Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 140


__ADS_3

...I love the way you talk...


...My Susie Q...


...Say that you'll be true...


..._Susie Rolling Stone_...


...Manis sebentar. Pilu sepanjang masa. Jika mengenang cinta tak sampai....


..._Sadewa_...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tangan Sadewa menjambak kuping boneka Teddy bear. Sepasang matanya seakan jatuh menatap nyala api yang melahap setiap bulu boneka bewarna cokelat tua itu. Namun, sesungguhnya mata itu kosong. Mata itu pergi ke masalalu. Dua puluh tahun yang lalu.


Namun, kulit telunjuk tangan tersulut api yang merayap. Sadewa segera melepas boneka Teddy Bear jatuh ke tanah. Sekejap pikirannya lenyap ke udara. Dia terbangun, bola matanya di penuhi api yang melahap boneka Teddy Bear dan tatapan itu terlihat rumit. Tak lama, kakinya  mulai bergerak dan menginjak-nginjak boneka Teddy Bear. Untuk sekedar memadamkan api yang melahap hangus Boneka Teddy Bear.


Api padam.


Lutut pria itu menekuk perlahan. Jatuh menyentuh tanah. Tangannya gemetar dan mulai memungut boneka yang terlihat hitam. Hanya sedikit warna tersisa. Sisa-sisa panas api tidak membuat pria itu takut memeluk. Dia mendekap dalam dadanya. Seakan, dia memeluk anaknya yang telah terbakar. Tiba-tiba gelombang datang. Beriak dalam rongga dadanya. Dia menangis untuk kenangan lama.


"Bagaimana kau kembali? Setelah kau pernah menyakitiku." Air mata pria itu jatuh, dan perlahan dia mencium ufuk kepala boneka yang masih menyisakan warna aslinya. Dia menangis begitu lama, seakan mengirim hujan untuk memohon kehidupan baru untuk anaknya yang telah terbakar. Namun, tanpa dia sadari asap hitam terlihat keluar dari tubuh pria itu.


Bayang-bayang Aprilia seakan tersingkir. Hanya Tina yang memenuhi singasana hatinya saat ini. Ratu cinta lama itu telah kembali. Bagai jahitan yang terbuka paksa. Rasa sakit itu mengerikan, seakan luka lama itu belum pernah sembuh.


"Tina," rengek  pria itu pelan dengan nada yang terdengar meringis terjepit. Dia bangkit perlahan, menenteng boneka Teddy bear yang hitam pergi bersamanya.


Pulang. Awalnya pria itu ingin pulang. Namun, hatinya menuntut kakinya pergi seakan kompas itu membawanya pulang kepada cinta lama yang telah datang menggodanya kembali di usia yang telah senja.  Memutar kemudi, berbalik arah. Meninggalkan arah pulang ke istananya, menuju rumah wanita itu, yang hanya seorang wanita biasa.


Tidak memakan waktu lama. Mobil Maybach pria tirani itu berhenti di sebuah gang komplek rumah. Dia keluar dari mobilnya. Hanya sekedar untuk berdiri di depan pintu menatap dari kejauhan rumah wanita itu. Sepasang matanya nanar menatap rumah yang begitu sederhana.


Satu langkah Sadewa akan berjalan. Namun, kaki itu mundur kemudian. Sangat berat. Apalagi cerita lama itu bagai album usang dan membirukan hatinya.


"Jika aku mengingat kebohongan milikmu. Apa kau tau betapa sakitnya hatiku?" Raga Sadewa bergetar. Dia bersandar pada pintu mobil dan dia menunduk jatuh menatap tanah. Namun,seakan dirinya berada di pinggir jurang. Jurang kenangan.


"Jika mengingatmu. Aku-pun teringat bagaimana kita terbelenggu dalam cinta segi empat. Vertikal horizontal yang tidak jelas! Aku. Kamu. Dia ke-1 dan dia ke-2!"


Sadewa terkekeh hambar.


"Saat itu Santi yang paling terluka."


Sadewa menelan ludahnya bercampur isak. Seakan jiwa Santi tiba-tiba hadir dan merasuki relung hatinya. Mengirim kenangan manis dan rindu. Wanita itu adalah wanita yang setia menemaninya dari titik nol. Saat itu, dia hanyalah seorang pemuda miskin dengan seribu tekad mendekati gadis di atas kelasnya.


Sadewa melepas perih dadanya. Perlahan kepingan demi kepingan masa lalu itu masuk menyusup ke dalam otaknya.


20 Tahun yang lalu


Sadewa terlihat duduk di tepi ranjang. Kakinya berderak pelan memukul lantai mengikuti tempo lagu yang di teriakan tape radio itu. bibirnya mengikuti lirik Susie, Rolling Stone.


I love the way you walk


I love the way you talk


Love the way you walk

__ADS_1


I love the way you talk


My Susie Q


Say that you'll be true


Say that you'll be true


Say that you'll be true


And never leave me blue


My Susie Q


"Oh Susie!" teriak Sadewa jingkrak segera, dan bibirnya lirih menyebut nama yang tersemat dalam relung hatinya, "Tina!"


Tok! Tok! Tok!


Sadewa menjulingkan matanya. Menduga siapa wanita yang datang ke kost  sepagi ini. Lalu, dia menghela napas seakan dia menebak adalah Santi, kekasihnya belakang layar, yang di sebut bosan karena Ratih, ibu Santi yang tidak pernah menyetujui hubungan cinta pria wanita berbeda tembok status. Sadewa harus mengakui dirinya, hanyalah pemuda rantau yang memberanikan diri pergi ke ibu kota. Dia miskin, hanya di pandang sebelah mata.


"Mas Dewa," sebut Santi dari luar. Suaranya terdengar lembut. Rantang dengan motif kembang, dia jinjing. Senyumnya merekah lebar dengan warna lipstik menyala, dan dia terlihat modis dengan baju kodok, dan sepatu kets Converse dengan logo Bintang.


"Spada, mas Dewa! Spada!"


Klek! Pintu kamar terbuka. Sadewa dan Santi terlihat bertukar mata. Gadis kelas satu SMA itu terlihat cantik. Namun, sudah sangat membosankan. Kini, atensi Sadewa telah diam-diam berpindah sedikit demi sedikit pada gadis yang baru saja menempati kamar yang bersebelahan dengan miliknya.


"Boleh masuk, mas!"


Sadewa menjulurkan kepalanya. Celingak-celinguk memastikan tidak ada Tina di sekitar.


Hancur rencana jika doi tahu dah punya cinewin.


"Balado terong dan ikan lele yah!"


Santi menggelengkan kepala. Lalu, berjingkit perlahan melepas sepatunya,dan masuk ke dalam kamar pemuda itu. Lalu, dia duduk di kursi rotan, dan meletakkan rantang di pangkuannya.


"Coba tebak yang aku bawa!"


Blam! Sadewa menutup pintu perlahan setelah memastikan teras sepi, dia merasa lega, dan menarika napas panjang. Karena, Tina tidak mengetahui kehadiran Santi.


"Semangka!"


Santi menggeleng kepala, dan mulai meletakkan rantang di atas meja. Membuka rantang pertama.


Kosong.


"Isinya kosong!" keluh Sadewa hambar memegang perutnya.


"Mas lapar? Belum makan?"


"Sudah kok."


"Makan apa?"


"Mie sakura."

__ADS_1


"Wah, Mamamia lezatos!" kikik Santi membuka rantang selanjutnya.


Sadewa menyipitkan matanya, dan menatap isi rantang yang berair.


"Kau bawa kecebong?"


Santi menganggukkan kepalanya dan berkata, "Mencoba mempelajari biologi."


Sadewa menghela napas. Sepagi ini, pintunya di gedor hanya untuk melihat kecebong berenang dalam rantang.


"Mas, duduk sini mengamati," ajak Santi.


Sadewa duduk di sisi gadis berkepang dua itu, dan bertanya, "Apa yang ingin kau tau?"


"Bagaimana bedakan cebong cantik dan cebong tampan?"


"Tunggu dia berubah jadi katak," sahut Sadewa.


Santi pun segera mengambil bolpoin dan buku catatan dari saku baju kodoknya, dan menulis jawabannya. Lalu, tiba-tiba sepasang matanya bergerak lincah dengan pertanyaan usil, "Mas Dewa, apa ada katak banci?"


Sadewa meletakkan telunjuk di keningnya, mengetuknya sebentar berapa kali, dan dia menjawab spontan, "Ada."


Santi mengangkat alisnya, "Yang bagaimana itu?"


"Katak berjenis kelamin laki-laki yang menampar katak perempuan."


"Mas Dewa konyol!"


Sadewa tersenyum dan kenangan masa lalu itu menguap hilang. Lalu, lembar merah muda perkenalan dengan Tina. Membuat pria paruh baya itu tersenyum pilu.


"Manis sebentar. Pilu sepanjang masa. Jika mengenang cinta tak sampai."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sadewa : Thor, kau dah hapus pelet impoten. Tapi kau buat aku bimbang!


Author: bimbang kenapa?


Sadewa : memilih masalalu atau masa depan!


Author: jadi egois aja deh. kalau sakit tinggalkan. Jatuh cinta lagi ❤️


Sadewa : mawar untuk mu Thor!


Author : Mawar di tolak! aku suka duit 😏


Catat!


Pelet Aprilia pada bab ini hangus menguap keluar dari tubuh Sadewa. Memang cinta sejati bisa mengalahkan Pelet manapun. Sadewa tidak akan impoten lagi. Siapakah yang di pilih Sadewa kelak?


Nih, author kasih catatan biologi cara bedakan Cecan dan Cetan. Cecan lebih gendut lo. semok adohai ❤️ iri aku ma katak 😭 author kaya papan triplek 😭



Oh iya penampakan baju kodok zaman old.

__ADS_1



Oh iya Thor mau infokan untuk Cerita S-kode serial action kaya gitu nanti Thor buat di karya Daddy for mommy yah biar action dapat. dan cerita ini kembali menjadi horor.


__ADS_2