Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 81


__ADS_3

...Jadilah seorang penolong bukanlah seorang penindas untuk setiap orang yang kau cintai....


..._Eouny Jeje_...


...Jujur itu fakta yang meyakitkan. Namun, fakta yang menolongmu keluar dari kepalsuan!...


..._Ade_...


...꧁❤༆PJP 81༆❤꧂...


Aprilia berkecamuk dengan pikirannya. Dia mulai membayangkan bagaimana Santi dengan piawainya akan membongkar kehamilan palsu miliknya. Bahkan dia menduga kehamilan palsu akan membuat Sadewa bergerak mencekik dan membunuhnya. Dia berinisiatif merencanakan pelarian darurat. Segera kabur jika Sadewa kehilangan akal sehatnya.


Aprilia memikirkan sesuatu. Tempat tinggal. Dia membutuhkan tempat pelarian.Hanya Ade,yang dia kenal sebagai teman dekatnya. Namun, tinggal satu atap dengan Ade,membuat pikiran Aprilia membayangkan dirinya selalu membeli kantong-kantong darah setiap saat.


Ah, aku tidak mau! Akan sangat repot hidup bersama Ade. Lama-lama semua orang akan menebak akulah Zombie atau sejenis Vampire pemakan darah! keluh Aprilia segera mencoret niat untuk tinggal satu atap dengan Ade.


Aprilia berpikir lagi. Kepalanya sedikit berdenyut sakit. Pikiranya buntu.


Ingin kontrak. Tetapi tidak memiliki uang! Ah, bodoh sekali. Setiap yang mas Dewa berikan padaku, aku seperti orang yang khilaf dan berbelanja barang branded,sampai kartuku hanya bersisa lima puluh ribu rupiah, keluh Aprilia lagi dan mengehela napas akan hidup borosnya.


Moon? Ah, tidak! Jijik sekali menimang dan menyusuinya. Aku tidak mau!


Aprilia menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Kini,dia merasa dirinya memasuki fase stres dan takut menjadi gembel kembali, karena kehamilan palsu yang terungkap.


Apa aku pulang kampung saja? Berhenti bermimpi dan menjadi janda kampung yang mengurus Dimas dan sawah! Aprilia membuang napasnya. Itu adalah ide terakhir. Saat ini dia ingin menangis dan menjerit.


Aku belum membalas apa yang telah di lakukan Nana untukku! Aku tidak boleh menyerah menjadi orang yang terhina seperti kemarin. Aprlia mengubah opsi pilihan hatinya.


Nenek Mayang dan Ade pasti memiliki cara agar Sadewa tidak membenciku karena kehamilan palsu sialan ini!


Aprilia melarutkan pikirannya. Menjadi tenang kemudian,karena dia akan mengandalkan Nenek Mayang dan Ade untuk menjawab masalahnya.


Dalam perjalanan menuju mall. Mobil yang di tumpangi Aprilia berhenti di lampu merah. Menoleh ke luar jendela. Ada mobil yang terlihat tidak asing di depannya.Yah,mobil itu mobil yang pernah menabrak dirinya seminggu yang lalu.


Mobil Damian, ingat Aprilia kemudian.


"Pak,samakan jarak.Aku ingin melihat pemilik mobil itu. Aku terlihat mengenalinya."


"Baik, Nyonya!"


Lampu hijau menyala.


Mobil yang di tumpangi Aprilia berjalan dengan cepat dan jarak pun di samakan. Aprilia mampu melihat sosok pengemudi mobil. Kebetulan kacanya terbuka,karena sang pengemudi terlihat sedang merokok.

__ADS_1


Benar.Itu Damian! seru Aprilia girang dalam hatinya. Mengintip lebih detail lagi,terlihat seorang gadis cantik,muda, berambut panjang hitam legam,duduk di kursi co-driver.


Yah,dia dengan seorang perawan cantik. Janda bersaing dengan perawan, kalah duluan.


Aprilia merasa rendah diri. Dia kembali merebahkan kepalanya pada punggung kursi seraya memberi instruksi pada sang sopir,"Pak, jalani mobilnya lebih cepat. Dahului saja mobil itu."


Cangkir dengan air liur!


Aprilia tiba-tiba teringat dengan cangkir yang pernah di gunakan oleh sosok muda tampan dengan tubuh kekar dan menjulang tinggi itu.


Aprilia menepuk keningnya. Dia teringat jika bibirnya mampu  mengucapkan mantera pemanggil rindu ataupun sejenis mantera berbahaya lainnya.


"Apakah aku mencoba menggunakan mantera itu? Lalu,menumpang tinggal di rumah Damian," gumam Aprilia pada dirinya sendiri dengan suara yang hanya mampu dia dengar sendiri.


Merasa hal itu adalah opsi terbaik. Aprilia segera mengirim pesan pada Ade.


Bawakan cangkir yang berada di dalam lemari atas nomor dua! Cangkir dengan gambar kembang sepatu.


Ade yang menerima pesan dari Aprilia mengerut bingung.


"Aku sudah di dalam mobil seperti ini. Bersiap berangkat! Mengapa harus mengambil cangkir sih? Menyusahkan sekali!" Ade segera menggunakan ilmu menghilang dalam sekejap. Tiba kembali dalam apartemen. Mengambil cangkir yang di maksud Aprilia. Lalu, kembali ke dalam mobil dalam satu kedipin.


Ade menghela napasnya, "Aku tidak boleh terlalu sering menggunakan kemampuanku. Karena aku harus pandai menyembunyikan diri dari manusia! Bersikap natural!"


Ade pun segera menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gas, melaju melesat menembus macetnya ibu kota.


Ade telah mencapai Mall sesuai kesepakatan dengan Aprilia. Dia pun menuju cafe Galaxy, sebagai titik pertemuan mereka.


Ade memasuki cafe Galaxy. Berdiri di ambang pintu dengan sepasang mata besarnya acak beredar mencari sosok Aprlia.


Ade memicingkan matanya, mencoba mencari lagi sosok Aprilia. Dia tidak dapat  menemukan sosok Aprilia. Sampai seorang wanita berambut pirang melambai padanya. Ade memfokuskan matanya. Mencoba mengenal sosok tersebut. Seperkian menit selanjutnya, Ade sangat yakin jika wanita rambut pirang itu adalah Aprilia yang terlihat berbeda dengan penampilan sebelumnya. Pantas saja,dari tadi dia melewati sosok tersebut.


Ade berjalan mendekat pada meja Aprilia. Ketika dia telah berdiri di sisi meja Aprilia. Sepasang matanya terlihat menilai,mulutnya membentuk huruf O besar.


Merasa di perhatikan. Aprilia mendongak menatap Ade,dan mengibaskan rambutnya ke belakang,"Apa aku terlihat berbeda dan cantik?"


Ade duduk di seberang meja. Dia langsung menelan ludahnya. Glek!


"Jujur saja. Kau terlihat lebih norak dari sebelumnya," ucap Ade terdengar pedas di telinga Aprilia.


Aprilia segera meraih cermin dari saku dompetnya "Aku telah menghabiskan banyak uang untuk semua ini! Tidak seharusnya kau mengkritiki dengan pedas seperti itu!"


"Jujur itu fakta yang meyakitkan. Namun, fakta yang menolongmu keluar dari kepalsuan!"

__ADS_1


"Apakah aku terlihat lebih jelek?" Sepasang mata Aprilia terlihat berkaca.


Ade menghela napasnya. Mengetok meja. "Kau tambah norak!"


"...."


"Lihat alismu tebal seperti milik Shinchan. Jelek! Apakah mereka tidak bisa menggambarnya dengan baik? Dan rambutmu pirang terang,sangat kontras dengar warna kulitmu yang gelap."


"Aku sawo matang. Menyebut gelap. Terdengar terlalu berlebihan," sahut Aprilia.


Ade akan berkata kembali. Namun, pelayan datang mengantarkan makanan, dan membuat Ade mengurungkan kalimatnya kembali.


"Makan saja lebih dulu,"pinta Aprilia malas berdebat.


Ade menganggukan kepala. Mengambil sendok dan garpu memulai makan seperti manusia pada umumnya.


"Apakah enak?" tanya Aprilia.


"Bukankah sudah ku katakan. Kami merasakan segala sesuatu hambar."


Aprilia tersenyum kecut,dan teringat akan cangkir itu.


"Kau membawa cangkirnya."


Ade menganggukan kepala. Lalu, mengambil cangkir di dalam tasnya.


"Untuk apa cangkir itu?"


"Waktu itu ada seseorang pemuda menolongku. Dia menggunakan cangkir ini. Air liur menempelnya di sini. Menurut Nenek Mayang, lidahku kini dapat membuat pria itu merindu padaku."


Ade mengembungkan pipinya dan menghembuskan udara keluar dari mulutnya. Jemari lincah memggosok pinggir cangkir.


"Apa yang bisa kau pelet? Air liur pemuda itu telah kering."


"...." semangat Aprilia terlihat menguap hilang.


Ade terkekeh. Tiba-tiba meludah kemudian dalam cangkir.


...꧁❤༆PJP 81༆❤꧂...


...Kenapa sih ? Lama banget Aprilia jadi angsa emas. Santai aja. Cerita itu memberi kesan bukan pesan hambar yang buru-buru. Bukan stuck habis ide. Namun, biar kalian merasakan perubahan Aprilia itu tidak instan seperti dongeng cindrella. Banyak luka yang di terima. Banyak hal yang membuat dirinya putus asa....


...Hai semua. Author sedang isoman. Jadi slow respon yah. Kemaren dah mendingan, sekarang sering sakit kepala. 🤒. Jadi aku sekarang sering bobo....

__ADS_1


...Jangan lupa selalu Coment dan bantu like dan gift selalu karya author....


...Mampir ke cerita Lala (Hantu istriku balas dendam) yah. Hantu daster putih yang akan bikin kalian gemas tiap part-nya....


__ADS_2