Pelet Janda Penggoda

Pelet Janda Penggoda
Ep 121


__ADS_3

...Berhentilah sebentar dari setiap indera yang mencurigai seseorang. Abaikan perasaan. Gunakan Logika....


..._Eouny Jeje_...


...Kenangan itu akan sirna. Jika salah satu sudah berkhianat....


..._Sadewa_...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aprilia merapikan pakaiannya dalam koper. Setelah mengancing koper. Dia mengambil buku paspor beserta tiket pesawat kelas VIP. Tujuannya adalah Kuala Lumpur. Dia hanya sekedar mengambil gambar dan mengunjungi rumah kosong di sana. Orangtua Sadewa telah tiada. Hanya kekosongan dan sepi yang mengisi rumah masa kecil Sadewa.


Kret!


Aprilia menoleh ke arah pintu. Tampak Sadewa datang dan menyodorkan Black Card untuknya.


"Untukmu berbelanja!"


Aprilia memeluk leher pria itu, "Aku akan dengan senang hati menghabiskan limitnya di sana."


"Aku memiliki satu permintaan kembali."


Aprilia melepaskan rangkulan, menghela napas,seakan mencurigai permintaan itu sebagai upeti yang harus dia bawa pulang.


"Kau memintaku menemui klienmu!"


"Ya satu klien besar! Tidurlah dengan dia!"


"Damian?"


"Ya! Aku dengar dia sedang berlibur di sana!"


"Oh!"


Aprilia meninju bahu Sadewa, "Aku membencimu, Oppa! Berkali-kali kau sebut mencintaiku. Namun,dengan senang hati kau memintaku tidur dengan pria lain."


"Ini bisnis!"


"Apa kau melakukan hal itu pula dengan wanita lain?" Aprilia terlihat cemberut.


"Itu dulu. Sekarang tidak bisa lagi. Libidoku hanya meningkat padamu."


Aprilia tersenyum berpura-pura bahagia akan sanjungan pria di depannya.


Bilang saja kau impoten bertemu wanita lain.


Aprilia mengangkat wajahnya.


"Aku ingin tetap perawan, Oppa! Aku tidak akan tidur dengan pria manapun. Kecuali,dia menikahiku!"


Sadewa mencubit dagu Aprilia, "Ingat. Wanita masih perawan di usia sepertimu itu, di sebut kuno. Kuno!"


Aprilia mendengus kesal, dan bergumam pelan di hadapan pria itu, "Aku ingin mempertahankan diriku dengan tetap suci di hadapan suamiku."


Aprilia mendorong Sadewa keluar dari kamarnya. Sebelum dia menutup pintu, Aprilia segera berkata, "Urus isterimu dan anak haramnya."


Sadewa meletakkan tangan pada daun pintu, "Jangan lama berlibur!"


Aprilia mengangkat kedua alis, "Setelah limit kartu ini habis. Aku pasti pulang!"


"Aku akan mengaturnya! Aku akan memberikan datanya padamu!"

__ADS_1


Aprilia menutup pintu kamar. Keberangkatan ke Kuala lumpur telah di tentukan pukul 9 pagi. Dia melirik ke jam dinding. Pukul 11 malam. Dia pun memilih untuk beristirahat. Dia merebahkan dirinya segera. Baru saja, dia akan terpejam. Langkah kecil datang menginjak kasur.


"Eoma, aku datang!"


Aprilia membuka kelopak matanya lebar. Dia menghela napas dan seakan menyadari jika hari ini adalah jadwal menyusui Moon.


"Eoma, jangan mengantuk!"


Aprilia mengangkat tubuhnya dan duduk. Menatap Moon. Pria bertubuh kecil itu lantas merangkak naik pada tubuh Aprilia,dan mendorongnya terlentang di atas kasur.


"Payudara indah, yang aku rindukan!" ujar Moon terkekeh geli dan melanjutkan apa yang dia inginkan.


"Bukannya kau ingin bercerita!"


Moon mengangkat pandangan pada Aprilia, "Tidak jadi!"


Moon melanjutkan kembali. Sedangkan, Aprilia terlihat berpikir lebih banyak, seraya membiarkan bibir Moon bergelanyut pada buah dadanya sepanjang malam hingga pagi menjelang.


Pukul 08.00 wib ....


Aprilia terlihat masih sangat mengantuk. Dia menarik kopernya keluar dari garis pintu kamar. Di ruang tamu terlihat Sadewa mengenakan kemeja kerjanya, dan membawa tas besar pulang,  dan dia mengangkat pandangan menatap Aprilia. Lalu, berjalan  mendekatinya.


"Oppa, kau akan kemana?"


"Ke Palembang!"


"Untuk?"


"Bisnis baru!"


Aprilia menutup mulutnya, dan terkekeh. Namun, tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.


"Oppa, mengapa kau pergi di saat Santi telah melahirkan puteranya?"


"Bagaimana dengan kenangan kalian?"


Sadewa menyelipkan anak rambut Aprilia ke belakang telinga, dan berkata, "Kenangan itu akan sirna. Jika salah satu sudah berkhianat. Bagaimana kau menghargai isteri yang berkhianat?"


Aprilia tersenyum melengkungkan bibirnya lebar, dan dia berkata, "Padahal dia terlihat sopan dan anggun. Biasanya wanita bertubuh fisik gendut, tidak akan berkhianat, Oppa!"


"Fisik tubuh tidak ada hubungannya dengan hasrat. Karena, sebelum kami menikah. Dia pun adalah wanita yang telah tidur dengan pria lain sebelumnya."


"Maksud Oppa?"


"Dia bukan seorang gadis kala aku menikahinya. Aku menikahnya karena kekayaan orangtuanya. Lagipula, dia datang padaku karena kesusksesanku yang merangkak menyusul kekayaan keluarganya. Hanya saja karena pernikahan, aku telah menandatangani perjanjian jika segala hal itu adalah milik Santi. Karena, saat itu aku sangat menghormati keluarga mereka. Itu saja. Ternyata, aku baru menyadari hal itu bukan cinta. Aku dan Santi hanyalah rasa segan."


"Bagaimana denganku?"


"Tentu aku sangat mencintai, Lia. Aprilia wanita Jiran."


"Aku mencintaimu, Oppa! Sarangheo!"


Aprilia bersikap manja dengan memanyunkan bibirnya, "Cium aku Oppa!"


Cup! Sadewa mencium bibir Aprilia dan mengangkat satu alisnya, "Aku sudah mengenal Santi begitu lama. Bagaimana aku tidak mengetahui isi hatinya. Dia bertahan hanya karena tahta. Dia bertahan karena harta. Jika pun dia bercerai, dia hanya mengancam. Sesungguhnya,wanita itu ular."


"Kenapa kau tidak menceraikan dari dulu?"


Sadewa tersenyum, "Karena aku belum mengetahui kesalahannya. Kini, aku telah mendapatkan kesalahannya. Dia memiliki bayi atas milik orang lain."


Aprilia hambar dan mengalihkan pandangannya pada koper dan berpamitan, "Aku akan berangkat ke Malaysia."

__ADS_1


"Berhati-hati!" Senyum Sadewa melengkung dari bibir hingga telinganya. Tertawa bahagia akan  wanita cantik yang melambaikan tangan untuknya.


Untunglah, aku tidak pernah ketahuan Oppa Sadewa! Jika aku telah hampir berkhianat dengan Jack malam itu.


Aprilia masuk melangkah mobil kabin belakang, dan dia meminta sopir mengantarnya ke bandara. Dalam tiga puluh menit dia telah mencapai perjalanan ke bandara, dan mengambil antrian menunggu keberangkatannya ke Kuala Lumpur.  Dia terlihat menikmati kopi hitam miliknya seraya membiarkan satu lagu kenangan terdengarkan oleh sepasang telinganya.


Tuhan memberikanku cinta


Untuk ku persembahkan hanyalah padamu


Dia anugerahkanku kasih


Hanya untuk berkasih berbagi denganmu


Atas restu Allah ku ingin milikimu


Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku


Restu Allah ku mencintai dirimu


Ku pinang kau dengan Bismillah


Dua jam kemudian ...


Aprilia telah menginjak bandara udara internasional Kuala lumpur. Aprilia mengedarkan pandangannya acak. Dia melangkah perlahan dengan setiap ketukan sepatu yang mengetuk lantai dengan ketukan lembut. Dia menuju sebuah restoran yang terlihat menggugah selera makannya.


Aprilia duduk dan salah satu meja yang bersebelahan dengan dua pria bermata sipit yang terlihat memperhatikannya. Aprilia mengangkat pandangannya pada salah satu pria yang terlihat lebih muda, terlihat bercengkrama dengan seorang Wanita yang baru datang menemuinya. Aprilia duduk di sisi meja, dan mendengarkan pembicaraan mereka.


Aprilia menghampiri meja pria itu. Menarik garis melengkung sempurna pada pria bermata sipit yang lebih tua. Wanita itu terlihat melemparkan api pada pria yang lebih muda.


"Dari Indonesia?" sapa pria itu pada wanita itu.


"Ya."


Wanita itu menerima jabatan tangan pria itu dan bertanya, "Namamu?"


"Vicenzo!" Jabat pria itu erat dengan satu alis terangkat menggoda wanita itu.


"Aku Rie!"


Aprilia merasa menarik pada sosok wanita itu. Dia ikut mengintip di belakang buku menu. Dia melihat melihat pandangan pria itu jatuh pada payudara wanita itu.


Dasar pria genit, otak mesum dan menjijikan! ejek Aprilia dalam hati.


"Mata keranjang!" dengus wanita bernama Rie itu. Lalu, menarik ponsel pria itu dan menemukan ponsel pria itu telah mengirimkan gambarnya ke sebuah grup dan berkomentar di bawah foto.


Gadis baru dengan payudara kecil.


"Dasar mata keranjang! Setelah ini kau akan tau. Publik menertawakanmu. Karena, baru bertemu dan berkenal. Kau sudah menunjukan sifatmu sebagai pria pecundang. Mirip banci."


Pria yang terlihat lebih tua hanya menghela napas, dan melirik ke kiri dan ke kanan. Namun, tiba-tiba Rie menarik tangan pria itu. Membuka telapak tangan pria itu. Garis tangannya terlihat huruf M.


"Garis tanganmu bagus. Kau bijak. Dapat membedakan yang baik dan benar. Yang berbohong dan bukan. Tetapi, kau harus mengajari pria ini menjadi seorang pria baik. Bukan anjing yang menjilat seseorang hanya untuk menguntit!"


Rie menepis tangan itu. Melambai pergi dan meninggalkan restoran.


Baru bertemu, sudah menghina orang lain. Sudah pasti, semua orang pun akan anggap dia kerdil dan jahat. Mengerikan! Tampan terlihat anjing, ujar Rie dalam hatinya.


Aprilia berdiri. Melihat sosok wanita itu. Menarik hatinya untuk menjadi teman. Diapun akan segera meninggalkan meja. Namun, dia mengurungkan niatnya dan berkata pada pria yang lebih muda , "Jangan suka menilai orang buruk pada pertama kali bertemu. Bisa saja, itu akan menjatuhkanmu. Bijaklah berkata. Bijaklah menilai. Jangan menjatuhkan harga diri jadi anjing. Jika nasib seperti itu mengenaiku. Maka, Oppa Sadewa tidak akan membiarkan dirimu makan dan tidur tenang. Namamu akan tersebar di manapun sebagai si porno!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...🤫🤫Aprilia di Malaysia dapat teman baru 🤫 apa gandengan baru 🤫...


__ADS_2