
...Cinta mana yang selalu membisu? Cinta yang tidak pernah sampai padanya....
...—Eouny Jeje—...
...Ibu baru. Namaku Bulan. Nama kerenku Moon. Panggil saja Moon...
...—Moon—...
...꧁❤•༆PJP 76༆•❤꧂...
Awan putih menghias langit biru. Sinar kuning menerobos masuk ke dalam kamar. Semilir angin pagi masuk dari setiap celah ventilasi jendela. Pagi itu terasa sejuk, sedikit dingin.
Aprilia bergindik. Seakan hawa dingin itu membekukan tulangnya. Sepasang matanya terbuka melotot lebar, seakan dia telah mengakhiri mimpi buruknya. Dia terbangun. Seketika dia teringat dengan lidah miliknya. Lidah itu terasa kosong. Tidak berada di dalam rongga mulutnya.
"A ... a ... a ...." Aprilia tidak mampu berkata. Dia hanya mampu terdengar merintih. Aprilia segera melompat dari tempat tidur. Berjalan menuju cermin. Membuka mulutnya. Dia di kejutkan dengan lidah yang hanya tersisa pangkalnya saja.
Jika aku tidak bisa berkata. Apakah aku akan menjadi bisu seketika, geger Aprilia dalam hatinya. Dia keluar dan menemukan Ade telah bersiap untuk bekerja.
"Aku pergi dulu!"
Buru-buru sekali, ujar Aprilia dalam hati.
Ade melirik menunggu Aprilia berkata. Namun,sekejap kemudian dia teringat jika Aprilia telah kehilangan lidahnya. Aprilia telah bisu.
"Si botak itu hobi mengerjaiku sekarang. Dia selalu membuat aturan membuatku kesal. Termasuk datang lebih awal. Selamat tinggal Aprilia."
Setelah melambaikan tangan. Ade pergi meninggalkan apartemenya. Aprilia mengehela napasnya, dia teringat bagaimana sosok Dandy menatap Ade waktu itu. Pria botak itu terlihat jatuh cinta pada pandangan pertama pada Ade.
Apakah pria buaya seperti Dandy bisa jatuh cinta dan berhenti pada Ade? Lalu bagaimana dengan Nana! Ah, pasti seru sekali. Melihat Nana tercampakan oleh setiap laki-laki.
Aprilia enggan berpikir kembali. Dia pun segera lenyap masuk kamar mandi. Setelah mengenakan pakaian yang sederhana dan layak, dia memutuskan kembali ke rumah kediaman Sadewa.
Tiga puluh menit kemudian...
Perjalanan kembali ke rumah Sadewa, tidak mengalami macet sedikitpun. Jalan raya masih sangat sepi. Jadi, sebelum jam sepuluh pagi. Aprilia telah mencapai kediaman Sadewa.
Hening. Sepi melompong. Suasana rumah Santi saat ini. Membuat perasaan Aprilia menjadi tidak nyaman. Aprilia berjalan mengendap akan masuk ke kamar Ratih. Namun, langkahnya tertahan. Santi terdengar sedang berbicara pada ibunya, Ratih.
"Bu, apakah kau sudah merasa lebih baik?" tanya Santi. Namun, tidak ada jawaban.
Aprilia menghela napas lagi. Dia teringat kondisi Ratih terakhir, memang sangat lemah dan hanya selalu berbaring di atas tempat tidur. Wanita tua itu sering mengalami tidur yang panjang.
__ADS_1
Apakah mas Sadewa masih memberikan obat tidur untuk wanita tua itu?
Aprilia menjadi lebih penasaran.
Kret! Pintu terbuka.
Aprilia mundur selangkah. Terlihat Santi berdiri di garis pintu, dia nampak terkejut akan kehadiran Aprilia yang baru datang.
"Apakah anakmu sudah baik?"
Aprilia diam. Dia hanya membisu dan berdehem seraya menulis sesuatu di buku yang dia persiapkan.
Baik. Dimas sudah tidak demam lagi. Tetapi, saya sedang sakit pita suara. Karena sering makan yang manis di kampung.
Santi membaca secarik kertas tersebut. Dia terlihat menarik napas panjang. Lalu, membawa tangan Aprilia masuk ke dalam kamar Ratih.
Aprilia tercengang. Dia di kejutkan dengan kondisi tubuh Ratih yang terlihat jauh merosot dalam satu minggu tidak bertemu. Wanita tua itu terlihat kulit membalut tulang, sepasang matanya membola ke atas tak mampu berkedip. Gerak kehidupan tidak ada dalam mata itu. Selang oksigen terpasang pada hidung Ratih.
Aprilia segera mengambil pena dan menulis kembali.
Ada apa dengan Nyonya Ratih?
Sedih, tidak ada kesedihan di hati Aprilia. Karena, Ratih merupakan wanita tua yang angkuh dan sombong. Aprilia hanya mengenakan mimik berpura-pura sedih kemudian, dan menyodorkan catatannya kemudian.
Nyonya Ratih tidak ada salah apapun. Jadi, tidak perlu ada yang di maafkan.
Santi menyeka air matanya, "Aki pergi dulu. Aku ingin mencari dukun untuk membuat ibuku pergi dengan damai."
Blam! Santi pergi. Hanya menyisakan Aprilia yang menatap nanar pada Ratih yang terbaring kaku. Memiliki napas yang berhembus pelan. Namun, seluruh panca indera lumpuh.
Menyedihkan!
Aprilia bergindik sebentar. Baru saja dia masuk melangkah dalam kamar yang terlihat memiliki sedikit penerangan. Dia di kejutkan dengan Nenek Mayang yang melompat keluar dari cermin.
Ya ampun, Nenek Mayang muncul tanpa di minta. Datang sesuka hati tanpa pemberitahuan.
Aprilia menatap bergantian pada Ratih yang tiba-tiba menggerakkan bola matanya dan sorot mata itu tertujukan pada Nenek Mayang.
"Dia bisa melihatku sekarang."
Aprilia menelan ludahnya kala sepsang mata Ratih berpindah melotot padanya. Aprilia cemas segera, dia merasa takut akan Ratih yang mengetahui persahabatannya dengan mahluk Gaib. Namun, ketakutan itu sirna seketika kala raga Ratih terlihat lemah, dan tidak akan pernah mampu bangun.
__ADS_1
Nyonya Ratih, jangan memandangku seperti itu. Dasar wanita sombong.
Nenek Mayang berjalan ke sisi ranjang. Aprilia merasa heran. Tiba-tiba saja Nenek Mayang terlihat mengelus-ngelus sosok yang terlihat. Sosok itu terlihat berada di atas tubuh Ratih.
Tidak lama kemudian. Sosok yang tidak terlihat itu menampakkan diri. Dia terlihat sedang menghisap ****** Ratih.
Ah, tuyul! jerit Aprilia terkejut akan sosok kecil yang hanya mengenakan celana segitiga putih, wajahnya pucat dengan lingkaran hitam besar.
"Aprilia, aku berikan tuyul ini untukmu!" Nenek Mayang mencekik tuyul itu dan menunjukkan pada Aprilia.
Aprilia membola takut akan sosok kecil yang terlihat menjerit kesakitan karena lehernya di cengkram oleh Nenek Mayang.
"Aprilia bersahabat denganku. Akan selalu menguntungkan. Ini tuyul pesugihan Ratih akan kuberikan untukmu!"
Deg! Jantung Aprilia berdesir kencang. Dia menatap Ratih yang terbaring dan dada wanita tua terlihat kembang kempis dengan cepat.
"Tuyul ini takut padaku. Dia hanya makhluk kecil yang akan mendengarkan perintahku!"
"Ampun Nek. Aku akan mengikuti perintahmu."
Nenek Mayang melepaskan tuyul tersebut. Tuyul itu jatuh di dekat kaki Aprilia, dia menatap dengan sepasang mata yang berkaca.
"Wah, ibu baruku terlihat muda,dan payudara besar dan Sexy!"
Aprilia membola jijik. Mundur selangkah. Melambai tangan tidak ingin menjadi ibu baru untuk tuyul tersebut.
Siapa yang mau menjadi ibumu! Aku tidak mau! Aprilia ingin muntah membayangkan bagaimana dirinya akan menyusui tuyul tersebut.
"Berikan pesugihan untuk Aprilia."
Tuyul tersebut terkikik sebentar, dan tubuh kecilnya terlihat mirip balita dua tahun itu, merangkak mendekat kaki Aprilia.
"Ibu baru. Namaku Bulan. Nama kerenku Moon. Panggil saja Moon."
Aprilia cemas. Berdiri kaku. Namun, tangan Moon mengambil tangan Aprilia untuk mengelus kepala botaknya.
"Kau hanya perlu menyusui diriku setiap malam Jum'at. Cukup sebulan sekali. Tidak perlu takut dengan hisapan Moon. Karena Moon banyak ibu susu pula. Cukup sekali sebulan. Moon akan jadi anak baik, yang bantu ibu memiliki uang yang banyak."
...꧁❤•༆PJP 76༆•❤꧂...
...Maaf, nama Tuyul kekinian banget. ✌️ Author bingung mau kasih nama apa lagi. Duh,Aprilia punya bayi tuyul....
__ADS_1