
...Berikan kesan terbaik. Walau mereka tidak menyukaimu tanpa alasan dan kau belum pernah menyakiti mereka....
..._Eouny Jeje_...
...Pasrah sajalah. Namanya dosa pastilah akan mendapat hukuman. Cepat atau lambat karma itu datang....
..._Aprilia_...
...꧁❤༆PJP 83༆❤꧂...
Imah datang mengantarkan segelas air setelah Aprilia mencapai rumah besar milik suaminya itu.
Setelah Imah yakin, Aprilia menegguk habis minuman yang di antarkan untuknya. Imah mundur diri.
Aprilia kembali ke kediaman Sadewa. Dia terus mengurung dari kamar. Di usir? Dia harus mempersiapkan diri. Di talak sekaligus 3? Dia harus ikhlas menjadi janda kembali.
Aprilia mondar-mandir di dalam kamar besar milik sang Nyonya rumah sebelumnya. Sekali-kali dia menggigit jempolnya,dan mengerutkan kening. Buntu. Setiap pikirannya hanya tertuju pada Nenek Mayang. Tetapi, nasehat Ade sebelumya ada benarnya juga.
Jangan lupa pisau yang mengantar daging ke dalam mulutmu. Jika kau terlalu dalam membawanya,dia akan melukai mulutmu!
Kalimat Ade saat itu tebersit kembali pada benak Aprilia. Dia mengehela napas. Dia telah kehilangan ide, hanya berharap pada kekuatan Nenek Mayang untuk tetap tinggal dalam kemewahan rumah ini.
Namun,menit selanjutnya. Aprilia mengurungkan niatnya. Dia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, berbaring terlentang menatap lampu hias yang bergantung indah dan mahal. Rasa kantuk menyerangnya.
"Pasrah sajalah. Namanya dosa pastilah akan mendapat hukuman. Cepat atau lambat karma itu datang," ujar Aprilia telah kehilangan gairah hidupnya.
"Hidupku seperti si tokoh jahat dalam dongeng. Kaya hanya untuk sebentar. Kemudian, jatuh miskin lagi. Rumah mewah berganti menjadi kamar sewa. Rambut lurus indah berganti lagi menjadi merak seperti singa. Parfum dua juta kembali lagi jadi cologne dua belas ribu. Lipstik lima ratus ribu berganti menjadi liptint murahan. Ah, miris nasibnya upik babu."
Aprilia menghela napas akan roda yang memutar nasibnya kembali. Kembali di bawah garis nol. Tanpa sadar membawa dia terlelap hingga menjelang malam. Dia tidak menyadari jika air minum yang telah di berikan Imah sebelumnya, telah di bubuhi serbuk obat tidur.
Tapak langkah kaki yang berat. Bahkan tidak terdengar mendekat ke ruangannya.
Dia pasti sudah tidur dan tidak berdaya. Sekarang, aku akan mendorongmu kembali ke asal mula,Aprilia.
Santi mendorong daun pintu. Kret! Pintu berderit memberikan celah untuk mengintip. Aprilia terlihat terlentang terlelap dengan suara dengkur halusnya.
Kret! Santi pelan menutup pintu kemudian. Mencubit pinggang Imah untuk mengikutinya..
"Kau yakin? Melihat wanita perebut suami orang itu menghabiskan air yang telah ku berikan tadi."
Imah putih pucat bak kertas.
"Iya!"
__ADS_1
Santi menghela napas lega, "Dia hanya wanita udik. Dia tidak akan bisa melawan orang kota seperti diriku. Aku berikan neraka untuknya. Sakit di dunia nyata. Sakit pula di dunia gaib."
Imah hanya bergindik. Tidak bisa berkutik.
"Sekarang persiapkan makan malam. Lalu,kita masuk dialog selanjut yah, Imah!"
Imah menatap majikannya. Jika bukan karena ancaman di pecat dari pekerjaannya, dia tidak akan bersedia menjalani peran antogonis seperti ini, mengerjai istri kedua dalam rumah besar ini.
"Peran apa selanjutnya?"
"Di catat dengan baik!" Santi pun berbisik panjang lebar di telinga Imah. Imah hanya menganggukkan kepala,sebagai kepatuhannya.
"Baik. Nyah!"
Tepat pukul 20.00 Wib ....
Sadewa menginjakkan lantai keramik rumah baik istana yang telah menjadi miliknya dalam sekejap. Dia membentangkan tangan, dan memeluk Santi yang menyambut kedatangannya di garis pintu.
Semenjak ibunya meninggal, keangkuhan singa seakan rontok, gumam Sadewa pada dirinya sendiri,dan mengikuti Santi menuju ruang makan.
Makan malam telah tersaji seperti biasa. Santi membukakan kursi,mengambil tas, melepaskan jas pria itu,dan berkata lembut, "Hari ini, aku turut peran di dapur. Kesukaan Mas Dewa telah tersaji."
Tumben, biasanya Aprilia yang menyediakan.
"Kenapa Mas?"
"Aprilia kemana?"
"Biar Imah yang panggil. Mas, makan aja dulu."
Sadewa kembali duduk.
Imah yang berdiri di belakang segera mengangkat pandangannya, dan teringat akan instruksi yang di berikan untuknya.
"Biar saya yang panggil Tuan."
Derap langkah Imah terdengar segera menjauh dan lincah menaiki tangga.
Sadewa mulai mengangkat sendok dan garpu, bersiap untuk menyantap hidangan yang di letakkan di atas piringnya. Mengunyah satu demi satu nasi ke dalam mulutnya. Kebetulan sekali,dia sangat lapar.
"Tuan! Tuan!" teriak Imah.
Sadewa mendongak menatap wajah pembantu rumah tangga itu. Wajah panik Imah membuat sepasang matanya menatap kamar utama tempat Aprilia dan dirinya berbaring. Rasa panik segera menyerang jantungnya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" ujar Sadewa ikut panik. Dia meletakkan sendok dan garpunya.
"Sudah bangunkan Nyonya Apri. Tetapi, dia tidak bisa bangun, Tuan."
Sadewa terlihat cemas. Dia segera berdiri dan menyusuri tangga menuju kamar. Sementara Santi memberikan jempol di belakang punggungnya untuk Imah. Setelah itu, dia mengikuti naik ke kamar yang pernah menjadi miliknya,dan akan segera kembali padanya.
Santi tersenyum di garis pintu. Dia melihat raut panik suaminya yang membungkuk di sisi ranjang, dengan tangan yang terus menepuk pelan pipi wanita tersebut. Sangat berusaha untuk membangunkan.
Tepat. Kita akan ke rumah sakit Aprilia. Dustamu akan terungkap. Kebohongan akan terbongkar. Kehamilan palsu itu akan menjadi momok yang menghancurkan dirimu.Di sana,kau akan melihat bagaimana kejamnya diriku mengusirmu dari rumahku! Selamat menjanda lagi.
"Mas, ajak ke rumah sakit saja! Aku khawatir dengan janin dalam perutnya."
Sadewa seakan tersadar akan hal yang lebih penting. Anaknya. Janin dalam perut itu. Janin yang sedang berkembang itu.
"Minta supir menyiapkan diri. Aku akan membawa Aprilia ke klinik segera!"
Sadewa segera mengangkat tubuh Aprilia,menggendongnya turun dengan sangat hati-hati. Menapaki anak tangga satu demi satu dengan perlahan. Lalu,menuju garasi dengan sebuah mobil yang mesin terlihat menyala, menunggu sang majikan.
Aku tidak boleh ketinggalan satu drama penting! Drama Korea wanita jalang terlempar pulang.
Santi pun segera memboyong dirinya ikut serta dalam mobil tersebut.
Tiga Puluh Menit Kemudian ....
Mobil Sadewa telah terparkir di sebuah Rumah sakit Ibu dan Anak. Mobil terparkir di depan lobby UGD.
Sebentar lagi, drama Korea akan hadir. Tidak ada jeritan istri. Yang ada jeritan sang wanita perebut suami orang, jerit Santi sukses dengan rencananya.
Santi terlihat melirik angka pada jam tangan kanannya, dia tersenyum sinis akan situasi dalam mobil. Terutama pada sosok Aprilia yang akan bangun dari terlelapnya.
"Aprilia," sebut manis Sadewa dengan memberikan aroma minyak kayu putih di bawah hidungnya.
Samar-samar Aprilia merasakan aroma tajam masuk dalam hidungnya. Namun, kepalanya terasa sangat berat. Pusing yang tidak tertahankan. Seakan kepalanya minta di pecahkan saat ini juga.
...꧁❤༆Pelet Janda Penggoda༆❤꧂...
...Intrik cerita ini kembali kepada judul. Aprilia, di buat jadi Janda lagi. Janda lagi. Di saat itulah Aprilia belajar perlahan-lahan mengubah kebodohannya dan kepolosannya....
..."Malas ah nikah lagi, ujung-ujungnya jadi kartu di tangan buaya!" Aprilia betah mejanda....
...Jangan lupa kasih semangat buat Aprilia! Janda terbelakang jadi janda terdepan!...
...Cek!...
__ADS_1
...Cerita Hantu Istriku Balas Dendam season 2!...