
..."Cintailah seseorang, seperti engkau bersedia menggendong seluruh lukanya."...
...—Eouny Jeje—...
..."Aku tidak bisa menyembuhkan hati yang terluka. Walau Aku bisa melupakan. Namun bekas Luka hati itu selalu memperingatiku Jangan melakukan kesalahan yang sama lagi."...
...—Aprilia—...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bujuk Santi, agar dia tidak marah padaku. Kau harus membuat Santi kembali bodoh mencintaimu, mas."
"Baiklah. Aku akan menurutimu."
"Tidurlah bersama dia mas. Buat dia lupa akan kepedihan hatinya dengan sentuhan yang kau berikan. Kau mengerti kan?"
"Apa kau tidak cemburu?"
Aprilia mengecup bibir Sadewa sekilas, dan menambahkan kalimatnya, "Wanita kedua tidak berhak cemburu pada wanita pertama."
"Kau pengertian sekali."
Aprilia hanya tersenyum tipis dan mual mengisi perutnya. Aku ingin uang Santi, oleh itu aku harus bersabar merebut segalanya dengan membodohi Santi.
"Aku pergi dulu."
Aprilia menahan Sadewa sebentar, dengan menggantungkan lengan pada tekuk pria itu, dan dia berbisik, "Wanita itu menyukai kecupan pria yang dia cintai. Jadi, kau harus lembut padanya. Dengan begitu dia akan menyerahkan segalanya untukmu. Kau harus memindahkan segalanya untukmu."
Sadewa menunduk, mencium sekilas bibir Aprilia dan mengangguk setuju.
"Aku berjanji tidak akan membuat hidupmu jatuh miskin dan menderita. Aku akan membuat Santi bodoh dan Ibu mertuanya pun ikut bodoh."
Sadewa bangkit dari tubuh Aprilia dan melangkah keluar kamar.
Blam! Pintu tertutup rapat. Aprilia meluruskan kakinya dan tetap berbaring di atas kasur tipis, dia tersenyum congkak pada langit kamar.
"Aku tidak bisa menyembuhkan hati yang terluka. Walau Aku bisa melupakan. Namun bekas Luka hati itu selalu memperingatiku Jangan melakukan kesalahan yang sama lagi."
__ADS_1
Aprilia memeluk gulingnya, "Aku tidak akan di bodohi pria manapun lagi. Pria lah yang akan menjadi bodoh dan gila karena ulahku." Aprilia mencium gulingnya kembali, "Apalah artinya Sadewa? jika langit adalah Santi. Sadewa harus menjadi langit untuk diriku, memberiku hujan kala ku kering, memberiku matahari yang hangat kala ku dalam gelap."
Aprilia terkekeh sebentar. Pandangannya masih sangat gelap. Namun, mata hatinya mulai meraba-raba wajah sosok yang dia rindukan. Dia merindu pada sosok pria angkuh yang belum tunduk padanya. Jack.
"Aku merindukanmu, Jack." Aprilia menggigit bibir bawahnya, seakan bibir pria angkuh itu telah turut menggigit bibirnya secara nyata saat ini. Gigitan itu lembut dan menggoda dirinya.
"Jack, bagaimana caraku mendapatkanmu?" tanya Aprilia pada dirinya sendri, "Cepat atau lambat aku akan menyingkirkan Sadewa. Aku akan muncul berbeda di hadapanmu, Jack."
"Tentu saja harus berbeda."
Aprilia segera bangun mendengar suara yang tidak asing. Suara serak itu milik Nenek Mayang.
"Nek, apakah datang padaku? ada apa?" Aprilia berdiri dengan sepasang mata yang menerobos kegelapan, meraba-raba sosok Nenek Mayang. Namun, tidak mampu melihat dan merasakan kehadiran sosok itu.
"Iya. Aku selalu di sekitarmu. Datang untuk melindungimu."
Aprilia tersenyum dan dia memutar tubuhnya mengikuti arah suara itu berasal, "Santi begitu kejam padaku, Nek."
"Aku tahu. Namun, aku akan melindungi dan membalasnha untukmu." Nenek Mayang melesat mendekat pada Aprilia.
Aprilia yang buta tidak menyadari dan melihat sosok Nenek Mayang yang terlihat mengendus aroma harum yang keluar dari tubuh Aprilia.
"Nek, aku ingin mengerjai Santi."
"Bersabar. Kau harus menjadi Nyonya rumah, dan jadikan dia babu yang tinggal dalam kamar jelek ini."
"Benar, nek. Aku akan menjadikan diriku Nyonya rumah, dan dia babu dalam rumahnya sendiri. Lalu, bagaimana dengan ibu Santi?"
"Dia sudah tua. Mudah sakit dan cepat mati. Kaulah yang harus pandai menyingkirkannya dengan mudah."
Aprilia tersenyum sedikit. Dia mulai memikirkan caranya. Di saat itu dia tidak menyadari tatapan Nenek Mayang yang terus tertuju pada perutnya.
Belum saatnya aku memakan janin kecil itu. Biarkan dia bertumbuh besar dan berdaging lebih banyak. Nenek Mayang menyeka air liurnya.
"Aprilia, jaga kondisi tubuhmu. Jangan sampai kelelahan yah," peringat Nenek Mayang dan hilang kemudian.
Satu Jam Kemudian ...
__ADS_1
Aprilia hanya diam tidak mampu melanjutkan tidurnya, dia sibuk menyusun rencana untuk melukai Santi dan ibunya. Ketika,dia sudah menemukan caranya, dia kembali merebahkan dirinya. Baru saja dia akan memejamkan matanya. Pintu kamar kembali terbuka, kret! Dia segera bangun dan terkejut. Namun, pandangannya gelap, dia tidak mengenali sosok yang datang.
"Aprilia, kau bangunlah sebentar."
Mendengar suara itu. Aprilia langsung mengetahui siapa yang datang? Sadewa.
Blam! Terdengar daun pintu merapat pada kusennya dengan sangat pelan,dan Klek! pintu terkunci.
"Ada apa mas? Mengapa kembali lagi?"
"Apa kau bodoh?"
Aprilia mengerutkan keningnya tajam. Sedangkan, Sadewa melepas handuk yang melilit pinggangnya dan membuang asal handuk ke lantai. Memperlihatkan tubuh kekar dengan perut buncit miliknya.
"Apa kau tidak mengerti, aku datang hanya mengenakan handuk dan menemui malam-malam seperti ini. Seharusnya tidak perlu bertanya mengapa aku datang?"
Aprilia menelan ludahnya. Berpura-pura tersenyum genit dan menyimpan mual dalam perutnya, Aku hampir lupa jika milik Mas Sadewa tidak akan mampu bangun terhadap wanita lain kecuali diriku. Pelet Nenek Mayang memang sangat sakti.
"Iya mas,maaf. Apakah Santi tidak melayani dengan benar?"
Sadewa terkekeh, "Bagaimanapun dia berusaha sedari tadi. Dia tidak mampu membangunkan adikku. Berbeda sekali dengan dirimu, hanya melihat dirimu berbaring di kasur, mampu membuat diriku bergairah lebih cepat."
Aprilia terkekeh, dan berpura-pura malu dan selanjutnya tersiram wajah berpura-pura khawatir, "Lalu apa yang terjadi dengan Santi, mas? Apa dia tidak marah kau tinggalkan begitu saja di kamar besar miliknya."
"Tadi aku melihat dirinya menangis bodoh di ranjang. Dia merasa bodoh, karena gagal membuatku bergairah padanya."
Aprilia tersenyum genit, dan menundukkan wajahnya. Berpura-pura malu, dan berkata, "Lalu, apa yang kau ingin lakukan malam ini padaku, mas?"
Sadewa tidak menjawab. Dia merebahkan tubuh Aprilia di bawah tubuhnya, dan mulai mengunci mulut Aprilia yang terlihat akan melontarkan kalimat lagi. Sentuhan dan kecupan datang bergantian menggelitik Aprilia. Aprilia berpura-pura diam menikmati penjualan tubuhnya kali ini. Dia memejamkan matanya menerima aksi Sadewa. Namun, dalam mata yang terpejam dia berasumsikan dirinya seakan menerima sentuhan Jack yang menjelajahi tubuhnya. Setiap malam kehadiran Sadewa di asumsikan adalah Jack yang menemuinya. Dia mulai berfantasi akan sosok yang berada di atas tubuhnya adalah Jack, pria yang dia cintai.
"Aprilia sayang, sebut namaku jika kau menyukainya? Panggil namaku."
"Hmm, ya Jack ...." ceplos Aprilia tanpa menyadari dirinya salah menhebut nama dalam kenikmatan yang diberikan Sadewa.
Deg! Sadewa terpaku sebentar. Telinganya mendengar nama pria lain, bagai petir yang turut menyambar tubuhnya. Dia segera meloloskan keluar miliknya, dan wajahnya segera mendung pekat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .
Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo