Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 23


__ADS_3

Aprilia kembali berkosentrasi menelusuri lowongan pekerjaaan. setelah mendapatkan satu pekerjaan yang sesuai kualifikasi miliknya. Dia pun segera menyimpan informasi kontak dan jabatan pekerjaan yang dia minati.


Karena matahari telah bergeser. Bulan pun merangkak naik ke cakrawala yang telah menghitam. Aprilia segera menutup ponselnya setelah mencatat informasi pekerjaan yang akan dia lamar.


Aprilia memutuskan pulang kerumah. Baru saja dia mencapai rumah. Dia melihat sebuah mobil sedan bewarna biru tua terparkir. Namun, bukan mobil Puspa ataupun mobil Dandy.


Apakah tamu Ade? Mencurigakan!


Baru saja akan naik ke lantai teras. Beep! bunyi pesan masuk terdengar. Aprilia segera merogoh ponselnya dari dalam tasnya. Aprilia mendapatkan pemberitahuan pesan. Terlihat di jendela pemberitahuan. Puspa mengirim Video. Aprilia mengerutkan keningnya dalam.


Tumben mengirim pesan video? mau pamer indahnya negeri kangguru yah.


Penasaran. Aprilia memilih duduk di tangga teras. Membuka video tersebut. Deg! Aprilia menekan tanda play. Sederet gambar bergerak cepat terputar. Aprilia menutup mulutnya. Hampir saja dia histeris, dia di kejutkan dengan sosok Jack tertidur pulas di sisi Puspa.


Jack kau dan Puspa berselingkuh! Aprilia nanar menatap video tersebut. Seakan dirinya telah menangkap basah perselingkuhan suaminya. Sakit sekali rasanya di dada. Ingin menjerit dan menangis keras. Tetapi, Jack pria merdeka. Dia bukan suamiku. Kecuali, suami kahyalan. Pria angan-anganku.


Bergetar! raga Aprilia bergetar. Dia menggenggam erat ponselnya. Tiba-tiba ada sesuatu yang menusuk jantung Aprilia. Perih. Sangat sakit. Rasa sakit hatinya terlihat akan segera meremas dua sosok dalam video tersebut.


"Dasar wanita toilet umum! Kau bangga sekali jadi toilet. Di pakai bersama. Cih, kau menjijikan sekali," maki Aprilia melompat segera berdiri dengan amarahnya bercampur tangis yang harus dia tahan.


Aprilia melangkah maju mundur. Namun, kembali duduk berjongkok. Dia meraup wajahnya dan menyeka habis seluruh air mata. "Mengapa harus menangis untuk pria yang suka menebar benih? Uh, mengapa hati ini akan tetap mencinta. Walau pria itu busuk!"โ€” Aprilia menepuk kepalanyaโ€” "Pria busuk untuk wanita busuk. Tetapi, aku juga wanita yang telah ikut membusuk karena pertemuan malam itu."


Aprilia menangis begitu lama di terus. Suaranya tersedu-sedu. Dia pun bangkit berdiri. Sedangkan Ade kembali menutup gorden. Setelah dia selesai mengintip suara tangis yang berisik di teras.


Di belakang langkah Aprilia, terlihat sosok nenek Mayang ikut melompat senang akan kemarahan Aprilia. Dia mengikuti setiap langkah Aprilia.


Aprilia berhenti tepat di ruang tamu. Di lihatnya Ade sedang bergelayut manja di tangan Aswin, pria telah mengusirnya saat interview.


"Ehem!" dehem Aprilia nyaring, di saat Aswin akan menundukkan wajahnya akan mencium Ade yang terlihat memejamkan mata seperti wanita yang polos di depan pria itu. Sebentar lagi bibir itu akan saling menempel. Tetaoi, berakhir gagal.

__ADS_1


Aswin menarik mundur wajahnya. Dia mendongak ke sosok yang berdehem.


"Bebek berjalan, kau habis menangis?"


Aprilia segera membuang wajahnya. Tidak ingin setiap jejak air matanya menjadi sorotan perhatian.


"Kau sedih karena tidak mendapatkan kerjaan?" tambah Ade dengan bola mata meruntuki hujan kasihan untuk Aprilia.


"Bukan urusan kalian. Pasangan gila!" Aprilia bersikap angkuh dan mengangkat dagunya.


Bola mata Aswin dan Ade melompat terkejut melihat sosok Aprilia yang terlihat mengangkat harga dirinya dan sepasang mata wanita itu terlihat sinis dan cemburu.


"Kau cemburu?" Ade bergelantungan dalam lengan Aswin.


Aprilia menggelengkan kepala. Untuk apa cemburu? Aswin bukan idealku.


"Lanjutkan saja, kiss what a ghost woman no hand ...," ujar Aprilia asal berkomentar bahasa Inggris dan bermaksud menyebutkan Ade adalah hantu tanpa kepala. Malah menyebutkan kosokata Head menjadi Hand (tangan).


"Your Woman, don't have hand!" ejek Aprilia keras.


Aswin mencibir, dan mengangkat tangan Ade


"She has hand."


Ade terus melotot. Berusaha menundukkan Nenek mayang. Namun, sosok nenek Mayang malah berjalan masuk ke dam raga Aprilia dan menyatu.


Kemudian, Aprilia melotot kesal dan dengan suara rendah mengendus, "Maksudku dia tidak memiliki kepala pada malam hari."


Deg! bagai petir di siang hari telah menabrak kaget Ade. Ade melepaskan rengkuhannya. Di saat itu, dia segera terlihat putih dan pucat. Rahasia di bongkar, dan nenek Mayang bahkan turut campur dengan andil besar.

__ADS_1


"Dia memiliki kepala. Kau jangan bercanda!" Aswin kesal.


"Ha ... ha ... ha ...." Nenek Mayang tertawa keras dalam raga Aprilia, dan berkomentar, "Aku hanya bercanda, pak Aswin. Biar kau melirikku, bukan memilih wanita cantik dan sexy itu." Nenek Mayang dengan sengaja mengangkat telunjuknya, dan mengarahkan pada tangan Aswin yang terus berada di atas kulit paha atas Ade.


Aswin yang mengikuti arah pandang telunjuk Aprilia segera menarik tangan dari kulit paha wanita di sisinya. Kini, wajah mereka berdua terlihat mirip tomat rebus.


Swoshhh! Nenek Mayang keluar dari raga Aprilia. Saat seperti seseorang yang telah bangun tidur, dan dia terasa sangat pusing dan berkunang-kunang sebentar. Kala, dia sudah mampu melihat dengan jelas. Ade dan Aswin telah berdiri bersisian.


"Ade, mari kita pulang. Dia tertawa tidak lucu mengejekmu. Seharusnya dia sadar diri, mengapa gagal interview. Dia berjalan masuk kantorku seperti itik berjalan."


Ade menutup mulutnya. Dia tertawa di balik tangannya. "Aprilia, aku akan keluar hari ini. Aku tidak akan menginap lagi."


"Syukurlah. Kau sadar diri tanpa harus Nana akan melihat, dan mengusirmu."


"Mas Aswin rela menampungku. Dia tidak akan membiarkan aku tinggal tanpa tempat tinggal. Dia akan menampungku di apartemen." Ade menggoda dengan mengedipkan matanya pada Aswin. Aswin tersenyum mengembang, dan mencolek pipi Ade. "Kau manis sekali," puji Aswin.


"Ehem!" dehem Aprilia dnegan tangan yang melambai ke arah luar.


"Bebek jelek,"โ€” Aswin berhenti dan menetap di depan Aprilia โ€” "Jika kau ingin di terima kerja. Menjadi genit dan berjalan seperti itik seperti tadi siang. Tetap saja akan sia-sia. Semua pria itu menyukai wanita cantik. Jika aku memilihmu, bearti kau memelet, ya kan?"


Aprilia membuang wajahnya. Di sebut jelek. dia tidak mampu membela dirinya. Jika hal itu memang fakta yang tidak bisa di hindari.


Cih, karma itu instan. Kau saja tidak tahu jika Ade adalah manusia setengah iblis. Rasakan terjerat kuyang. Suatu saat kau akan menyesal karena telah tidur bersama jelmaan iblis.


......................


Bersambung


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai dengan episode ini. Besar harapannya author sih, readers terus mengikuti dan membaca, dan jangan lupa berikan hadiah ๐ŸŽ, Vote ๐ŸŽซ, Like ๐Ÿ‘, dan Coment setelah membaca yah .

__ADS_1


Besar dukungan kalian sangat di harapkan Lo


__ADS_2