Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 110


__ADS_3

...Cinta memikat untuk setia. Napsu melunturkan kesetian....


..._Eouny Jeje_...


...Memiliki istri cantik dan baik, tidak akan menjamin sifat pria itu akan baik padanya pula. Buaya akan tetap buaya saja....


..._Nenek Mayang_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Grand Star Incheon.


Setelah berkeliling dan berbelanja dengan puas. Waktu yang terus berguling, menjadi malam yang indah dengan banyaknya gemerlap gedung pencakar langit. Lampu yang menghias gendung pencakar langit bagai pengganti matahari, suasana Incheon tetap terlihat siang hari, walau langit telah bewarna hitam dengan di tahtai bulan yang berada di tengah cakrawala.


Aprilia berbaring dengan Ade di sebuah kasur empuk yang sama. Dia memiringkan tubuhnya dan bertanya pada Ade, "Bagaimana kau mencari darah di kota ini?"


Ade berpaling mengikuti posisi Aprilia, memiringkan tubuhnya pula, "Aku hanya mengubah wujudku menjadi oppa tampan. Mejumpai setiap ibu hamil, dan merakusi darah dan janin dalam perutnya."


Glek! Aprilia menelan ludahnya, "Kau menjijikan dan mengerikan!"


"Itu adalah caraku hidup. Jangan pernah menyalahkan keadaan orang lain. Lahir untuk menjadi penerus mitos legenda yang terus abadi, bukanlah keinginanku."


Ade menahan napasnya, dan seakan debu masuk menyelinap ke setiap matanya, dia pun menitikkan air matanya.


"Mengapa kau menangis?"


Aprilia segera menyeka air mata Ade.


"Jangan pernah menyebut dunia ini ikut bersedih dan berhenti berputar. Di saat kau bersedih, waktu akan terus berlanjut, bumi akan terus berputar. Setiap yang lalu, akan pergi. Oleh itu, kau harus berbahagia dengan cara orang lain."


Aprilia tersenyum, "Berbahagia dengan cara orang lain. Bukan caramu."


Ade menatap nanar pada Aprilia, "Jika kau sudah berubah. Maka hatimu harus sadis. Selama di sini. Aku akan mengajarimu banyak hal. Terutama, menjadi lebih cerdas."


Tok! Tok! Tok!


Tiga ketukan pintu keras terdengar. Ade segera duduk, dan menyadari kehadiran sosok yang terlihat tidak kasat mata.


"Tamu?"


"Tamu yang tidak terlihat!"


Aprilia mengerutkan keningnya.


Tap!Tap!Tap!


Terdengar langkah berlari di langit-langit ruangan.


Aprilia mengadahkan kepalanya, dan heran, "Tikus begitu banyak!"


"Seorang tuyul yang datang. Bukan tikus!"


Aprilia mendelikkan matanya, mengurut dadanya, dan segera duduk dengan menghela napasnya berkali-kali, dan memeluk dadanya sendiri.


"Naneun dochaghaessda (Aku telah tiba)," ucap Moon hadir dengan wujud kepala botaknya dan tubuh polos dengan celana segitiga.


"Eoseo osibsio (Selamat datang)," sahut Ade.

__ADS_1


Aprilia berpaling. Pura-pura tidak melihat sosok Moon yang merangkak di sekitar kakinya, dan berseru memanggilnya, "Eomeoni (ibu)," seru Moon dengan senyum sumringah.


"Ibu susu, kau cemberut? Tidak melihat padaku yang letih terbang kemari!"


Ade geli melihat Moon.


"Aku pergi dulu. Selamat bersenang-senang Moon!"


Kret! blam!  Ade pergi begitu saja.


Moon melompat ke tempat tidur dan kepalanya berbaring di atas bantal yang telah di gunakan Aprilia.


"Ibu susu, jangan membuat bayimu lapar lebih lama."


Aprilia memutar kepalanya ke belakang, dan wajah Moon terlihat tidak ingin di tunda.


"Apapun yang kau punya saat ini, berasal dari Moon!"


Aprilia pasrah. Merangkak naik ke ranjang, berbaring di sisi Moon. Moon menurunkan kepalanya, dan tangan kecilnya menurunkan dress vintage kerut milik Aprilia hingga dada itu terlihat polos dengan kacamata yang tersisa. Tangan kecil Moon melepaskan kaitan kacamata tersisa. Melonggarkan turun kemudian.


Sepasang mata Moon terlihat sedih. Bibirnya cemberut dalam.


"Masih sangat kecil," keluh Moon menilai, dan bergeser menurunkan kepalanya, dan terlihat menghela napas,dan berkomentar, "Moon usul saja,lebih baik operasi payudara. Banyak uang, tidak boleh pelit pada Moon."


Moon menghela napas, "Ibu susu. Jangan abaikan permintaan Moon. Karena, setiap lelaki dalam wujud manusia ataupun tuyul hanya menyukai payudara yang bagus dan indah."


Diam. Hening.


"Apa kau mengerti, ibu susu?"


"Mengerti Moon."


Menjelang pukul dua pagi. Moon berhenti menghisap. Wajah Aprilia terlihat putih pucat, sepasang matanya terlihat berkaca karena menahan perih.


"Ibu susu. Aku pergi dulu."


Aprilia hanya melambaikan tangan, dan memperbaiki pakaiannya. Menutup dadanya yang polos. Dia pun segera mengedarkan mata redupnya menatap jam dinding. Jam menunjukkan sebentar lagi jam dua pagi.


Aprilia segera bersemangat dan turun dari ranjang. Menyalakan setiap lilin. Memadamkan lampu. Bersila dan mulai merapalkan mantera pemikat ya pada sosok pria yang belum pernah datang padanya.


"Jack cintailah aku! Datanglah padaku!"


Swosssh!


Semilir angin datang. Lilin hampir padam. Aprilia segera menjaga api yang menyala tersebut.


Wujud Nenek Mayang pun tiba dan dia terlihat menguap.


"Kau memintaku untuk memelet lagi?"


Aprilia menganggukan kepala, "Ibu, pelet Jack untukku."


"Aku baru saja sembuh dari rasa jetlag ku. Kau memintaku terbang lagi. Lelah sekali!"


Aprilia terlihat memayunkan bibirnya. Merangkak berjalan pada kaki Nenek Mayang, "Ibu jangan biarkan Jack berhenti memikirkanku seharipun. Datanglah padanya."


Nenek Mayang menghela napas, "Bahkan aku belum sempat berjalan-jalan. Kau memintaku bekerja."

__ADS_1


Aprilia terlihat memohon dengan matanya.


"Baiklah aku segera pergi."


Nenek Mayang menguap beberapa kali, dan hilang kemudian, dan tiba pada kediaman Jack dalam Sekejap.


Kediaman Utama Jack.


Nenek Mayang melirik pada jam dinding, tepat pukul 24.00 wib.


Perbedaan waktu Korea dan Indonesia rupanya dua jam. Di sini masih midnight!


Nenek Mayang menerobos masuk ke kamar Jack. Pria itu terlihat berbaring sendiri di ranjang besarnya.


Ini adalah rumah utamanya. Tampaknya, dia dan istrinya telah pisah ranjang. Jika begitu, peletku akan lebih mudah merasukinya.


Nenek Mayang mengedarkan matanya, dan menemukan gambar pernikahan Jack dengan isteri sahnya, yang terlihat cantik dan anggun.


Memiliki istri cantik dan baik, tidak akan menjamin sifat pria itu akan baik padanya pula. Buaya adalah tetap buaya saja.


Nenek Mayang pun mengubah wujudnya kembali menjadi wanita cantik dengan kostum maid  yang ketat. Setelah itu, dia merasuki alam pikiran pria itu.


Dalam alam pikiran Jack .


Jack yang terlihat pada posisi tidur  di atas ranjang kebesarannya. Terlihat terusik bangun kala mendengar suara yang terdengar familiar sedang menyenandungkan lagu.


Kau kenangan yang sangat menyakitkan bagiku ....


Cinta ini telah menjadi racun yang mengerikan....


Itu menjadi rasa sakit yang tak terhapuskan ....


Sekarang luka yang tidak dapat diperbaiki ....


Jack menyipitkan matanya pada sosok yang sering dia jumpai dalam mimpinya. Dia bangun dari ranjang dan memeluk babu cantiknya, dan berbisik, "Kau sedang menyanyikan lagu apa?"


Nenek Mayang menitikkan air matanya, dan menjawab lirih, "Tears Send You Away versi Indonesia, OST dari drama kesukaanku The world of the married."


Jack mengehela napas. Mencium bahu babu yang mengikat hatinya tersebut.


"Apakah dramanya sedih?"


Nenek Mayang menyeka air matanya.


"Tentang perselingkuhan. Menyedihkan. Mengurai air mata. Lirik itu menyiratkan hancurnya hati kala cinta yang dibentuk akhirnya menguap hilang dan hanya meninggalkan air mata untuk mengenangnya."


Jack mengeratkan pelukannya dan berbisik, "Jangan patah hati untuk selamanya. Selama, kau masih hidup, dan bernapas, kau mampu jatuh cinta dan menerima sosok yang mampu membalas dengan perasaan yang sama besarnya."


Nenek Mayang berpaling dan mendongakkan wajahnya pada Jack, "Apakah ada orang yang tepat seperti itu akan datang?"


Jack menatap bibir wanita yang terlihat menggoda untuk di makan. Jack terlihat enggan menjawab, dan bereaksi rakus pada bibir babu cantik yang dia temui dalam mimpinya.


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


...Apa semua setuju? Setelah satu adegan ini. Alur bergerak maju, setelah 8 bulan kemudian. Aprilia kembali dengan identitas barunya?...


...Jangan lupa Komentar klik baris hastag di bawah dulu, lalu meninggalkan komentar....

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke cerita : Hantu Istriku Balas Dendam telah lanjut ke season 2....


__ADS_2