Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 108


__ADS_3

...Berikan tanganmu, petikkan impianku di langit. Karena, aku lebih mempercayai tanganmu untuk mewujudkan mimpiku, daripada tanganku meraih sendiri....


..._Eouny Jeje_...


...Aku akan setinggi bintang. Kau harus memiliki tangan yang panjang untuk menyetuh langit!...


..._Aprilia_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Setelah melewati satu malam bersama. Sadewa tidak berkunjung lagi ke hotel. Dia sibuk memanjakan Santi dengan banyak pujian cinta  yang dia ucapkan dengan antusias. Namun, hanya kepalsuan.


Sementara itu, Santi terlihat makin berbahagia, seakan dia di terbangkan tinggi ke atas awan-awan, oleh Sadewa yang terlihat mencintainya, hubungannya yang makin intim dengan Bintan di belakang Sadewa, dan kematian sosok yang terpanggang dengan identitas Aprilia, di sebutkan dalam artikel online yang tengah dia baca.


"Akhirnya kau mati juga! Aku pikir kau memiliki nyawa seperti kucing. Selalu beruntung, dapat hidup berkali-kali."


"Ehem!"


Santi segera menyembunyikan ponselnya, dan menoleh ke asal suara yang berdehem itu, dan menyapanya, "Selamat malam, mas."


Santi menatap pada tas belanja yang di jinjing Sadewa.


"Kau membawa sesuatu? Untukku."


Santi segera mendekat dan mengambil isi dalam tas. Sebuah kotak merah berlogo diamond.


"Kau membelikan aku cincin," kejar Santi dengan wajah terkejut bahagia.


"Happy anniversary, sayang!"


Santi berjingkit, dan bibirnya sekilas mendarat pada pipi suaminya, cup!


"Bertahun-tahun kita berumah tangga. Untuk pertama kalinya, kau mampu mengingat hari pernikahan kita."

__ADS_1


"Aku sudah berubah." Sadewa melingkarkan tangannya memeluk Santi dan menatap ke luar jendela, seakan menatap sebuah pesawat melintas langit.


Aku hanya memberikan hadiah kecil yang tidak memiliki arti. Sedangkan, aku memberikan hadiah hidup baru untuk wanitaku, Aprilia. Membawa wanita itu makin tinggi derajat dan kau akan terkejut akan sosok yang menggeser posisi ratu dalam istanamu.


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Bandara Keberangkatan Internasional ....


Aprilia memegang buku paspor dalam tangannya. Dia terlihat sederhana dengan dress vintage, yang baru dia beli.


Malam ini, Aprilia duduk di salah satu  kursi keberangkatannya ke Korea Selatan. Dia menatap ke jam tangan yang melingkar pergelangan tangannya. Tersisa satu jam lagi untuk menunggu keberangkatanya.


Dulu, Aprilia  berbahagia tinggal dalam kesederhanaanya,  tinggal di desa yang tidak ramai. Namun, penduduk sekitarnya sangat ramah. Segala sesuatu itu berubah. Ketika seorang pemuda dari kota, mengulurkan tangan melamarnya. Mengajaknya berkenalan dengan dunia yang terlihat berbeda. Setiap wajah terlihat angkuh, dan enggan berjabat tangan.


Gusti. Suami pertamanya. Yang konon menikahinya hanya karena sebuah rasa. Pria itu  hanya ingin tau bagaimana rasa perawan itu, menembus rasa seorang gadis desa yang belum pernah mengetahui hubungan pria dan wanita. Oleh itu, Gusti  jauh dari kota mencari seorang gadis yang lugu dan bodoh, hanya untuk memenuhi rasa penasarannya.


Setelah pernikahan dengan ijab kabul yang sederhana, melewati malam pertama yang panjang dan nikmat, merobek selaput daranya pertama kali. Tetapi, siapa sangka suaminya hanya ingin memenuhi rasa penasarannya pada sebuah rasa. Perlahan, di hari-hari pernikahannya yang baru seumur jagung. Aprilia mulai merasakan perubahan Gusti, dan satu demi satu rahasia pria itu terungkap. Sebelum mengenal Aprilia, pria itu telah memiliki seorang kekasih yang cantik. Namun, wanita itu seorang janda kembang yang kecantikannya mampu mengikat para kumbang. Namun, karena statusnya tidak memperoleh restu orangtua Gusti.


Pertengkaran malam itu pun terjadi.


"Iya! Saat ini, dia sedang mengandung, dan aku harus bertanggungjawab."


"Lalu, aku? Apakah kau ingin meninggalkan tanggung jawab?"


Gusti mendekat, dia menahan napas. Wajahnya terlihat muram, "Biarkan aku menikah lagi. Kau hanya perlu merestuinya!"


"Tidak! Aku tidak ingin dirimu memiliki madu. Apakah aku tidak cukup? Bukankah kita baru menikah dua bulan. Namun, kau ingin menikah lagi. Apakah ini tidak konyol di hadapan ayah ibuku, mas!"


Gusti mendekat dan mencubit dagu Aprilia, "Sebenarnya yang aku cinta adalah kekasihku. Denganmu, aku hanya mencari sensasi yang di sebut rasa. Aku hanya penasaran menyentuh gadis polos yang terlihat lugu dan malu-malu kala di sapa. Aku hanya ingin tau menembus milikmu yang tidak pernah di tembusi siapapun."


Aprilia terkekeh,wajahnya merah padam, sepasang matanya nanar dan plak!


Aprilia terbangun dari lamunannya kemudian. Cerita beberapa tahun lalu, telah menjadi derita pertama baginya saat dia menginjakkan kakinya pada jantung kota.

__ADS_1


Mas Gusti. Aku akan kembali padamu. Menipumu dan menghancurkan rumah tanggamu. Kau lah orang pertama yang membuatku hancur untuk pertama kali. Kepolosanku, kau mamfaatkan. Bagaimana bisa aku lupa setiap adegan yang membuat ayahku meninggal karena berita perceraian kita! Kau membuat ayahku menahan malu menghadap warga kampung. Jika anak gadisnya telah di pulangkan, dan kau membalikkan fakta. Kau menceraikan ku, karena ku tak perawan!


Aprilia terbahak kemudian, teringat bagaimana Gusti menemui ayahnya, mengantar dirinya pulang dengan wajah dewa yang tidak pernah salah, dan menuduh dirinya telah mempersembahkan tubuh polosnya bukan untuk suaminya.


Saat itu Gusti berkata, Aku akan  menceraikannya setelah dia melahirkan puteraku. Karena, dia bukanlah gadis perawan. Bagaimana bisa kalian menipuku. Menyebut dia gadis baik. Namun, telah memberikan kegadisannya pada seseorang yang bukan suaminya. Aku merasa di jebak oleh kalian. Di jebak oleh kepolosan seorang gadis desa.


Aprilia bengong menatap kebohongan Gusti, akan berdiri membela diri. Namun, plak! Tamparan ayahnya lebih dulu mendarat pada pipinya.


Aku memeliharamu dengan baik. Menjodohkanmu dengan pria baik. Bagaimana, kau bisa mempermalukan dirimu dan keluargamu, dan ingin menjebaknya.


Aprilia menitikkan air matanya, kala satu kalimat ayahnya jelas menampar dirinya, dan sakitnya tamparan itu masih membekas dengan jejak yang tidak akan pernah terhapus.


Aprilia menyentuh pipinya. Seakan dia mampu merasakan kembali, pedasnya tamparan ayahnya.


Aku tidak perawan katamu! Aku tidak pernah menyangka, jika orang kota pandai bersandiwara! Membuat drama bodoh untuk mengambil keuntungan. Bahkan kegadisanku saat itu, kau sebut hanya untuk memenuhi rasa penasaran. Karena, kau tidak pernah mendapatkan kekasih yang perawan!


Aprilia memukul keningnya. Dendamya bagai akar yang menumbuhkan tunas yang menjadi pohon berakar pahit dalam sekejap.


"Aku akan kembali secepatnya. Menulis setiap daftar nama setiap orang yang telah mencaciku dan melukaiku!"


Aprilia menatap langit gelap. Hanya bulan sabit yang terlihat redup bersinar, dan bintang yang terlihat berkelip menghias langit.


Aprilia tersenyum sinis ,seakan roda telah berputar dan dia akan segera berada di bagian atasnya. Di saat itu , dia akan memastikan dirinya sejajar dengan bintang.


"Aku akan setinggi bintang. Kau harus memiliki tangan yang panjang untuk menyetuh langit!"


Aprilia tersenyum miring, seakan berbahagia akan sosoknya yang sebentar lagi akan menjadi bintang yang paling bersinar.


"Kau sudah lama menunggu!"


Aprilia menoleh ke sosok yang datang. Ade. Wanita itu terlihat mengenakan style yang berbeda, Korean Look Style.


"Kau cantik sekali!" puji Aprlia lolos terkagum-kagum.

__ADS_1


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Mari tuliskan komentar kalian mengenai perubahan Aprilia. Kalian ingin dia seperti apa? dan boleh usul visual gambar untuk Aprilia baru.


__ADS_2