Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 113


__ADS_3

...Sejatinya Langit menurunkan hujan ke Bumi. Bumi menguapkan air ke Langit. Bagaimana kau merendahkan bumi? Jika Langit pun berharap air dari bumi....


..._Eouny Jeje_...


...Aprilia bagai bumi yang terinjak  dan Lea bagai langit yang susah di gapai....


..._Santi_...


...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


Mobil yang di tumpangi Aprilia dan Sadewa berhenti di depan lobby. Seorang pelayan tampak membuka pintu. Tidak lama sosok di ambang pintu, maju perlahan dengan perut besar yang membulat ke depan.


Santi, lama tidak bertemu. Kau bahkan sedang mengandung!


Sadewa terlihat memeluk Santi, dan mencium perut isterinya.


Mas Dewa, kau sangat pandai bersandiwara untuk isterimu yang berkhianat.


Santi terlihat melirik akan sosok wanita yang datang dan berjalan di balik punggung Sadewa.


Cantik sekali, adik mas Dewa.


Santi menolehkan kepalanya ke belakang punggung ,dan tersenyum menyapa akan sosok adik ipar, yang baru dia jumpai pertama kali.


"Halo, Lea!" Santi melambaikan tangan.


Aprilia hanya menurunkan kacamata hitamnya, dan berlalu tanpa melirik ke arah wanita hamil tersebut.


Sombong sekali.


Santi merangkulkan tangannya pada lengan Sadewa yang membawa langkah kaki bergerak seirama menuju meja makan.


"Lea, terlihat tidak bersahabat."


"Dia memang terlahir seperti itu. Kalian makan bersama lah lebih awal. Aku memiliki pekerjaan yang lain."


"Kau tidak makan?"


"Sudah!" Sadewa pergi meninggalkan ruang makan.


Santi mengelus perutnya dan menatap punggung suaminya pergi menjauh. Dia pun menoleh pada sosok cantik yang tengah mengangkat sendok dan garpu.


"Selamat datang di rumah kami."


Bisu. Wanita di depannya terlihat mengabaikannya lagi. Hanya menikmati setiap makanan yang terangkat sendok masuk dalam mulutnya.


Jika bukan adik iparku. Mungkin, wanita ini akan ku cincang. Dia terbiasa di luar negeri. Tidak terbiasa bersikap ramah, dan sopan.


Santi menahan amarah. Dia mengambil kursi di seberang Aprilia,dan meletakkan gunung sabar di hadapannya.


Atau dia tidak mengerti bahasa Indonesia?

__ADS_1


Santi membuka topik baru, "Apa aku harus berbicara dalam bahasa Inggris denganmu, Lea?"


Aprilia mengangkat pandangannya. Dia meletakkan sendok dan garpu, dan hanya menjawab, "Mengajak seseorang bicara di saat dia sedang mengunyah makanannya, adalah hal yang tidak sopan."


Santi mematung bodoh. Terpaku. Kehilangan setiap katanya, dan berkata, "Maaf."


Aprilia melanjutkan makannya. Lalu, dia berhenti setelah cukup kenyang.


"Aku sudah selesai makan. Kau boleh berbicara, kakak ipar."


Santi terbangun dari rasa tertegun lama memandang setiap detail Barbie hidup di depannya.


"Kau sangat cantik. Namun, namamu sedikit mirip dengan babu di rumah ini dulu."— Santi mencibir lebih dulu— "Namanya Aprilia. Hanya saja kau dan dia jauh berbeda.  Aprilia bagai bumi yang terinjak  dan Lea bagai langit, yang susah di gapai."


Kau berani menghinaku! Aprilia itu adalah aku. Lea pun aku.


Aprilia mendongakkan pupilnya, dan berkata, "Jangan merendahkan orang lain. Sejatinya Langit menurunkan hujan. Bumi menguapkan air ke atas. Bagaimana kau merendahkan bumi? Jika langit pun berharap air dari bumi!"


Glek! Jangkun Santi bergerak naik turun sebentar. Seakan telah di tampar karena kalimat yang mengerdilkan kehidupan orang lain.


"Aku hanya menyebut rupa. Bukan fungsi," koreksi Santi.


Aprilia berdiri. Kursi bergerak mundur, memberikan ruang kaki jenjangnya keluar dan berjalan berhadapan dengan Santi.


"Tolong kakak ipar berdiri!" Aprilia melipat tangannya di dada.


Santi terlihat gagap. Namun, akhirnya mengikuti perintah tersebut. Dia pun berdiri, dan tidak ingin kalah akan arogannya. Berdiri dengan dagu terangkat, dan sepasang mata menyiratkan keangkuhannya.


Aprilia tersenyum miring.


Wajah Santi merah malu. Seakan dirinya telah di tabrak kenyataan yang mengumpamakan dirinya sendiri.


"Bagai itik bertemu angsa," lanjut Aprilia.


"Bagai pelayan melawan majikan," tambah Aprilia.


Santi geram seakan banyak umpama buruk di kembalikan untuknya. Miris sekali terdengar oleh sepasang telinganya


"Cukup!" Santi melotot , dan menahan napas yang menggebu. Dia terlihat mengatur napas. Tidak ingin bermusuhan dengan adik iparnya. Namun, tidak mampu menahan makiannya.


"Yen sampeyan dudu sedulur, bojomu sing dak tresnani. Mungkin, aku bisa ngrancang akeh perkosaan kanggo sampeyan (jika kamu bukan saudara, suamiku sayang. Mungkin, aku bisa merencanakan banyak pemerkosaan untukmu)," ungkap Santi dan melenggang pergi dengan bahu yang sengaja menyenggol bahu Aprilia.


Paling wanita keluaran Korea itu. Tidak mengerti aku berkata apa!


Santi meninggalkan ruang makan. Menyisakan Aprilia yang mematung dengan sepasang mata mulai terlihat nanar, dan dia pun membantin dengan pepatah.


Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake.


(Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus.)


Aprilia melangkah meninggalkan meja makan. Diapun segera menyusul ke ruang kerja Sadewa. Sadewa terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan, tidak menyadari kehadiran Aprilia dengan sepasang mata nanar yang berdiri di depan meja biro kerjanya.

__ADS_1


Tuts! Panggilan berakhir. Sadewa mengangkat wajahnya kala melihat bayangan seseorang berdiri di depan meja kerjanya.


Deg! Jantung Sadewa seakan terpanah akan sepasang mata yang berembun.


"Kau menangis?"


Aprilia mengangguk.


"Belum genap sehari. Kau telah menangis? Ada apa?"


Sadewa memutar langkahnya dan tangannya bertengger pada pundak Aprilia.


"Betinamu sangat kejam!"


Sadewa menaikan satu alis, terlihat heran, "Apa yang dia katakan padamu?"


"Yen sampeyan dudu sedulur, bojomu sing dak tresnani. Mungkin, aku bisa ngrancang akeh perkosaan kanggo sampeyan," ulang Aprilia.


Sadewa melotot. Seakan bola matanya akan keluar dari rumahnya, "Ingin merencanakan hal yang buruk. Wanita gila."


"Ada yang ingin ku katakan lagi, mas! Rahasia besarku!"


Aprilia menahan napas, sepasang matanya menerbitkan embun yang telah lama bertahan dalam pelupuk matanya.


Sadewa bergetar menyeka air mata Aprilia, "Setelah aku mengatakan hal ini. Ku harap kau memberikanku sebuah rumah untuk tinggal."


Aprilia menelan isaknya, "Karena, aku tidak sudi satu atap yang sama, dengan betina ****** itu. Kecuali, wanita itu berada di ruang bawah tanah."


Sadewa terlihat serius, dan menerka dengan hati yang geram, "Apa yang pernah dia lakukan padamu?"


Aprilia menitikkan air matanya lebih panjang, dan perlahan setiap kalimat itu di ucapkan dengan lancar, "Di saat malam kau menceraikanku. Dia mengirim dua pria ke kamar. Membekapku dan memperkosaku. Setelah itu, aku di antar ke ruangan gelap itu!"


Brakkk! Sadewa melemparkan tinjunya pada meja. Dia murka dan ingin mencekik leher Santi segera.


"Mengapa kau baru mengatakannya?"


Aprilia jatuh duduk berjongkok, memeluk lutut, dan terisak di atas lututnya, "Karena ku takut kau akan jijik padaku!"


Sadewa nelangsa. Segala sesuatu yang merah muda. Kini, tampak gelap. Hitam pekat. Kebahagiaan seakan menguap. Dia pun menjatuhkan lututnya, dan memeluk Aprilia dalam dekapannya.


"Tidak pernah ada kata jijik terhadap sosok yang sangat ku cintai. Pernah kah kau melihat seorang pria akan membuat tulang rusuknya. Lalu, bagaimana dirinya mampu berdiri tegak dan menunduk tanpa rasa sakit. Membuangmu adalah suatu yang menyakitkan."


Sadewa mengepalkan tinju,dan mendongakkan sepasang matanya ke langit. Tidak ijinkan hujan turun, dan diapun berkata, "Akupun akan membuat Santi berlumur dengan noda terkotor yang sulit dia lupakan. Walau begitu banyak sabun yang akan dia gunakan, dia akan tetap kotor."


Aprilia tersenyum ironis.


Santi, deritamu baru di mulai. Kau akan mendapatkan hukuman Sadewa. Kau pula akan mendapatkan hukuman dari Ibuku Mayang. Di balas secara manusia dan iblis. Kombinasi penderitaan yang hebat.


...꧁❤༆ Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...


...Apa yang akan terjadi pada Santi? Menjadi musuh Aprilia, hanya akan menghadapi cambukan Iblis Mayang, dan pisau Sadewa mengiris nadi Santi....

__ADS_1


...PART SELANJUTNYA. Apakah setuju akan pertemuan Aprilia dan Jack 😂 yang di tunggu, bang Kojeck klepek"....


__ADS_2