
...Rupa adalah awal segalanya cinta. Namun, hati adalah akhir segalanya cinta....
...—Eouny Jeje—...
..."Aku akan memberikan satu minyak untukmu. Wajah jelekmu ini, tetap akan memikat orang. Kecuali, orang-orang yang sulit di tundukkan."...
...—Ade—...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Pelet Janda Penggoda Episode 44...
Ade menghapus riasan wajah Aprilia. Lalu, memolesnya wajah Aprilia dengan riasan yang terlihat ringan. Namun ,tetap saja Ade mendengus kemudian.
"Kenapa?" tanya Aprilia mendengar napas menelan kecewa Ade. Ade mantapnya sebentar, dan meletakkan kembalikan peralatan riasan wajahnya.
Setelah menutup lokernya, Ade pun menjawab dengan intonasi yang mengeluh, "Aku rasa aku telah maksimalkan kemampuan merias wajah padamu. Namun, hanya bisa sedikit lebih baik dari sebelumnya."
"Aku tahu aku jelek!"
Ade tidak mengelak, "Aku rasa operasi plastik terbaik untuk mengubah bentuk wajahmu yang terlihat sangat asal."
Aprilia menghela napas, "Jangan menyebut asal. Aku jelek. Namun, aku masih manusia, dan kau—"
Ade segera menutup mulut Aprilia dengan telunjuknya, "Aku tahu apa yang akan kau katakan? bisakah kau belajar rem pada kata-kata tersebut." — Ade menurunkan telunjuknya— "Setidaknya make up ini tidak seburuk tadi. Jika tadi, seperti waria. Sekarang, seperti dandanan emak-emak sen kiri."
Aprilia terkekeh konyol, sekarang dia seakan mendengar lelucon dirinya sendiri. Ade pun merangkul pundak Aprilia, dan dia berbisik, "Aku akan memberikan satu minyak untukmu. Wajah jelekmu ini, tetap akan memikat orang. Kecuali, orang-orang yang sulit di tundukkan."
Aprilia menghela napas. Dia menggelengkan kepala, "Aku tidak mau! Aku masih mempercayai Tuhanku."
Ade mendekatkan bibirnya lagi pada telinga Aprilia, "Berlakulah seperti piring kotor, di sabun, dan bersih kembali. Dosa itu hanya perlu bertaubat, lalu berdosa lagi. Percayalah, Tuhan tidak akan menghukumi. Dia Maha Pengampun."
Deg! Aprilia tetap menggelengkan kepala. Tetap berpegang pada hari nuraninya.
__ADS_1
Ade hanya menyembunyikan senyumnya, dan diapun diam-diam menyukai kepribadian Aprilia yang sangat keras, Aku sangat menyukai orang yang keras kepala. Jika dia sudah berambisi, kau tidak akan pernah kembali ke belakang lagi. Aku yakin Aprilia bahkan mampu lebih sadis daripada Mak lampir Nana.
Ade menarik tangan Aprilia mengikutinya, "Kau aku atur menjadi calon asisten penjualan. Oleh itu, bersamalah menghadap direksi penanggungjawab."
Aprilia nampak bingung, "Mengapa begitu cepat aku naik pangkat."
"Tidak ada yang mustahil. Jika aku memilihmu. Setiap Dewan Juri pun mampu aku tundukkan dengan mataku."
Aprilia mengikuti Ade yang menjabat sebagai kepala staf penjualan, dan mengikuti ruang direksi untuk pengajuan calon asisten penjualan.
Dup-dup-dup! Jantung Aprilia berdegup kencang. Dia terlihat ragu melangkah ke ruang direksi. Tampak calon-calon yang di ajukan berjejer rapi dengan penampilan yang jauh lebih cantik dari Aprilia. Tiga bahkan empat kali lipat jauh lebih cantik. Aprilia merasa rendah diri. Aprilia menatap sekeliling ruang direksi. Setiap orang terlihat sibuk, dan pandangan Aprilia jatuh pada kursi dewan direksi. Ada Puspa, yang duduk di antara Jack dan Dandy. Puspa terlihat seperti ratu di tengah dua raja yang agung.
Iri. Aprilia menjadi sangat iri. Dendam segera menyelimuti hati Aprilia. Namun, rasa rendah diri akan setiap ejekan yang di lontarkan Puspa, membuat hati Aprilia memiliki banyak lubang. Sakit. Kecewa. Perih.
Wanita ular, kau adalah musuh besarku. Aku membenci hingga ke tulangmu, ingin kuremukkan.
Aprilia menarik mundur Ade. Keluar dari garis pintu. "Ada apa?" Ade terlihat tidak senang.
"Sudah ku duga, kau akan mengatakan hal seperti ini."
Aprilia bergetar, "Awalnya aku ingin percaya diri. Namun, wanita ular itu berada di sana."
Ade menghela napas. Ade melongokkan kepalanya ke kiri kanan, dan belakang.Lalu, mengeluarkan satu minyak bewarna hijau, "Gunakan jin Rere untuk membuat kau terlihat sangat cantik."
Aprilia terlihat ragu sebentar. Namun, tangan kanannya mengulur mengambil, dan sepasang matanya terlihat ragu menatap Ade.
"Kau hanya perlu mengoles sedikit minyak dan menyumbangkan banyak keyakinan. Makin besar yakinmu,maka makin besar efek minyaknyaya ini."
Aprilia menelan ludahnya sebentar,ada keraguannya terlihat di wajahnya. Namun, kebencianya menghapus keraguannya. Dia membuka tutup botol. Mengoleskan pada titik dahi, bawah dagu, pipi kiri kanan, dan belakang telinganya.
"Masuk dan percaya dirilah. Khasiatnya akan kau dapatkan segera."
Aprilia pun menganggukan kepala. Mengikuti masuk langkah Ade. Ade masuk ke dalam barisan duduk anggota dewan direksi. Sedangkan,Aprilia mengikuti sosok peserta lainnya. Di berjejer rapi dengan dagu yang terangkat, dan sepasang mata Elang yang terlihat tajam dan mampu menguliti lawannya.
__ADS_1
Satu demi satu peserta di minta menjelaskan visi misi sebagai asisten penjualan. Aprilia kikuk dan tidak tahu akan menjawab apa.Dia hanya mendengarkan dan mengingat semua jawaban peserta lainnya, dan tibalah akhirnya dirinya untuk berjalan menuju panggung dan berdiri berhadapan dengan mic di depan mulutnya, dan menjadi sorotan dewan direksi.
Puspa yang lebih dulu menyadari kehadiran Aprilia, memicingkan matanya. Dia menatap Aprilia, yang terlihat sejuk memikat. Puspa menggelengkan kepalanya. Seakan, membangunkan dirinya dari rasa kagum yang tiba-tiba datang. Dia menoleh ke sisi Jack. Jack terlihat terpana. Dia menoleh ke Dandy. Dandy terlihat terkesima. Puspa segera mencubit pinggang Dandy dan Jack bersamaan.
"Dia itu babu jelek!" dengus Puspa.
Jack terbangun lebih awal dari rasa kagumnya, di ikuti terkesiap Dandy akan penyebutan babu jelek peserta selanjutnya.
Dia cukup bagus mengenakan kemeja daripada daster bunga-bunga yang sering dia gunakan. Namun, kau tetap tercantik sayang, komentar Jack pada typing yang dikirimkan pada Puspa.
Puspa tersenyum menatap layar ponselnya. Namun, segera menekan keluar kotak masuk pesan. Ketika, dia merasakan kepala Dandy bergerak miring dan membisikinya, "Aku sangat terkejut melihat babu jelek di sini. Apakah kau merekomendasikannya, Nana?"
Puspa segera menggelengkan kepala, dan memberi nilai nol pada lembar penilaian, "Beri saja dia nol. Seorang asisten harus cantik dan pintar. Dia sangat kumuh."
Angka yang tertulis itu segera terhubung ke papan digital. Ade tersulut amarah melihat penilaian sepihak Puspa.
Dasar mak lampir!
Lalu, Puspa terlihat membisiki mesra Dandy. Selsai membisiki Dandy, "Sayang, beri dia nol! Aku tidak ingin melihat babu jelek di kantor."
Setelah itu Puspa pun mengirim typing mesra pada Jack, untuk menjatuhkan nilai Aprilia.
Sayang, berikan nilai nol pada babu jelek. Dia pencuri dressku. Jadi, suatu saat dia kan menjadi pencuri uang perusahaan kita. Dia itu wanita miskin yang hanya tau mencuri, tanpa harus bekerja keras.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan Lupa mampir ke cerita Dewi Rubah Jatuh Cinta dan A Bastard Prince yah....
Bersambung ...
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah 🎁, Vote 🎫, Like 👍, dan Coment setelah membaca yah .
Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo
__ADS_1