain. Itulah tanggung jawab pada dirimu sendiri, lanjut Ade dalam hatinya.


Aprilia berpaling kembali menatap Ade dengan semburat wajahnya yang terlihat merah padam, "Kau menyindirku dengan Sadewa. Beauty and The Beast!" celetuk Aprilia berpura-pura menekuk wajahnya sedalam mungkin. Menunjukan kekesalannya pada wanita itu.


"Ketahuilah sindiran itu datang karena ada dua hal. Pertama hal itu bukan kebenaran menurutmu, oleh itu kau berteriak protes! Kedua, hal itu adalah kenyataan yang kau miliki, oleh itu kau protes!"


Aprilia menggelengkan kepalanya, "Kau selalu benar jika urusan menyentil telinga, jantung, ginjal dan hati manusia," gagas Aprilia.


"Namun, aku bukan kitab suci! Jadi, tidak selamanya, aku terlihat benar."


Aprilia mengangkat pandangannya, menatap lurus pada Ade yang terlihat berwajah pucat, dan wajah wanita itu tirus makin terlihat jelas, dengan rahang yang menonjol tegas membingkai wajahnya.


Aprilia mulai menduga. Jika hal ini berkaitan erat dengan sosok pria yang di sebut S-096.


"Siapa dia S-096? Mengapa namanya menggunakan kode seperti itu?"


Ade menghela napas panjang. Seakan dia ingin meledak dalam pikirannya.


"Karena dia aku menjadi kelaparan! Aku tidak bisa mencari mangsa. Bahkan, aku hanya bisa menggigit anjing yang nyasar masuk dalam apartemen. Aku menggigit darah anjing itu sampai habis!"

__ADS_1


"...." Aprilia bergindik sedikit takut. Dia mulai menjaga tekuknya.


Ade mengibas tangannya dan rambutnya ke belakang. Dia terlihat enggan melanjutkan topik tersebut. Dia merogoh ponsel dari saku mantelnya. Membuka album kamera dan menunjukan satu wajah pria yang terlihat berbadan gelap dan berperawakan tinggi dengan senyum yang menawan.


"Siapa dia? S-096!"


"Ya dia adalah S-096 pria blasteran Afrika dan Amerika. Bule negro yang bisa berubah wujud. Menjadi merah, kuning, dan hijau! Mereka adalah mahluk mitos yang kuat! Antek-antek Nana."


"Nana cemburu? Bukankah dia telah menikah menjadi wanita kedua untuk Jack!"


"Kita tidak bisa menebak arah panah amarah seorang wanita pedendam seperti dia. Aku dengar dia-pun memiliki hubungan khusus singkat dengan S-096."


"Pantas!" Aprilia ikut geram jika nama Puspa di sebut-sebut di depan wajahnya.


"Identitas S-096?"


"Dia memiliki seribu identitas dan seribu nama. Bahkan seribu gundik."


"Seribu gundik? Tuan kelinci 1970. Don Juan modern."


"Ya, Nana memperkejakan seorang pengintai kaya raya yang sedang membangun  istana Harem. Dia memiliki hubungan lingkaran yang rumit! Lingkaran hubungan yang berljngkar seperti komunitas cinta tak berujung!"


"Pekerjaannya?" Aprilia tampak antusias. Sepasang matanya membola mengetahui S-096 adalah seorang penguntit kaya raya. Hal itu menarik seluruh atensinya, dan dia mulai membanding-bandingkan Sadewa dan S-096.


"Menurut J, S-096 adalah tuan takur tanah dan properti. Tetapi, entah di mana? Aku tidak mengikuti."


"Lalu, untuk apa dia mengikutimu?"


"Menuruti kemauan Nana atau memenuhi rasa penasaran sebagai sang penguasa istana harem. Pria dengan seribu gundik itu .... aku dengar ingin mencari permaisuri sah. Mengangkat sosok yang tanpa cela menurutnya."


Aprilia mengangkat satu alisnya tinggi, dia tersenyum nakal, "Bolehkah aku mendaftar?"


Aprilia menyeruput milkshake kembali.


"Lakukan di belakang Sadewa. Hal itu pasti menyenangkan!"


Ade menghela napas panjang, menjulurkan lehernya lebih panjang ke meja, dan berbisik, "Namun, aku dengar S-096 memiliki wanita kesayangan yang sedang mengandung."


"What?"


"Wanita pertama itu sedang mengandung. Namun, pria itu mengaku bahwa dirinya tidak memiliki status hubungan apapun. Aku dengar kandidat permaisuri terjebak dalam dompet pria itu, sehingga percaya akan setiap ucapan S-096! Wanita zaman sekarang tertipu dengan uang yang mampu menutup hati wanita itu."


"The beast yang tercover menjadi sosok The Best menurut dia."


Aprilia terkekeh.


"Kandidat permaisuri akan di sebut ...."


"Maybe pelakor!"


Aprilia segera meletakkan telunjuk pada bibir, "Sssst .... Suaramu jangan besar. Jangan lupa, aku dulu adalah pelakor pula."


"Nama kandidat permaisuri itu siapa sih?"


"Namanya Candy. Wajah manis seperti gula madu. Cantik sekali. Sayang, banting setir. Aku dengar Candy pernah akan menikahi seorang pria Bali yang wajahnya mirip Andrew White, suaminya Nana Mirdad. Entah mengapa dia memilih bule negro."


"Wow! Legenda beauty and the beast! Tetapi, S-096 kan import! Bedalah lokal!"


"Beda besar batang?"


"Sst! Jangan keras! Jangan vulgar!"

__ADS_1


Ade menganggukkan kepala.


"Jangan bahas S-096 lagi. Lama-lama nanti angkanya terbalik jadi S-069," gerutu Ade.


Aprilia meletup dalam ketawa panjang. Setelah menghabiskan cemilan di atas mejanya, dia dan Ade melangkah keluar, meninggalkan restoran.


"Jangan pulang dulu. Aku dengar di sana ada pengamen jalanan yang terkenal suara merdunya."


Aprilia menahan pergelangan tangan Ade, dan membawa wanita itu bergerak mengikutinya menuju taman kota yang terlihat di hujan warna-warni lampu gantung.


"Nah, itu dia Nona Harta. Pengamen cantik."


Aprilia berlari kecil membawa tangan Ade mengikutinya. Tampak seorang gadis cantik yang berdiri membelakangi air mancur, dia terlihat selesai menyanyikan satu lagu. Lalu, satu demi satu pejalan kaki meletakkan uang dalam topi sang pengamen cantik itu.


Nona Harta berdiri tersenyum kala tangan Aprilia tiba-tiba  meletakkan beberapa lembar uang merah dalam topi sang pengamen cantik tersebut.


"Kami belum mendengar suaramu? Jadi bernyanyilah sekali lagi!"


"Dengan senang hati," sahut Nona Harta yang kemudian menjepit setiap uang itu dalam jemari tangannya.


"Lagu apa?"


"Seterah!" sahut Aprilia.


"Uang itu begitu banyak. Kau harus menyanyikan dengan penuh penghayatan," timpal Ade.


"Ingin Request lagu apa?"


"Kupu-kupu malam, Noah, harus kalahkan suara Ariel!"


Nona Harta tersenyum lugas. Membuka kembali tikarnya, dan mendirikan kembali mic di bawah bibirnya, dan memetik senar pada gitar ukelelenya, dan mulai bernyanyi.


Ada yang benci dirinya


Ada yang butuh dirinya


Ada yang berlutut mencintainya


Ada pula yang kejam menyiksa dirinya


Ini hidup wanita si Kupu-Kupu Malam


Aprilia dan Ade berdiri terlena akan suara emas wanita yang terlihat berdiri gemilang mampu meraup seluruh atensi penjalan kaki. Bahkan Kilauan air matanya mampu mengalahkan setiap pancaran lampu taman yang mengitari air mancur.


"Suaranya bagus," puji Ade.


"Dia sangat menghayati lagu. Bahkan menangis untuk lagu itu."


"Seorang penyanyi terbaik. Belum tentu harus memiliki peran tersebut, dia menangis hanya untuk sekedar bersandiwara untuk para pendengar."


Aprilia menghela napas, "Namun, pesan lagu itu membuatku sangat pilu."


"Kupu-kupu malam pun ingin di hargai layaknya wanita yang pantas di cintai. Tidak boleh di tinggalkan. "


"Pria terkadang sangat egois. Bahkan wanita yang mencintainya dengan tulus kadang di seratakan dengan kupu-kupu malam, sekedar pemuas napsu makan. Tetapi, dia lupa bahwa setiap perbuatan pasti ada buahnya. Bertanggung jawab-lah pada buah itu," gerutu Aprilia kesal meremas jemari tangannya.


"Sekali-kali ada bunga yang harus memberi madu beracun! Agar kumbang itu menyesal seumur hidupnya. "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Aduh author kebanyakan ngelantur ni part. Ya sudahlah scene Ade stop di sini aja. kita kembali ke pokok cerita sesuai judul. part ini sekedar memunculkan tokoh Ade aja. Selanjutnya kita sesuai judul. Pelet Aprilia bereaksi....

__ADS_1


__ADS_2