Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 34


__ADS_3

"Malam itu ... Apa aku telah—" Jack ingin meraup kepalanya sendiri, dan ingin mengutuk otaknya. Bagaimana bisa otaknya bekerja mengirim hormon untuk meniduri seorang wanita di luar standarnya?


Ah... tidak. Seharusnya cukup sekali. Mengapa sekarang di hitung menjadi dua kali? Jack meratap mengasihani dirinya.


"Kita melakukannya?" Jack membentuk telapak tangan yang terlihat saling push-up, "Seperti itu? Naik turun?"


Aprilia menganggukan kepalanya.


"A-aku ....." Jack tidak menyelesaikan kalimatnya.


Aku tidak menyangka bisa bodoh dua kali, lanjut Jack dalam hatinya. Dia terus menggelengkan kepala, dan berharap dia segera keluar dari mimpi buruknya.


Jack mencoba mengingat sedikit adegan. Namun, tidak satu kepingan adegan kembali ke otaknya. Namun, anggukan kepala wanita itu membuat dirinya, merasa telah melewati malam itu. Tiba-tiba Jack membola jijik membayangkannya. Dia menatap kosong. Dia terlihat menyimpan rasa mualnya dalam mulutnya.


"Aku ingin muntah," keluh Jack dengan suara rendah.


Aprilia hanya menatap dengan tegang. Sebenarnya dia pun telah menelan mualnya berkali-kali. Demi lakon yang bagus. Dia tidak boleh morning sicknes saat ini. Dia harus menjebak pria ini dalam satu ikatan di masa depan.


Kau harus menjadi suamiku, Jack. Aprilia bertekad mewujudkan mimpi asmaranya.


"Mengapa kau tidak menolaknya malam itu? Hah?" Tiba-tiba pertanyaan Jack terlontar keluar dengan nada sangat marah.


"Ma-malam itu. Kau memperkosaku."


"Hah?" Jack tidak mempercayai tuduhan itu. Jack mengangkat telunjuknya, "Aku memperkosamu? kau mungkin yang memperkosaku, wanita jelek!"


Aku yang memperkosa Tuan tampan, dengus Aprilia dalam hatinya.


Aprilia menggelengkan kepala. Dia mulai tersedu menangis, dan mengolok dalam hatinya, Bagaiman bisa wanita memperkosa pria? dasar pria kaya idiot.


Jack memintal ludah dalam mulutnya. Cih! dia meludah seketika di lantai. "Jika aku memperkosamu. Kau tidak akan nyenyak tidur di sisiku."


Aprilia menyeka air matanya. Dia menatap dengan biru kesedihan yang dalam pada pria yang telah memakukan hatinya saat ini. Kala paku itu di cabut, rasanya sangat menyakitkan. Oleh itu, Aprilia lebih memilih tidak mencabut paku itu. Hatinya sudah tertambat pada pria ini.


"Aku menyadari diriku hanyalah wanita nista dan hina. Kalau aku berteriak dan menolak, kau mengancam ku."— Aprilia menghindar tatapan Jack.— "Kau katakan padaku. Uang bisa mengantikan segalanya."

__ADS_1


"Kau butuh uang?"


Aprilia menggelengkan kepala. Butuh kamu, jawab Aprilia dalam hati.


Jack menghela napasnya. Dia membuka penutup tasnya. Lalu, mengambil beberapa tumpukan uang. "Dua puluh juta. Untuk tutup mulut dan untuk melupakan.Okey!"


Aprilia melongo akan begitu banyak uang yang di jepit oleh tangan Jack. Tidak lama uang itu pergi berhambur melayang di udara dan jatuh bagai hujan di sekitar Aprilia.


"Itu hargamu. Tutup mulutmu! Jangan sampai Nana mengetahui hal ini." Jack berbalik ke garis pintu. Dia bersiap akan pulang. Tiba -tiba suara Aprilia samar mengejutkannya.


" Tuan Jack, bagaimana jika aku ha-mil? ini adalah kedua kalinya."


Jack berbalik. Menatap jijik akan sosok yang akan bertumbuh dalam rahim wanita yang tidak dia harapkan. "Gugurkan lah! Karena aku tidak akan menikahi wanita yang bergadai pada pria lain."


Aprilia terbahak. Dia berdiri. Menatap dengan berani Jack. "Aku bergadai." — Aprilia menyeka air matanya lagi— "Aku hanya bergadai denganmu."


Jack terdiam. Dia seakan merasa bersalah akan sosok wanita di depannya yang terlihat jujur dan bersikap polos, "Sorry for you ... i'm just goodbye."


"Bagaimana dengan Nana?" Aprilia berani bertanya, mengingat bagaimana Jack mabuk malam itu, dan melamar Nana, untuk menjadi isterinya.


Aprilia ingin meludah segera, dan menyindir dengan suara pelan, "Tetapi, kau suka menidurinya pula. Kau itu—"


"Tutup mulutmu! Jelas sekali Nana dan dirimu berbeda. Aku mencintainya."


Aprilia tertohok akan pengakuan pria itu. Kemudian, hanya terdengar suara, Blam! Pintu tertutup rapat menyatu dengan kusennya. Pria itu pun telah hilang.


Aprilia mematung dengan sepasang mata menatap nanar pintu. Lalu, menatap setiap lembaran uang yang jatuh di sekitarnya. "Aku tidak memerlukan uang sedikit. Aku memerlukan tambang emas."


Aprilia turun berjongkok memungut setiap uang di bawah kakinya. Mengumpulkan uang itu.


Nenek Mayang pun segera duduk di sisinya, dan berbisik kembali seakan mengisi hati Aprilia, "Aku harus kalahkan Nana. Nana sering menginjakku, dan merebut pria yang aku suka."


Aprilia mematung sebentar. Dia terketuk seakan mendengar suara hati nuraninya sendiri.


"Nana, apa yang membuat Jack dan Dandy menyukaimu?" Aprilia merasa heran.

__ADS_1


"Pelet!" jawaban itu tercetak begitu saja di pikiran Aprilia, tanpa dia harus memikirkannya.


"Pelet?" Aprilia menggantung satu kata itu. Bagai misteri Aprilia teringat akan boneka jerami itu. "Boneka jerami itu? Apakah itu kekuatan Nana."


Aprilia segera menyusun uangnya. Menciumnya sebentar. Bau uang yang harum, membuat dunianya melayang dan berhalunisasi, "Jika aku berhasil menjadi isterinya Jack. Bukankah aku akan seperti ratu. Dengan banyak pelayan di sisi kiri kananku. Dengan banyak orang yang membujuk manis dan kata-kata penuh hormat mengikutiku." Aprilia terbahak mulai memikirkan banyak uang di dalam tangannya, dan setiap jemari tangannya bertahtakan berlian, serta setiap apa yang di kenakan adalah brand ternama.


"Aku akan melakukan apapun untukmu Jack. Kau akan jatuh tunduk padaku, cepat atau lambat, kau akan mengemis di bawah kakiku."


Aprilia segera mengambil tas usang miliknya. Menyimpan uang-uangnya di sana. Dia duduk kembali di sisi ranjang dengan tangan yang menggengam ponsel dan satu telunjuknya terlihat menelusuri pencarian.


Pelet Ampuh. Aprilia mengetik dua kata dalam pencariannya. Tidak lama penelusuran mengenai pelet itu menghias beranda pencariannya. Telunjuk Aprilia memilih satu dan membaca artikel tersebut.


Pelet ini ampuh memikat lawan jenis. Dia akan gila jika jauh darimu. Coba saja keampuhannya pada malam Kliwon. Edisi terbatas. Hanya satu klien per malam kliwon. Hubugi segera ke nomor 0852****5758.


Aprilia segera mencatat nomor tersebut. Dia terlihat merenung sesaat, Apakah aku yakin dengan jalan yang aku buat?


Nenek Mayang melihat keraguan di wajah Aprilia, segera mengangkat telunjuknya. Segera berbisik lagi.


"Tuhan kan maha ampun. Berdosa lagi. Terus minta ampun lagi. Jadi jangan khawatir berdosa."


Aprilia menggigit ujung kukunya. Dia merasa sangat setuju dengan pemikiran yang tiba-tiba melintas begitu saja dalam hatinya.


"Benar sekali. Berdosa sekali dan bertobat kemudian. Terus sabar menunggu kebaikan Tuhan. Tetap saja aku seperti ini. Miskin. Dihina dan di injak."


Aprilia menatap dinding. Dia seakan menerawang masa depannya. Dia tersenyum akan lamunan indahnya.


"Aku ingin menikah denganmu Jack. Jadilah ayah untuk anak dalam rahimku." Aprilia meraba perut ratanya, dan memejamkan matanya kembali. Dia kembali membayangkan dirinya menjadi istri yang di manja bak ratu yang selalu di puja sang raja.


......................


Bersambung ....


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .


Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo

__ADS_1


__ADS_2